Reincarnation Room

Reincarnation Room
Ujian Lantai 2 Menara Reinkarnasi (II)


__ADS_3

"Flashing Dash: Flying Moon (Sensō: Tonde Iru Tsuki)!"


Tendangan sekeras batu mendadak dilepaskan kaki Ryan dan langsung menghantam tanah berpasir.


Boom


Di bawah suara ledakan, pasir pada area yang dihantam kaki Ryan, langsung menyembur ke atas dan menciptakan gelombang kejut. 


Bagaikan ledakan bom, pasir-pasir yang menyembur itu berubah menjadi tiarai pasir dan menyebar ke segala arah dengan cepat.


Beberapa Kalajengking hitam yang melompat di udara langsung tertelan tirai pasir tersebut.


Sedangkan Kalajengking yang menyerang dari dalam pasir langsung terlempar keluar dari persembunyiannya.


Akan tetapi, Ryan sudah tidak ada lagi di sana. Alhasil, Kalajengking-Kalajengking tereebut menerjang tempat kosong dan saling bertabrakan.


Tiba-tiba saja, Ryan muncul di belakang para Kalajengking itu bagaikan fatamorgana.


"Flashing Sheath: Instant Prison (Sensa: Hayai keimusho)!"


Tebasan belati di tangan Ryan menciptakan banyak kilatan cahaya.


Slash


Seketika itu, cahaya belati itu langsung merobek tubuh beberapa Kalajengking raksasa, membuat darah Kalajengking tumpah keluar. 


Croot Croot Croot


Suara darah yang menyemprot keluar terus berdering di padang pasir tak berujung ini.


Dalam sekejap, tumpukan mayat Kalajengking berjejeran di kanan dan kiri Ryan hingga membentuk sebuah jalan. 


Walau begitu, Ryan tidak berhenti membantai dan membantai Kalajengking raksasa lainnya. Belati di tangannya telah berubah menjadi kilatan cahaya pedang yang terus memotong lawan di sekitarnya.


Sisik hitam Kalajengking yang kokoh itu dapat dipotong dengan mudah bagaikan selembar kertas yang rapuh. Darah terus berceceran dan dengan cepat terhisap ke dalam pasir.


Pada saat ini, sudah ada lebih dari 20 Kalajengking yang telah mati.


Dari dalam pasir, beberapa kait ekor Kalajengking mendadak keluar dan menghujam ke tubuh Ryan. 


Slash


Dalam satu tebasan, ekor-ekor tersebut putus. Hal ini membuat Kalajengking yang berada dalam pasir menggeliat hebat. 


"Siiiiii!"


Suara mendesis tajam terdengar dari dalam gundukan pasir yang terus bergerak. Ryan lalu dengan mudah membunuh Kalajengking-Kalajengking itu. 


Dari kejauhan, gelombang susulan pasukan Kalajengking bergerak melintasi padang pasir bagaikan pasukan semut.


“Siiiiii~”


“Siiiiii~”


Suara desisan pasukan Kalajengking membuat suasana menjadi gaduh.

__ADS_1


Melihat semua ini, Ryan yang telah membunuh semua Kalajengking di sekitarnya berhenti sesaat. Tak lama kemudian, sebuah cahaya merah memercik di depan Ryan.


Dor


Ini adalah teknik Invisible Bullet. Peluru yang tidak bisa ditangkap dengan mata t3lanjang menembus udara, memisahkan debu di sekitar mereka, dan jatuh ke arah pasukan Kalajengking tersebut..


BOOM


Sebuah ledakan dahsyat tercipta ketika peluru yang Ryan tembakkan mengenai salah salah satu Kalajengking. 


Ini adalah efek dari peluru Khusus yang Ryan dapatkan di dunia Aria The Scarlet Ammo, yaitu Peluru Butei, dengan jenis Peluru Peledak.


Di dunia sebelumnya, Ryan sama sekali tidak sempat menggunakannya saat menyerang IU. Terlebih lagi harganya yang sangat mahal, membuat ginjal Ryan bergetar.


Namun, sekarang Ryan telah kembali ke Reincarnation Room, jadi Ryan sudah tidak lagi mengkhawatirkan masalah keuangan.


Di bawah ledakan itu, ada banyak Kalajengking yang mati. Akan tetapi, ledakan itu tidak membunuh Kalajengking yang bersembunyi di dalam pasir. 


Para Kalajengking itu pun langsung melompat keluar dari dalam pasir dan menerjang secepat kilat ke arah Ryan.


Mendapat serangan ini, dengan tenang Ryan mengamati garis kematian pada tubuh mereka dan menebasnya.


Slash Slash Slash


Suara tebasan demi tebasan terdengar bagaikan melodi indah di tengah hujan darah. Ini bukan lagi sekedar pembantaian biasa, akan tetapi pemusnahan spesies.


Ryan benar-benar melampiaskan semua kesedihannya dan bersenang-senang dalam membantai pasukan Kalajengking ini. Ia benar-benar telah berubah menjadi berserker haus darah.


Ryan yang telah kehilangan akal sehat ini membuat takut Kalajengking lainnya. Banyak dari mereka yang akhirnya kembali bersembunyi ke dalam pasir sambil mengukur waktu agar Ryan gagal dalam tes ini.


BOOM BOOM


Ledakan demi ledakan tercipta, cahaya api membumbung tinggi beserta debu-debu yang bertebaran. Pemandangan ini benar-benar seperti adegan dalam film perang.


Aksi ini membuat para Kalajengking yang bersembunyi terpaksa keluar dari persembunyiannya. Ketika mereka keluar, Ryan langsung menebas mereka dengan Moon Blade.


Slash Slash Slash


Kilatan cahaya putih kebiruan memotong apapun yang ada di sekitarnya.


Tak lama kemudian, suara notifikasi sistem terdengar di telinga Ryan.


Ding


[Ujian telah selesai]


[Anda berhasil menyelesaikan ujian ini hanya dalam waktu empat menit tiga puluh detik]


[Hasil Evaluasi : S+]


[Selamat, Reincarnator dengan nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan Ujian Lantai 2 Menara Reinkarnasi]


[Anda dapat memilih 2 dari 4 pilihan yang kami berikan sebagai hadiah]


______________________________________________________________________

__ADS_1


Daftar Hadiah :


- Pilihan Pertama : STR +2


- Pilihan Kedua : VIT +2


- Pilihan Ketiga : AGI +2


- Pilihan Keempat : INT +1


______________________________________________________________________


[Silahkan Pilih]


Mendengar suara sistem dan juga layar hologram yang ada di depannya, akhirnya terbangun dari kondisi berserk-nya.


Setelah membunuh banyak Kalajengking, semua perasaan sedih atas meninggalnya Rea mulai menghilang. “Aku nggak nyangka bakal mengamuk seperti ini. Tapi dengan begini, beban berat di hatiku sedikit terangkat.”


“Dan sekarang, aku bisa sedikit lebih fokus dalam memperkuat diriku!”


Setelah mengatakannya, Ryan mulai melihat halaman Daftar Hadiah yang tampil di depannya.


“Hmm, jadi kali ini tidak ada hadiah Poin ya. Tapi dengan hilangnya hadiah poin, hadiah Poin Atribut meningkat.”


“Namun sayang, yang aku butuhkan hanya Poin Atribut AGI. Sementara lainnya, aku nggak terlalu membutuhkannya.” gumam Ryan sambil menggaruk rambutnya.


Bagaimanapun, Ryan adalah Reincarnator yang mengambil spesialisasi pada peningkatan kecepatan. Dengan Mystic Eyes of Death Perception, selama Ryan memiliki kecepatan tinggi, maka tidak ada yang tidak bisa dibunuhnya.


“Meski begitu, aku tetap kesulitan saat berhadapan dengan Sherlock.” Ryan tersenyum masam begitu mengingat pertarungan di antara mereka berdua.


Ryan sebelumnya kalah bukan karena Mystic Eyes of Death Perception terlalu lemah, tetapi Kemampuan Khusus Cognis milik Sherlock terlalu kuat dan akurat. Terlebih lagi, dengan Deduksi Penalarannya, Sherlock dapat menebak kemampuan utama dari Mystic Eyes of Death Perception


Mystic Eyes of Death Perception memang Kemampuan Khusus yang sangat kuat, akan tetapi kelemahannya juga sangat jelas. Jika Ryan tidak dapat menyentuh ataupun memotong garis kematian, maka hal itu akan sia-sia. 


Ini dapat terlihat ketika Ryan berusaha memotong garis kematian Hidan. Ryan gagal memotongnya karena Hidan tiba-tiba berakselerasi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari Ryan. Dari sini, sudah dapat dilihat kelemahan fatal Mystic Eyes of Death Perception.


Memikirkan hal ini, Ryan tiba-tiba terbangun renungannya dan mengerutkan dahinya. Ia langsung menyadari apa yang salah dengan dirinya. "Sepertinya, aku terlalu bergantung pada Mystic Eyes of Death Perception."


Dengan kata lain, Ryan selalu menganggap Mystic Eyes of Death Perception memiliki kelemahan. Padahal, Ryan sendirilah yang memiliki kelemahan fatal.


"Jika aku nggak memiliki Mystic Eyes of Death Perception, maka aku …”


Tidak diragukan lagi, Ryan pasti akan mati sejak dunia pertama.


Setelah beberapa saat, Ryan menghela napas. “Haah~”


Tanpa ada keraguan, Ryan menekan pilihan pertama dan ketiga, yaitu atribut STR dan AGI.


Dengan begini, Ryan mulai berusaha menutupi kelemahannya sendiri. Dari yang awalnya bertipe kecepatan ekstrim, menjadi tipe kecepatan serba bisa. 


Ding


[Dengan berhasilnya Anda melewati Ujian Lantai 2 ini, Anda berhak untuk naik ke lantai 3. Pada kunjungan Anda berikutnya, Anda bisa langsung pergi ke Lantai 3]


[Apakah Anda ingin naik ke Lantai 3?]

__ADS_1


“Ya, bawa aku ke lantai selanjutnya!”


__ADS_2