
Ryan terus berpikir, jika tidak ada peraturan hancurnya lencana sekolah dan pertarungan masih dilanjutkan, maka kemungkinan dirinya kalah sangat besar.
Performa asli Ardi sangat bertenaga. Jika diukur berdasarkan kekuatan, maka kekuatannya tidak berada di bawah Ryan.
Tanpa Mystic Eyes of Death Perception yang penggunaannya dilarang oleh Fan Xinglou, Ryan tidak mampu melampaui kekuatan Ardi. Satu-satunya cara untuk bisa melampauinya hanyalah menggunakan Seraph.
Masalahnya adalah jumlah Prana yang dikonsumsi Seraph sangat besar dan tidak cocok untuk pertarungan panjang.
Oleh karena itu, setelah Ryan menggunakan Seraph, dia langsung mengambil langkah putus asa dengan melepaskan serangan pamungkas menggunakan seluruh Prananya saat Prana yang ada di tubuhnya masih melimpah.
Bisa dibilang, serangan terakhir Ryan adalah perjudian. Jika serangan tersebut tidak berhasil, maka Ryan pasti akan kalah. Untungnya, Ryan akhirnya menang.
"Hanya saja, konsumsi Prana untuk menggunakan Seraph sangat besar." gumam Ryan tak berdaya setelah merasakan Prana di dalam tubuhnya tidka banyak yang tersisa.
Kondisi kekurangan Prana sering dialami oleh Strega dan Dante. Hal ini terjadi karena mereka mengkonsumsi Prana yang lebih sering untuk bisa menggunakan Kemampuan Khusus mereka.
Namun, Genestella biasa malah jarang kehabisan Prana. Karena penggunaan Prana mereka tidak sesering Strega dan Dante.
Kehabisan Prana akan mengakibatkan orang yang mengalaminya tidak sadarkan diri. Satu-satunya cara agar dapat kembali sasar hanyalah menunggu Prana di dalam diri orang tersebut pulih dengan sendirinya.
Semakin kuat ketahanannya, semakin cepat orang tersebut pulih. Yang lebih lemah akan bangun lebih lambat.
Ketahanan tubuh Ryan cukup memuaskan. Hanya saja Ryan harus tetap berhati-hati dalam menggunakan Seraph agar tidak pingsan saat sedang bertarung.
Saat Ryan sedang dalam dunianya sendiri, tiba-tiba suara Cecily Wong terdengar.
"Ngomong-ngomong …"
Cecily Wong mengangkat kepalanya dan menatap Ryan. "Aku mau tanya, bagaimana caranya kamu bisa bertahan dari serangan besar Ardi di awal tadi?"
Yang ditanyakan Cecily Wong adalah kejadian di saat Ryan belum menggunakan Seraph dan Ardi menyudutkannya menggunakan perisai pertahanan.
Saat Ryan terperangkap, Ardi menyerangnya dengan Wolnir Hammer, yang jelas sangat sulit untuk ditahan. Cecily Wong penasaran bagaimana cara Ryan bisa bertahan.
"Jadi, bagaimana caranya kamu mengatasi serangan itu?"
Ryan tersenyum kosong, menepuk sarung Seraph yang terpasang di pinggangnya dan berkata, "Aku menggunakan kemampuan Seraph."
"Kemampuan Seraph?" Cecily Wong terkejut dan berkata, "Mungkinkah kamu menggunakan Seraph untuk menyentuh dan mengontrol serangan itu sendiri seperti saat kamu sedang berlatih denganku?"
"Nggak, itu terlalu terlalu beresiko. Tidak seperti Seisenjutsu dari Kak Cecily, Wolnir Hammer Ardi adalah murni serangan fisik. Dan Ini sangat kuat. Jika aku menyentuhnya dengan Seraph, belum sempat aku mengaktifkan Kemampuan Seraph, aku pasti akan terpukul duluan." Ryan menggelengkan kepalanya.
"Jadi, aku menggunakan Kemampuan Seraph untuk menggunakan perisai pertahanan Ardi." jelasnya.
Pada saat itu, Ryan menggunakan Seraph untuk memanipulasi perisai pertahanan yang mengurungnya, mengubah bentuk perisai dan menjadikannya sebagai tembok penghalang di depannya untuk menghalau Wolnir Hammer.
"Bagaimanapun juga, itu adalah perisai yang disebut perisai pertahanan absolut. Dan selama ini belum ada yang berhasil menembusnya. Jadi secara logika, perisai ini juga dapat memblokir serangan penggunanya sendiri."
Ryan mengangkat bahunya dan berkata, "Hasilnya sangat bagus. Aku sama sekali tidak terluka dan hanya mengkonsumsi seperempat dari total Prana yang aku miliki."
Artinya, untuk memanipulasi perisai pertahanan, Ryan juga mengkonsumsi cukup banyak Prana.
“Lagipula, kekuatan perisai pertahanan absolut Ardi telah meningkat saat ia melepas limiter Urm Manadyte, seakan-akan itulah wujud asli perisai pertahanan absolut. Maka dari itu, aku berpikir bahwa Kemampuan Khusus asli dari Orga Lux Ardi adalah perisai pertahanan absolut.” ucap Ryan.
Sebelum Ardi melepas limiternya, ia hanya dapat membuat satu atau dua perisai pertahanan saja. Akan tetapi, setelah limiternya dilepas, ia dapat menciptakan perisai pertahanan lebih cepat dan juga banyak. Maka dari itu Ryan sangat yakin bahwa perisai penahan absolute adalah Kemampuan Khusus Orga Lux.
“Menggunakan Orga Lux untuk melawan Orga Lux hanya akan menghabiskan lebih banyak Prana.” Ryan mengeluarkan Seraph dari sarung di pinggangnya dan melihat Urm Manadyte putih bersih di tubuh Seraph.
Ryan lalu berkata dengan seru, "Namun, Seraph adalah Orga Lux yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi objek, bahkan jika objek yang dikendalikan adalah hasil dari Kemampuan Khusus Orga Lux lain.”
Sayangnya, konsumsi Prana-nya masih sangat besar, dan lebih baik tidak menggunakannya. Tapi, dibandingkan dengan Kemampuan Seraph yang kuat, biaya yang harus dibayar Ryan tidaklah buruk.
“Dalam hal ini, Kakak Senior Zhao benar.” Ryan tertawa dan berkata, “Kita nggak boleh terlalu bergantung pada senjata yang kuat. Aku harus menyempurnakan lagi dasarku.”
“Latihanku juga masih jauh dari cukup.” Cecily Wong berkata dengan perasaan yang dalam, "Berikutnya, aku berlatih lebih keras lagi."
__ADS_1
"Ya." Ryan tersenyum. "Bagaimanapun juga, kita telah berhasil melewati pertandingan hari ini. Jadi, setidaknya mari kita beristirahat sejenak, Kak Cecily."
“Masuk akal.” Cecily tersenyum.
Sesaat kemudian, Ryan sepertinya mengingat sesuatu dan berkata, "Oh ya, sepertinya pertandingan Ayato diadakan setelah pertandingan kita. Mari kita melihat permainannya."
Bersamaan dengan jatuhnya ucapan Ryan itu, ia langsung membuka layar hologram dan segera melihat pertandingan milik Ayato.
Namun, hal yang tak terduga terjadi pada pertandingan Ayato.
Karena lawan pada babak 32 besar adalah murni hasil pengundian, kali ini tim Ayato mendapat musuh yang sangat kuat.
Lawannya adalah peringkat ketiga dari Institut Hitam Rewolf, Irene Urzaiz. Ia menggunakan Orga Lux berjenis Deathscythe bernama Gravisheath yang dapat memanipulasi gravitasi.
Saat menghadapi lawan ini, Ayato bertarung dengan sangat sengit. Untungnya, Phoenix bukanlah pertandingan tunggal, melainkan tim.
Oleh karena itu, berkat cover Saya, dengan susah payah Ayato akhirnya berhasil mengalahkan lawannya
Namun, setelah kemenangannya, tiba-tiba Ayato jatuh dengan posisi berlutut saat sorakan di stadion sedang memuncak.
Di layar hologram di atas arena Sirius Dome, terlihat sosok Ayato yang telah berlutut di atas tanah sambil memegangi dadanya dan mengeluarkan teriakan yang sangat menyakitkan.
Di saat yang sama, sejumlah besar Mana muncul di sekitar Ayato, membentuk susunan geometri satu persatu yang mirip dengan lingkaran sihir. Dari lingkaran-lingkaran tersebut, muncul rantai tebal yang melilit tubuh Ayato.
Seketika itu, Prana dari tubuh Ayato menurun dengan tajam.
Jika sebelumnya Prana Ayato sangat kuat dan pantas menduduki puncak Seidokan, sekarang Prana dalam tubuhnya benar-benar lemah.
Di lounge khusus peserta, Cecily Wong tertegun melihat semua ini. “Apa yang telah terjadi?”
Mendengar ini, Ryan hanya diam, melihat Ayato tak sadarkan diri di arena.sadarkan diri. Saya yang berada di samping Ayato, terlihat terus meneriakkan namanya Ayato dan berusaha membangunkannya.
“Jadi waktunya telah mencapai batasnya ya …”
Ucapan Ryan ini jelas masuk ke telinga Cecily Wong.
“Ryan-kun, apakah kamu tahu apa yang sedang terjadi?" Cecily Wong mengerutkan dahinya. "Sebelumnya, kamu berkata bahwa Amagiri Ayato terpaksa menyembunyikan kekuatannya? Mungkinkah yang kamu maksud adalah?"
“Benar.” Ryan mengangguk. “Sebenarnya, di dalam tubuh Ayato terdapat segel yang membatasi kekuatannya."
Inilah alasan mengapa Cecily Wong dan Zhao Hufeng awalnya berpikir bahwa Ayato adalah murid yang biasa-biasa saja.
"Amagiri Ayato dapat membuka sebagian segelnya untuk meningkatkan kekuatannya sampai tingkat tertentu. Namun ia hanya bisa menggunakannya selama lima menit. Setelah itu, segel tersebut akan kembali menahan kekuatannya, dan proses itu sangat membebani tubuhnya. Semakin lama ia menggunakan kekuatannya, semakin menyakitkan proses penyegelan kembalinya."
"Kak Cecily tentu masih ingat mantra yang dibaca Amagiri Ayato di pertandingan pertama babak penyisihan kan? Itu sebenarnya adalah cara Amagiri Ayato untuk membuka segelnya." jelas Ryan.
Oleh karena itu, setelah ia membaca mantranya, tubuh Ayato akan menyemburkan Prana yang begitu dahsyat. Itu adalah cara Ayato untuk melepaskan sebagian segel dalam tubuh.
"Jadi begitu …" Cecily Wong merasa lega dan berkata, "Dengan kata lain, Amagiri Ayato sekarang dalam keadaan di mana tubuhnya terbebani karena terlalu lama membuka segelnya?"
"Ya." Ryan menghela nafas, "Ini hal yang wajar. Musuh Amagiri Ayato kali ini merupakan peringkat ketiga di Institut Hitam Rewolf dan juga pengguna Orga Lux. Amagiri Ayato dapat mengalahkannya dalam waktu lima menit adalah suatu hal yang sangat bagus."
Ryan sangat memahami tentang kesulitan yang dialami Ayato. Karena efek samping segel tersebut sangat mirip dengan efek samping Stigma milik Ryan.
"Hanya bisa menggunakan kekuatannya selama lima menit ya?" Cecily Wong sedikit merasa kecewa. "Jika ini masalahnya, maka keseruannya akan berkurang."
Mendengar ini, Ryan tersenyum dan berkata, "Keadaan seperti itu hanya untuk saat ini saja kok."
Ryan tahu bahwa segel Ayato terbagi menjadi tiga level. Setiap level segel yang dilepaskan, memiliki batas waktu yang berbeda.
__ADS_1
Membuka kunci segel level pertama, Ayato hanya dapat menggunakan kekuatannya selama lima menit, tetapi juga memiliki efek samping yang kuat.
Jika segel level kedua dibuka, Ayato akan dapat menggunakan kekuatannya selama satu jam. Efek sampingnya juga masih tetap ada. Tapi dengan waktu yang lama ini, Ayato dapat bertarung sepenuh hati.
Dan begitu Ayato membuka segel level ketiga, segel itu akan terurai sepenuhnya. Saat itu terjadi, Ayato akan mendapatkan kembali semua kekuatannya. Kekuatan tempurnya akan jauh melebihi kondisi saat ini, dan yang pasti tidak akan kalah dari mode Orga Lux Ardi.
Justru karena ini, Ryan sangat memperhatikan Tokoh Utama asli ini. Hanya saja, Ayato saat ini hanya mampu membuka segel level pertama saja.
Jika Ayato bisa membuka semua segel, Ryan memperkirakan bahwa kekuatan Ayato pasti jauh di atas Ardi.
"Memang level ancaman Amagiri Ayato saat ini tidak terlalu besar sih. Kita pasti bisa menang mudah jika berhadapan dengan mereka." senyum Ryan.
Begitu Ryan mengucapkannya, rentetan suara notifikasi sistem tiba-tiba terdengar di telinganya.
Ding
[Nomor Serial 124.888 telah memicu misi sampingan tingkat C, -Melepaskan Segel-]
______________________________________________________________________
Misi : Melepaskan Segel
Keterangan :
Hancurkan segel dalam tubuh Tokoh Utama, Amagiri Ayato, sebelum Phoenix Festa berakhir.
Hukuman : Tidak Ada
Hadiah : 5000 poin
______________________________________________________________________
Ding
[Nomor Serial 124.888 telah memicu misi sampingan tingkat C, -Genestella-] ______________________________________________________________________
Misi : Genestella
Keterangan :
Dalam Phoenix Festa, hanya diperbolehkan menggunakan kekuatan Genestella. Dilarang menggunakan kekuatan diluar dari hukum dunia ini untuk memenangkan pertandingan.
Hukuman : Tidak Ada
Hadiah : 5000 poin
______________________________________________________________________
Ding
[Nomor Serial 124.888 telah memicu misi sampingan tingkat B, -Mengalahkan Musuh Kuat-] ______________________________________________________________________
Misi : Mengalahkan Musuh Kuat
Keterangan :
Mengalahkan Tokoh Utama dunia ini, Amagiri Ayato, dengan menyelesaikan dua misi sampingan sebelumnya.
Hukuman : Tidak Ada
Hadiah : 10.000 poin
______________________________________________________________________
Melihat rentetan misi ini, ekspresi Ryan membeku.
__ADS_1