
Ryan dapat dengan jelas merasakan tekanan yang terjadi di sekitarnya. Hal ini membuat hati dan tubuh Ryan menegang.
Sebaliknya Fan Xinglou, ia terlihat biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ia hanya melihat ke arah pintu, dan berkata dengan suara yang lembut.
"Karena kamu sudah datang, keluarlah. Tak perlu bersembunyi lagi. Wanita Tua ini jadi tidak bisa menyambutmu jika kamu terus bersembunyi."
Setelah Fan Xinglou berbicara seperti itu, tiba-tiba saja muncul suara yang menyahutnya.
"Akulah yang mencarimu, jadi kamu tidak perlu melakukan hal seperti itu."
Dari pintu ruang audiensi, sosok wanita bertudung dan berjubah gelap mendadak muncul dan perlahan masuk.
Mata bagian atas wanita itu tertutup sebagian oleh tudungnya, membuatnya terlihat aneh dan juga misterius.
Tapi, bisa membobol masuk Kuil Naga Kuning saja sudah cukup menunjukkan bahwa dia bukan orang biasa.
Karena, siapapun yang menerobos masuk tanpa izin dari Fan Xinglou, pasti akan tersesat dalam lorong tak berujung, atau terjebak dalam kantong dimensi.
Fan Xinglou terus menatap wanita yang berjalan perlahan itu. Ia kemudian memiringkan kepalanya. Saat wanita itu semakin dekat, Fan Xinglou sedikit terkejut.
"Aku merasakan aura yang familiar darimu, tapi sepertinya kamu berbeda dengan orang yang aku kenal, siapa kamu?"
Mendengar ini, sosok wanita itu menghentikan langkahnya. Tak lama kemudian, wanita tersebut melepas jubah di tubuhnya.
Tampak dari balik jubah, sesosok wanita muda cantik berpakaian casual biasa dengan lekuk tubuh yang tegas.
Walau wanita itu terlihat menawan, tapi Fan Xinglou sama sekali tidak melihat wajahnya. Akan tetapi, ia melihat ke sebuah kalung berbentuk mata raksasa.
Melihat kalung itu, pupil Fan Xinglou sedikit menyusut. Ia lalu mengangkat kepalanya dan memandang mata kalung itu dengan mata bercahaya.
Sesaat kemudian, mata Fan Xinglou kembali normal. Dengan ekspresi tercerahkan, Fan Xinglou berkata, "Jadi begitu, ternyata itu kamu. Wanita tua ini berpikir, siapa orang yang mampu membobol Kuil Naga Kuning. Bahkan aku agak bersemangat untuk menghadapinya."
"Kamu sama sekali tidak berubah. Kamu masih sama seperti dulu, tidak tertarik pada siapapun kecuali lawan yang kuat "
Dari nada dialog kedua orang itu, Fan Xinglou jelas mengenal wanita itu.
Hanya saja, di hadapan wanita ini, Fan Xinglou berkata dengan wajah kurang tertarik, "Kamu datang kemari untuk menemui Wanita Tua ini, mungkinkah untuk merayuku?"
Wanita itu terdiam, kemudian, dengan nada acuh tak acuh, berkata, "Kamu tahu, aku sekarang sedang memulai sebuah rencana secara diam-diam. Untuk menjalankan rencana ini, kami membutuhkan bantuan banyak orang."
"Dan diantara orang yang aku kenal, tidak diragukan lagi bahwa kamu lah yang paling cocok untuk membantuku."
Dengan kata lain, wanita itu benar-benar datang untuk merayu fan Xinglou. Dan ini bukan pertama kalinya.
"Aku akan mengatakannya lagi." Tanpa nada emosional, Wanita itu menatap Fan Xinglou dan berkata, "Bantu aku."
Saat mengucapkannya, seluruh ruang audiensi langsung dipenuhi tekanan yang berat.
Namun, Fan Xinglou mengabaikan tekanan ini dengan mudah.
"Berapa kali aku harus berkata, Wanita Tua ini tidak tertarik dengan rencanamu! Wanita Tua ini sudah sangat puas dengan kehidupan saat ini."
"Aku tidak terlalu paham." Wanita itu setengah berbisik tanpa emosi. "Kamu adalah entitas yang keberadaannya tidak bisa diabaikan oleh dunia. Tapi, kenapa entitas sepertimu ini malah tinggal di sekolah dan menjadi seorang Ketua OSIS?"
"Karena inilah aku tidak tertarik dengan rencanamu." Fan Xinglou tersenyum dan memandang kalung besar seperti mata, seakan-akan ia sedang berbicara dengan kalung tersebut. "Kalau kamu benar-benar ingin membujuk Wanita Tua ini, setidaknya pahami dulu perasaan manusia."
"Hal semacam itu sama sekali tidak masuk akal." Wanita itu berkata dengan dingin, “Dan juga, kamu bukan manusia, tapi monster Immortal kuno."
Fan Xinglou tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha … karena menjalin kontak dengan manusia adalah hal yang paling menarik."
__ADS_1
Sadar tidak dapat mengubah pendirian Fan Xinglou, wanita itu menggelengkan kepalanya tanpa ekspresi.
"Kalau begitu, aku harap kamu tidak menjadi musuhku."
Setelah berkata seperti itu, wanita itu berbalik dan bersiap untuk pergi.
Namun, tiba-tiba saja Ryan membuka mulutnya. "Bolehkah aku berbicara denganmu?"
Langkah kaki wanita itu tiba-tiba terhenti.
"Hmm?" Fan Xinglou agak terkejut dengan aksi Ryan.
Ryan lalu melihat ke arah kalung besar itu dan berbicara dengan perlahan namun keras. "Bisakah kamu memberiku tubuh yang kamu tempati sekarang?"
Ketika kalimat ini keluar dari mulut Ryan, suasana ruang audiensi tiba-tiba berubah.
Dari yang semula dipenuhi tekanan berat, kini menjadi rasa penindasan yang sangat mencekam.
Tak lama kemudian, wanita itu perlahan berbalik menghadap Ryan. Wanita itu melihat Ryan dengan padangan kosong dan memuntahkan kata-kata dingin.
"Kamu sepertinya tahu banyak hal tentangku."
Dari awal hingga akhir, tidak ada sedikitpun fluktuasi emosi dari wanita itu. Akan tetapi, saat ini, dia menunjukkan sikap permusuhan yang dingin.
Shiiiii
Permata besar yang terletak di tengah kalung itu tiba-tiba menyala dengan cahaya kegelapan yang menyilaukan. Cahaya itu terasa sangat gelap dan sunyi.
Dalam waktu singkat, tubuh Ryan langsung diselimuti oleh cahaya hitam itu dan tertelan di dalamnya.
~***~
Akan tetapi, walau kepalanya sangat sakit, namun hati Ryan tetap tenang.
"Kamu ingin menghapus ingatanku?"
Ryan tahu, bahwa cahaya gelap yang menyelimuti tubuhnya ini adalah Kemampuan untuk menyerang pikiran.
Jika Genestella lain melihatnya, mereka pasti terkejut dengan kuatnya kemampuan ini.
Sebab, Kemampuan jenis serangan mental secara teoritis tidak bisa bekerja untuk genestella.
Kemampuan semacam ini, seringkali akan terhalang oleh Prana dan Mana, sehingga serangan semacam ini tidak terlalu berefek pada Genestella.
Namun, berbeda dengan serangan mental biasa, serangan mental yang dialami Ryan mampu menembus semua penghalang.
Sakit kepala yang kuat terus-menerus menyerang pikiran Ryan, membuat penglihatan Ryan mulai kabur.
Merasakan energi yang menyerang pikirannya semakin dalam, Ryan menarik napas dalam-dalam dan menutup matanya.
Belati dengan simbol bulan sabit mendadak muncul di tangannya.
Ryan tiba-tiba membuka matanya, dan sepasang pupil gelap itu segera berubah menjadi biru es.
Saat itu juga, Ryan dapat melihat garis-garis seperti retakan yang menyebar di permukaan cahaya gelap.
Slash
Belati di tangan Ryan langsung memotong Garis Kematian, menyebabkan kegelapan yang terus berusaha masuk lebih dalam ke dalam pikirannya berhenti.
Kratak Kratak
__ADS_1
Pyar
Seketika itu, kegelapan pekat yang menyelimuti Ryan hancur seperti cermin dan menjadi puing-puing, tersebar di udara.
Ryan akhirnya terbebas dari tempat gelap itu.
Melihat apa yang terjadi dengan mata kepalanya sendiri, wanita itu tetap memasang wajah tanpa emosi dan acuh tak acuh.
"Oya oya?" Fan Xinglou tersenyum lebar melihat semua ini. "Bahkan itu bisa membunuh sebuah Kemampuan? Sangat menarik!"
Tampaknya Fan Xinglou sudah lama mengantisipasi hasil seperti ini dan memilih untuk diam.
"Kamu …" Untuk pertama kalinya, Wanita itu menggunakan tekanan dalam berbicara. "Siapa kamu?!"
"Maaf-maaf, aku lupa memperkenalkan diri.” Belati di tangan Ryan telah menghilang dan warna matanya juga sudah kembali normal.
Ryan kemudian tersenyum. "Namaku Ryan, dan Fan Xinglou adalah guruku."
"Guru?" Wanita itu tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak melihat ke arah Fan Xinglou. "Dia adalah muridmu?"
Fan Xinglou tertawa geli. "Benar, dia adalah muridku. Meskipun baru saja bergabung, tapi ia memiliki Kemampuan Khusus yang mungkin kelak dapat memuaskanku."
"Apa kamu gila?" Wanita itu berkata dengan acuh tak acuh, "Meskipun aku tidak tahu Kemampuan Khusus macam apa yang dia miliki, tapi aku yakin Kemampuan itu sangat berbahaya. Apakah kamu benar-benar serius ingin melatihnya? Itu sangat berbahaya!"
Fan Xinglou tertawa terbahak-bahak. "Hahahahaha … bagaimanapun juga, Wanita Tua ini sudah lama tidak merasakan bahaya. Hanya dengan cara ini, dia dapat memuaskan tubuh tua ini."
Wanita itu dengan dingin menatap Fan Xinglou yang tertawa dan kembali menatap Ryan.
"Aku memperingatkanmu, lebih baik kamu tidak berhubungan denganku lagi. Jika tidak, bahkan jika kamu adalah murid Wanita Tua itu, aku tidak akan bersikap lunak."
Mendengar ini, Ryan segera membalas ucapannya. "Aku terlalu malas untuk berhubungan denganmu. Yang aku inginkan hanya tubuhmu saja."
Jika orang lain yang mendengar ucapan Ryan ini, pasti mereka akan mengira bahwa Ryan adalah seorang pria brengsek.
Namun, yang maksud Ryan bukanlah itu.
Melihat kalung raksasa yang tergantung di depan wanita itu, Ryan menjadi sangat serius. "Orga Lux sepertimu, pasti bisa dengan mudah pindah ke tubuh yang lain."
Wanita itu tiba-tiba terdiam. Hanya saja, dari tubuhnya, menyeruak tekanan yang lebih hebat dari sebelumnya.
Itu adalah reaksi yang sama seperti ketika rahasia terbesar seseorang telah diketahui oleh orang lain.
Faktanya, wanita yang ada di depan Ryan hanyalah cangkang tanpa kesadaran. Sementara yang mengendalikan tubuhnya adalah Orga Lux berbentuk Kalung. Permata Merah yang ada di tengah kalung merupakan Urm Manadyte.
Dengan kata lain, kalung tersebut adalah Orga Lux yang memiliki Kemampuan untuk merebut tubuh penggunanya.
Ryan lalu dengan lantang memanggil nama Orga Lux tersebut. "Valda-Vaoth."
"Tubuh yang kamu gunakan adalah Guru dari temanku. Jadi, kembalikan tubuh itu sekarang!"
Begitu kata-kata itu keluar, keheningan yang tak terlukiskan mulai meresap ke angkasa.
Wanita yang dipanggil Ryan sebagai Valda-Vaoth hanya dengan dingin menatap Ryan. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Jangan mencampuri urusan orang lain."
Setelah mengatakannya, Valda-Vaoth langsung berbalik dan meninggalkan Kuil Naga Kuning.
Melihat kepergian Valda-Vaoth, Ryan berkedip segera menyentuh Orga Lux yang ada di pinggangnya. Namun, saat Ryan akan menariknya, tangan Ryan ditahan oleh Fan Xinglou.
"Jangan gegabah!" Fan Xinglou berkata, "Entah kamu bisa mengalahkannya atau tidak, tapi aku tidak yakin kamu bisa mengejarnya."
Kali ini, giliran Ryan yang terdiam. Menyaksikan Valda-Vaoth yang semakin menjauh dari belakang, Ryan menghela nafas panjang dan bergumam, "Sepertinya aku harus menyusun rencana dengan baik …"
__ADS_1