Reincarnation Room

Reincarnation Room
Friagne Menjadi Gila


__ADS_3

"Mati? Mati? Mati …" Friagne terus mengucapkan kata ini berulang-ulang.


Friagne benar-benar jatuh ke dalam jurang kegilaan. Ia terus mengulanginya dengan ekspresi seakan sedang bersenandung. 


Hingga beberapa saat kemudian, Friagne akhirnya berkata sesuatu yang lain.


"Tidak, ini tidak mungkin …"


Segera setelah itu, Friagne bertingkah seakan-akan ia tidak mau mengakui fakta yang ada, dan terus berharap semua perkataan Ryan hanyalah kebohongan belaka.


Pada wajah Friagne yang tampan, muncul senyuman yang sangat hampa. "Marianne tidak akan mati …"


"Manusia itu pasti berbohong!"


"Aku yakin Marianne masih bisa diperbaiki …"


"Aku yakin itu …"


Sambil mengatakan semua itu, Friagne terus mengeluarkan Power of Existence, dan mengubahnya menjadi api pucat yang terus menyelimuti tubuh Marianne.


Akan tetapi, dari awal hingga akhir, di bawah kobaran api putih itu, tubuh Marianne tidak pernah pulih. Bahkan tidak ada jejak gerakan sama sekali di tubuhnya. Benar-benar seperti makhluk yang telah menemui ajalnya.


"Tidak … tidak … ini tidak mungkin …"


Friagne berbisik sambil terus memberikan Power of Existence miliknya ke tubuh Marianne.


Namun apa yang dilakukan Friagne adalah tindakan yang sia-sia. Tidak hanya tubuh Marianne tidak kunjung pulih, bahkan Friagne sendiri mulai kekurangan Power of Existence. Hal ini membuat sisa setengah tubuhnya perlahan mulai berubah menjadi api pucat.


Crimson Denizen juga merupakan makhluk yang membutuhkan Power of Existence untuk bisa hidup di dunia manusia ini.


Jika Power of Existence yang dimiliki Crimson Denizen tidak mencukupi, tetapi tetap memaksa untuk hidup di dunia ini, maka hasil akhirnya akan sama seperti sisa lilin yang tertiup angin dan langsung padam.


Saat ini, Friagne mati-matian memberikan Power of Existence kepada Marianne tanpa memperdulikan lagi dari sisa kekuatan yang ia miliki.


Dalam adegan seperti itu, orang lain pasti akan bersimpati pada Friagne. Kegigihannya dalam mempertahankan hidup orang yang dicintainya patut dihormati.


Tapi sayangnya, Ryan tidak menaruh simpati pada Friagne. Ia tidak akan peduli pada orang lain kecuali keluarga, teman dan orang yang dicintainya. 


Efek samping Mystic Eye of Death Perception benar-benar membuat Ryan cacat secara jiwa, sehingga rasa empati pada orang lain telah menghilang. Untung saja, perasaan cinta masih tetap bertahan dalam dirinya, sehingga Ryan tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.


Setelah beberapa saat mencoba menyalurkan banyak Power of Existence, usaha Friagne nyatanya terbukti sia-sia.


"Ini pasti karena Power of Existence milikku tidak mencukupi … benar, itu pasti karena hal tersebut!"


Friagne memeluk erat tubuh Marianne, dan berbisik, "Aku akan memulihkanmu, Marianne …"

__ADS_1


"Aku akan memakan semua manusia di kota ini dan mengubahnya menjadi Power of Existence …"


"Tunggulah Marianne, akan kulahap semuanya!"


Sesaat setelah berbisik seperti orang gila, Friagne bersiap untuk terbang ke luar Fuuzetsu.


Namun, Friagne sepertinya lupa bahwa ia tidak sendirian. Masih ada satu orang lagi yang berdiri tepat di belakangnya.


Jleeb


Dengan suara tubuh yang ditusuk, Orga Lux berwarna putih murni menusuk punggung Friagne yang masih merangkak di tanah dan memakunya secara langsung.


Api putih pucat yang mewakili darah muncrat dan berhamburan ke mana-mana.


"Aaaarggghhh!" Friagne berteriak kesakitan.


Melihat Friagne seperti itu, Ryan tersenyum menyeringai. Ia kemudian berjongkok dan mengambil Treasure Tool (Hogu) dari tubuh Friagne.


Ryan pun dengan cepat mengambil lonceng Dance Party, cincin Azure, pistol Trigger Happy, sebuah koin, dan juga benda lainnya.


Melihat perbuatan Ryan ini dengan mata kepalanya sendiri, bola mata Friagne seakan terlihat retak saat menatap Ryan. Api putih pucat dari tubuhnya mulai menyeruak hebat seperti sedang mengamuk.


"Kamu! Dasar makhluk rendahan! Beraninya kamu mencuri koleksiku!"    


Itu adalah ucapan penuh dengan kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.


"Sekarang, aku juga melakukan seperti apa yang kamu lakukan. Bukankah itu adil? Hei orang mesum, bagaimana rasanya melihat semua koleksimu aku rampas tepat di depan matamu?"


Tubuh Friagne kembali bergetar. Hanya saja, kali ini bukan karena sedih, melainkan karena marah.


"Manusia ... manusia … MANUSIA!"


Mendengar teriakan penuh amarah dari Friagne, Ryan semakin menyeringai lebar.


"Ya, aku memang hanyalah seorang manusia." Sambil terus tersenyum, Ryan berkata, "Manusia yang selalu kamu anggap sebagai makanan. Dan juga manusia yang telah membunuhmu dengan sangat memalukan …"


Setelah itu, Ryan mengulurkan tangannya dan menarik Seraph keluar dari tubuh Friagne.


Api putih pucat membakar luka Friagne lagi.


"Ini sudah berakhir, Friagne."


Ryan mengangkat Seraph di tangannya.


Melihat pedang ringan yang menyebabkan serangan mengerikan sebelumnya terangkat dan mengarah ke dirinya lagi, Friagne akhirnya tidak tahan dan berteriak, "Sydonay!"

__ADS_1


Begitu suara Friagne bergema, di atas langit, sekelompok gumpalan api ungu keruh tiba-tiba datang ke arah Ryan..


Dengan keras, Ryan berbalik dan mengulurkan tangan kirinya ke gumpalan api yang meluncur ke tubuhnya.


Di tangan kirinya, Ryan menggenggam cincin Azure yang barus saja ia jarah.


Shiiiii


Efek cincin Azure langsung bekerja dan menguarkan cahaya berkilauan.


Di bawah kilauan cahaya itu, sebuah penghalang segera muncul di sekitar Ryan.


Gumpalan api ungu yang jatuh dari langit itu langsung menghantam perisai penghalang di sekitar Ryan dengan keras 


Boom


Saat suara ledakan terdengar dengan keras, gelombang api ungu keruh mulai menyebar dan menutupi area di sekitarnya.


Hanya penghalang yang terletak di pusat ledakan yang masih utuh dan melindungi penggunanya.


Ryan mengangkat tangannya dan menjalankan efek pemadaman api cincin Azure. Seketika itu, gelombang api yang tercipta dari hantaman tadi, langsung menghilang seakan tidak pernah ada.


Setelah itu, Ryan melihat di atas langit, muncul sesosok binatang buas raksasa seperti chimera yang sedang melambaikan sepasang sayap kelelawarnya dan melayang dengan tenang di sana.


Sosok tersebut tidak lain adalah Sydonay. Kedatangan Sydonay ini sedikit membuat Ryan tertegun.


Tentu saja, bukan penampilan Sydonay yang menyebabkan Ryan tertegun. Melainkan keberadaan gadis cantik mungil yang sekarang berada dalam cengkraman cakar elang Sydonay.


Gadis yang ada dalam cengkraman Sydonay tidak lain adalah Shana.


"Emmm …" Shana bergumam kesakitan saat seluruh tubuh mungilnya dicengkeram erat oleh cakar Sydonay. Di tubuhnya, banyak sekali memar.


Melihat pemandangan ini, Ryan sadar bahwa Shana telah dikalahkan oleh Sydonay.


"Oh …" Sydonay memutar sepasang pupil matanya yang mengerikan dan menatap Friagne yang masih dalam kondisi tengkurap di tanah dan di ambang kematiannya.


"Aku punya firasat buruk saat melihat pedang besar. Sepertinya, pekerjaanku kali ini benar-benar gagal."


Dari kata-kata Sydonay ini, siapa pun dapat mendengar dapat merasakan ironi yang sangat kuat.


Itulah ironi yang disebabkan oleh kegagalannya dalam menjalankan misi yang telah diberikan kepadanya 


Friagne lalu menambahkan api pada rasa kegagalan yang dialami Sydonay. Api yang sangat besar.


"Bunuh manusia ini, Sydonay!

__ADS_1


Friagne menggertakkan giginya dan berteriak sekencang mungkin.


"Manusia ini memiliki Reiji Maigo!"


__ADS_2