
Tiga hari berjalan dengan cepat.
Dalam tiga hari ini, Ryan tidak melakukan apa-apa dan hanya fokus melakukan pelatihan yang diberikan Fan Xinglou seperti biasa. Dia juga melakukan latih tanding dengan Fan Xinglou dan terus meningkatkan kekuatannya sendiri.
Meskipun tidak akan ada kemajuan besar dalam tiga hari ini, tapi Ryan berlatih lebih keras dari biasanya. Karena di dunia selanjutnya, belum tentu ia bisa mendapat kesempatan berlatih seperti ini. Sikap Ryan ini pun membuat Fan Xinglou terkejut.
Tentu saja, Ryan bukan hanya berlatih. Setiap setelah latih tanding dengan Fan Xinglou, Ryan juga menyempatkan diri untuk melakukan Video Call dengan Sylvia.
Karena masih banyak hal yang harus diurus Sylvia, itu membuat jadwal Sylvia menjadi sangat padat. Maka dari itu, Sylvia hanya bisa dihubungi saat malam. Apalagi, Sylvia juga harus menjaga Ursula di Rumah Sakit.
Dan lebih br3ngs3knya lagi, setelah menghubungi Sylvia, Ryan akan menyelinap ke kamar Cecily Wong untuk bermain bercocok tanam selama beberapa ronde. Tentu saja aksi bejat Ryan ini tidak diketahui oleh Sylvia.
Dalam keadaan seperti itu, baik Ryan dan Sylvia berharap untuk memanfaatkan sisa waktunya dengan baik.
Jadi, tiga hari pun telah berlalu.
Pada hari ini, saat senja tiba, Ryan datang ke ruang audiensi Kuil Naga Kuning.
Di sana, Fan Xinglou duduk di kursi singgasananya seperti biasa, menyaksikan Ryan masuk dari luar dengan senyum lebarnya.
"Apakah kamu berencana untuk pergi?"
"Guru?" Ryan tertegun menatap Fan Xinglou dan berkata dengan heran, "Bagaimana Guru tahu bahwa aku berencana untuk pergi?"
"Wanita Tua ini sudah hidup begitu lama, dan aku sudah pernah bertarung dengan berbagai macam orang." Fan Xinglou menatap Ryan dan berkata langsung, "Jadi, aku bisa memahami perasaan seseorang hanya dengan saling bertukar pukulan."
Sebagai Monster Immortal yang hidup selama ribuan tahun, prestasi Fan Xinglou dalam ilmu bela diri telah mencapai batasnya, bahkan telah melampaui batasan manusia di dunia ini.
Oleh karena itu, bahkan jika Ryan tidak memberi tahu Fan Xinglou bahwa ia bermaksud untuk pergi, Fan Xinglou dapat memahaminya selama latih tanding.
Belum lagi Fan Xinglou juga ahli dalam Seisenjutsu. Jika ada teknik untuk membaca pikiran, itu sama sekali tidak mengejutkan.
Tentu saja, kalau Fan Xinglou benar-benar memiliki teknik seperti itu, ia tidak akan bisa mendapatkan informasi mengenai Reincarnation Room.
Selain Reincarnator, tidak ada yang bisa mengetahui informasi mengenai Reincarnation Room. Dan jika Reincarnator secara sukarela mengungkap informasi mengenai Reincarnation, maka dia akan langsung dimusnahkan.
__ADS_1
Maka dari itu, Ryan tidak khawatir jika Fan Xinglou akan mendapat informasi mengenai Reincarnation Room darinya.
Setelah kejutan itu, Ryan menghela nafas panjang dan berlutut dengan satu kaki di hadapan Fan Xinglou.
"Guru! Terima kasih atas semua yang Guru telah ajarkan selama ini!" ucap Ryan dengan lantang.
Suara Ryan ini pun bergema di ruang audiensi Kuil Naga Kuning dan tidak berhenti untuk waktu yang lama.
Fan Xinglou tersenyum lembut dan berkata, "Dari awal, Wanita Tua ini sudah berkata, bahwa aku mengajarimu Teknik Bela Diri hanya untuk memuaskan diriku sendiri."
"Jujur saja, perkembanganmu selama setengah tahun ini membuat Wanita Tua ini terkejut. Dan aku berharap kamu bisa secepatnya membuatku puas."
"Selain hal tersebut, aku tidak terlalu peduli. Wanita Tua ini juga tidak akan bertanya kemana kamu akan pergi. Bahkan kamu akan kembali atau tidak, aku juga tidak peduli." Fan Xinglou menatap Ryan dan berkata, "Jadi, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan."
Inilah ideologi Fan Xinglou, di mana ia menitik beratkan pada kebebasan murid-muridnya dan tidak mempedulikan tentang hal lainnya.
"Hanya saja, ada sesuatu yang harus kamu ingat dari Wanita Tua ini."
Fan Xinglou tersenyum menyeringai. "Karena kamu adalah muridku, murid dari Banyuu Tenra, maka kamu hanya boleh mendaki ke puncak dan tidak boleh jatuh sekalipun."
"Lalu, jika kamu kembali ke sini tanpa ada peningkatan kekuatan, maka jangan pernah menemui Wanita Tua ini."
Ryan yang masih dalam posisi berlutut dengan satu kaki di tanah, melihat ke tempat Fan Xinglou menghilang.
Sampai satu jam kemudian, Ryan baru berdiri dan berbalik meninggalkan ruang audiensi. Tanpa berpamitan pada murid-murid Banyuu Tenra lainnya, Ryan pergi dari Jie Long.
~***~
Setelah meninggalkan Jie Long, Ryan berjalan-jalan di pusat kota Asterisk.
Jalanan di Kota Asterisk masih saja ramai dengan pejalan kaki. Tapi kehadiran mobil di yang lalu-lalang di jalan utama bisa dihitung dengan jari.
Berjalan di tengah kerumunan, Ryan melepas seragam Jie Long dan menggantinya dengan pakaian kasual yang sangat biasa.
Saat sedang berjalan tanpa tujuan, Ryan tanpa sengaja mengangkat kepalanya untuk melihat ke layar besar yang menempel di sebuah gedung.
__ADS_1
Dalam layar besar itu, tampil sebuah siaran langsung yang tampak begitu penting. Penasaran dengan tayangan tersebut, Ryan menghentikan langkahnya dan bergabung dengan beberapa orang yang juga menonton dengan tayangan siaran langsung tersebut.
Dan ternyata, siaran langsung itu adalah konferensi pers yang diadakan Sylvia.
Pada konferensi pers tersebut, salah seorang wartawan bertanya kepada Sylvia, "Sylvia-san, kami mendengar bahwa Anda telah membatalkan banyak konser di seluruh dunia akhir-akhir ini."
"Anda juga telah memutus banyak kontrak iklan. Secara tidak langsung, hal ini telah menyebabkan kerugian besar. Apa alasan Anda melakukan semua ini?"
Menghadapi pertanyaan seperti ini, Sylvia hanya tersenyum tanpa cela dan menjawab, "Karena aku ingin bersama dengan orang yang paling penting dalam hidupku."
Begitu jawaban seperti itu terdengar dengan jelas, bukan hanya para wartawan yang terkejut, bahkan orang-orang yang menonton bersama Ryan di pinggir jalan juga ikut tercengang.
Hanya Ryan yang tidak terkejut. Tak bisa menahan tawanya, Ryan tertawa dengan keras. "Hahahahahaha …"
Hal ini tentu mengundang banyak perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
"Hei, bukankah itu Ryan dari Jie Long?"
"Ah … iya benar, itu Ryan! Tapi kenapa dia tertawa seperti itu?"
"Mungkin dia sakit hati begitu menonton konferensi pers ini."
"Bisa jadi, aku dengar mereka begitu dekat sebelumnya."
"Kasihan sekali …"
"Benar, kasihan sekali …"
Para pejalan kaki saling berbisik dan menatap Ryan penuh rasa iba.
Hal ini tentu membuat Ryan sedikit tidak nyaman. 'Anjir, kalian salah paham!'
Tak mau berlama-lama di situ, Ryan segera bergegas pergi menuju sebuah gang kecil yang sepi.
Tak lama kemudian, suara notifikasi Sistem Reincarnation Room terdengar di telinga Ryan.
__ADS_1
[Reincarnator dengan nomor serial 124.888 sudah menghabiskan waktu selama 3 hari di dunia The Asterisk War. Saatnya kembali ke Reincarnation Room]
Seketika itu, tubuh Ryan berubah menjadi butiran debu bintang yang indah dan menghilang dari dunia ini.