
"Dengan tidak adanya perbekalan, amunisi Sakuya akan segera habis. Sebelum itu terjadi, kita harus segera bertemu dengan pihak dari cabang Rusia." ucap Lindow.
Setelah itu, Lindow mulai menebas Aragami yang datang menyerang. "Soma, kita mulai bergerak."
"Ini benar-benar merepotkan …" Nada bicara Soma terdengar dingin, tapi ia tetap mundur ke tempat Ryan dan Hibari berada.
Sambil merokok, Lindow memberi perintah Ryan dan Hibari. "Kalian lari lah ke depan, kami akan melindungi kalian."
"Tapi, aku tidak bisa lari …" ucap Hibari yang tubuhnya masih gemetaran. Tanpa persetujuan Hibari, Ryan langsung menggendongnya dengan gaya princess carry.
"Eh?" Hibari terkejut dengan aksi Ryan. Tapi Ryan tidak mempedulikannya dan langsung lari menuju cabang Rusia.
Melihat kecepatan Ryan, Lindow dan Soma terkejut.
"Aku tidak menyangka ia bisa lari secepat itu." komentar Lindow.
Di saat yang sama, Aragami berbentuk telur hitam mulai berkumpul lagi di langit. Tidak hanya itu, Aragami jenis lainnya pun mulai berdatangan satu persatu.
Melihat semua ini, Lindow menekan tombol pada alat komunikasinya. "Sakuya, segera mundur!"
"Siap!" Sakuya pun mulai berlari menyusul Ryan dan Hibari.
Lindow dan Soma kemudian juga menyusul. Tidak butuh waktu lama, Lindow dan Soma kini sudah berada di depan Ryan. Mereka berdua mengelilingi Ryan dan Hibari untuk melindunginya.
"Roooar …"
Auman berbagai macam Aragami terdengar keras. Di antara Aragami tersebut, ada beberapa yang menyerupai binatang buas dengan wajah besar dan ekor besar, beberapa seperti orang utan besar, hampir semuanya memiliki bentuk yang aneh.
Dengan gebrakan langkah kaki yang kuat, mereka bergerak menghampiri kelompok Ryan.
Tidak mau kalah dengan Aragami yang ada di bawah, Aragami berbentuk telur hitam itu juga mulai mengerumuni kelompok Ryan.
Menghadapi sekumpulan Aragami seperti itu, tiga God Eater yang mengelilingi Ryan langsung beraksi.
Slash Slash
Lindow dan Soma mengayunkan God Arc mereka dengan sangat cepat, membunuh Aragami satu per satu.
__ADS_1
Dor Dor Dor
God Arc sniper milik Sakuya juga meraung. Setiap tembakannya 100% mengenai Aragami yang terbang di langit.
Di bawah perlindungan God Eater, Ryan terus berlari tanpa kenal lelah.
Boom
Mendadak, di depan mereka, muncul sosok Aragami yang menyerupai orang utan.
"ROAAAR!"
Aragami tersebut langsung mengayunkan tangannya ke arah Ryan yang sedang menggendong Hibari.
"Gawat!" Lindow dan Soma berusaha menghentikan pukulan Aragami itu.
Swoosh
Dengan suara yang membelah langit, kecepatan Ryan tiba-tiba melonjak dari kondisi diam, menyebabkan hembusan angin bertiup kencang.
Meski tidak sebagus Tohno Shiki yang bisa berakselerasi secara tiba-tiba hingga melebihi batasnya dari keadaan diam, namun kecepatan Ryan saat ini sudah cukup cepat. Ia juga bisa berakselerasi hingga mencapai batas kecepatannya dalam beberapa detik setelah berlari.
"ROAAAR!"
BOOM
Tangan besar Aragami berbentuk orang utan itu langsung menghantam tanah. Angin kencang bercampur debu berhamburan ke segala arah. Kalau saja Ryan tidak segera menghindar, ia pasti akan mati.
Melihat Ryan terus melaju ke depan, Aragami berbentuk orang utan lainnya pun melancarkan serangan lanjutan pada Ryan.
Menghadapi pukulan ini, Ryan terus melaju tanpa ada rasa takut di matanya. Saat pukulan berat datang dari langit, Ryan tiba-tiba menghentakkan kakinya dengan kuat.
BOOM
Dengan suara yang memekakkan telinga, hembusan angin bertiup kencang seperti badai, menyapu sekelilingnya.
Lagi-lagi, tangan Aragami hanya bisa menghantam sebuah tanah kosong. Seakan terbawa hembusan angin, Ryan dengan sangat cepat mundur ke belakang.
__ADS_1
“Ini … tidak mungkin …” gumam Lindow. Bahkan rokok yang ada di mulutnya sampai jatuh ke tanah. Ia benar-benar terkejut melihat kemampuan Ryan yang dapat menghindari serangan Aragami secara beruntun.
Hal yang sama pun dialami Soma dan Sakuya, “Jadi dia benar-benar serius saat menawarkan diri untuk melawan Aragami! Manusia biasa tidak mungkin memiliki kemampuan seperti ini. Tapi, dia juga bukan seorang God Eater. Siapa dia sebenarnya?” gumam Sakuya.
"ROAAAR!"
Aragami berbentuk orang utan itu pun mengamuk. Dengan kondisi Berserk, Aragami tersebut langsung mengejar Ryan.
Di saat yang sama, Ryan juga ikut bergerak. Telapak kaki Ryan menyentuh tanah dengan ringan bagaikan tidak ada gaya gravitasi yang mempengaruhi tubuhnya. Hanya dengan sedikit sentuhan, Figur Ryan pun berubah menjadi kilat.
Saat pukulan Aragami itu sudah berada tepat di depan matanya, Ryan sekali lagi mengabaikan gaya gravitasi. Ryan melompat dan berlari di atas lengan Aragami berbentuk orang utan itu. Ia kemudian berputar dan menendang punggung Aragami yang berukuran lebih besar darinya. Seketika itu juga, tubuh Aragami tersebut jatuh tersungkur ke tanah.
Boom
“Haah Haah Haah …” Nafas Ryan tersengal-sengal setelah melakukan berbagai manuver menggunakan Teknik Membunuh Nanaya yang baru saja ia pelajari, Flashing Dash (Sensō). Tapi tentu saja, teknik yang digunakan Ryan masih belum sempurna.
Hibari, yang saat ini masih berada dalam gendongan Ryan, benar-benar tercengang melihat aksi Ryan. Bukan hanya Hibari, namun juga Lindow, Sakuya, dan Soma.
Aragami yang Ryan tendang tadi mulai bangkit. Ia terlihat sangat marah. “ROAAAR!”
“Hei, apa yang kalian lakukan? Kenapa diam saja? Ayo lari!” teriak Ryan pada ketiga God Eater yang hanya berdiri diam sejak tadi. Tanpa menunggu respon dari Lindow, Ryan langsung berbalik dan lari menuju cabang Rusia. Efek sepatu Rotating Step pun aktif, di mana kecepatan Ryan akan meningkat pesat ketika kabur dari musuh.
“Apakah dia benar-benar seorang tentara biasa?” keraguan mulai muncul di hati Lindow. Setelah itu, mereka bertiga pun bergegas lari mengejar Ryan.
Melihat target telah lari, Aragami-Aragami tersebut langsung mengejar mereka.
Tak lama kemudian, Ryan melihat sekelompok pasukan bersenjata di depan. Dengan sigap, pasukan tersebut langsung menembaki Aragami-Aragami yang mengejarnya.
Dor Dor Dor
Peluru biasa memang tidak bisa membunuh Aragami, namun itu cukup untuk menahan laju Aragami yang mengejar Ryan. Akhirnya, Ryan, Hibari dan ketiga God Eater berhasil lolos dari kejaran Aragami. Mereka berlima segera dievakuasi ke dalam tembok cabang Rusia.
“Kamu nggak apa-apa?” tanya Ryan sambil menurunkan Hibari dari gendongannya.
“Aku tidak apa-apa, terima kasih …” ucap Hibari. Setelah itu, Hibari menatap Ryan dengan mata yang berbinar-binar, seperti seorang fans bertemu dengan idolanya. “Kamu tadi sangat hebat, Ryan! Kamu benar-benar bisa mengalahkan Aragami!”
Ryan tersenyum mendengarnya. Kemudian, Ryan mengusap-usap kepala Hibari dengan lembut. “Aku bisa melakukan semua ini karena kamu, Hibari … aku ingin sekali melindungimu, dan kamu lah sumber kekuatanku …”
Dari samping, Lindow, Sakuya, dan Soma tak bisa berkata-kata mendengar rayuan gombal Ryan pada Hibari. ‘Kekuatanmu berasal dari keinginan kuat untuk melindungi Hibari!? Siapa yang kau bohongi!’
__ADS_1
“Hauu~” Pipi Hibari merah merona mendengar ucapan Ryan. Hibari lalu mengingat betapa kerennya Ryan saat ia bergerak menghindari serangan Aragami sambil terus menggendongnya tanpa mengeluh sama sekali. Ditambah dengan senyum hangat dan ketampanan Ryan, jantung Hibari berdetak kencang.
‘Dan dia dengan mudahnya percaya!?’ Melihat Hibari termakan rayuan maut Ryan, trio God Eater hanya bisa memegang dahinya masing-masing.