Reincarnation Room

Reincarnation Room
Pesan Ancaman


__ADS_3

Kode etik Butei nomor 9, Butei tidak boleh membunuh seseorang dalam keadaan apapun.


Pelanggaran kode etik ini akan dianggap sebagai pelanggaran hukum Butei. Seorang Butei yang melanggarnya harus menerima hukuman berat dan juga pencabutan lisensi Butei.


Jadi, jika Ryan sampai membunuh manusia, maka lisensi Butei miliknya pasti akan dicabut.


Jika hal itu sampai terjadi, maka Ryan tidak akan bisa menyelesaikan misi kedua dari Reincarnation Room. Dan secara otomatis, misi pertama yang mengharuskan Ryan menjadi murid Butei juga akan gagal.


Jadi Ryan tidak memiliki alasan untuk melanggar kode etik Butei.


Namun, Ryan baru saja menembak sebuah mobil tanpa ragu dan membuat mobil itu meledak. Jika ada seseorang di dalamnya, maka karir Ryan sebagai Butei akan tamat.


Tapi, Ryan yakin bahwa orang yang dapat menjinakkan serigala perak Kaukasus tidak akan mati pada serangan selevel ini.


Dan faktanya, sesuai dengan perkiraan Ryan. Di dalam mobil tersebut, tidak ditemukan tubuh manusia.


Setelah itu, Ryan langsung menelpon pihak sekolah untuk melaporkan kejadian ini. Pihak sekolah pun langsung menerjunkan Inquesta untuk mengumpulkan bukti dan menyelidiki kejadian ini.


Sayangnya, Inquesta dari SMA Butei tidak dapat menemukan bukti yang mengarah pada identitas pelaku percobaan pembunuhan ini.


~***~


Malam harinya, Shirayuki langsung mengunjungi kamar asrama Ryan.


"Ri-kun! Benarkah kamu telah diserang?" tanya Shirayuki dengan wajah penuh kekhawatiran. Ia pun langsung memeluk tubuh Ryan dengan erat. 


“Kamu tidak apa-apa kan?” Perlahan, air mata Shirayuki mulai mengalir dari sudut matanya dan membasahi bahu Ryan.


Hati Ryan menjadi hangat dengan semua ini. Terlebih lagi, terlihat bahwa Shirayuki langsung bergegas menemuinya setelah pelatihan kelas S-ken selesai. Hal ini dapat dilihat dari pakaian yang Shirayuki kenakan saat ini. 



Shirayuki saat ini mengenakan pakaian Miko, di mana pakaian ini adalah pakaian yang selalu digunakan untuk melatih Kemampuan Khususnya saat menjalani pelatihan di kelas S-ken.


Dengan lembut, Ryan membelai punggung Shirayuki. “Sudah-sudah, aku nggak apa-apa kok. Serangan selevel ini tidak akan bisa membunuhku. Jadi kamu nggak perlu khawatir lagi.”


“Tolong biarkan aku memelukmu lebih lama lagi.” bisik Shirayuki dengan sedikit sesenggukan.


“En …” jawab Ryan dengan singkat dan lembut.


Shirayuki kemudian memeluk Ryan selama 10 menit penuh. Setelah kekhawatiran Shirayuki mereda, ia pun melepaskan pelukannya.


“Terima kasih, Ri-kun. Aku hanya sangat khawatir kamu akan bertemu dengan Butei Killer.”


“Butei Killer? ” Ryan lalu teringat tentang kasus dimana ada seorang pembunuh berantai yang selalu mengincar Butei.


"Bukankah Butei Killer sudah ditangkap? Seingatku, pihak sekolah telah mengumumkannya belum lama ini”


“Tapi, tidak menutup kemungkinan adanya orang yang mengidolakan Butei Killer dan menjadi penirunya. Apalagi, sebagai Butei, Ri-kun sudah cukup terkenal. Tentu saja Butei Killer akan tertarik pada orang seperti Ri-kun!” 


“Jika sampai terjadi sesuatu pada Ri-kun, maka aku … aku …” Tangan Shirayuki bergetar ketika mengatakannya. Ia pun terlihat akan kembali menangis lagi.


“Sudah-sudah, jangan menangis lagi.” Ryan tersenyum lembut dan mengajak Shirayuki duduk di sofa.


“Kamu harus bisa mempercayai kemampuanku, Shirayuki. Jangankan Butei Killer, kamu saja akan kesulitan jika ingin membunuhku. Jadi, percayalah padaku!”


Shirayuki menganggukkan kepalanya dan mengusap air matanya. “Ya, itu benar! Ri-kun sangat kuat! Bahkan jika itu adalah Butei Killer yang asli, Ri-kun pasti akan dengan mudah menangkapnya!”


Setelah mengatakannya, tiba-tiba Shirayuki teringat akan sesuatu. “Tapi Ri-kun harus lebih ekstra hati-hati lagi dalam beberapa hari ke depan.”

__ADS_1


Ryan mengangkat alisnya dan bertanya, "Kenapa?"


"Karena, sebelum datang ke sini, aku telah meramal masa depan Ri-kun." 


Wajah Shirayuki kini berubah menjadi sangat serius. “Dalam waktu dekat, Ri-kun akan mengalami peristiwa yang dapat mengubah hidupmu.”


“Peristiwa yang dapat mengubah hidupku?” Ryan mengerutkan keningnya.


Ryan sama sekali tidak meragukan ramalan Shirayuki. Ia sudah merasakan sendiri betapa tepatnya ramalan Shirayuki.


Karena Shirayuki berkata bahwa Ryan akan menghadapi suatu peristiwa, maka Ryan yakin 100% bahwa peristiwa yang dapat merubah hidupnya benar-benar akan datang.


‘Serangan serigala tadi saja sudah menunjukkan bahwa hidupku sudah tidak lagi sama seperti sebelumnya. Apalagi, ini kali pertamanya ada orang yang berinisiatif untuk membunuhku. ’ 


‘Sepertinya, tanpa aku sadari, plot dalam Anime Aria The Scarlet Ammo sudah mulai berjalan. Mungkin ini adalah pembukaannya.’


Saat Ryan sedang berpikir, Shirayuki kembali berbicara. “Mulai besok, aku harus pergi ke Gunung Osore di Prefektur Aomori untuk menjalani Camp Pelatihan. Maka dari itu, aku tidak akan bisa menemanimu selama beberapa hari. Jadi, Ri-kun, aku harap kamu berhati-hati."


"Oke, aku mengerti." Ryan mengulurkan tangan dan membelai rambut panjang Shirayuki. "Kamu bisa tenang sekarang, dan berkonsentrasi lah dalam menjalani pelatihan di Gunung Osore."


Shirayuki yang sejak tadi tubuhnya sedikit tegang, akhirnya mulai santai. Ia sangat menyukai dan nyaman dengan belaian tangan Ryan.


Mendadak, Shirayuki langsung duduk di pangkuan Ryan dengan wajah menghadap Ryan. 


"Shirayuki?" Ryan bingung dengan aksi Shirayuki ini. 


Shirayuki kemudian mencium bibir Ryan dengan buas.


Mmmmm


Setelah beberapa menit berciuman, Shirayuki memegang tangan Ryan dan menempelkannya ke dadanya sendiri.


Melihat hal ini, Ryan bertanya, "Apa kamu yakin?"


"Aku sangat senang dengan semua itu. Dan kini, aku sudah siap."


Setelah mendapat konfirmasi, Ryan mulai mulai menggenggam gunung kembar Shirayuki yang sudah mulai tumbuh besar dengan sangat lembut.


Tak ayal, Shirayuki mengeluarkan suara erangan yang menggoda. "Ah~"


Ryan lalu membuka baju miko dan bra yang dikenakan Shirayuki. Dua gunung kembar besar itu pun menggantung dengan bebas.


Ryan tidak melepas baju mikonya seutuhnya, dan hanya membuka bagian dadanya saja. Hal ini membuat Shirayuki terlihat sangat seksi.


Mulut Ryan perlahan menempel pada kismis mancung yang ada pada puncak gunung kembar Shirayuki. Ia menjilat dan juga menggigitnya dengan lembut.


Hal ini membuat Shirayuki keenakan dan terus mengerang. Ia benar-benar menikmati permainan lidah Ryan.


Tak mau diam saja, Shirayuki membuka celana Ryan dan membebaskan hewan buas dari sangkarnya.


Joni, si hewan buas yang panjang dan tebal itu, berdiri tegak menghadap langit bagaikan tongkat sakti milik Sun Wukong.


Shirayuki membelai Joni milik Ryan dengan lembut. Ia kemudian melepas CD-nya dan menuntun si Joni masuk ke dalam gua kenikmatan yang sudah basah.


Karena ini kali pertamanya Shirayuki melakukan hal ini, sontak hal ini membuatnya kesakitan. 


"Ughh …"


Namun rasa sakit itu tidak bertahan terlalu lama. Lambat laun, rasa sakit itu berubah menjadi kenikmatan yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Mereka berdua pun melakukan hal ini selama beberapa ronde. Sampai akhirnya, waktu menunjukkan pukul 11 malam. Ryan lalu mengantarnya pulang, karena besok Shirayuki harus pergi pagi-pagi sekali.


Sekembalinya dari mengantar Shirayuki, Ryan mengunci pintu kamar dan langsung mengeluarkan ponselnya.


Dengan serius, Ryan membaca sebuah SMS dari nomor tidak dikenal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Darah seorang penyihir akan tumpah di tanah ini.


– Butei Killer –


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


~***~


Pada pagi berikutnya, karena Shirayuki telah pergi ke Gunung Osore untuk melaksanakan Camp Pelatihan, maka tidak ada lagi sosok gadis yang menunggu Ryan di depan Asrama seperti biasanya.


Walau begitu, Shirayuki tetap mengirim SMS tepat waktu seperti sebelumnya untuk membangunkan Ryan yang sedang tidur agar Ryan tidak terlambat.


Setelah dibangunkan oleh SMS Shirayuki, Ryan menguap dan mulai mandi.


Sama seperti sebelumnya, Ryan menghabiskan 3 menit untuk mandi, memakai pakaian, dan keluar dari asrama.


Pada awalnya, Ryan selalu menggunakan bus untuk pergi ke SMA Butei. Namun, sejak ia resmi berpacaran dengan Shirayuki, Ryan jadi selalu berjalan kaki ke sekolah. 


Tujuannya, tentu saja agar mereka berdua dapat bermesraan selama perjalanan ke sekolah.


Hal ini pun akhirnya menjadi kebiasaan Ryan sampai hari ini, bahkan jika ia tidak bersama Shirayuki, Ryan tetap memilih untuk berjalan kaki ke Sekolah.


Sambil berjalan, Ryan terus memikirkan SMS yang ia dapatkan semalam.


"Butei Killer …" 


"Apakah SMS tadi malam adalah pesan ancaman? Atau sebuah pemberitahuan bahwa dia akan beraksi?"


"Tapi semua orang tahu bahwa Butei Killer telah berhasil ditangkap. Lalu siapa orang ini? Apakah dia benar-benar seorang peniru? Atau orang yang ditangkap adalah korban salah tangkap?"


Tapi, intuisi Ryan mengatakan bahwa Butei Killer kali ini adalah peniru.


Sebab, modus operandi Butei Killer dalam membidik target, dia akan memasang bom pada kendaraan yang target tumpangi.


Selain itu, Butei Killer juga menggunakan alat sejenis robot Remote Control yang dilengkapi dengan senapan mesin untuk mengejar dan membunuh target.


Jadi, korban Butei Killer hanya memiliki dua akhir, mati dibom, atau mati ditembaki senapan mesin.


"Dan jika serangan yang terjadi kemarin malam dilakukan oleh orang yang menyebut dirinya Butei Killer, maka orang tersebut sudah pasti seorang peniru."


"Setidaknya, aku belum pernah mendengar Butei Killer memiliki kemampuan untuk melatih serigala dalam menyerang target."


Saat sedang berpikir, ponsel Ryan mulai bergetar.


Dreet Dreet Dreet


Pada layar ponsel lipat Ryan, terlihat sebuah panggilan telepon masuk dengan nama penelepon yang familiar.


"Ranbyou?" Ryan mengerutkan dahinya dan mengangkat panggilan telepon tersebut.


Dari ujung telepon, Ranbyou berkata dengan tegas dan tanpa basa-basi. "Segera pergi ke atap gedung Assault sekarang!"

__ADS_1


Mendengar hal ini, Ryan mengerti. Telah terjadi sebuah insiden yang membutuhkan Butei peringkat S.


Ranbyou kemudian memberi penjelasan. "Sebuah bus dengan rute SMA Butei telah dipasangi bom. Sekarang bus tersebut melaju di jalan raya seperti kuda liar. Kamu harus cepat kemari dan bersiap untuk misi penyelamatan!"


__ADS_2