Reincarnation Room

Reincarnation Room
Ujian Lantai 2 Menara Reinkarnasi


__ADS_3

Pada saat memasuki Reincarnation Room, Reincarnator sudah ditakdirkan untuk terus mengejar kekuatan. Jika bermalas-malasan, maka Reincarnator dapat menemui ajalnya ketika menjalankan misi.


Untuk itu, Reincarnation Room menyediakan berbagai cara agar Reincarnator dapat meningkatkan kekuatan mereka. 


Walau begitu, ada batasan yang dibuat oleh Dewa untuk Reincarnator mengenai kekuatan yang mereka miliki. Dewa menyebutnya sebagai Tingkat Authority. 


Semakin tinggi Tingkat Authority seorang Reincarnator, semakin tinggi nilai total atributnya, yang otomatis membuat Reincarnator tersebut menjadi lebih kuat.


Setiap Tingkat Authority, memiliki batas nilai total dari keempat atribut. 


Sebagai contoh, Reincarnator dengan Tingkat Authority 5 seperti Ryan, memiliki batas jumlah nilai dari keempat atribut sebesar 100. Jika total nilai atribut sudah mencapai 100, maka Reincarnator tidak dapat menambahkan poin atributnya lagi untuk memperkuat diri.


Satu-satunya cara bagi Reincarnator untuk menembus batas yang dibuat Dewa tersebut adalah dengan menaikkan Tingkat Authority. Dan untuk bisa meraih Tingkat Authority yang lebih tinggi, Reincarnator harus menjalani Ujian Kenaikan Tingkat.


Bagi Ryan yang ingin segera menjadi kuat dan menemui Dewa Reincarnation Room, menjalani Ujian Kenaikan Tingkat adalah suatu keharusan.


Dan kini, Ryan telah berdiri di depan sebuah menara yang menjulang tinggi pada Area Pelatihan.



Di saat yang sama, Ryan melihat kembali Status Atributnya.


______________________________________________________________________


Nama : Ryan Herlambang


Ras : Manusia


Gelar : Butei (Peringkat S)


Tingkat Authority : 5


STR : 28 (+27)


VIT : 28 (+27)


AGI : 74 (+27)


INT : 8 (+7)


______________________________________________________________________


Dari data yang ditampilkan dalam layar hologram ini, Ryan dapat menyimpulkan bahwa ia sekarang memiliki nilai total atribut sebesar 50 poin. Dengan tambahan hadiah 30 poin atribut yang belum Ryan gunakan, ia memiliki total 80 poin atribut. 


Ryan hanya membutuhkan 20 poin atribut lagi untuk bisa mengajukan Ujian Kenaikan Tingkat.


Maka dari itu, Ryan memilih mendaki Menara Reinkarnasi untuk mendapatkan atribut poin yang bisa di dapatkan dengan mengikuti Ujian di setiap lantai.


"Menurut informasi yang aku dengar dari sistem, Menara Reinkarnasi memiliki syarat Tingkat Authority."

__ADS_1


"Tingkat Authority 5 hanya bisa mengakses lantai 1 sampai 20. Lalu Tingkat Authority 4 dapat mengakses lantai 21 hingga 40 dan begitu seterusnya."


"Ini artinya, tiap 20 lantai, Tingkat Authority yang dibutuhkan untuk masuk akan meningkat."


Dengan kata lain, Ryan sebagai Reincarnator dengan Tingkat Authority 5 hanya bisa mendaki Menara Reinkarnasi sampai lantai 20.


Namun, melihat bagaimana ia pernah gagal di lantai 2, Ryan ragu bisa mendaki lantai 2 hingga 20 dalam 10 hari.


Tiba-tiba, Ryan menepuk pipinya sendiri dengan keras. Cap lima jari merah terlihat menghiasi pipinya. "Aku nggak boleh ragu! Aku harus bisa menantang menara ini!"


Dengan tekad yang kuat, Ryan berjalan masuk ke pintu masuk menara yang menyerupai membran air dan menghilang.


Saat Ryan masuk, Ryan kembali melihat padang gurun yang sama seperti ujian sebelumnya.


Mendadak, suara notifikasi sistem terdengar di telinga Ryan.     


Ding


[Mendeteksi Reincarnator dengan nomor serial 124.888 telah masuk Menara Reinkarnasi]


[Selamat datang di lantai 2 Menara Reinkarnasi]


[Memulai ujian]


______________________________________________________________________


Ujian Lantai 2 Menara Reinkarnasi


Bunuh 100 musuh yang memiliki Tingkat Authority 5 dalam waktu satu jam. Jika dalam satu jam, jumlah musuh yang dibunuh tidak memenuhi target, maka Anda dianggap gagal dalam ujian ini.


Keterangan : 


Musuh yang harus dibunuh memiliki total nilai atribut yang sama dengan Anda. Jika Anda mati dalam ujian ini, maka Anda benar-benar akan mati secara permanen dan tidak dapat hidup kembali.


______________________________________________________________________


Detail Ujian ini masih sama persis dengan Ujian Lantai 1. Yang membedakan adalah, pola serang dan tingkat kecerdasan musuh meningkat.


Ding


[Ujian dimulai]


Sreet Sreet Sreet


Di bawah semburan suara seperti itu, dari kejauhan, terlihat bayangan gelap mulai datang mendekat.


Ryan mengangkat kepalanya dan melihat ke sekeliling gurun. Satu persatu Kalajengking raksasa mulai keluar dari bukit pasir.


Mata merah Kalajengking tersebut melihat ke arah Ryan seakan melihat mangsanya. 

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama, Kalajengking-Kalajengking itu telah memenuhi area di sekitar Ryan.


Melihat semua ini, Ryan tersenyum menyeringai. Ia lalu mengambil Moon Blade dari cincin Black Space. 


"Sudah lama aku nggak melakukan pembantaian. Setidaknya, aku bisa melupakan kesedihanku dengan ini." 


Bersamaan dengan gumaman ini, Mata Ryan berubah menjadi mata biru sedingin es.


Suasana udara tiba-tiba dipenuhi hawa dingin. Dari tubuh Ryan, menyeruak tekanan yang sangat kuat.


Merasakan tekanan itu, para Kalajengking itu sedikit ketakutan dan mundur selangkah. Mereka kemudian secara serentak langsung menyelam ke dalam pasir dan membuat pasir menyebar ke mana-mana.


Bagaikan Hiu di lautan, para Kalajengking itu berenang meliuk-liuk di hamparan pasir yang luas dan bergerak menuju tempat Ryan berdiri.


Taktik bersembunyi di pasir inilah yang membuat Ryan kalah pada ujian sebelumnya. Tapi, kali ini berbeda. Ryan telah mempelajari banyak hal di dunia Aria The Scarlet Ammo. 


Ryan lalu menutup matanya dan berkonsentrasi penuh mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya.


Suara angin, suara pasir, tidak ada suara yang lolos dari pendengaran Ryan. Walau semua suara itu bercampur dan membentuk kebisingan, namun itu bukanlah masalah yang besar.


Di kelas Assault, ada latihan menggunakan Earphone untuk membedakan suara langkah kaki tertentu dari banyaknya langkah kaki dan juga suara bising lainnya.


Oleh karena itu, Ryan hanya perlu berkonsentrasi, mengandalkan pengalaman sebelumnya, dan mendengar suara di sekitarnya.


Tak lama kemudian, Ryan menyadari suara pasir yang sedikit berbeda. Dari tempat Ryan berdiri, ia juga merasakan sedikit getaran. Semakin lama, getaran tersebut semakin intens. 


Ryan tiba-tiba membuka matanya, dan melangkah mundur.


Buuuur


Selang sepersekian detik, sebuah bayangan gelap muncul bersama semburan debu dari dalam pasir di tempat Ryan berdiri tadi. Kalajengking hitam itu melompat dan menghantam ruang kosong di udara.


Dengan Mystic Eye of Death Perception, tercetak jelas garis kematian dari Kalajengking yang masih melayang di udara itu.


Slash


Sebuah kilatan cahaya naik dan menebas garis kematian di depannya.


Croot


Darah memercik dengan keras di udara. Tubuh Kalajengking hitam itu langsung terbelah menjadi dua dan jatuh ke atas pasir yang telah dipenuhi warna merah. Kalajengking itu mati dalam sekejap, bahkan makhluk itu sama sekali tidak sempat berteriak kesakitan dan langsung diantar ke gerbang kematiannya.


Serangan salah satu Kalajengking ini telah menjadi pemicu serangan berantai lainnya. Tak sampai satu detik, beberapa Kalajengking melompat dari dalam pasir seperti ikan terbang yang melompat dari air, dan langsung menerjang ke arah Ryan.


Pada saat yang sama, di tanah berpasir yang ada di sekitar Ryan, beberapa ekor berbentuk pengait keluar dari dalam tanah dan menikam Ryan.


Kini Ryan telah mendapat serangan baik dari udara dan juga bawah tanah. Jika itu adalah Ryan sebelumnya, menghadapi situasi seperti ini, ia pasti akan memilih untuk menghindar.


Namun, kelas taktis yang dipelajarinya di SMA Butei sangat meningkatkan kemampuan Ryan dalam berpikir.

__ADS_1


Oleh karena itu, saat menghadapi serangan baik dari udara dan juga bawah tanah, Ryan hanya mengangkat satu kakinya.


__ADS_2