
Saat ini, Ryan menunjukkan ekspresi yang sangat serius. Ia tidak lagi memperdulikan luka pada bagian perutnya. Bahkan, ia berjalan dengan tegas ke arah Dyaus Pita (Heavenly Father) seakan ia tidak merasakan sakit sama sekali.
Mungkin, karena atmosfer yang diberikan Ryan sangat berbeda, Dyaus Pita (Heavenly Father) tampak sedikit tercengang.
Mendadak, Ryan menutup matanya. Ia kemudian menenggelamkan dirinya jauh ke dalam jiwanya. Di sana, ada sebuah simbol misterius berbentuk bintang David✡️ dengan 6 sisi. Simbol ini dikelilingi garis putih yang membentuk lingkaran.
Inilah kartu As yang Ryan simpan selama ini. Dan sekarang, Ryan mengambil resiko untuk mengaktifkannya
"Aktifkan Stigma …"
Begitu Ryan mengatakannya, sebuah cahaya menyilaukan muncul dari balik tangan kanan Ryan. Perlahan, sebuah garis putih muncul membentuk tato dengan simbol bintang David✡️. Di sekeliling bintang tersebut, terdapat garis putih melingkar.
Setelah cahaya di balik tangan kanan Ryan mulai meredup, tubuh Ryan mendadak seperti terbakar. Aura putih terus berkobar-kobar di sekujur tubuh Ryan, seolah-olah api putih yang murni dan suci telah membakar tubuhnya.
Alisa terkejut melihat penampilan Ryan yang tampak suci dan kuat.
Hal yang sama juga dialami oleh Dyaus Pita (Heavenly Father), matanya terbelak melihat Ryan yang tubuhnya dipenuhi api putih. Instingnya terus memberi peringatan bahwa manusia yang ada di hadapannya sangat berbahaya.
"Jadi ini kekuatan dari Kemampuan (Skill) Aktif, Stigma?" Ryan dapat merasakan kekuatan yang meledak-ledak keluar dari jiwanya dan mengalir ke semua sel yang ada di tubuhnya.
______________________________________________________________________
Kemampuan Spesial :
* Mystic Eye of Death Perception
Kemampuan Pasif :
* Pembantai (Lv.1)
Kemampuan Aktif ;
* Stigma (Lv.1)
Keterangan :
STR +100%,
VIT +100%,
AGI +100%,
Menggunakan Kemampuan (Skill) ini dalam durasi waktu tertentu akan membebani tubuh penggunanya,
Level kemampuan ini dapat ditingkatkan.
______________________________________________________________________
Kemampuan (Skill) Aktif pertama yang Ryan beli di Rumah Lelang Reincarnation Room akhirnya ia gunakan juga.
Ryan kemudian membuka matanya dan menatap ke arah Dyaus Pita (Heavenly Father).
Mendapat tatapan dingin Ryan, perasaan krisis muncul di benak Dyaus Pita (Heavenly Father). Tanpa ragu, ia langsung melompat mundur dan menjaga jarak.
Pada saat yang sama, Ryan menjelma menjadi cahaya putih dan meluncur bagaikan meteor yang melintasi angkasa.
Swoosh
__ADS_1
Dengan suara tajam yang membelah langit, Ryan berakselerasi hingga batas maksimum ke arah Dyaus Pita (Heavenly Father).
Hampir dalam satu kedipan mata, Ryan telah berada tepat di depan Dyaus Pita (Heavenly Father). Dengan cepat, Moon Blade yang ada di tangan Ryan berubah menjadi pisau cahaya putih kebiruan dan menebas kepalanya.
Slash
Hanya dengan tebasan kecil, pipi Dyaus Pita (Heavenly Father) terbelah. Darah pun mulai mengalir dari luka yang cukup dalam tersebut.
Jika saja Dyaus Pita (Heavenly Father tidak cepat mengelak, maka yang terbelah bukan lagi pipinya, melainkan lehernya
Merasakan adanya cairan merah mengalir dari pipinya, Dyaus Pita (Heavenly Father) mengamuk. "GROOOOAAAAR!'
Dengan emosi, tubuh Dyaus Pita (Heavenly Father) mengeluarkan kilatan-kilatan petir yang terus menyambar-nyambar area di sekitarnya dan terus meluas.
Blitz Blitz Blitz
Puing dan tanah yang ada di sekitarnya langsung terurai bagaikan debu.
Ryan yang masih berada di depan wajah Dyaus Pita pun menjadi target amukan petir ini.
Menghadapi hal ini, Ryan sekali lagi berubah menjadi meteor putih yang menakjubkan. Ia terus bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menghindari setiap kilatan petir yang mengarah padanya. Tak ayal, kilatan-kilatan petir itu mengenai tanah dan membuat ledakan kecil.
Di bawah efek Kemampuan (Skill) Aktif Stigma, ketiga nilai atribut meningkat 2 kali lipat. Akibatnya, regenerasi pemulihan luka menjadi lebih cepat dari biasanya. Kini, pendarahan pada perut Ryan sudah benar-benar berhenti.
Selain itu, kekuatan dan kecepatan Ryan juga meningkat dua kali lipat. Bahkan dalam hal kecepatan, ia telah sedikit melampaui Dyaus Pita (Heavenly Father). Jadi, dalam hal penghindaran, Ryan sudah tidak perlu khawatir lagi.
"Tapi, sedikit melampauinya saja itu nggak cukup! Aku nggak bisa membunuhnya hanya dengan kecepatan seperti ini. Aku harus lebih cepat lagi!" gumam Ryan sambil terus bergerak menghindari sengatan petir yang melanda.
Ryan kemudian mulai membayangkan bagaimana Tohno Shiki bergerak di jalan yang sempit seperti saat melakukan simulasi di Reincarnation Room.
Perlahan, gerakan Ryan mulai berubah. Ia sekarang dapat dengan cepat bergerak di berbagai medan. Tubuhnya juga dapat berputar dengan mudah dan bebas.
Semua ini dilakukan demi satu tujuan, yaitu membunuh.
Seakan mendapat pencerahan, Ryan mulai menyadari kunci dari Teknik Membunuh Nanaya. “Esensi dasar dari pembantaian adalah membunuh musuh di depanmu dengan cepat dan efisien. Dan inilah yang menjadi tujuan dasar dari Teknik Membunuh Nanaya.”
Ding
[Nomor Serial 124.888 telah berhasil mendapatkan kemampuan -Flashing Dash (Sensō)-]
______________________________________________________________________
Kemampuan Spesial :
* Mystic Eye of Death Perception
Kemampuan Pasif :
* Pembantai (Lv.1)
Kemampuan Aktif ;
* Stigma (Lv.1)
* Flashing Dash (Sensō) (Lv.1)
Keterangan :
__ADS_1
Kecepatan Gerak +50%,
Kekuatan Lompat +50%,
Dapat langsung berakselerasi dengan cepat sampai batas maksimal dari kondisi apa pun,
Semua gaya Inersia dapat diabaikan dalam kondisi apa pun,
Level kemampuan ini dapat ditingkatkan.
______________________________________________________________________
Boom Boom Boom
Sambaran demi sambaran petir terus jatuh di jalur yang ia lewati. Walau begitu,
Sosok Ryan terus bergerak bagaikan hantu, menghindari semua serangan yang ada dan terus melaju ke arah Dyaus Pita (Heavenly Father).
Beberapa detik kemudian, Ryan telah kembali berdiri di depan wajah Dyaus Pita (Heavenly Father).
Moon Blade di tangannya sekali lagi berubah menjadi pisau cahaya dingin putih kebiruan. Tanpa ada jeda, Ryan menebas lokasi Inti (Core) Dyaus Pita (Heavenly Father).
Slash
“Groar …” Dengan sangat luwesnya, Dyaus Pita (Heavenly Father). melompat ke belakang menghindari tebasan Ryan. Wajah Aragami sadis itu memang terluka, namun hal ini masih jauh dari kata fatal.
Melihat hal ini, akhirnya Ryan sadar. “Memahami Flashing Dash (Sensō) saja nggak cukup! Flashing Dash (Sensō) adalah teknik gerakan kaki yang melatih manusia untuk bergerak hingga melebihi batas manusia dengan meniru gerakan laba-laba.”
“Akan tetapi, Teknik Membunuh Nanaya tidak hanya berisi teknik gerakan kaki saja, namun juga teknik gerakan tangan untuk menyerang!”
Slash Slash Slash
Ryan terus mengayunkan Moon Blade di tangannya ke arah Dyaus Pita (Heavenly Father), sambil membayangkan gerakan tangan Tohno Shiki.
Dyaus Pita (Heavenly Father) lagi-lagi mempertunjukkan gerakannya lincahnya, yang sama sekali tidak sesuai dengan ukuran badannya. Ia tak hentinya melompat ke kanan dan ke kiri, menghindari semua serangan Ryan.
Namun, lama kelamaan, Dyaus Pita (Heavenly Father) merasa serangan Ryan semakin sulit untuk dihindari.
Sementara itu, yang ada dipikiran Ryan saat ini hanyalah bagaimana caranya ia bisa menyerang lebih cepat sambil meniru gerakan Tohno Shiki.
“Lebih cepat lagi, lebih cepat lagi, lebih cepat lagi …”
“Tebasanku seharusnya bisa lebih cepat dari ini!”
Di bawah keyakinan ini, tebasan yang dilancarkan Ryan menjadi semakin cepat. Bahkan, arah tebasannya menjadi semakin aneh dan semakin sulit untuk ditebak.
“Lacak, kekuatan, arah, dan juga maksud. Itulah yang kurang dari seranganku.” gumam Ryan.
“Lacak adalah melacak tempat target berada.”
“Kekuatan adalah seberapa besar aku mengatur kekuatanku dalam setiap serangan.”
“Arah adalah mengatur arah serang yang tidak dapat ditebak oleh target.”
“Dan yang terakhir, maksud. Dalam Teknik Membunuh Nanaya, sudah jelas maksud dan tujuannya hanya ada satu, yaitu membunuh lawan!”
Ding
__ADS_1
[Nomor Serial 124.888 …]