
Ding
[Nomor Serial 124.888 telah memicu misi sampingan tingkat A+, -Bertarung Melawan Venus-]
______________________________________________________________________
Misi : Bertarung Melawan Venus
Keterangan :
Bekerjasama lah dengan cabang Timur Jauh dan God Eater lainnya untuk mengalahkan Venus.
Hukuman : Tidak Ada
Hadiah : 10 poin Atribut
______________________________________________________________________
Ryan terkejut dengan misi yang diterimanya. '10 poin atribut? Hehehe, aku jadi benar-benar bersemangat!'
Dengan tatapan dinginnya, Ryan langsung menebas jendela kaca yang ada di depannya.
Slash Slash Slash Slash
Sebuah lubang berbentuk persegi tercipta tepat di tengah jendela kaca.
"Alisa, beristirahatlah terlebih dahulu. Aku akan membantu Kapten Amamiya dan lainnya untuk melawan Venus."
Setelah mengatakannya, Ryan langsung melompat dari jendela dan bergegas pergi ke tempat Venus.
Alisa lalu melihat ke arah Venus yang sedang mengamuk. "Setelah lukaku membaik, aku akan segera menyusul mu, Ryan. Sampai saat itu, kamu tidak boleh mati!"
~***~
"RAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Tentakel di tubuh Venus berayun dengan liar, seperti cambuk yang kuat, bergerak ke segala arah.
Boom Boom
Tanah dan bangunan di sekitar hancur bagaikan balon yang meledak. Muncul banyak lubang seperti kawah bertebaran di sekitar Venus.
Di bawah serangan yang mengerikan seperti itu, Lindow, Soma, dan Sakuya tak henti-hentinya melompat. Mereka terus melakukannya untuk menghindari serangan tentakel Venus yang besar dan berat.
"Venus masih sama kuatnya seperti kemarin."
"Menyebalkan!"
Lindow dan Soma melompat sambil terus mengayunkan God Arc. Perlahan tapi pasti, mereka semakin mendekat ke tubuh Venus.
Melihat hal ini, Venus mengangkat sulur tentakelnya tinggi-tinggi dan membantingnya ke Lindow dan Soma dengan keras.
__ADS_1
Wuush
Hempasan sulur tentakel yang tebal menyebabkan atmosfer di sekitarnya kacau dan berbuah menjadi gelombang turbulensi yang berputar-putar seperti angin tornado.
Jangankan manusia, Tank saja akan terbelah jika terkena serangan seperti itu.
Namun, di hadapan serangan mengerikan ini, Lindow dan Soma seperti tidak mempedulikan semua ini. Mereka hanya berfokus untuk maju dan menghindar.
Di belakang keduanya, Sakuya telah mengangkat senapan sniper di tangannya dan mengarahkannya ke kepala Venus.
DOR
Suara tembakan terdengar keras. Peluru yang dimuntahkan berputar dan mencabik-cabik udara yang dilaluinya. Peluru tersebut meluncur menuju wajah Venus.
Melihat laju peluru yang datang ke arahnya, Venus mengangkat salah satu sulur tentakelnya untuk melindungi kepalanya.
Dengan mudah, Venus menghalau peluru yang datang padanya. Namun, bukannya meledak dan mengeluarkan api yang dapat melukai Venus, peluru yang ditembakkan Sakuya malah meledak mengeluarkan cahaya putih menyilaukan.
Shiiing
Reflek, Venus menutup matanya setelah melihat cahaya putih menyilaukan yang ada di depannya. Akibatnya, semua serangan Venus berhenti sesaat. Termasuk serangan sulur tentakel yang sejak tadi terus bergerak ke arah Lindow dan Soma.
"Baiklah!" Lindow berkata dengan lantang, "Soma! Sekarang!"
"Aku tahu, kamu tidak perlu memberitahuku lagi!" Soma menatap ke arah Venus. Tak lama kemudian, pedang besarnya yang bergerigi itu terangkat tinggi dan ditarik ke belakang.
Sesaat kemudian, partikel-partikel cahaya berwarna ungu terlihat mulai berkumpul pada bilah pedang bergerigi milik Soma.
Karena tingkat kecocokan yang luar biasa tinggi dengan God Arc, Soma dapat mengaktifkan Blood Art dari God Ark miliknya sendiri untuk melepaskan serangan yang sangat kuat.
"Blood Art ...”
“Charge Crush Boosted!" Di saat Soma meneriakkan nama jurusnya Soma langsung mengayunkan God Arc miliknya.
Partikel-partikel cahaya ungu yang terus berkumpul pada bilah pedang bergerigi Soma tiba-tiba berubah menjadi sebuah gelombang kejut berbentuk bulan sabit berwarna ungu.
Cahaya tajam bulan sabit ungu ini langsung lepas dari bilah pedang Soma dan melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Venus. Serangan ini.membuat seluruh ruang di sekitarnya berfluktuasi. Tanah yang dilewatinya pun langsung hancur berkeping-keping.
BOOM
Dengan suara ledakan seperti misil, cahaya berbentuk bulan sabit ungu mendarat di tubuh Venus dan meledak. Serangan ini memicu api yang kuat dan angin kencang.
"RAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Venus kesakitan.
Tanpa ada jeda, Lindow bergegas menuju ke Venus dan mengangkat God Arc di tangannya.
Partikel cahaya merah mulai berkumpul pada bilah bergerigi dari God Arc Lindow. Di bawah kendalinya, bilah pedang bergerigi tersebut mulai berputar seperti gergaji mesin dan mengeluarkan suara yang menusuk telinga.
“Blood Art …”
“Tornado Rush!”
__ADS_1
Lindow langsung mengayunkan God Arc yang menyerupai gergaji itu dengan kekuatan penuh. Bilah gergaji berputar sangat cepat, sehingga partikel cahaya merah mulai berubah menjadi angin berwarna merah.
Angin merah setajam pedang berputar mengelilingi Lindow dan pedangnya. Dengan cepat, serangan Lindow jatuh mengenai tubuh Venus.
Croot
Suara darah yang muncrat terdengar sangat nyaring.
Tebasan Lindow membuat lubang di tubuh bagian bawah Venus yang menyerupai teratai.
Bagaikan keran air yang terbuka, darah Venus terus bercucuran dengan sangat deras.
Akhirnya, suara lirih Venus yang sedang kesakitan berhenti. Namun, ia tampak sangat marah.
Menghadapi binatang buas yang mengamuk itu, Lindow malah tersenyum. “Jangan marah dulu dong. Para penantang mu masih kurang satu orang lagi. Kalau kamu lengah, kamu bisa mati lho …”
Mendengar ucapan Lindow, Venus menjadi sedikit waspada. Dengan cepat, ia langsung menengok ke arah dinding perlindungan yang ada di dekatnya.
Dari sana, meluncur seorang pria dengan mata sebiru es.
Ryan memandang tajam Venus yang menoleh ke arahnya. Mystic eye of Death Perception terlihat berkilau.
Cahaya putih kebiruan yang sangat terang tiba-tiba mekar dari Moon Blade.
Melihat hal ini, insting Venus meronta mati-matian. Ia merasa bahwa orang yang ada di depannya itu sangat berbahaya.
"RAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Venus berteriak dengan kencang. Ia kini benar-benar berkonsentrasi pada Ryan, dan mengabaikan trio God Eater cabang Timur Jauh.
Walau tidak terlihat menakutkan, tapi Venus merasa bahwa ia akan terluka sangat parah jika tubuhnya terkena tebasan dari belati di tangan Ryan.
Wuush
Dengan kekuatan penuh, Venus mengayunkan sulur tentakelnya hingga mengeluarkan suara siulan bak angin puyuh. Kekuatan dalam serangan ini sebenarnya jauh lebih gila dari serangan sebelumnya. Karena sebelumnya, Venus belum menggunakan kekuatan penuhnya.
Angin kencang yang disebabkan oleh serangan Venus, bertiup ke arah Ryan dan mengenai tubuhnya. Akibatnya, laju Ryan di udara mulai melambat.
Dalam waktu sepersekian detik, sulur tentakel dan cahaya belati putih kebiruan bertemu.
Slash
Dengan kecepatan yang mencengangkan, belati yang berukuran sangat kecil dibanding ukuran sulur tentakel yang tebal dan besar, dengan mudah merobek bagian dalam sulur tentakel.
Belati tersebut menembus kulit di atasnya, dan mengikuti garis kematian yang hanya bisa dilihat oleh Ryan. Alhasil, sulur tentakel tersebut terbelah menjadi dua.
"RAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Venus membuat teriakan penuh amarah.
Dengan menggunakan sulur tentakel yang telah ia belah sebagai pijakan, Ryan kembali melompat ke udara menuju tubuh Venus.
Melihat Ryan yang semakin mendekat, semua sulur tentakel yang ada pada tubuh Venus bergoyang-goyang dengan beringas. Seperti badai, satu demi satu tentakel tersebut menerjang ke arah Ryan yang masih di udara, menutupi seluruh pandangan Ryan.
__ADS_1