
Melihat para tentara Rusia telah mengepung ruang latihan, Alisa berbisik pada Ryan. "Menyerah lah, kamu sudah tidak bisa kabur lagi …"
Sebelum Ryan membalas ucapan Alisa, Kapten Alexei keluar dari barisan tentara. "Siapa kamu? Kenapa kamu menyusup masuk ke sini?"
Semua tentara terfokus pada Ryan yang masih mendekap Alisa. Jari mereka sudah bersiap untuk menekan pelatuk senapannya. Begitu mereka mendapat perintah, mereka akan langsung menembak.
Ryan sama sekali tidak panik melihat semua ini. Dengan suara berat, Ryan mengancam mereka. "Apakah kalian sudah tidak menginginkan nyawa wanita ini lagi?"
Setelah itu, belati di tangan Ryan bergerak dengan lembut menyentuh leher Alisa, menyebabkan Alisa mengangkat dagunya dan memperlihatkan wajah cantiknya ke semua orang.
Kapten Alexei pun terdiam melihat hal ini. Ia tampak sedikit ragu-ragu dalam menangani hal ini.
Sejujurnya, Kapten Alexei tidak mau melepaskan Ryan. Bahkan jika Ryan memiliki seorang sandera, Kapten Alexei tidak akan peduli dengan sandera tersebut.
Namun kali ini, yang menjadi sandera adalah Alisa. Meskipun Alisa baru saja bergabung dengan God Eater cabang Rusia, tapi ia memiliki bakat alami yang sangat langka. Oleh karena itu, Alisa sangat dihargai oleh para pejabat cabang Rusia. Ia dianggap sebagai kartu As masa depan cabang Rusia.
Jika sandera tidak diurus dengan benar, maka cabang Rusia akan kehilangan salah satu pilar masa depan mereka.
'Tapi, apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang misterius ini? Kenapa dia menyusup ke tempat ini?' pikir Kapten Alexei.
'Di sini, ada banyak informasi rahasia yang tidak boleh sampai diekspos ke publik. Apakah orang ini menginginkan informasi tersebut? Jika sampai informasi-informasi ini bocor, maka karir semua Pejabat yang ada di atas akan berakhir, dan ini termasuk dengan karirku!'
Dengan pikiran seperti itu, Kapten Alexei pun bertekad untuk menangkap Ryan sekaligus menyelamatkan Alisa.
“Kamu tidak bisa kabur lagi! Jika kamu menyerah sekarang, saya bisa membantumu untuk meringankan hukumanmu nanti.” ucap Kapten Alexei.
"Terima kasih, Kapten …" ucap Ryan sambil menundukkan kepalanya.
"Tapi sayangnya, aku sudah memiliki rencana untuk mangatasi masalah ini. Jadi Kapten nggak perlu khawatir lagi." senyum Ryan.
Seketika itu juga, tangan Ryan mulai bergerak. Belati yang ada di tangannya, menjelma menjadi kilatan putih kebiruan yang langsung memotong garis kematian.
Slash Slash Slash
Namun, garis kematian yang dipotong bukanlah milik Alisa, melainkan dinding tebal yang ada di belakang Ryan.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, dinding di belakang Ryan mendadak terpotong membentuk pola segitiga dan meninggalkan lubang. Dari lubang tersebut, terlihat suasana malam yang gelap.
"Apa!? Ini tidak mungkin!" ucap Alisa yang terkejut dengan aksi Ryan ini. Tidak hanya Alisa yang terkejut, tapi juga Kapten Alexei dan tentara lainnya.
Ruang latihan memiliki dinding yang sangat tebal. Bahkan God Eater dengan God Arc-nya memerlukan beberapa puluh kali serangan untuk menghancurkannya.
Tetapi, kini di depan mata kepala sendiri, Ryan memotong dinding tebal itu dengan mudah, seakan dinding tersebut terbuat dari tahu.
Memanfaatkan kondisi semua orang yang sedang terkejut, Ryan langsung mendorong tubuh Alisa ke dapan. Ia kemudian kabur melalui lubang yang telah ia buat.
"Gawat! Jangan biarkan dia kabur!" teriak Kapten Alexei. Ia pun segera mengeluarkan perintah. "Tim 1 dan Tim 2, cepat kerja orang itu! Kemudian Tim 3 dan Tim 4, ikut aku! Kita harus memastikan kondisi 'itu' …" perintah Kapten Alexei.
Di bawah perintah Kapten Alexei, para tentara pun bergegas melaksanakannya.
Kini, hanya ada Alisa seorang di dalam ruang latihan. Ia kemudian berjalan menuju lubang yang ada pada dinding tebal. Ia melihat pemandangan malam yang redup di bawah dengan perasaan kacau balau.
~***~
Tet Tet Tet Tet
"Tim 1, pergi ke area barat!"
"Tim 2, pergi ke area timur!"
"Untuk sisanya, kalian cari orang itu di sekitar sini!" ucap seorang Letnan yang bertugas memberi perintah selagi Kapten Alexei memeriksa kondisi 'itu'.
Dalam waktu cepat, seluruh jalanan wilayah pusat dipenuhi oleh tentara bersenjata lengkap. Orang-orang yang terbangun cukup terkejut begitu mereka melihat keluar jendela, ada banyak tentara berlarian dan mondar-mandir di jalanan.
Di salah satu rumah, Lindow yang sedang berbaring di tempat tidurnya langsung membuka matanya ketika mendengar Sirine.
"Ryan, aku mengira kamu akan butuh waktu satu hari untuk mempersiapkan penyelinapanmu. Tapi aku tidak menyangka, bahwa kamu akan langsung menyelinap di hari yang sama ketika aku baru memberikanmu misi!" Lindow menghela nafas panjang. "Haah~ semoga saja identitasku tidak ketahuan …"
Tok Tok Tok
Mendengar suara ketukan pintu, Lindow bangun dan membuka pintunya. Di depan pintu, telah berdiri Soma dan Sakuya.
__ADS_1
"Apakah misinya telah gagal?" bisik Sakuya. Sebagai anggota Unit Pertama, Soma dan Sakuya tahu mengenai misi investigasi ini.
"Aku tidak tahu apakah Ryan gagal atau berhasil. Tapi berdasarkan reaksi cabang Rusia sekarang, sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu." ucap Lindow.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? Jika mereka tidak menemukan penyusupnya di luar, maka mereka akan mencari satu persatu ke dalam gedung."
"Sakuya, kita ada orang asing bagi mereka. Aku yakin mereka akan mencurigai kita dan akan menggeledah tempat ini."
Mendengar ucapan Lindow, Soma hanya mengeluh dengan ekspresi dinginnya. "Ini benar-benar menyebalkan …"
"Orang asing ya … padahal kita sama-sama bekerja untuk Fenrir …" gumam Sakuya sambil tersenyum kecut.
"Semakin besar organisasi, semakin mudah untuk menciptakan perselisihan internal."
Ting Tong
Saat mereka sedang berbincang di depan kamar Lindow, suara bel tempat mereka menginap berbunyi.
"Baru saja dibicarakan, mereka sudah datang ke tempat kita. Ayo, kita temui mereka …" ajak Lindow.
Ceklek
Lindow membuka pintu tempat mereka menginap. Di depan pintu, berdiri Kapten Alexei bersama banyak tentara di belakangnya. Setelah Kapten Alexei menyelesaikan urusannya, ia langsung pergi ke rumah tempat orang-orang cabang Timur Jauh menginap.
"Selamat malam, Kapten Amamiya. Mohon maaf mengganggu anda malam-malam begini. Kami kemari untuk melakukan penggeledahan, jadi mohon kerja samanya." Setelah Kapten Alexei mengucapkannya, tentara yang ada di belakangnya langsung masuk tanpa menunggu izin dari Lindow.
Semua anggota Fenrir cabang Timur Jauh, termasuk Ryan dan Hibari, sudah diatur untuk menginap di satu rumah yang sama.
Lagipula, bala bantuan yang dikirim oleh cabang Timur Jauh, kecuali trio God Eater, seorang tentara bagian logistik dan seorang tentara bagian Operator, semuanya telah tewas. Maka dari itu, cabang Rusia mengatur agar mereka tetap bersama.
Melihat banyak tentara yang menggeledah dengan cara yang kasar, Hibari yang baru saja keluar dari kamarnya bertanya pada Lindow. "Kapten Lindow, apakah ini tidak apa-apa?"
Namun, Lindow tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan Hibari.
"Kapten Amamiya, bukankah cabang Timur Jauh masih memiliki satu tentara lagi? Di mana tentara itu sekarang?" tanya Kapten Alexei
__ADS_1