Reincarnation Room

Reincarnation Room
Penampilan Wu Xiaofei


__ADS_3

Sebagai murid nomor satu Fan Xinglou, Wu Xiaofei telah dilatih oleh Fan Xinglou sejak usia muda. Jadi sangat wajar jika kekuatan Wu Xiaofei memang cukup mengagumkan.


Suatu waktu, Fan Xinglou pernah berkata di depan murid-muridnya mengenai penilaiannya terhadap Wu Xiaofei.


"Anak itu memang berbakat, baik dalam Teknik Bela Diri maupun Seisenjutsu. Dia mampu menyerap semua ajaran seperti spons dan mengintegrasikannya ke dalam tubuhnya."


"Selain itu, Xiaofei juga sangat patuh dan setia dalam mengikuti ajaran Wanita Tua ini."


"Jika yang disebut murid adalah orang yang mewarisi seluruh keterampilan Gurunya, maka anak itu benar-benar yang terbaik dalam hal ini."


Sekarang, murid nomer satu Banyuu Tenra itu, dengan pukulan biasa mampu menghantam telapak tangan Fan Xinglou dan menyebabkan suara ledakan yang cukup intens. Hal ini menyebabkan tanah di bawah kaki Fan Xinglou sedikit rusak.


Tak lama kemudian Wu Xiaofei terus-menerus melancarkan serangan menggunakan seluruh anggota tubuhnya. Tangan, siku, kaki, lutut, dan bahkan kepalan Wu Xiaofei, semuanya telah berubah menjadi senjata. 


Setiap serangannya, membawa angin kencang dan kekuatan yang mengerikan. Dan semua itu ia lepaskan ke Fan Xinglou.


Boom Boom Boom Boom


Benturan demi benturan fisik terdengar dengan keras.


Menghadapi serangan intens Wu Xiaofei itu, Fan Xinglou dengan mudahnya menangkis semua serangan yang mengarah ke padanya. Saking mudahnya, ini seperti anak kecil yang sedang bermain di taman.


Saat Wu Xiaofei melayangkan bogem mentahnya lagi, Fan Xinglou mundur selangkah dan menangkap lengan Wu Xiaofei.


Tanpa ada jeda, Fan Xinglou langsung menghantamkan lututnya ke perut Fan Xinglou. Tak berhenti di situ, kaki kirinya yang bebas langsung berubah menjadi cambuk dan memukul sisi kanan Wu Xiaofei.


Walau tubuh Fan Xinglou lebih kecil dari Wu Xiaofei, tapi dengan kelincahan dan keterampilan yang luar biasa, Fan Xinglou dapat melancarkan semua serangan itu dengan halus, cepat, dan presisi.


Aliran Prana yang menyelimuti tubuh keduanya saling bertabrakan dan mengaduk-aduk udara di sekitar mereka.


Fan Xinglou dan Wu Xiaofei bertukar serangan hingga meninggalkan bayangan after image di setiap serangannya. Ini benar-benar pertarungan yang sangat sengit.     


Intensitas pertarungan ini tidak kalah dengan final Phoenix Festa, di mana Ryan dan Ayato bertarung seperti sedang kesetanan.


"Luar biasa!" Zhao Hufeng setengah berbisik, "Apakah aku bisa bertarung seperti mereka suatu saat nanti?"


Berbeda dengan Zhao Hufeng yang sangat bersemangat, Cecily Wong hanya diam dan terus memperhatikan semua gerakan kecil antara Fan Xinglou dan Wu Xiaofei.

__ADS_1


Selama pertempuran sengit di antara keduanya, sesekali Wu Xiaofei mengeluarkan senjata tajam semacam kunai di salah satu tangannya untuk menebas Fan Xinglou. Hal membuat Mana di sekitarnya berhembus tajam.


Setelah beberapa saat bertarung tanpa ada perkembangan yang berarti, tiba-tiba saja suasana di sekitar Fan Xinglou berubah.   


Tanah di bawah kaki Fan Xinglou mendadak bergetar, menyebabkan pusat gravitasi Fan Xinglou sedikit bergeser. Tak lama setelahnya, gaya gravitasi di sekelilingnya semakin bertambah berat. Hal ini membuat gerakan Fan Xinglou sedikit melambat.


Batu-batu yang berhamburan akibat pertikaian sengit tadi, tiba-tiba terbang dan meluncur ke arah Fan Xinglou.


Di saat yang sama, angin kencang bertiup secara mendadak, membuat Fang Xinglou agak kesulitan memblokirnya.


“Seisenjutsu?” Cecily Wong benar-benar terkejut. "Bagaimana mungkin Kakak Pertama bisa menggunakan banyak Seisenjutsu dalam pertarungan tanpa menggunakan jimat?!"


Meskipun daya serang yang diperlihatkan tidak semegah Seisenjutsu Petir milik Cecily Wong, tapi serangan Seisenjutsu Wu Xiaofei ini cukup untuk mengganggu ritme permainan lawan. 


Oleh karena itu, Fan Xinglou kali ini benar-benar ditekan.


"Apakah Guru benar-benar ditekan?" Cecily Wong dan Zhao Hufeng tampak cukup terkejut.


Namun berbeda dengan Ryan. Ia merasa biasa saja melihat penampilan Wu Xiaofei. 


'Jika dilihat dari murni kekuatan serangnya, mungkin dia lebih kuat dariku, namun dia tidak sekuat Ayato. Tapi dalam hal kecepatan, aku masih lebih unggul.' batin Ryan.


Walau Wu Xiaofei terlihat seperti berhasil menekan Fan Xinglou, pada kenyataannya Fan Xinglou hanya ingin menguji perkembangan Wu Xiaofei, jadi ia sama sekali tidak serius.


Jika Fan Xinglou serius, ia bisa saja menggunakan teleportasi untuk menghindari semua serangan itu.


Oleh karena itu, Fan Xinglou yang awalnya membalas serangan Wu Xiaofei, kini berada dalam mode pasif, di mana ia hanya bertahan dari serangan membabi buta Wu Xiaofei dan tidak menyerang balik.


Namun, Fan Xinglou yang biasanya akan tersenyum seperti maniak dalam setiap pertarungan, kini terlihat kurang antusias dan bosan.     


Berbicara secara logis, penampilan Wu Xiaofei memang tampak sangat kuat di banding murid-murid Banyuu Tenra lainnya. Seharusnya Fan Xinglou akan sangat senang dan menikmati perkembangan Wu Xiaofei.


Tapi, menurut Ryan, kekuatan Wu Xiaofei masih tidak sebanding dengan Ayato. Dia juga hanya lebih unggul sedikit dari Ryan, namun Ryan masih dapat mengatasinya. Apalagi, Ryan telah menemukan kelemahan Wu Xiaofei yang cukup fatal.


Inilah yang membuat Ryan biasa saja dengan penampilan Wu Xiaofei. Tampaknya, ini juga yang menjadi alasan Fan Xinglou bosan.


Setelah beberapa saat mengamati, Ryan mendadak tersenyum menyeringai, seakan ia sedang memikirkan hal yang tidak baik.

__ADS_1


Swoosh


Di saat Wu Xiaofei melancarkan pukulan keras ke dada Fan Xinglou, tiba-tiba saja Ryan muncul di antara keduanya.


Hal ini membuat Fan Xinglou yang ingin memblokir pukulan Wu Xiaofei langsung menghentikan aksinya.


Namun hal yang berbeda terjadi dengan Wu Xiaofei. Karena kemunculan Ryan yang mendadak, ia tidak dapat menghentikan pukulannya.


Melihat apa yang terjadi pada Wu Xiaofei, dalam waktu sepersekian detik, Ryan langsung mengoperasikan Prana-nya untuk menciptakan lapisan perisai pertahanan di sekitar tangannya.


Boom


Diiringi suara ledakan yang cukup nyaring, pukulan kuat Wu Xiaofei mendarat di telapak tangan Ryan. Untungnya, kekuatan serang pukulan ini sudah sedikit berkurang karena Wu Xiaofei telah menahannya. Jika tidak, Ryan kemungkinan akan terpukul mundur beberapa langkah saat menerimanya.


Bagaimanapun juga, STR bukanlah spesialisasi Ryan.


Kemunculan Ryan ini membuat Wu Xiaofei tertegun.


"Adik Seperguruan?" seru Cecily Wong dan Zhao Hufeng.


Ryan lalu melihat ke arah Wu Xiaofei sembari tetap menggenggam tinjunya. Tanpa menoleh ke samping, Ryan segera berkata pada Fan Xinglou.


"Guru, bisakah Guru mengizinkanku melakukan latih tanding dengan Kakak Senior Pertama?"


Mendengar permintaan ini, Cecily Wong dan Zhao Hufeng begitu tercengang.     


Sebaliknya, Fan Xinglou melihat ke arah Ryan, dan ekspresi bosan di wajahnya tiba-tiba menghilang. Tanpa ragu-ragu, Fan Xinglou kembali tersenyum bahagia.


"Tentu saja, Wanita Tua ini mengizinkannya." nada suara Fan Xinglou ini penuh dengan kegembiraan.


Setelah itu, Fan Xinglou melihat ke arah Wu Xiaofei dan berkata, "Xiaofei, penampilanmu cukup bagus. Aku berharap banyak padamu ke depannya."


Untuk kedua kalinya, mata Wu Xiaofei akhirnya menghasilkan gelombang emosi.


Dengan segera, Wu Xiaofei membalas ucapan gurunya. "Baik Guru." 


Ini adalah kali pertamanya Wu Xiaofei berbicara sejak bertemu Ryan di awal tadi.

__ADS_1


__ADS_2