Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kedatangan Venus


__ADS_3

Dengan semua kejadian ini, pikiran Alisa mulai tidak tenang. Ia pun menjadi tidak dapat berkonsentrasi dalam pertarungannya.


Kini, tubuh Alisa mengalami banyak luka akibat kecerobohannya itu.


Pada saat yang sama, suara sirene mulai berdengung di seluruh area cabang Rusia.


"Dinding pertahanan pertama hancur!"


"Dinding pertahanan kedua, ketiga, keempat, dan kelima telah dihancurkan!"


"Peringatan, status Kode Merah telah diberlakukan! Para God Eater dimohon untuk segera turun dan bertarung menghadapi Aragami!"


Mendengar suara sirene yang menusuk telinga, ditambah dengan pasukan Aragami yang mulai membanjiri cabang Rusia, membuat para tentara yang ada di belakang Alisa berhenti menembak.


Saat ini, semua orang mengerti satu hal. Pasukan Aragami telah menembus dinding cabang Rusia dan mula masuk.


Kalau hal ini tidak segera diselesaikan, maka Fenrir cabang Rusia akan jatuh..


 "Ini pasti hanya mimpi kan? Benar, ini pasti mimpi buruk!"


Entah siapa yang mengucapkan kalimat ini, namun hal itu membuat tentara lainnya ketakutan. Semua juga memiliki pemikiran yang sama.


Bahkan Alisa sampai mencengkram erat God Arc di tangannya, menandakan keputusasaan di hatinya.


Tiba-tiba, dari arah samping, sesosok Kongou muncul dan melayangkan pukulannya.


Tak sempat mengelak, Alisa pun terkena pukulan telak.


Boom


"Uhuk!" Tubuh Alisa terbang menghantam dinding tebal yang ada pada lorong sampai memuntahkan darah.


Tubuh Alisa kini sudah melemah akibat terkena banyak serangan Aragami sebelumnya.


'Apakah aku akan mati di sini?'


'Tidak! Aku tidak boleh menyerah sebelum aku membalaskan dendamku!'


'Dan juga demi Ryan!'


Dengan tubuh yang berat, Alisa bangkit dari lubang pada dinding lorong. Ia kemudian mengangkat God Arc miliknya dengan susah payah. Terlihat kedua tangan Alisa gemetaran.


"Kerja bagus Alisa …" 


Suara yang sangat familiar terdengar di telinga Alisa.


Slash Slash Slash


Dengan suara tebasan di udara, banyak darah berceceran. Semua auman Aragami yang ada pada lorong pun berhenti, termasuk Kongou yang tadi menyerang Alisa.


Saat Alisa memandang ke depan, ia melihat Kongou yang memukulnya tadi telah kehilangan kepalanya. Bahkan darah dari lehernya sampai saat ini masih terus menyembur ke udara bak air mancur.

__ADS_1


Di tengah tumpukan mayat Aragami, berdiri seorang pria dengan belati yang bersinar indah seperti cahaya bulan.


"Ryan?" Alisa terkejut sekaligus senang melihat Ryan ada di sini.


Mendengar namanya dipanggil, Ryan menoleh ke arah Alisa. Ia lalu menghilang dan muncul secara tiba-tiba di depan Alisa.


"Alisa! Kamu nggak apa-apa?" ucap Ryan dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Aku tidak apa-apa kok. Aku cuma perlu istirahat sedikit. Lagi pula, ini semua adalah kesalahanku karena tidak konsentrasi saat bertarung." Alisa sedikit kecewa dengan performanya hari ini.


"Walau begitu, aku salut atas determinasi yang kamu tunjukkan tadi, Alisa …"


"Ada kalanya, kita tidak boleh menyerah dengan kondisi kita, sesulit apapun itu. Dengan determinasi seperti itu, aku yakin kamu akan dapat bertambah kuat dengan cepat." ucap Ryan sambil mengusap-usap kepala Alisa


Mendadak, dari luar terdengar suara teriakan yang mirip dengan suara tangisan gadis kecil.


"RAAAAAAAAAAA!"


Mendengar suara ini, Ryan dan Alisa langsung menoleh ke arah jendela.


"Dia sudah datang!" 


Ucapan Ryan bergema di lorong dan melewati telinga orang-orang yang ada di sana. Tekanan yang sangat berat tiba-tiba menyeruak di setiap sudut cabang Rusia.


Saat ini, semua penduduk Rusia, baik itu God Eater, tentara, peneliti, ataupun warga biasa, semuanya menegang. Mereka perlahan melihat ke satu arah yang sama.


Di sana, sesosok raksasa perlahan muncul dari balik dinding baja cabang Rusia yang tinggi.


Sementara tubuh bagian bawah memiliki bentuk seperti bunga teratai yang mekar, dengan kaki seperti laba-laba.


Akar berwarna biru terbentang di tubuh bagian bawahnya yang seperti teratai. Aka ini berkibar-kibar ke atas dan ke bawah, seolah-olah itu adalah tentakel


Menyaksikan sosok raksasa yang cantik sekaligus menakutkan perlahan semakin dekat, semua jantung dan nafas orang-orang cabang Rusia seakan berhenti.


"RAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"


Suara teriakan seperti gadis kecil ini berubah menjadi gelombang suara yang mengguncang udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya gelombang kejut yang mengguncang seluruh gedung di cabang Rusia seperti badai.


Sosok ini adalah Venus, Aragami bertipe Deusphage, yang menjadi salah satu Aragami paling menakutkan di muka Bumi.


Dengan tangisan yang menyayat hati, sulur tentakel Venus mulai bergerak ke atas.


Boom


Dalam suara yang memekakkan telinga, tentakel besar Venus turun dari langit dan jatuh ke dinding pertahanan yang kokoh.


Seketika itu, dinding yang ada di depan Venus langsung hancur. Kerikil dan puing-puing dinding terbang dalam gelombang ledakan, seolah-olah itu adalah badai pasir yang berhembus menenggelamkan daerah sekitarnya.


Venus menjebol dinding pertahanan cabang Rusia dengan sangat mudah. Tek berhenti di situ, Venus kembali membanting tentakel-tentakelnya ke arah sekitarnya.


Boom Boom Boom Boom

__ADS_1


Dalam sekejap, banyak bangunan di sekitar Venus hancur dan menjadi puing-puing.


Di bawah pimpinan Venus, Aragami yang masih ada di luar dinding langsung menyerbu masuk melalui celah yang dibuat Venus. Secara membabi buta, mereka menyerang semua hal yang ada di sekitarnya dan terus menyebar.


Di dalam gedung utama, Ryan, Alisa, dan para tentara lainnya melihat semua ini secara samar-samar.


Walau tidak begitu jelas, tapi tetap saja rasa takut dan keputusasaan telah memenuhi orang-orang yang ada di sana. 


Bahkan, wajah Alisa mulai pucat pasi menyaksikan semua ini.


Di tempat itu, hanya Ryan yang masih tetap berdiri tenang dan terus memandang ke arah Venus. Ia kemudian menyentuh komunikator di telinganya dan mulai berbicara. "Hibari, bagaimana perkembangan di sana?"


Suara Hibari langsung terdengar dari komunikator. "Aku hampir selesai. Tapi untuk bisa melakukan peluncuran, aku membutuhkan verifikasi sidik jari dari Kapten Alexei Adrik."


"Selain itu, aku juga butuh kata sandi untuk membuka kunci peluncuran. Saat ini aku masih berusaha memecahkan kata sandinya."


"Untuk sidik jari, kamu bisa mendapatkannya dari mayat Kapten Alexei. Kebetulan aku telah memotong kedua tangannya, kamu bisa dengan mudah menggunakannya." balas Ryan.


"Aku harap kamu bisa menyelesaikan semua ini secepatnya." 


"Tapi, kalau memang keadaanya sudah sangat berbahaya, aku akan membawamu dan juga Alisa keluar dari cabang Rusia. Meninggalkan warga Rusia lainnya tewas dalam serangan Aragami ini."


Hibari paham dengan maksud Ryan. "Baik, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk memecahkan kata sandi ini!"


Beberapa saat kemudian, Hibari mengeluarkan suara terkejut. "I-ini …" 


Saat mendengar suara terkejut Hibari, Ryan segera bertanya. "Apa yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu di sana?"


"Aku baru saja mengecek sinyal dari semua gelang God Eater yang ada dalam cabang Rusia. Aku mendeteksi 3 sinyal gelang God Eater yang terus melaju dengan cepat ke arah Venus."


"Berdasarkan kode yang tertangkap, seharusnya ini adalah sinyal milik God Eater dari cabang Timur jauh!" ucap Hibari dengan nada gembira.


"Cabang Timur Jauh?" gumam Ryan.


Mendengar gumaman Ryan, Alisa sepertinya telah menemukan sesuatu. Ia kemudian menunjuk dengan jarinya ke satu arah di dekat Venus. "Lihat ke sana!"


Ryan segera melihat ke arah tempat Alisa menunjuk. Di belakang Venus, yang menjulang tinggi di atas gedung-gedung di sekitar Cabang Rusia, sebuah helikopter terbang dengan sangat cepat.


Pintu helikopter tiba-tiba terbuka. Dari dalam helikopter, terlihat tiga siluet samar-samar.


Karena jaraknya yang jauh, Ryan hampir tidak bisa melihat ketiga siluet itu. Namun, Ryan sudah tahu identitas ketiga orang itu.


Melihat ini, Ryan tersenyum. "Sepertinya Lindow dan lainnya telah tiba."


Dengan segera, trio God Eater dari Unit Pertama Fenrir cabang Timur Jauh itu langsung melompat dari helikopter untuk melawan Venus.


Di saat yang sama, terdengar suara notifikasi di telinga Ryan.


Ding


[Nomor Serial 124.888 telah memicu misi …]

__ADS_1


__ADS_2