Reincarnation Room

Reincarnation Room
Bertemu Trio God Eater


__ADS_3

“Apa-apaan ini!” bisik Alisa.


Ryan pun juga tercengang dengan apa yang dilihatnya.


Banyak bagian tanah yang telah hancur. Bagaikan tumpeng yang dipotong separuh, bukit yang ada di sekitar tempat itu telah kehilangan separuh tubuhnya.


Sungai yang ada di sekitarnya juga tampak terpelintir seperti kain lap. Air tanah menyembur keluar dari celah-celah tanah yang tak terhitung jumlahnya.


Di tempat ini, ada banyak daging dan darah Aragami yang berceceran. Banyak bebatuan yang menancap ke tanah sehingga membuat sejumlah lubang di sana.


Pemandangan ini seperti gabungan medan perang yang yang dipenuhi tembakan artileri dan juga rumah jagal yang baru saja melakukan penjagalan. Kondisi udaranya pun agak buruk, di mana bau darah dan juga bau busuk terasa menyengat.


'Jadi ini kekuatan Venus … amukannya dapat mengubah wujud area di sekitarnya …' gumam Ryan.


"Apakah ini benar-benar disebabkan oleh Aragami?" tanya Alisa dengan wajah tidak percaya.


"Aku dengar, kekuatan Venus adalah yang paling lemah di antara Aragami Deusphage. Aku nggak bisa membayangkan bagaimana kekuatan Aragami Deusphage lainnya kalau yang paling lemah saja seperti ini."


Saat Ryan melihat kembali sekelilingnya, ia melihat beberapa jejak kaki besar tercetak di tanah.


"Venus seharusnya ada di sana." Ryan menatap jauh ke depan. "Dan sepertinya itu adalah arah menuju cabang Rusia …"


"Apa sebenarnya yang ada di cabang Rusia? Bahkan Aragami dengan tipe Deusphage ini sampai naik ke daratan demi pergi ke cabang Rusia. Padahal awalnya ia tinggal di laut. Ini sungguh mencurigakan."


Ketika Alisa mendengar ucapan Ryan, ekspresi Alisa menjadi agak gelap dan penuh ketidakpastian.


Pada akhirnya, Alisa angkat bicara. "Aku tidak tahu apa yang ada di cabang Rusia. Lagi pula, aku baru saja bergabung dengan cabang Rusia. Dan aku pun juga tidak pernah akrab dengan siapa pun."


Alisa menatap Ryan dan berkata, "Tapi, sepertinya Kapten Alexei pernah berkata sesuatu setelah berita mengenai Venus telah dikonfirmasi."


Alisa mengingat kembali apa yang ia dengar saat itu dan mengulangi ucapan Kapten Alexei. "Kenapa Venus lagi?"


'Lagi? Apa maksudnya? Apakah Venus sudah lama memiliki hubungan dengan cabang Rusia?'


'Setelah kembali ke cabang Rusia, akan aku bongkar rahasia yang mereka sembunyikan!' pikir Ryan.


"Ayo segera kita lanjutkan perjalanannya. Kita sudah berusaha mengejar Venus sampai ke tempat ini, jadi tidak ada alasan untuk tidak terus mengejarnya." ajak Ryan.

__ADS_1


Alisa tidak mengangguk dan tidak menggelengkan kepalanya, tapi ia memiliki ide yang sama dengan Ryan.


Namun, sebelum mereka kembali berlari, mendadak sebuah suara keras terdengar memanggil mereka.


"Hei, apa yang kalian lakukan di sini?"


Ryan dan Alisa kemudian menengok ke arah suara tersebut berasal. Tidak jauh dari tempat mereka berdiri seorang pria berambut putih, dengan jaket kulit dan kulitnya yang gelap. Ia membawa sebuah pedang besar yang mirip gergaji di punggungnya.


"Soma?" Ryan terkejut melihat Soma ada di sini.


Namun, tidak terlihat ekspresi kegembiraan ataupun keinginan untuk menyapa di wajah Soma. Ia hanya menatap Ryan dan Alisa dengan wajah jutek.


“Ini adalah tempat yang berbahaya. Apakah kalian sudah bosan hidup?” Tampak ada sedikit kesedihan di wajah Soma.


Alisa yang baru pertama kali bertemu Soma, jadi sedikit sebal dengan nada bicara Soma yang sangat tidak ramah.


Ryan sudah terbiasa dengan perilaku Soma yang seperti ini. "Soma, di mana Kapten Amamiya dan Sakuya?"


Soma tidak menjawab. Ia diam sejenak dan kemudian berbalik. Dengan nada yang dingin, Soma berkata, "Kalau kamu mau tahu, lihatlah sendiri."


Sikap Soma ini benar-benar membuat Alisa membencinya. "Apakah God Eater dari cabang Timur Jauh semuanya seperti ini!?"


"Nggak juga sih, mereka cuma memiliki sifat yang cukup unik." senyum Ryan.


"Meski begitu, menurutku God Eater dari cabang Rusia juga memiliki sifat yang menarik, terutama beberapa God Eater pemula."


Setelah mengucapkan sindiran tajam, Ryan kemudian bergegas mengikuti Soma.


Mendengar sindiran Ryan, mata Alisa terlihat memancarkan kemarahan. Tetapi ia hanya diam dan berjalan mengikuti Ryan.


Di bawah pimpinan Soma, Ryan dan Alisa berjalan menaiki bukit. Tak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah gua.


"Soma!" Dari dalam gua, keluar seorang wanita berambut pendek. Wanita tersebut lalu melihat keberadaan Ryan dan Alisa di belakang Soma. "Kenapa kamu ada di sini!?"


Ryan tersenyum melihat Sakuya baik-baik saja. "Aku mengkhawatirkan kalian, makanya aku bergegas kemari. Tapi tampaknya, keadaan kalian cukup buruk."


Setelah mendengar ini, ekspresi pahit muncul di wajah Sakuya.

__ADS_1


Venus telah pergi, sedangkan ketiga God Eater dari Unit Pertama masih di sini. Mereka juga menemukan tempat untuk bersembunyi, dari sini sudah dapat ditebak bahwa mereka sedang dalam masalah.


"Di mana Kapten Amamiya? Apakah Kapten baik-baik saja?" tanya Ryan dengan nada penuh kekhawatiran.


"Tenang saja, dia masih hidup." Sakuya menghela nafas dan berkata, "Kamu akan mengerti saat melihatnya sendiri."


Setelah itu, Sakuya mengajak masuk Ryan ke dalam gua.


Sebelum masuk, Ryan melihat ke arah Alisa. Alisa paham maksud pandangan Ryan. Ia kemudian mengikuti Ryan masuk ke dalam Gua. Sementara itu Soma berjaga di mulut Gua menggantikan posisi Sakuya.


Saat mereka semua memasuki gua, cahaya di sekitarnya mulai berkurang secara bertahap dan menjadi gelap.


Namun, gua ini tidak terlalu dalam. Tidak butuh waktu yang lama untuk mereka telah mencapai akhir dari gua ini.


Di bagian terdalam gua, tepat di depan dinding batu, Lindow terlihat sedang bersandar di sana.


"Oh, Ryan-kun … aku tidak menyangka kamu akan datang kemari." Sapa Lindow dengan nada malas sambil merokok.


Ryan dan Alisa tidak bisa berkata-kata melihat kondisi Lindow.


Saat ini, kondisi Lindow sama sekali tidak baik.


Sekarang, Lindow hanya mengenakan celana panjangnya saja. Sedangkan area di bawah leher sampai pinggang ditutupi dengan perban. Warna putih pada perban pun berubah menjadi warna merah pudar.


Dilihat dari mana pun, luka yang dialami Lindow sangat parah. Jika luka tersebut dialami manusia biasa, orang tersebut pasti mati.


Dengan luka seperti itu, Lindow masih merokok dengan santai. Tapi jika dilihat dengan teliti, tangan yang digunakan untuk memegang rokoknya terlihat selalu gemetar.


Ryan tidak percaya Lindow dapat dikalahkan oleh Venus. Ia pun kemudian bertanya menengok ke arah Sakuya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"


Sakuya menarik napas dalam-dalam, seakan ia sedang menahan amarah yang meledak-ledak di hatinya. "Kita dijebak …"


Setelah diam sejenak, Sakuya mulai menceritakan apa yang sedang terjadi. “Tiga hari yang lalu, kami bertiga pergi ke garis depan bersama para God Eater elit cabang Rusia.”


“Menurut informasi, ada banyak pasukan Aragami di sekitar Venus. Misi God Eater cabang Rusia adalah memisahkan pasukan Aragami tersebut dari Venus. Setelah Venus sendirian, maka giliran God Eater Unit Pertama cabang Timur Jauh untuk menghadapi Venus.”


“Namun, tiba-tiba saja, semua God Eater cabang Rusia mundur …”

__ADS_1


__ADS_2