
Pada saat ini, tekanan mengerikan menyapu ruang di seluruh Seireiden, membiarkan udara jatuh seperti beban yang sangat berat.
Di bawah tekanan yang mengerikan itu, semua tim yang bergerombol di bawah Ryan berhenti dan tidak bisa lagi bergerak.
Ryan yang bersiap keluar dari Seireiden juga membeku tak bisa bergerak. Kegembiraan di wajahnya yang diperlihatkannya tadi berangsur-angsur memudar. Ia lalu memegang pegangan belati dengan sangat erat.
Merasakan tekanan mengerikan yang menyelimuti seluruh Seireiden, Mystic Eye of Death Perception Ryan memancarkan fluktuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hati Ryan terasa tenggelam merasakan semua ini.
Kratak Kratak
Retakan yang berpusat pada celah berbentuk bulan sabit di langit malam itu mukai menyebar luas, memperlihatkan dunia di balik langit palsu tersebut.
Posisi Ryan tidak jauh dari dunia luar. Dengan kecepatannya, ia hanya butuh dua atau tiga detik lagi untuk bisa keluar dari Seireiden.
Akan tetapi, saat ini, Ryan sama sekali tidak bisa bergerak.
Ryan tidak bisa bergerak bukan karena tekanan kuat yang melanda tubuhnya, akan tetapi karena Ryan dapat merasakan adanya bahaya.
Berdasarkan instingnya, Ryan merasa bahwa jika ia memaksa untuk kabur melalui celah yang baru saja ia buat, tidak diragukan lagi nyawa Ryan akan melayang
Tak lama kemudian, Ryan merasakan keberadaan tiga aura yang sangat tidak asing.
"Haah …"
Ryan menghela nafas panjang, dan mengangkat kepalanya, melihat ke sekelilingnya.
Di sana, tiga anggota Trinity telah berdiri mengelilingi Ryan dengan formasi segitiga.
"Cukup sampai di sini saja perlawananmu, menyerahlah manusia!" Sydonay memasukkan sebatang rokok ke mulutnya, menyesapnya, mengeluarkan asapnya, dan menatap punggung Ryan.
"Jujur saja, kamu benar-benar telah membuatku terkejut lagi dan lagi. Untungnya, hanya ada satu manusia sepertimu di dunia ini."
Dengan terucapnya kata-kata Sydonay, tekanan yang merembes ke udara menjadi semakin mengerikan.
Tak lama kemudian, Bel Peol juga tersenyum tak berdaya.
“Aku tidak menyangka bahwa bahkan Destructive Blade, Sabrac, tidak dapat mengambil nyawamu. Bahkan kamu telah memporak porandakan Bal Masqué yang telah aku rawat dengan sangat keras.”
Bel Peol dengan setengah bercanda kembali berkata, Lalu, bagaimana caramu untuk mengganti semua kerugian yang aku alami ini?"
Jelas sekali kata-kata tersebut diucapkan setengah bercanda, namun di balik candaan itu, tersimpan perasaan yang sangat dingin.
__ADS_1
Berbeda dengan Sydonay dan Bel Peol yang menyapa Ryan dengan sarkasme, Hecate hanya diam dan melihat langsung ke arah Ryan. Meski begitu, sepasang mata kristal yang sebelumnya tampak tidak memiliki emosi, kini menunjukkan fluktuasi yang tidak pernah ada sebelumnya.
Namun, baik Hecate, Sydonay dan Bel Peol, semuanya telah mengunci aura mereka dengan kuat pada tubuh Ryan. Aura penuh penindasan ini menciptakan sebuah sangkar tak terlihat yang membuat Ryan tidak dapat melarikan diri.
Trinity memang memiliki kekuatan yang sangat besar. Setidaknya, masing-masing dari ketiga Crimson Lord tersebut memiliki aura yang lebih kuat dari Sabrac. Ini menunjukkan, bahwa ketiganya memiliki kekuatan Tingkat Authority 3.
Apalagi, Ketiganya merupakan Crimson Lord terkuat sejak zaman kuno. Mereka menempati peringkat keempat sampai keenam dalam sepuluh besar Crimson Lord terkuat zaman kuno.
Dan lagi, makhluk sekuat itu, kini telah membawa senjatanya masing-masing, yang juga memancarkan aura berbahaya.
Swiiish
Di bawah tatapan tajam Sydonay, tombak baja yang berat itu langsung menjerit diiringi suara angin dan dihempaskan ke pundaknya.
Clang
Dalam suara tabrakan yang tajam, rantai besi seperti rantai yang mengikat Ryan sebelumnya, kini melilit tangan Bel Peol.
Krincing
Di bawah suara dering yang menyenangkan, tongkat dengan ujung berbentuk segitiga dan beberapa cincin emas yang tergantung di atasnya, dipegang erat oleh Hecate.
Tombak baja, rantai besi, dan tongkat perunggu. Itulah senjata yang dibawa oleh Trinity dan memiliki aura yang sama berbahayanya dengan pemiliknya.
Bel Peol tersenyum dan berkata kepada Ryan, "Dan sekarang, dengan sangat terpaksa, kami menggunakannya. Kamu seharusnya mengerti kan apa artinya ini?"
Ryan tentu saja mengerti.
Dalam hal ini, Ryan hanya berkata dengan acuh tak acuh, "Kalau kalian nggak serius, nggak mungkin kalian akan memerintah banyak Denizen hanya untuk mengejar pemilik Reiji Maigo."
"Karena kamu sudah memahaminya, maka ini akan menjadi mudah untuk mengatakannya." Sydonay menyesap asapnya sambil tertawa dan berkata, "Berikan Reiji Maigo pada kami, dan aku akan membiarkanmu lari."
Mendengar ini, Ryan tersenyum menyeringai. "Apa kau bercanda? Apakah menurutmu, aku bakal percaya kalian bakal melepaskanku setelah semua yang telah aku lakukan di sini?"
Singkatnya, Ryan menolak mentah-mentah tawaran Trinity.
"Jadi itu jawabanmu …"
Sydonay menutup matanya dan menyeringai. Saat ia membuka matanya lagi, matanya telah benar-benar berubah menjadi seperti binatang buas yang sedang mengamuk..
"Baiklah …"
__ADS_1
Tekanan mengerikan yang merembes di udara langsung meledak.
Sydonay memusnahkan rokok di tangannya dan mengangkat tinggi tombak baja yang dipegang di tangan kirinya.
Wuuush
Dalam suara api yang menyala itu, api ungu keruh tiba-tiba membakar tombak baja di tangan Sydonay.
Nyala api tersebut sama persis dengan nyala api yang digunakan Sydonay saat pertarungan pertamanya dengan Ryan.
Namun, dalam benak Ryan, kemunculan api itu adalah tanda peringatan bahaya yang sangat jelas.
Tanpa ada keraguan, Ryan dalam sekejap menghilang dari tempatnya berdiri.
"Oooooooooooh!"
Hampir pada saat yang sama, Sydonay menggeram, dan mengayunkan tombak baja itu ke depan dengan keras.
BOOM
Dengan suara dentuman yang menggelegar, seolah-olah seluruh ruang telah terguncang, amukan semburan api ungu keruh muncul seperti tsunami.
Semburan besar itu mengacaukan aliran angin dan membuat suhu di udara di sekitarnya langsung naik hingga batasnya.
Dengan seperti cara ini, nyala api jatuh dengan keras ke lokasi di mana Ryan sebelumnya berdiri, seolah-olah sebuah angin tornado datang menghantam.
BOOM
Ledakan besar bagaikan bom nuklir menghantam tanah di bawahnya, menciptakan guncangan yang melanda seluruh Seireiden.
"Aaaaaah!"
Teriakan demi teriakan terdengar memenuhi seluruh Seireiden.
Gelombang kejut ledakan disertai api biru keruh menyebar dengan dahsyat, menyebabkan Crimson Denizen dan Rinne di sekitarnya berterbangan seperti sampah.
Tanah yang dihantam langsung hancur, dan sebuah gedung tinggi di dekat pusat ledakan langsung berubah menjadi puing-puing dalam sekejap.
Adegan ini benar-benar seperti sebuah film yang bercerita tentang bencana.
Setelah ledakan besar itu berakhir, tidak ada lagi yang tersisa pada pusat ledakan tersebut.
__ADS_1
Kini, yang ada di sana hanyalah sebuah lubang besar berdiameter beberapa kilometer. Lubang dan tanah di sekitarnya tampak hangus menghitam dengan asap hitam yang membumbung tinggi di sana.
Benar-benar serangan yang sangat mengerikan.