Reincarnation Room

Reincarnation Room
Butei Killer Muncul


__ADS_3

"Apa yang diinginkan Sayonaki-sensei dariku?" gumam Ryan. Ia tidak pernah merasa menyinggungnya. Akan tetapi sikap Sayonaki-sensi padanya selalu penuh sarkasme.


Melihat Ryan dalam keadaan termenung, Aria memandang Ryan dan berkata, "Meskipun aku tidak akrab dengan Sayonaki-sensei, namun banyak orang mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat sopan dan ramah."


"Tapi, malam ini, aku dapat melihat Sensei sangat membencimu, Ryan. Apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian?"


"Aku sendiri sudah memikirkan masalah ini sejak tahun lalu. Bahkan aku telah memasang Komisi Pribadi untuk menyelidiki Sayonaki-sensei secara diam-diam. Namun, hal tersebut tidak membuahkan hasil.” 


Ryan mengerutkan dahinya dan menghela nafas. "Seandainya aku tahu alasan dibalik sikapnya ini padaku, mungkin aku bisa menyelesaikan masalah ini lebih mudah. Akan tetapi, pada kenyataannya aku masih bingung dengan permasalahan di antara kita berdua.”


Dengan ekspresi seakan tidak peduli, ia merentangkan tangannya dan berkata: "Mungkin secara tidak sengaja aku telah menyinggungnya."


Mendengar ucapan Ryan, Aria mengerutkan alisnya yang cantik. "Menurutku, bukan kamu lah yang menyinggung perasaannya. Akan tetapi, dia sengaja mencari masalah denganmu."


"Sengaja mencari masalah? Kenapa kamu berpendapat seperti itu?" Ryan penasaran bagaimana cara Aria dapat menyimpulkannya seperti itu. Padahal Ryan sendiri belum bisa mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang ada.


“Intuisi …” jawab Aria dengan singkat dan sederhana.


Ryan pun langsung terdiam dan memejamkan matanya begitu mendengar alasan Aria.


“Kamu! Jangan remehkan Intuisiku!" Aria berkata sambil memamerkan gigi taringnya. "Ingat ini Ryan! Intuisiku selalu akurat!"


“Iya-iya, aku paham.” Ryan menanggapi Aria dengan nada asal-asalan, menyebabkan Aria marah dan ingin sekali menggigit Ryan.


Pada saat yang sama, suara Reki tiba-tiba terdengar dari alat komunikasi yang Ryan dan Aria kenakan.


“Jangkar kapal telah naik.”


"Kapal tampak mulai bergerak."


Begitu mendengar ucapan Reki, ekspresi Ryan dan Aria menjadi sangat serius.


Dalam rencana awal pesta dansa ini, pihak penyelenggara tidak merencanakan kapal ini untuk berlayar.


Akan tetapi, secara mendadak, Kapal Tanker Ocean Cradle malah akan berlayar. Ini jelas merupakan situasi yang tidak normal.


TUUT TUUT


Seolah mengkonfirmasi laporan Reki, Kapal Tanker Ocean Cradle mulai mengeluarkan suara peluit panjang yang menandakan kapal akan segera berangkat


Perlahan, kapal mulai bergerak maju menerjang ombak kecil yang ada di bawahnya.


Hal ini tentu mengejutkan para tamu yang ada di atas geladak Kapal Tanker Ocean Cradle.

__ADS_1


“Apa yang telah terjadi?”


"Kenapa kapal ini tiba-tiba berlayar?"


"Bukankah ini hanya pesta dansa peresmian Kapal Tanker Ocean Cradle?"


“Mungkinkah ini sebuah acara kejutan?”


Semua orang di geladak mulai saling berbicara satu sama lainnya membicarakan masalah ini.


Melihat hal ini, Ryan dan Aria saling berpandangan..


"Ini gawat." Aria berbicara pada Ryan dengan berbisik. "Jika kapal ini berlayar, maka kita akan jatuh ke dalam permainan Butei Killer!"


Seperti pada kasus sebelumnya, Kendaraan yang telah dipasangi Bom oleh Butei Killer, tidak boleh menurunkan kecepatan laju kendaraan. Jika tidak, maka bom akan otomatis meledak.


Dan ini kemungkinan juga berlaku pada Kapal Tanker Ocean Cradle yang Ryan dan Aria tumpangi.


"Aria!" Ryan berkata tanpa penjelasan apa pun: "Pertama, segera evakuasi orang-orang di atas kapal! Turunkan mereka segera ke dermaga!"


Tanpa ada keraguan, Aria menjawabnya, "Baik!"


Namun, ketika Aria dan Ryan akan mengeluarkan lencana Butei untuk meminta atensi para tamu pesta, tiba-tiba salah seorang tamu menunjuk ke arah laut.


"Apa itu?"


Di sana, di atas permukaan laut yang gelap, beberapa bayangan gelap mulai muncul  menerobos ombak dan bergerak dengan sangat cepat.


“Itu …” Aria menatap lurus ke depan.Karena gelapnya malam, tidak ada yang bisa melihat identitas benda yang bergerak cepat tersebut.


Tak lama kemudian, suara Reki terdengar lagi dari alat komunikasi. "Itu adalah speedboat tanpa awak. Dan setiap speedboatnya, dilengkapi dengan senapan mesin ringan."


Mendengar ucapan Reki, Aria langsung mengerti apa yang sedang terjadi.


"Ini tidak bagus!" Aria langsung berteriak pada orang di geladak, "Semuanya, segera masuk ke dalam kabin kapal! Cepat!"


Namun, tidak ada yang bereaksi pada teriakan Aria. Semua tamu yang ada di atas geladak masih tercengang dan membutuhkan waktu untuk memproses apa yang sedang terjadi.


Sampai akhirnya, suara mesin kapal speedboat mulai terdengar jelas. Orang-orang di atas geladak pun mulai dapat melihat speedboat yang terus mendekat secara jelas.


Dudududududu


Bersamaan dengan suara tembakan senapan mesin, peluru demi peluru terus keluar dan menghantam geladak bagaikan badai.

__ADS_1


Clang Clang Clang Clang


Dalam sekejap, peluru-peluru tersebut jatuh menghantam tabrakan geladak Kapal Tanker Ocean Cradle. Banyak percikan api yang tercipta dalam hantaman peluru ini pada besi di geladak.


"Aaaaah!"


"Lari!"


"Cepat merunduk!"


Jeritan demi jeritan terdengar pada saat bersamaan.


Di geladak, semua tamu yang merupakan masyarakat kelas atas panik. Mereka berteriak dan memegang kepala mereka satu demi satu. Mereka terus bergerak dengan gaya tersebut mengikuti instruksi Aria.


"Cepat-cepat!" Aria berteriak kepada semua orang dengan suaranya yang unik seperti anak kecil. "Cepat masuk kabin!"


Mereka semua terus bergerak masuk ke dalam kabin seperti orang gila.


Di bawah hujan peluru, Ryan dan Aria bersembunyi di balik meja makan yang telah digulingkan dan membiarkan peluru-peluru tersebut menghantam permukaan meja.


"Sial!" Aria merobek ujung rok pada gaun yang ia kenakan dengan emosi. Dari balik roknya, Aria mengeluarkan dua buah pistol Colt miliknya.


Saat Aria akan keluar dari persembunyiannya untuk menyerang speedboat, Ryan menekan bahu Aria.


"Speedboat bukanlah target yang bisa dihancurkan dengan mudah menggunakan pistol biasa. Jadi jangan gegabah."


Ryan kemudian menekan tombol pada alat komunikasi yang ada di telinganya. "Reki, tolong hubungi Kepolisian Metropolitan dan juga Biro Butei." 


"Minta mereka untuk segera membawa helikopter guna mengevakuasi para korban di sini."


"Oke." jawab Reki dengan singkat, padat, dan jelas.


"Aria, kita pergi ke kokpit." ajak Ryan. Ia lalu memberi penjelasan pada Aria mengenai alasannya pergi ke kokpit. 


"Dengan modus operandi Butei Killer, kemungkinan besar sang pelaku telah mengancam pengemudi kapal ini untuk berlayar. Maka dari itu, kita perlu pergi ke sana untuk melihat situasinya."


"Un!" Aria mengangguk setuju dengan rencana Ryan.


Akan tetapi, secara mendadak, suara tembakan dari pistol secara bertubi-tubi terdengar sangat keras. 


Dor Dor Dor Dor Dor


Peluru-peluru tersebut meluncur menembus langit malam dengan kecepatan tinggi dan terbang mengarah ke Aria.

__ADS_1


Secara reflek, Aria langsung melakukan backflip yang sangat rendah seperti adegan pada film Matrix sehingga peluru-peluru tersebut hanya bisa melewatinya. 


Alhasil, peluru-peluru itu mendarat di lantai geladak dan menimbulkan percikan api.


__ADS_2