
Pistol yang Ryan beli di Amdo adalah Glock 18. Pistol semi otomatis ini dikembangkan oleh Glock yang berasal dari Austria.
Glock 18 memiliki panjang 223 mm dan kecepatan tembak hingga mencapai 370 meter per detik. Pistol ini menggunakan peluru berukuran 8 mm. Dengan modifikasi khusus, Glock 18 milik Ryan bisa menggunakan berbagai macam ukuran magazin, mulai dari magazin berkapasitas 17 peluru, hingga magazin berkapasitas 100 butir peluru.
Tentu saja, semakin besar kapasitas pelurunya, semakin besar magazinnya. Hal ini tentu sangat mempengaruhi pergerakan Ryan. Oleh karena itu, Ryan memilih untuk menggunakan magazin berkapasitas 20 butir peluru.
Alasan Ryan memilih senjata ini sebenarnya sangat sederhana. Semasa ia masih SMP, Ryan gemar bermain Counter-Strike (CS) di warnet bersama teman-temannya. Dan senjata kedua yang sering ia gunakan adalah Glock 18.
Dalam game itu, senjata Glock adalah pistol paling populer kedua setelah Dessert Eagle dan cukup terkenal di kalangan pemain Counter-Strike (CS).
Oleh karena itu, Ryan tanpa pikir panjang langsung memilihnya sebagai partnernya di dunia ini.
Dan tentu saja, yang membayar pembelian Glock 18 adalah Kinji. Ryan masih belum memiliki uang dunia ini.
Dor Dor Dor Dor Dor
Di ruang pelatihan menembak, suara-suara tembakan terdengar keras saling bersahutan.
Para murid kelas Assault, termasuk Ryan dan Kinji terus melakukan latihan menembak.
Selama mereka berlatih, banyak murid yang sesekali melirik ke arah Ryan.
Bagaimana tidak, tembakan Ryan sama sekali tidak pernah meleset. Para murid ini pun hanya bisa menghela nafas.
"Apakah ini kekuatan Butei peringkat S?"
"Padahal dia juga murid baru."
"Katanya dia berasal dari SMP umum."
"Pantas saja cara memegang pistol dan juga mengganti pelurunya terlihat masih kaku dan amatir."
"Tapi akurasinya sangat tinggi."
Selain Ryan, Kinji yang juga mendapat peringkat S juga menjadi bahan observasi.
Di samping Ryan, Kinji menembak dengan cara yang sangat terampil. Cara mengganti magazin juga sangat cepat dan luwes.
Untuk akurasi, masih dalam area cukup memuaskan.
"Pemegang peringkat S lainnya sangat jauh berbeda dengan Ryan."
"Itu benar, akurasinya jauh lebih rendah."
"Tapi dalam hal teknik, dia sangat terampil."
"Itu hal wajar. Dia dulu bersekolah di SMP afiliasi."
"Aku juga mendengar dia rumor bahwa dia penyuka sesama jenis."
"Uhh, lebih baik kita tidak mendekatinya."
Selama Kinji tidak masuk ke mode Hysteria Savant Syndrom, maka kemampuan yang dapat Kinji gunakan hanya setara dengan Butei peringkat B.
Beberapa saat kemudian, Ryan berhenti menembak.
Di Amdo, Ryan tidak hanya membeli Glock, tetapi juga membeli banyak peluru, meskipun semuanya dibayar oleh Kinji.
Namun, setelah menggunakan magazin ketiga, Ryan tidak berniat melanjutkannya.
"Saat ini akurasi milikku meningkat karena aku menggunakan gelar. Jika aku terus berlatih pun, akurasi yang aku miliki hanya meningkat sedikit. Sekarang, aku hanya perlu meningkatkan keterampilan menembak lainnya." gumam Ryan.
__ADS_1
"Kamu benar-benar perlu melatih penggunaan senjata api lebih banyak lagi, Ryan." Ranbyou mendadak muncul di belakang Ryan sambil memegang pedang panjang di tangannya. Nada bicaranya tidak kasar, hanya sedikit dingin.
"Jika kamu seperti ini terus, maka hal itu akan terjadi."
"Apa yang terjadi?" Ryan bingung dengan maksud Ranbyou.
"Apa kamu tidak sadar?" Ranbyou dengan dingin mendengus dan mengangkat dagunya ke arah target yang ada di depan Ryan.
"Coba lihat lagi, di mana kamu membidik dan menembak target humanoid itu?"
Setelah mendengar ini, Ryan melihat target di depannya. Di sana, Ryan melihat lubang peluru pada bagian jantung dan juga kepala.
Kedua bagian itu tidak diragukan lagi merupakan titik vital tubuh manusia.
"Kode etik Butei nomor 9, Butei tidak boleh membunuh siapa pun dalam keadaan apa pun."
Ranbyou menatap Ryan dengan tatapan tajam dan berkata, “Dan kamu telah menembak pada titik vital manusia. Apakah kamu merasa bosan hidup di luar sana dan berencana menghabiskan sisa hidupmu di penjara?"
Ryan pun terdiam mendengar semua ini. 'Anjir, aku lupa kalau Butei nggak boleh membunuh. Karena aku selama ini selalu membunuh lawanku, jadi agak sedikit susah untuk mengubah kebiasaanku ini.'
'Jika aku sampai membunuh seseorang, maka otomatis gelar ini akan hilang. Aku harus mulai membiasakan diri untuk tidak membidik titik vital.'
Ranbyou tidak menyalah Ryan atas hal ini. "Kalau kamu sudah mengerti, cepatlah ubah itu."
"Dalam hukum internasional, seorang Butei yang melakukan tindak kejahatan akan menerima hukuman tiga kali libat lebih berat. Jika kamu tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya di penjara, maka teruslah berlatih dengan benar."
Setelah mengatakannya, Ranbyou mengeluarkan sebuah pistol dan berjalan ke samping Ryan.
“Aku akan mengajarimu teknik mengambil pistol dari sarungnya dan juga cara memegang pistol dengan benar. Aku tidak akan memperlambat gerakanku. Jadi, lihat dan perhatikan baik-baik!”
“Baik!” jawab Ryan dengan tegas.
Di bawah instruksi Ranbyou, Ryan terus berlatih hingga malam hari. Ryan pun akhirnya mulai terbiasa dengan semua gerakan yang diajarkan Ranbyou.
SMA Butei menganut sistem kredit. Jika kredit tidak cukup, maka murid Butei tidak akan bisa naik kelas ataupun lulus.
Selain itu, mata pelajaran umum dan profesi juga memiliki jumlah persyaratan kehadiran yang sama. Meskipun tidak tinggi, tetapi tetap saja hal tersebut juga diperhitungkan dalam kriteria kenaikan kelas ataupun kelulusan.
Untuk masalah nilai mata pelajaran umum, bisa dikatakan, di seluruh negeri, nilai ujian mata pelajaran umum di SMA Butei Tokyo adalah yang paling rendah.
Dengan begini, Ryan dapat fokus menjalani pelatihan sebagai Butei Assault daripada mata pelajaran umum.
Bukan hanya karena Assault memiliki pelatihan bertarung, tetapi karena setelah menjalani pelatihan profesi sampai tingkat tertentu, Butei dapat mulai menerima misi, atau biasa disebut sebagai Komisi Pribadi.
Butei adalah jenis profesi yang bertindak berdasarkan hadiah. Bahkan selama masa sekolah, SMA Butei akan menerima Komisi Pribadi dari luar dan mempostingnya di Papan Buletin Misi agar para murid bisa memilihnya.
Dengan menyelesaikan Komisi Pribadi, tidak hanya murid SMA Butei mendapatkan pengalaman secara langsung, tetapi juga mendapatkan hadiah dan kredit sekolah yang sesuai.
Misi kedua Ryan adalah menyelesaikan misi Butei dan mendapat 3000 poin. Maka dari itu, Ryan harus mengambil Komisi Pribadi yang diposting Butei untuk menyelesaikannya. Namun sayang, murid kelas satu masih belum diperbolehkan menjalankan misi.
Tapi, setelah Ryan menerima pelatihan di kelas Assault selama seminggu, Ranbyou tiba-tiba mengusirnya dari gedung Assault.
“Jika kamu punya waktu luang untuk bermain-main di sini, sebaiknya kamu mengambil beberapa Komisi Pribadi untuk berlatih. Dan jangan kembali sebelum kamu menangkap beberapa penjahat!”
Mendengar ucapan ini, Ryan dengan senang hati datang ke Papan Buletin Misi dan mulai melihat-lihat. Pada Papan Buletin Misi, ada banyak kertas berisi misi yang tertempel di papan.
Ryan lalu berbaur dengan kerumunan dan mulai membaca misi demi misi yang ada di Papan Buletin Misi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Misi: Investigasi Area Industri Di Kota Minato
__ADS_1
Hadiah: 0,5 kredit dan uang 20.000 Yen
Kelas Profesi: Logi dan Inquesta
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Misi: Investigasi Insiden Mencurigakan Di Sebuah Bangunan Terbengkalai
Hadiah: 0,5 kredit dan uang 20.000 Yen
Kelas Profesi: Inquesta dan Supernatural Selective Research
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Misi: Menjadi Pengawal Manajer Perusahaan Swasta
Hadiah: 1,0 kredit dan uang 60.000 Yen
Kelas Profesi: Assault, Lezzad, dan Connect
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Misi: Informasi Mengenai Persembunyian Organisasi Black Hand
Hadiah: 1,5 kredit dan uang 60.000 Yen
Kelas Profesi: Assault, Lezzad, dan Connect
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tapi dari semua misi itu, tidak ada yang menarik bagi Ryan. Sampai akhirnya, ia melihat sebuah misi yang sang cocok untuknya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Misi: Membunuh Hewan Buas Yang Berkeliaran di Taman Hiburan Terbengkalai
Hadiah: 2,0 kredit dan uang 60.000 Yen
Kelas Profesi: Assault dan Snipe
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ryan sangat tertarik dengan misi tersebut. Selain karena bayarannya yang tinggi, tapi juga lawan dalam misi ini adalah hewan buas. Ia tak perlu lagi menahan diri dan berbelas kasih. Ryan dapat membantai mereka tanpa terpengaruh oleh Kode Etik Butei.
Saat Ryan mengulurkan tangan ke arah kertas misi, dari samping Ryan, ada seseorang yang juga mengulurkan tangannya. Mereka berdua pun menyentuh kertas misi secara bersamaan.
Ryan terkejut dengan hal ini. Ia pun menengok ke samping. Di sana, berdiri seorang gadis muda yang sangat mungil. Tinggi gadis itu bahkan hanya sampai dada Ryan. Di belakang gadis itu, ada sebuah tas gitar yang cukup besar jika melihat tubuh mungil gadis itu.
Gadis itu memiliki rambut berwarna biru kehijauan. Dia juga memiliki wajah yang menawan dan sedikit kekanak-kanakan. Bisa dibilang ia seperti boneka yang lucu dan imut.
Hanya saja, ekspresi gadis itu sangatlah datar, seakan tidak memiliki perasaan sama sekali.
Sambil menyentuh kertas misi, gadis imut itu menatap Ryan dengan tenang.
__ADS_1
Merasakan tatapan gadis itu, Ryan juga menanggapinya dengan melihat balik gadis tersebut. Dari pengamatan cepatnya, Ryan yakin, bahwa yang ada dalam tas gitar itu adalah Sniper.
‘Gadis itu … dia pasti berasal dari kelas Snipe.’