
Melihat pistol Glock yang telah hancur di tangannya, Ryan terdiam sejenak.
Seperti yang dikatakan Kinji sebelumnya, Kinji sudah berkali-kali kalah dari Ryan karena teknik Invisible Bullet.
Hingga akhirnya, Kinji mundur dari kelas Assault dan pindah ke kelas Inquesta. Walau Kinji sudah tidak di Assault, Kinji ternyata berhasil mempelajari teknik Invisible Bullet. Bahkan ia juga mengembangkan teknik Mirror Shot.
Ini membuat Ryan sadar, bahwa tidak hanya ia saja yang bertambah kuat selama setahun ini, tapi Kinji juga semakin lebih kuat.
Walaupun kekuatan itu hanya muncul dalam Mode Hysteria Savant Syndrom, tapi tetap saja ia sudah jauh lebih kuat dari saat mereka pertama kali bertemu
"Aku nggak menyangka kamu sudah berkembang sampai sejauh ini." puji Ryan sambil terus menatap Kinji.
Mendengar pujian ini, Kinji mencela dirinya sendiri. "Walau aku sekarang lebih kuat, tapi tetap saja aku tidak bisa mengalahkan Kakakku."
"Kakakmu?" Ryan mengerutkan dahinya dan bertanya, "Apa yang terjadi?"
"Ini tidak ada hubungannya denganmu." Kinji menarik napas dalam-dalam dan kembali menatap Ryan. "Intinya, kamu harus tinggal di sini malam ini. Kamu tidak boleh pergi dari sini!"
"Benarkah?" Ryan menghela nafas, tak lama kemudian ia tersenyum menyeringai. "Kamu nggak seharusnya meremehkanku. Siapa bilang aku nggak akan bisa bertarung lagi setelah pistolku hancur?"
Mendengar ucapan Ryan, Kinji memiliki firasat yang buruk. Tiba-tiba saja, Ryan menghilang dari tempatnya berdiri
Melihat hal ini, tanpa ada keraguan, Kinji mengarahkan pistol Beretta-nya ke tanah dan langsung menarik pelatuknya.
Dor Dor Dor Dor Dor
Kinji terus menembak tanah yang ada di dekatnya secara melingkar 360 derajat. Dengan sudut yang telah diperhitungkan, peluru-peluru tersebut memantul dari tanah dan saling bertabrakan dengan peluru lainnya.
Clang Clang Clang
Dalam sekejap, peluru-peluru tersebut terbang dan terus menerus saling bertabrakan mengelilingi Kinji membentuk sebuah perisai sempurna yang melindunginya 360 derajat.
"Billiard Shot." bisik Kinji.
Ini adalah pengembangan dari teknik Mirror Shot, dimana Kinji dengan sengaja membuat semua peluru yang ia tembakkan saling bertabrakan bagaikan bola billiard secara konstan dan melindunginya dari serangan jarak dekat.
Melihat usaha Kinji ini, Ryan muncul kembali di depan Kinji dengan santainya.
Tak mau melepaskan kesempatan ini, Kinji langsung menembak Ryan.
Dor
Peluru yang dimuntahkan Beretta Kinji dengan mulusnya melaju ke arah Ryan tanpa terkena jaring pelindung peluru yang masih terus bertabrakan mengelilingi Kinji.
Clang
Dengan suara tabrakan logam yang terdengar nyaring, peluru itu langsung diterbangkan oleh Ryan dengan keras.
Tampak sebuah belati tajam muncul di tangan Ryan.
Dor
__ADS_1
Kali ini, Kinji mengubah mode pistolnya menjadi mode otomatis, di mana ia bisa menembakkan dua peluru secara beruntun dalam satu tarikan pelatuk.
Dengan cepat, kedua peluru tersebut langsung meluncur ke arah Ryan.
Clang Clang
Ryan mengayunkan belatinya ke depan dan menangkis kedua peluru tersebut.
Namun, saat Ryan bersiap untuk melawan balik, tiba-tiba arah peluru yang mengitari Kinji berubah.
Ketiga peluru yang berhasil Ryan tangkis tadi berbalik arah menghantam rentetan peluru yang terbang di sekitar Kinji.
Hal ini membuat lintasan peluru-peluru yang membentuk jaring tersebut berubah arah dan melaju ke arah Ryan. Gerakan peluru-peluru tersebut sangat tidak beraturan dan liar.
"Mine Shot" bisik Kinji sambil melihat pemandangan indah ini.
Ryan lalu mengangkat belatinya dan berbisik, "Flashing Sheath: Eight Flower Mirrors (Sensa: Hakkakyō)"
Seketika itu, Ryan mengayunkan belati di tangannya dengan cepat hingga menciptakan gelombang tebasan yang sangat banyak.
Clang Clang Clang Clang Clang
Bersamaan dengan suara tabrakan tajam, belati Ryan terus menghantam peluru-peluru yang datang ke arahnya dan menciptakan banyak percikan api muncul di sekitarnya.
Sambil menangkis, Ryan terus mundur. Sampai akhirnya, Ryan telah mundur sejauh 10 meter setelah berhasil menangkis semua peluru yang datang padanya.
Memanfaatkan kesibukan Ryan, Kinji langsung mengeluarkan magazin Beretta yang kosong dan menggantinya dengan magazin baru yang penuh dengan peluru. Ia lalu mengacungkan kembali pistolnya ke arah Ryan.
Tak
Bersamaan dengan suara ini, badan pistol Beretta Kinji terbelah menjadi dua.
"Ini! Sejak kapan?!" Kinji sangat terkejut kondisi pistol di tangannya.
Melihat sebuah potongan rapi pada badan pistolnya, Kinji sadar bahwa ini adalah perbuatan Ryan.
"Tapi, bagaimana caranya?" Kinji berusaha mendeduksi cara Ryan melakukan hal ini,
Di bawah pengaruh Mode Hysteria Savant Syndrom, Kinji bahkan dapat melihat lintasan peluru secara slow motion jika berkonsentrasi penuh. Akan tetapi, Kinji sama sekali tidak melihat kapan Ryan menghampirinya.
"Sebelum Mine Shot diluncurkan, seharusnya jaring peluru yang tercipta dari teknik Billiard Shot selalu melindungiku. Jadi bagaimana mungkin?"
Tak butuh waktu lama, Kinji mendapat jawabannya.
"Jadi begitu, kamu melakukannya ketika terjadi transisi dari jaring peluru menjadi Mine Shot?"
Hanya pada saat itu, Ryan memiliki kesempatan untuk menyerang. Dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh matanya, Ryan memotong pistol Kinji.
Ryan kemudian mundur dan berpura-pura kewalahan menghadapi Mine Shot Kinji.
Melihat ekspresi Kinji, Ryan paham bahwa Kinji telah menebak kapan Ryan melancarkan serangan.
__ADS_1
"Flashing Sheath: Seven Nights (Sensa: Shichiya)" Ryan memandang Kinji dan berkata, "Itu adalah teknik dengan serangan tercepat dari semua teknik yang aku kuasai saat ini."
"Walau kamu berkonsentrasi penuh, kamu tetap nggak akan bisa melihatnya."
Ryan lalu mengangkat Moon Blade di tangannya sambil tersenyum. "Bayangkan, apa yang terjadi jika aku tidak menargetkan pistol Beretta-mu, melainkan lehermu?"
Kalimat ini membuat hati Kinji merinding.
"Jadi, berhentilah untuk menahanku." Ryan mengarahkan Moon Blade di tangannya ke arah Kinji.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu sehingga kamu memilih untuk melawanku. Tapi, kesabaranku juga ada batasnya."
Setelah itu, Ryan menyimpan Moon Blade kembali ke dalam cincin Black Space.
Saat Ryan akan pergi, Kinji membuka mulutnya. "Walau tidak ada senjata, bukan berarti kamu tidak bisa bertarung."
Kinji melempar Beretta dari tangannya dan menatap Ryan.
Ryan menatap tajam Kinji dan berkata, "Dengan kata lain, kamu akan mencoba menahanku di sini bagaimanapun caranya?"
"Karena, hanya ini yang bisa aku lakukan." Keraguan dalam mata Kinji menghilang. Kali ini, Kinji benar-benar serius.
"Keluarga Tohyama adalah keluarga yang menjunjung tinggi keadilan. Maka dari itu, kita sering menganggap diri kami pahlawan pembela kebenaran."
"Jujur saja, banyak orang yang memandang aneh kami karena hal itu. Tapi kami tidak memperdulikannya."
"Untuk bisa benar-benar menjadi pembela kebenaran, keluarga Tohyama memiliki Teknik Bela Diri yang telah diturunkan secara turun temurun."
Setelah mengatakannya, Kinji mendadak merubah posturnya. Ia mengepalkan tangannya dan memasang kuda-kuda bagaikan seorang ahli bela diri.
"Awalnya, Ayahku membagi Teknik Bela Diri Keluarga Tohyama menjadi dua bagian. Ia lalu memberikan salah satu bagiannya padaku, dan bagian lainnya pada Kakakku."
"Kakakku mempelajari 48 Teknik Serangan, sementara aku, mempelajari 52 Teknik Pertahanan dan Serangan Balik."
"Dan aku, akan menggunakan Teknik yang aku kembangkan sendiri berdasarkan Teknik Keluarga Tohyama untuk melawanmu."
"Teknik ini sejenis dengan Taijutsu, yang dapat memaksimalkan tubuhku untuk bergerak dengan cepat." Kinji perlahan berjalan menjauh dan menatap lurus ke arah Ryan.
"Dengan Hysteria Savant Syndrom, aku dapat berakselerasi secara instan hingga mencapai kecepatan 1.250 Kilometer/Jam."
"Jika aku memusatkan seluruh kekuatanku pada satu pukulan saat dalam kecepatan puncak, maka daya hancur pukulanku akan meningkat pesat."
"Namun, lenganku juga akan mengalami kerusakan yang besar. Bahkan aku bisa kehilangan kemampuan bertarungku secara instan."
"Jika kamu ingin pergi, hadapi seranganku ini!" Di saat yang sama, tubuh Kinji tiba-tiba membengkak. Seolah-olah seperti seorang binaraga.
"Kalau begitu …" Ryan bertemu dengan tatapan mata Kinji. "Majulah, akan aku perlihatkan perbedaan kekuatan di antara kita."
Tubuh Kinji mulai menukik ke tanah. Tanpa ada isyarat yang jelas, Kinji menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras secara dan meluncur dengan kecepatan tinggi, menyerbu Ryan yang tetap berdiri diam di tempatnya.
__ADS_1