Reincarnation Room

Reincarnation Room
Alasan Shirayuki


__ADS_3

"A-aku … a-aku …” Shirayuki tampak semakin bingung. Tak lama kemudian, kata-katanya mulai tidak masuk akal.


"A-aku ... aku cuma kebetulan lewat! Benar, aku cuma kebetulan lewat saja. Aku sama sekali tidak membuntutimu!"


Mulut Ryan tiba-tiba berkedut. ‘Bukankah ini adalah sebuah pengakuan? Mungkinkah seorang Miko nggak bisa berbohong?’


Ryan lalu menghela nafas dan bertanya secara langsung tanpa basa basi, "Mengapa mengikutiku?"


"I-itu …" Shirayuki menundukkan kepalanya, seperti seorang anak kecil yang melakukan kesalahan. "Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat. Aku ingin tahu tempat yang biasa kamu kunjungi, dan juga apa yang akan kamu lakukan saat sendirian."


"Aku bahkan membuat catatan tempat apa saja yang sering kamu kunjungi, makanan yang kamu sukai, ukuran sepatumu, ukuran celanamu, panjang pe–"


Mendengar pengakuan yang mencengangkan ini, Ryan langsung menghentikan ucapan Shirayuki. "Cukup!" 


Shirayuki pun langsung terdiam.


"Itu artinya, kamu membuntutiku selama seminggu ini?"


Shirayuki menganggukkan kepalanya sambil terus menunduk.


'Apakah Shirayuki tipe wanita stalker? Atau mungkin dia memiliki alasan lain melakukan semua ini?'


Sambil mengerutkan keningnya, Ryan bertanya pada Shirayuki. "Kenapa kamu melakukan semua ini?"


"Ka-karena … karena …" Kepala Shirayuki menunduk semakin rendah, suaranya juga semakin mengecil. "Karena aku ingin tahu semua tentang calon suamiku. Aku harus benar-benar mengecek semua tentangmu hingga luar dan dalam sebelum aku menjawab perasaanmu."


'Kamu bercanda kan? Semua ini cuma demi hal itu?' Ryan ingin sekali meneriakkan isi hatinya itu. Tapi Ryan tidak ingin membuat Shirayuki semakin merasa bersalah.


"Benarkah cuma itu?" Ryan tersenyum sambil berusaha berpikir positif bahwa semua ini mungkin hanya alasan Shirayuki untuk menyembunyikan alasan lainnya.


"Aku juga ingin memastikan, bahwa kamu tidak akan mengambil jalan yang salah." jawab Shirayuki dengan suara lemah.


'Serius? Dia masih mengkhawatirkan ramalan itu?' batin Ryan.


"Tampaknya kamu sangat percaya diri dengan Ramalanmu." 


Ryan mengangkat tangannya seolah ingin menunjukkan seluruh tubuhnya. "Apakah menurutmu aku terlihat seperti orang hebat yang dapat mempengaruhi masa depan dunia? Lagipula, bisa saja kan ramalanmu salah?"

__ADS_1


"Tidak! Ramalanku tidak salah!" Shirayuki mengangkat kepalanya dan memandang Ryan dengan serius. Sikap malu dan takut yang ia perlihatkan tadi benar-benar menghilang.


"Meskipun aku tidak dapat memastikan ke arah mana masa depan yang akan kamu ambil, tapi aku tahu bahwa kamu adalah orang istimewa."


"Setelah aku meramalmu, aku langsung menghubungi keluargaku untuk memastikan kembali mengenai ramalanku. Dan hasilnya, semua mendapat ramalan yang sama!"


"Dari sini, aku paham bahwa kamu benar-benar orang yang akan mempengaruhi masa depan dunia ini!"


Melihat keseriusan Shirayuki, Ryan menghela nafas tak berdaya. "Jadi, hal yang kamu ucapkan di awal tadi hanyalah kebohongan? Dan alasan yang sebenarnya adalah kamu nggak mau aku jatuh ke jalan yang salah, jadi kamu membuntutiku untuk memastikannya?"


"Tidak, aku tidak berbohong. Aku memang ingin mengenalmu lebih jauh lagi, dan aku memang mengikutimu seminggu ini. Bahkan aku juga menempatkan kamera tersembunyi di kamar mandimu!" 


Shirayuki tertegun atas pengakuannya sendiri, ia kemudian langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Mata Ryan terbelalak mendengar pengakuan menyeramkan ini. "Kamu bercanda kan?"


"Hahaha … iya, aku cuma bercanda kok, hahahaha …" tawa Shirayuki seperti robot.


'Sepertinya aku harus mengecek kamar mandiku. Aku nggak nyangka Shirayuki benar-benar seorang stalker!' pikir Ryan.


Shirayuki mengangguk.


Ryan kembali melanjutkan perkataannya. “Dan saat membuntutiku kamu tersesat kan? Lalu saat kamu kembali ke Taman Hiburan, kamu tersesat dan tidak bisa keluar dari Taman Hiburan ini kan?”


“Ba-bagaimana kamu tahu?”


“Kamu sangat mudah ditebak, Shirayuki.” Ryan menghela nafas dan memberikan penjelasan. “Saat kamu melihatku tadi, bukannya panik karena ketahuan telah membuntutiku, malahan kamu terlihat sangat senang bertemu denganku.”


"Dari sini, dapat disimpulkan, bahwa kamu sedang tersesat.”


“Akan tetapi, kenapa kamu sampai bisa tersesat? Bukankah kamu bisa keluar jika mengikuti tanda arah pintu keluar yang ada ya?” ucap Ryan sambil menunjuk ke sebuah papan bertuliskan Pintu Keluar dengan anak panah berwarna putih.


Shirayuki menundukkan kepalanya lagi. Ia berbicara dengan suara yang sangat kecil. "Karena ini pertama kalinya aku keluar."


"Pertama kali keluar?" Ryan terkejut.


“Iya …” Shirayuki berkata dengan lembut. “ Ini pertama kalinya aku keluar. Sebelum aku masuk ke SMA Butei, aku selalu tinggal di kuil. Aku tidak diizinkan untuk keluar. Bahkan ketika aku masuk ke SMA Butei, semua harus seizin dari kuil. Jika tidak, maka aku tidak mungkin akan bersekolah di SMA Butei."

__ADS_1


Perkataan Shirayuki membuat suasana berubah. Hal ini pun membuat Ryan teringat akan kehidupannya yang lalu, dimana ia selalu terkekang dan tidak memiliki kebebasan.


Ryan mengernyitkan dahinya dan berkata dengan sedikit emosi. “Kenapa mereka melakukan hal seperti itu? Kenapa mereka mengekangmu?”


“Sejak zaman dahulu, kuil adalah tempat untuk menjaga hal-hal tertentu, dan ini juga dilakukan oleh Kuil Hotogi.” Senyuman kecut muncul di wajah Shirayuki. "Jadi, sejak lahir, kami, Hotogi Miko, ada demi menjaga sesuatu yang ada dalam Kuil Hotogi."


Pada saat ini, wajah Shirayuki dipenuhi kesedihan yang tak terlukiskan.


Hal membuat Ryan menyadari satu hal. ‘Aku harus membebaskannya!’


Dengan tatapan mata serius, Ryan berjalan mendekati Shirayuki. "Bisakah kamu mengeluarkan dua kartu lain yang pernah kamu dapatkan ketika meramalku?”


Shirayuki berpikir sejenak. Lalu ia mengangguk dan mengeluarkan kedua kartu tersebut.


Tangan Ryan meraih kedua kartu tersebut. Namun, Ryan hanya mengambil kartu bergambar pohon dengan rantai yang mengikatnya.


“Saat kamu meramalku, kamu berkata bahwa kartu ini melambangkan ketidak bebasan dan keterkekangan kan?”


"Ya!" tegas Shirayuki dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.


Beberapa detik kemudian, Ryan berkata, “Tapi, kartu ketidak bebasan ini selalu ada di tanganmu. Ini sungguh tidak baik. Maka dari itu, aku akan mengambilnya.”


“Kartu ini menggambarkan masa lalu. Maka dari itu, aku juga akan mengambil masa lalumu. Hidupmu barumu kini akan dimulai dari sekarang. Dan kamu bebas menikmati hidupmu yang baru ini. Lagipula, kamu sudah keluar dari kuil kan?”


Setelah itu, Ryan mengulurkan tangan ke arah Shirayuki dan tersenyum hangat.


“Shirayuki, dalam kehidupanmu yang baru ini, izinkan aku untuk menemanimu. Baik dalam suka maupun duka, baik dalam sehat maupun sakit, aku tidak akan meninggalkanmu.”


“Jika kamu tersesat, maka aku akan pergi bersamamu dan menemanimu hingga keluar.”


“Jika kamu kesepian, maka aku akan terus menemanimu. Bahkan jika seluruh dunia membencimu, aku tidak akan meninggalkanmu.”


“Selama aku hidup, aku tidak akan membiarkan ada orang yang mengekangmu lagi.”


Mendengar semua ini, mata Shirayuki menjadi sedikit bergejolak.


“Jadi, bagaimana? Maukah kamu menerimaku, Shirayuki?”

__ADS_1


__ADS_2