
Jeeder
Suara raungan menggelegar di ruang besar ini. Amukan petir yang meledak, memicu sengatan listrik bergemuruh ke segala arah.
Dalam serangan kilatan petir ini, sosok Ryan bagaikan sebuah bola yang sedang dibombardir serangan bom.
"Arghhh!" Walau Ryan belum terkena serangan petir secara langsung, akan tetapi kulit Ryan serasa terbakar.
Untuk menghindari serangan petir yang lebih besar, Ryan segera melakukan backflip ke belakang.
Setelah berhasil melakukan backflip, Ryan segera mundur hingga jarak di antara Sherlock dan Ryan mencapai belasan meter.
Saat Ryan telah keluar dari jangkauan serangan petir, ia berhenti sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Di dalam area kilatan petir yang masih menyambar-nyambar, Sherlock berdiri di sana dengan ekspresi terkejut. Ia pun memberi pujian pada Ryan.
"Aku sudah mencoba yang terbaik untuk tidak terkejut."
"Tapi, tetap saja aku tidak menyangka kamu dapat bereaksi di menit terakhir dan segera keluar dari jangkauan seranganku. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi luka yang diakibatkan serangan langsung petir ini."
"Benar-benar menakjubkan."
Akan tetapi, Ryan tidak mengharapkan pujian ini.
Apa yang digunakan Sherlock barusan merupakan salah satu Kemampuan Khusus yang Sherlock salin dari anggota IU.
Sebagai Pemimpin IU, Sherlock sudah sewajarnya memiliki banyak Teknik dan Kemampuan Khusus.
Dan yang paling berbahaya adalah Kemampuan Khusus Cognis, dimana Sherlock dapat melakukan prediksi dan deduksi penalaran secara bersamaan. Bahkan keberadaan Mystic Eye of Death Perception pun berhasil Sherlock bongkar menggunakan Cognis.
Memikirkan semua ini, ekspresi Ryan benar-benar buruk.
Ini adalah pertama kalinya Ryan menemui musuh seperti ini. Bukan hanya kuat, tapi juga menggunakan otaknya.
Dalam dunia Kabaneri The Iron Fortress dan God Eater, lawannya selalu menggunakan dominasi kekuatan tanpa menggunakan otak. Dan ini sangat berbeda dengan Sherlock Holmes.
Hanya dengan menganalisa gerakan Ryan sebentar, ia sudah membongkar banyak rahasia. Bahkan memprediksi semua serangannya.
'Jika aku menggunakan stigma sekarang, itu artinya aku telah dengan sengaja masuk ke dalam jebakannya.'
'Tapi kalau aku nggak menggunakan Stigma, bagaimana caranya aku bisa mengalahkannya?' pikir Ryan sambil terus memperhatikan Sherlock.
"Kalau begitu, aku hanya bisa mencobanya."
Ryan menggenggam belati secara terbalik, seolah-olah belati itu adalah taring cheetah.
Ryan secara bertahap menurunkan postur tubuhnya sampai tangan kirinya yang kosong itu ditekan ke tanah.
Postur ini mirip seperti cheetah yang berancang-ancang memburu mangsanya.
"Hoo~" Melihat postur Ryan, Sherlock perlahan mengangkat pedang di tangannya.
Ryan menarik napas dalam-dalam sembari menatap Sherlock dengan mata mistiknya yang dingin.
__ADS_1
Sesaat kemudian, Ryan menghentakkan kakinya ke tanah dan meluncur ke arah Sherlock bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.
Akan tetapi, Sherlock tampaknya telah memprediksi pergerakan Ryan.
Dengan sebuah dorongan kecil, pedang di tangan Sherlock langsung menusuk ke arah tenggorokan Ryan.
Menghadapi tusukan yang sudah semakin dekat dengan tenggorokannya itu, Ryan memilih untuk tetap maju dan tidak mundur sama sekali.
Belati di tangan Ryan berubah menjadi kilatan cahaya putih. Dengan kecepatan tinggi, belati tersebut menyambut ujung pedang Sherlock yang mengincar tenggorokan Ryan.
"Flashing Sheath: Four Crossroad (Sensa: Shi-Tsu no kōsaten)!"
Seketika itu, kilatan cahaya putih itu berubah menjadi 4 kilatan putih, menyambut tusukan pedang yang datang.
Ting
Kilatan cahaya pertama menghantam ujung pedang Sherlock dan menangkisnya hingga memicu percikan api.
Slash
Kilatan cahaya kedua menerobos atmosfer, memotong tubuh Sherlock. Akan tetapi, dari tubuh Sherlock muncul sebuah tekanan angin yang kuat, sehingga serangan kedua Ryan ini hanya bisa memotong perisai angin.
Tak lama kemudian, Kilatan cahaya ketiga dan keempat terbang langsung ke arah leher dan jantung Sherlock.
Melihat serangan ini, Sherlock tersenyum masam. "Serangan ini agak sedikit berbahaya."
Walau begitu, Sherlock sama sekali tidak panik. Ia kemudian langsung mengaktifkan salah satu Kemampuan Khususnya.
Kratak Kratak
Dalam suara kondensasi yang terdengar jelas, hembusan dingin muncul dari tubuh Sherlock, membuat kedua kilatan cahaya itu membeku seperti es.
Kedua kilatan tersebut menghilang dan digantikan dengan sebilah belati.
Walau tekniknya telah dipatahkan, Ryan tetap melanjutkan serangannya pada Sherlock.
Ting Ting
Bagaikan roda angin, pedang Sherlock dan belati Ryan, saling beradu. Dengan mudahnya, Sherlock menghalau serangan Ryan.
Tanpa ada jeda, Ryan langsung menggunakan Teknik Membunuh Nanaya.
"Flashing Sheath: Seven Night (Sensa: Shichiya)!"
Hanya ada satu tebasan, tetapi efek yang dihasilkan seakan-akan ruang di depannya terpotong menjadi dua.
Menghadapi teknik paling cepat yang pernah Ryan pelajari, Sherlock langsung melakukan blocking dengan pedangnya.
Clang
Bersama dengan suara seperti bel, pedang suci yang dipuji Sherlock sebagai harta karun inggris itu langsung terbang tinggi ke udara.
Ryan akhirnya bisa menyingkirkan senjata Sherlock.
__ADS_1
"Kesempatan!"
Tanpa membuang waktu, Ryan langsung melakukan serangan lanjutan.
Berdasarkan Mystic Eye of Death Perception, Ryan dapat melihat garis kematian yang ada pada angin. Ia lalu menebas garis kematian angin di sekitar Sherlock untuk membuat Sherlock tidak menyadari arah serangannya.
Slash
Kilatan cahaya yang sangat cepat melintasi ruang bagaikan petir dan menebas dengan keras.
Saat belati Ryan akan menebas kepala Sherlock, tiba-tiba cahaya merah muncul dari tubuhnya.
Shiiiing
Sontak, Mata Ryan pun langsung dipenuhi cahaya merah menyilaukan ini.
"Apa ini?!" Ryan terkejut.
Karena dari cahaya merah ini, Ryan dapat merasakan kekuatan mengerikan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Kekuatan ini jelas berada di tingkat yang lebih tinggi. Tidak peduli siapa, belum ada yang pantas untuk bisa dibandingkan dengan cahaya merah itu.
Tanpa memperdulikan kengerian dari cahaya merah itu, Ryan tetap menyerang Sherlock.
Tebasan yang sangat cepat menghantam dan memotong udara, meninggalkan bekas tebasan belati yang menyilaukan di udara.
Slash
"Ini?!" Ryan sangat terkejut.
Di saat yang sama, cahaya merah tersebut menghilang. Begitu pula dengan Sherlock.
Sosok Sherlock benar-benar telah menghilang dari tempatnya berdiri. Bukan karena terlalu cepat, ataupun berada dalam titik buta, melainkan benar-benar menghilang.
Setelah beberapa saat, suara Sherlock perlahan terdengar. "Kemampuan ini disebut Teleportasi. Apakah aku juga perlu menjelaskan cara kerja kemampuan ini?"
Mendengar suara ini, Ryan langsung menoleh ke arah suara tersebut.
Di depan ruangan, sosok Sherlock mendadak muncul dengan tubuh yang tampak terbentuk dari kondensasi partikel cahaya.
"Kamu!" Sepasang mata mistik es pun terbelalak melihatnya.
'Anjir, aku nggak menyangka kalau Sherlock masih memiliki kartu As seperti ini!'
'Bukankah itu artinya, selain kekuatan ofensif dan defensif, Sherlock memiliki kemampuan untuk kabur juga?'
'Ini benar-benar curang!' teriak Ryan dalam hati.
'Tapi kalau dipikir-pikir, bukankah artinya selama ini Sherlock hanya bermain-main denganku?'
'Dia bisa saja menggunakan teleportasi sejak awal untuk menghindari seranganku. Bahkan dia juga bisa muncul di belakangku secara tiba-tiba dan menusukku dari belakang.'
Semakin memikirkannya, semakin Ryan sadar ada yang ganjil.
__ADS_1