Reincarnation Room

Reincarnation Room
Menara Reinkarnasi


__ADS_3

Untuk mempelajari sebanyak mungkin Teknik Membunuh Nanaya, Ryan sama sekali tidak ingin membuang-buang waktunya. Ia hanya memiliki waktu 10 hari untuk mempelajari semua ini.


Oleh karena itu, Ryan akhirnya menggunakan poinnya untuk membeli beberapa barang yang dapat membantu latihannya.


______________________________________________________________________


Nama : Ramuan Anti Kantuk


Keterangan :


Ramuan ini dapat menghilangkan rasa lelah dan kantuk, serta menghilangkan kebutuhan untuk tidur selama 24 jam.


Harga : 1000 Poin


______________________________________________________________________


Dengan sebotol ramuan ini, Ryan dapat berlatih siang dan malam tanpa henti. Ia tidak perlu lagi membuang waktu untuk istirahat dan tidur. Jadi ia dapat menggunakan waktunya yang terbatas semaksimal mungkin.


Ryan langsung membeli sepuluh botol Ramuan Anti Kantuk agar Ryan dapat meminumnya setiap hari.


Untuk mempelajari Teknik Membunuh Nanaya, tidak hanya dibutuhkan tubuh yang energik, tapi juga pikiran yang tenang untuk dapat melihat, mengamati, memahami, dan mengingat semua gerakan Nanaya Shiki.


Untuk memperkuat pikirannya, Ryan juga membeli barang lainnya.


______________________________________________________________________


Nama : Kue Penjernih Pikiran


Keterangan :


Kue ini dapat mempercepat kemampuan berpikir penggunanya. Selain itu, Kue ini juga memiliki efek memperkuat daya ingat, konsentrasi, dan kekuatan mental. Semua efek ini bertahan selama 24 jam.


Harga : 1000 Poin


______________________________________________________________________


Selain bisa digunakan untuk memperkuat pikiran, kue ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan kecepatan respon tubuh.


Dengan kue ini, otak dapat berpikir lebih cepat dari biasanya, sehingga saraf yang menerima perintah dari otak dapat berjalan secara instan.


Akhirnya, tubuh orang yang memakan kue ini dapat bergerak dengan cepat untuk merespon serangan lawan, bahkan akan muncul efek slow motion karena otak bekerja sangat cepat.


Seharusnya, barang semacam ini digunakan untuk keadaan darurat. Akan tetapi, Ryan malah menggunakannya untuk berlatih.


Ryan kemudian membeli 10 Kue Penjernih Pikiran. Setelah pembelian ini, Ryan telah menghabiskan 20.000 poin untuk membeli kedua barang itu, dan menyisakan 9.000 poin saja di dalam sistem.


~***~


Clang


Di dalam gang sempit, suara benturan besi terdengar cukup keras.

__ADS_1


Kedua sosok hitam terus bergerak bagaikan hantu di bawah gelapnya malam. Mereka terus bergerak dari satu titik ke titik lain dengan instan seperti teleport.


Clang Clang Clang Clang


Mendadak, di setiap sudut gang gelap itu, timbul percikan api menyilaukan yang disebabkan oleh benturan antar senjata tajam. Jalan remang-remang itu penuh dengan kembang api kecil.


Saat ini, sudah tidak terhitung lagi Ryan dan Nanaya Shiki saling menyerang. Mereka memiliki kecepatan yang sama, bahkan pola serangannya pun sama.


Tapi, tetap saja Nanaya Shiki masih lebih unggul dibanding Ryan.


Belum lagi, Iblis Pembunuh ini terus melepaskan aura membunuh yang sangat mengerikan. Di tambah dengan ekspresi wajahnya yang selalu tersenyum menyeringai, ia benar-benar seperti psikopat yang sangat menikmati perjuangan Ryan menghalau serangannya.


Tanpa menggunakan Mystic Eyes of Death Perception, Ryan hanya bisa bertahan dan melakukan serangan balik. Ia juga mulai membiasakan diri dengan teknik-teknik yang sudah ia pelajari.


Beberapa menit berlalu dengan kondisi seperti ini. Tiba-tiba, Nanaya Shiki berakselerasi lebih cepat.


"Flashing Sheath: Instan Prison (Sensa: Hayai Keimusho)!"


Seperti ninja, tubuh Nanaya Shiki mendadak membelah diri menjadi tujuh klon Nanaya Shiki dan melesat ke segala arah.


Ketujuh klon Nanaya Shiki ini kemudian mengelilingi dan mengepung Ryan. Mereka melihat Ryan yang ada di tengah kepungan dengan penuh senyuman sadis.


Bagaikan hantu, satu persatu dari ketujuh klon Nanaya Shiki berubah menjadi bayangan kabur dan menebas tubuh Ryan dengan cepat.


Slash Slash Slash


Suara tebasan yang tak terhitung jumlahnya, mengiringi hujan darah yang terus jatuh ke tanah. Potongan demi potongan tubuh Ryan berserakan di gang yang gelap itu.


Berdiri di tengah ruang latihan, Ryan membenamkan pikirannya ke dalam benaknya dan mengingat semua pertarungan yang ia lakukan barusan.


Mengandalkan Kue Penjernih Pikiran, Ryan memutar ulang semua gerakan dan aksi Nanaya Shiki dengan jelas.


“Oke, aku paham sekarang.” ucap Ryan sambil mengangkat Moon Blade miliknya. Sesaat kemudian, tubuh Ryan tiba-tiba membelah menjadi dua, tiga, dan berhenti saat klon keempat muncul.


Seiring dengan munculnya keempat klon tersebut, para klon bergegas ke pergi menyebar segala arah, mengelilingi ruang latihan, dan akhirnya bergerak kembali ke tengah ruangan.


Pada saat yang sama, semua Klon yang terus bergerak di tengah ruangan mengangkat belati tajam mereka dan menebas ke depan.


Slash Slash Slash Slash


Tebasan yang menyilaukan memenuhi bagian tengah ruang latihan. Setelah beberapa menit, para klon tersebut bersatu kembali dan membentuk kembali sosok Ryan.


“Haah~” Ryan menghela nafas panjang. Tak lama kemudian, senyuman mulai muncul di mulutnya.


"Akhirnya aku berhasil mempelajari Flashing Sheath: Instan Prison (Sensa: Hayai keimusho). Walau Klon yang aku ciptakan masih belum sebanyak Nanaya Shiki, tapi setidaknya aku telah memahami dasarnya."


Selama lima hari ini, Nanaya Shiki belum pernah sekalipun menggunakan Flashing Sheath: Instan Prison (Sensa: Hayai keimusho). Baru di hari keenam inilah Nanaya Shiki menggunakannya.


Tentu saja, selain teknik ini, Ryan  juga mempelajari teknik lainnya. Entah itu gerakan dari Flashing Sheath (Sensa), maupun gerakan dari Flashing Dash (Sensō)


Sepuluh hari berlalu begitu cepat, masa sewa Rumah Pelatihan pun telah habis. Ryan yang masih ingin berlatih, dengan berat hati harus meninggalkan Rumah Pelatihan.

__ADS_1


“Kalau tidak salah, aku punya waktu tambahan 12 jam untuk segera mengambil misi selanjutnya.”


“Karena 2 jam sebelumnya sudah aku gunakan untuk kembali ke dunia asalku, sekarang aku masih memiliki waktu sebanyak 10 jam.” gumam Ryan di depan pintu Rumah Pelatihan.


Ryan kemudian melihat ke arah Menara Reinkarnasi yang berada tepat di tengah area Pelatihan. “Menurut legenda, orang yang berhasil naik ke puncak menara dan menemui Dewa Pencipta Reincarnation Room, akan mendapat kesempatan agar satu permintaannya dikabulkan.”


“Mungkin, kali ini aku akan mencobanya.” senyum Ryan. Ia lalu berjalan menuju menara yang menjulang tinggi tersebut.


Ketika Ryan tiba di bawah Menara Reinkarnasi, ia benar-benar takjub melihat betapa megahnya menara itu.


"Dibandingkan dengan menara ini, manusia terlihat sangat kecil."


Di dekat Ryan, ada pintu masuk ke dalam menara yang menyerupai cermin. Terlihat banyak Reincarnator yang berbaris untuk masuk.


Ryan akhirnya ikut berbaris di depan portal tersebut bersama Reincarnator lainya. Tak butuh waktu lama, giliran Ryan pun tiba.


Begitu ia masuk, mendadak Ryan diserang oleh sakit kepala yang sangat hebat, mirip saat pertama kalinya Ryan tiba di dunia Kabaneri The Iron Fortress.


Saat penglihatan Ryan berangsur pulih, Ryan melihat hamparan gurun yang sangat luas di depannya.


Wuuush


Di bawah angin kencang, debu mulai berhembus ke arah Ryan. Mau tidak mau, Ryan menutup mata dan mengangkat tangannya untuk menghalangi laju debu.


Setelah hembusan debu berhenti, Ryan melihat ke sekelilingnya. “Ini aneh, kenapa tempat ini sangat kosong? Bukankah tadi ada banyak yang masuk ya?”


“Mungkinkah tiap orang akan di kirim ke tempat yang berbeda?”


Saat Ryan sedang berpikir, mendadak terdengar suara notifikasi dari sistem.


Ding


[Mendeteksi Reincarnator dengan nomor serial 124.888 telah masuk Menara Reinkarnasi]


[Selamat datang di lantai 1 Menara Reinkarnasi]


[Ujian sedang diinisiasi]


[Memuat detail ujian]


______________________________________________________________________


Ujian Lantai 1 Menara Reinkarnasi


Detail Ujian :


Bunuh 100 musuh yang memiliki Tingkat Authority 5 dalam waktu satu jam. Jika dalam satu jam, jumlah musuh yang dibunuh tidak memenuhi target, maka Anda dianggap gagal dalam ujian ini.


Keterangan :


Musuh yang harus dibunuh memiliki total nilai atribut yang sama dengan Anda. Jika Anda mati dalam ujian ini, maka Anda benar-benar akan mati secara permanen dan tidak dapat hidup kembali.

__ADS_1


______________________________________________________________________


__ADS_2