
Mendengar pertanyaan Kapten Alexei, ekspresi Lindow tampak biasa dan tenang. Namun sebenarnya, jantung Lindow berdetak sangat kencang.
Deg Deg Deg
"Kapten, pintu ruangan ini terkunci!" lapor salah satu tentara.
"Dobrak pintu itu!" perintah Alexei.
"Siap!" Kemudian, tentara tersebut langsung mendobrak pintu kamar itu.
Brak
"Huh? Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian mendobrak pintu kamarku!?" teriak Ryan yang masih duduk di tempat tidurnya.
Melihat Ryan ada di kamarnya, Hibari, Sakuya, dan Soma dapat bernafas lega.
"Apa kamu berpura-pura bodoh!?" teriak Kapten Alexei.
Sambil menguap, Ryan bertanya balik pada Kapten Alexei. "Apa maksud Kapten? Aku cuma mendengar suara sirine semenjak tadi, dan ini sangat mengganggu tidurku! Apakah kalian sedang melakukan latihan?"
"Ini bukan latihan!" bentak Kapten Alexei sambil menatap Ryan dengan tajam
"Seandainya ini adalah latihan, kamu tetaplah seorang tentara! Ketika kamu mendengar suara sirine, sudah sewajarnya kamu meresponnya! Tapi kenapa kamu malah tetap tidur sampai akhirnya kami mendobrak pintu kamarmu?"
“Ugh … aku sudah sering mendengarnya dari Instrukturku saat aku berada di cabang Timur Jauh.” ucap Ryan sambil merentangkan tangannya. “Jadi mau bagaimana lagi … hooam~”
“Kamu!” Kapten Alexei terlihat sangat kesal dengan kata-kata Ryan.
__ADS_1
"Aku sangat meragukan kata-katamu. Aku curiga bahwa kamu terlibat dalam kasus penyerangan gedung utama Fenrir cabang Rusia. Maka dari itu, kamu ditangkap!"
"Huh?" Ryan terkejut dengan ucapan Kapten Alexei. ia lalu menatap Lindow dengan polos. "Kapten Amamiya, kenapa Kapten Alexei tiba-tiba ingin menangkapku? Padahal aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tidak ada pemberitahuan ataupun surat perintah. Apakah Kapten Alexei sangat membenciku dan menyalahgunakan jabatannya untuk menangkapku?"
"Sudah, sudah … jangan bilang begitu." ucap Lindow sambil menepuk bahu Ryan. "Walau dia menyalahgunakan jabatannya, dia tetaplah seorang Kapten. Dia memiliki pangkat yang jauh lebih tinggi darimu, Ryan. Jadi, bersikaplah sopan sedikit ketika di depannya."
Mendengar ucapan Lindow dan Ryan, otot-otot wajahnya menegang hingga mengeluarkan simbol hashtag (#) pada dahinya.
Melihat wajah Kapten Alexei yang tampak menahan emosinya, Ryan pun tersenyum kecil. "Kalau begitu, bisakah Kapten memberi kami penjelasan, apa yang sebenarnya terjadi sehingga kalian membunyikan sirine? Lalu, apa yang membuat Kapten menuduhku telah menyerang fasilitas utama?"
"Baik! Aku ingin melihat apa yang kamu katakan setelah ini!" ucap Kapten Alexei dengan ketus. Kemudian, Kapten Alexei menceritakan apa yang terjadi di gedung utama Fenrir cabang Rusia.
Ketika trio God Eater mendengar bahwa sang pelaku dapat melewati semua tentara yang sedang berpatroli, lalu menyusup ke dalam gedung utama dengan mudahnya, ekspresi mereka sangat datar.
Hal ini dikarenakan mereka semua sudah pernah melihat kemampuan Ryan dalam menghadapi Aragami. Dengan kecepatan dan juga fleksibilitas yang Ryan miliki, sudah sewajarnya ia dapat dengan mudah menyusup ke dalam gedung utama Fenrir.
Setelah Kapten Alexei menyelesaikan ceritanya, Lindow langsung merespon cerita Kapten Alexei. "Kami mengerti situasinya. Kalau ini masalahnya, maka tidak mungkin Ryan adalah pelakunya."
“Huh?” Semua tentara Rusia yang ada di sana terkejut.
“Kenapa tidak mungkin? Kapten Amamiya, aku harap kamu bisa memberikan kami penjelasan yang masuk akal!” ucap Kapten Alexei dengan nada yang dingin.
“Itu sangat mudah. Seperti yang Kapten Alexei katakan, pelakunya adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mengalahkan God Eater. Jadi, tidak mungkin orang biasa bisa mengalahkan seorang God Eater, kecuali orang tersebut juga seorang God Eater.” jelas Lindow dengan santai.
Kemudian, Lindow memegang tangan Ryan dan mengangkatnya. “Seperti yang kalian lihat, Ryan hanyalah manusia biasa. Dengan kemampuannya, sangat tidak mungkin ia bisa mengalahkan God Eater.”
Sebenarnya, sangat mudah untuk membedakan apakah orang itu seorang God Eater ataukah manusia biasa. Semua itu dapat dilihat pada pergelangan tangannya. Seorang God Eater, selalu mengenakan gelang merah pada salah satu pergelangan tangannya. Gelang tersebut memiliki bentuk menyerupai sekrup dan memiliki bobot sangat berat
__ADS_1
Gelang God Eater tidak akan pernah bisa dilepas, karena gelang tersebut telah tertanam secara permanen ke dalam daging pada lengan God Eater. Fungsi gelang ini juga sangat sederhana. Gelang ini digunakan untuk menghubungkan God Eater dengan God Arc yang digunakan olehnya.
Selain itu, Bias Factor yang harus digunakan God Eater juga perlu disuntikkan melalui lubang yang ada dalam gelang God Eater.
Gelang ini juga memiliki banyak fungsi lainnya. Seperti adanya GPS, alat komunikasi, tanda pengenal, ID, dan lainnya.
Karena tidak adanya gelang merah ini pada pergelangan tangan Ryan, Kapten Alexei tidak bisa menyanggah argumentasi Lindow. Walau begitu, Ia tetap bersikukuh bahwa Ryan adalah pelakunya.
“Meskipun gadis itu adalah seorang God Eater, tetapi dia baru saja bergabung dengan cabang Rusia. Bisa dibilang, dia adalah seorang pemula! Cara bertarungnya pun saat ini masih belum matang!”
“Maka dari itu, masih ada kemungkinan gadis itu untuk kalah dari seorang tentara biasa yang telah banyak mengikuti pertempuran. Terlebih lagi, gadis itu belum tidak menggunakan God Arc saat melawan penyusup itu. Jadi, kalah dari orang biasa bukanlah hal yang tidak mungkin untuk pemula sepertinya!” ucap Kapten Alexei sambil tersenyum. Ia merasa bahwa argumennya kali ini pasti membuat Lindow tidak bisa membalasnya.
Namun sayang, Lindow masih punya alasan kuat lainnya. “Masalah kedua, pelaku penyusupan tersebut memiliki kemampuan untuk melubangi dinding ruang latihan. Kalian pasti tahu sendiri betapa tebalnya dinding ruang latihan. Orang biasa jelas tidak bisa melubanginya, bahkan menggoresnya pun tidak mungkin.”
“Dan berdasarkan cerita Kapten, orang tersebut dapat memotong dinding tebal itu hanya dengan sebilah belati. Kalau orang biasa seperti Ryan dapat melakukannya, berarti dinding ruang latihan kalian sangat lemah!”
“Ugh …” Ekspresi Kapten Alexei benar-benar buruk. “Walau bukan dia pelakunya, tapi kalian bertiga sendiri adalah seorang God Eater. Jika salah satu dari kalian bertiga adalah pelakunya, maka semua ini masuk akal!”
Mendengar alasan ini, Ryan tertawa. “Hahahaha … Kapten Alexei, semua orang tahu bahwa gelang God Eater memiliki fungsi GPS, yang artinya lokasi mereka akan selalu terpantau. Kapten bisa coba mengecek langsung ke server untuk mengetahui data lokasi mereka. Jika mereka memang pergi ke dalam gedung utama Fenrir malam ini, seharusnya data mereka ada di dalam server.”
“Ini …” ucapan Ryan benar-benar membuat Kapten Alexei tidak bisa berkata-kata lagi. Pada akhirnya, Kapten Alexei pun pergi dari rumah penginapan tersebut.
Melihat mereka pergi, seluruh Ryan, Hibari, dan trio God Eater menghela nafas lega.
Sakuya lalu memandang Ryan sambil tersenyum: "Nah … sekarang bisa jelaskan pada kami, bagaimana caramu melubangi dinding ruang latihan?"
Soma dan Hibari langsung menatap Ryan dengan tatapan penuh keingintahuan.
__ADS_1