
IU-400 adalah sebuah kapal selam bertenaga nuklir. Ini artinya, kapal selam ini dilengkapi dengan reaktor nuklir. Atom di dalam reaktor nuklir yang terpecah dapat melepaskan energi panas yang digunakan untuk membuat uap bertekanan tinggi.
Setelah itu, uap itu nantinya akan memutar turbin penggerak hingga memberikan tenaga untuk memutar baling-baling. Turbin tambahan ini juga menghasilkan listrik yang digunakan dalam kapal.
Dengan begitu, energi yang dihasilkan reaktor nuklir hampir tidak terbatas.
Di dalam kapal selam yang begitu hebatnya itu, Aria mengendap-endap dan melihat sekelilingnya. "Ini aneh, tidak ada satupun penjaga yang berpatroli!"
"Ini hal yang wajar." Ryan juga melihat sekeliling, akan tetapi Ryan terlihat sangat memaklumi semua ini.
"Ini adalah institusi yang didedikasikan untuk melatih orang-orang berkemampuan khusus. Setiap anggotanya adalah manusia berbakat dengan Kemampuan yang kuat."
"Bagaimana mungkin orang seperti itu mau melakukan pekerjaan remeh seperti patroli dan penjagaan?"
"Kalau begitu, apakah semua navigasi dan dan fungsi kapal selam ini sepenuhnya berjalan otomatis?" Aria melihat ke arah Ryan dengan penuh pertanyaan.
"Hmm … menurutku, IU tidak akan merekrut pengemudi dan juga staf khusus."
Ryan menyentuh dagunya dan berkata, "Tapi, mungkin ada banyak teknisi jenius di sini. Karena dibutuhkan orang-orang berkualifikasi khusus untuk merawat mesin dan sistem di sini."
"Baiklah, lupakan saja semua itu. Bagaimanapun juga, kita telah berhasil menyusup."
Aria lalu berkata dengan penuh semangat. "Selama IU berhasil dikalahkan dan semua orang di sini ditangkap, maka semua tuduhan terhadap ibuku bisa terhapus seluruhnya."
Namun, menangkap semua anggota IU adalah yang paling sulit. Apalagi, bagi Ryan, membunuh jauh lebih mudah daripada menangkap.
Di sini, ada banyak pemilik Kemampuan Khusus seperti Riko, bahkan mungkin makhluk non-human lainnya seperti Vlad pun juga ada.
Dengan kekuatan Ryan dan Aria yang sama-sama berusaha menangkap seluruh anggota IU, tidak diragukan lagi itu adalah hal yang sangat sulit.
Namun, bukan berarti Ryan tidak memiliki rencana untuk menghancurkan IU.
"Untuk bisa menangkap semua anggota IU, kita harus menangkap pemimpinnya terlebih dahulu. Setelah kita menunjukkan kekuatan kita yang telah berhasil menangkap Profesor, maka anggota lainnya pasti akan goyah dan menyerah." jelas Ryan pada Aria.
Ini adalah taktik paling realistis dan paling dasar bagi Butei.
"Akan tetapi, siapa pemimpin IU sebenarnya? Informasi yang diberikan Riko sama sekali tidak menyebutkan ciri-ciri dan identitas Profesor. Padahal, dia telah membocorkan hampir semua identitas anggota IU." gumam Aria sambil berpikir keras.
Benar sekali, ini adalah masalah yang paling mendasar dari penyerangan kali ini. Ryan dan Aria sama sekali tidak mengetahui ciri maupun identitas yang sebenarnya dari pemimpin IU tersebut.
"Riko tidak mungkin tidak tahu siapa pemimpin IU itu." Ekspresi Aria terlihat sedikit lebih serius dan berkata, "Namun, informasi yang dia berikan kepada kita sama sekali tidak menyebutkannya."
Logikanya, karena Riko sudah mengungkapkan informasi mengenai IU sampai selengkap ini, tidak ada alasan untuk menyembunyikannya identitas Profesor.
Dari sini, Ryan dapat menebak bahwa Riko dengan sengaja menyembunyikan identitas Profesor. Mungkin saja, Riko menganggap bahwa mengetahui identitas Profesor bukanlah hal yang baik bagi Ryan.
Ryan kemudian menatap Aria yang masih tenggelam dalam pikirannya. ‘Apakah identitas Profesor adalah Aria? Apakah Aria ternyata hanya berpura-pura bodoh selama ini?’
Namun, Ryan segera menghilangkan kemungkinan tersebut. ‘Bagaimanapun juga, Aria tidak mungkin adalah dalang di balik IU.’
Setelah menghilangkan perasaan curiganya, Ryan mulai menjelaskan prioritas yang akan mereka kerjakan.
"Dalam penyerang kali ini, kita memiliki dua tujuan utama."
__ADS_1
"Yang pertama adalah menyelamatkan Shirayuki, dan yang kedua adalah menangkap pemimpin IU, Profesor, serta anggota IU lainnya."
"Prioritas pertama kita adalah menyelamatkan Shirayuki. Jika kita tidak menyelamatkannya duluan, IU bisa menggunakannya sebagai sandera dalam melawan kita."
Ryan lalu mengeluarkan sebuah peta dengan gambar yang kurang bagus. Peta tersebut adalah denah kapal selam yang disampaikan Riko dalam tariannya. Ryan menggambarnya sendiri berdasarkan informasi itu.
"Menurut informasi dari Riko, orang-orang yang diculik akan diawasi oleh IU dan dikurung di bagian ini." ucap Ryan sambil menunjuk ke sebuah titik di dalam peta. "Kemungkinan besar, Shirayuki berada di sini."
"Kalau begitu, ayo cepat pergi ke sana." Aria mengeluarkan dua pistol Colt M1911 dari sarungnya dan tersenyum pada Ryan.
Ryan juga membalas senyuman Aria. "Ayo!"
~***~
Seperti dugaan Ryan dan Aria sebelumnya, kapal ini sama sekali tidak memiliki penjaga yang berpatroli. Alhasil. Ryan dan Aria dapat dengan mudah bergerak di dalam kapal selam. Mere
Tak lama kemudian, mereka telah tiba di sebuah ruangan yang sesuai dengan denah peta gambaran tangan tersebut.
Melihat ruangan ini, Ryan dan Aria saling memandang. Akan tetapi, mereka tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Karena, mereka mendengar suara orang berbicara dari dalam ruangan.
"Jadi kamu masih tetap kukuh tidak mau bergabung dengan kami?!" Suara manis seorang wanita terdengar di telinga Ryan dan Aria.
Suara tersebut memiliki logat Inggris, dan gaya bicaranya mirip seperti seorang ksatria inggris jaman dahulu.
Ryan dan Aria hanya saling memandang dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Mereka menurunkan napas dan meletakkan kaki mereka dengan ringan. Mereka diam-diam menempel di kedua ujung pintu.
Aria sudah memegang pistol. Sementara Ryan, masih dengan tangan kosongnya, berdiri sedikit menyamping, dan melihat ke dalam ruangan.
Ryan dapat dengan jelas melihat bahwa di balik pintu ini, terdapat ruangan yang sangat sederhana. Di sana, hanya ada satu tempat tidur, tetapi tidak ada perabot lain seperti meja dan lemari.
Di dalam sana, berdiri seorang gadis muru di depan tempat tidur. Gadis tersebut menggunakan sebuah armor ringan seperti Ksatria dengan pedang di pinggangnya.
Gadis itu memiliki rambut keperakan dan mata biru seperti permata. Gadis tersebut tampak sangat cantik.
Dan di depan gadis tersebut, seorang gadis muda dengan rambut hitam dan berdada besar terlihat sedang duduk di atas tempat tidur.
Melihat gadis muda yang duduk di tempat tidur, mata Ryan langsung menyipit. ‘Shirayuki!’
‘Kalau begitu, kemungkinan besar gadis cantik berambut perak itu adalah Durandal!’
Durandal yang tidak tahu bahwa ia sedang diintip, hanya menatap Shirayuki dan berkata dengan suara yang manis dan tenang, “Bagaimanapun juga, kamu sudah berada di sini. Kamu sudah tidak bisa kembali lagi. Jadi, mau tidak mau kamu harus bergabung dengan IU!”
Mendengar ucapan Durandal ini, Shirayuki, dengan ekspresi serius, menatap mata gadis itu dan berkata dengan lembut, “Miko Kuil Hotogi adalah Miko Penjaga. Kami tidak akan pernah bergabung dengan IU, Durandal!”
"Jangan panggil aku Durandal! Aku tidak suka nama panggilan itu!" Durandal berkata dengan nada tinggi..
"Aku memiliki nama yang diwarisi dari nenek moyangku yang hebat, Jeanne d'Arc!"
Jeanne d'Arc, itu adalah nama seorang gadis suci (Saintess) dalam sejarah. 600 tahun yang lalu, ia memimpin pasukan Prancis dan beberapa kali melawan invasi Inggris. Ia juga berjasa atas pembebasan Orleans dari tangan inggris. Jeanne d'Arc pun akhirnya dikenal sebagai pahlawan Prancis.
Hanya saja, dalam sejarah, nasib terakhir Saintess Prancis ini sangat tragis. Ia dijebak dan dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup pada kayu berbentuk salib.
__ADS_1
Saat dibakar, Saintess Jeanne baru berusia 19 tahun dan tidak memiliki keturunan. Akan tetapi, Durandal memang benar-benar keturunan dari Jeanne.
Dalam informasi yang diberikan Riko, disebutkan bahwa Jeanne yang tewas terbakar dalam sejarah hanyalah tubuh pengganti.
Saintess Jeanne yang asli telah diselamatkan secara diam-diam sebelum dihukum mati. Akhirnya, para keturunan Saintess Jeanne pun terus bersembunyi dari publik hingga sekarang.
Dan Durandal adalah generasi ke 30 dari Saintess Jeanne. Oleh karena itu, gadis ini berhak mewarisi nama Jeanne d'Arc.
Menghadapi Shirayuki yang keras kepala, Durandal, atau sekarang bisa dipanggil sebagai Jeanne, sama sekali tidak putus asa.
Jeanne malah menunjukkan senyuman kemenangan. "Apakah kamu tahu, mengapa setiap orang yang kami culik tidak pernah kembali?"
"Karena hanya di sinilah, kamu bisa menjadi lebih kuat."
Jeanne menatap langsung ke Shirayuki dan berkata dengan suara keras, "IU adalah tempat di mana siapa pun yang ingin menjadi kuat, tidak dapat menolaknya."
"Di sini, kamu dapat mempelajari berbagai macam teknik yang tidak akan pernah kamu bayangkan sebelumnya."
"Dengan banyaknya orang yang berkembang dengan pesat setelah menjalani pelatihan di sini, banyak orang-orang yang sudah kami culik memilih untuk bergabung."
"Tapi, aku tidak mau bergabung dengan kalian!" Shirayuki berkata tanpa ragu, "Aku tidak ingin bertambah kuat."
"Benarkah? Apa kamu benar-benar tidak ingin menjadi lebih kuat lagi? Mungkinkah kamu tidak ingin melindungi Weapon Wizard?" tanya Jeanne dengan arogan.
Mendengar ucapan Jeanne, raut wajah Shirayuki berubah menjadi pucat.
Jeanne kemudian melanjutkan kembali ucapannya. "Kamu adalah Hotogi Miko, seorang Guardian Miko. Sudah menjadi takdir dari Hotogi Miko untuk melindunginya. Akan tetapi, kamu malah jatuh cinta pada orang yang seharusnya kamu lindungi."
"Weapon Wizard sangatlah kuat. Bahkan aku juga mengakui kehebatannya. Kamu yang setiap hari selalu bersamanya, pasti dapat merasakannya kan?"
Jeanne tersenyum dan merayu Shirayuki dengan nada menggoda. "Maka dari itu, jika kamu ingin melindunginya, kamu harus menjadi lebih kuat darinya. Dan IU dapat membuatmu semakin kuat."
"Bagaimana menurutmu, apakah kamu masih menolak untuk bergabung dengan IU?"
Bibir Shirayuki bergerak sedikit, seperti ingin mengatakan sesuatu. Akan tetapi, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.
Pendirian Shirayuki mulai goyah. Ini adalah taktik dari Jeanne. Sejak awal, Jeanne telah mencengkram kelemahan Shirayuki, yaitu takdirnya sebagai Hotogi Miki yang merupakan Guardian Miko.
Seperti yang dikatakan Jeanne, Shirayuki sangat ingin melindungi Ryan.
"Dan di sinilah, kamu bisa memenuhi keinginanmu, Shirayuki." Jeanne mengulurkan tangan ke arah Shirayuki dan berkata, "Bergabunglah dengan kami."
Suasana di ruangan itu tiba-tiba menjadi berat.
Melihat tangan yang terulur di depannya, ekspresi Shirayuki akhirnya dipenuhi keragu-raguan.
Di saat yang sama, secara mendadak pintu ruangan tersebut terbuka.
"Siapa?!" teriak Jeanne dengan ganas.
Akan tetapi, sebelum Jeanne dapat bertindak, sebuah belati telah menempel di leher Jeanne.
Dari samping Jeanne, Ryan muncul secara tiba-tiba bagaikan hantu sambil menghunuskan Moon Blade di tangannya pada leher Jeanne.
__ADS_1