
Setelah Ryan kembali ke Reincarnation Room, ia bergegas menuju area pelatihan untuk menyewa kembali Rumah Pelatihan.
Ding
[Apakah anda ingin menggunakan rumah pelatihan Tingkat Hitam?]
"Ya!"
[Harga sewa 1 hari rumah pelatihan Tingkat Hitam adalah 500 poin. Jika anda menyewa 3 hari, harga sewanya 1000 poin. Sedangkan jika anda menyewa sebanyak 10 hari, harga sewanya adalah 2000 poin. Silahkan pilih]
"Aku sewa 10 hari."
Ding
[Sewa berhasil. Mendeduksi 2000 poin. Reincarnator dengan nomor serial 124.888 sekarang dapat menggunakan rumah pelatihan ini selama 10 hari ke depan]
Dengan munculnya notifikasi pemberitahuan sistem, pintu di depan Ryan berubah dari abu-abu menjadi merah. Nomor serial Ryan juga tercetak pintu merah tersebut.
Ryan lalu membuka pintu merah di depannya dan segera masuk. Ini bukan pertama kalinya Ryan menggunakan Rumah Pelatihan. Jadi, Ryan langsung berjalan tengah ruang latihan dan memulai pengaturan lawan latihan.
Tak lama kemudian, seluruh ruang latihan yang tadinya berwarna serba putih tiba-tiba berubah menjadi sebuah gang yang remang-remang.
Ryan mengangkat kepalanya dan melihat ke depan.
Di sana, berdiri seorang pria mengenakan seragam sekolah, memegang pisau di tangannya dan mengenakan kacamata. Dia adalah Tohno Shiki, yang selama ini menjadi teman berlatih Ryan.
"Aku telah menguasai dasar Flashing Sheath (Sensa) dan Flashing Dash (Sensō) di dunia God Eater. Jika aku menggunakannya untuk bertarung dengan Tohno Shiki, bagaimana hasilnya?
Bibir Ryan tersenyum menyeringai. Sepasang matanya tiba-tiba berubah menjadi biru sedingin es.
Tohno Shiki melepas kacamatanya dan memperlihatkan mata biru sedingin es yang sama dengan milik Ryan.
Ryan menggenggam erat-erat Moon Blade di tangannya. Di saat yang sama, Tohno Shiki juga menghunuskan pisau tajam yang memantulkan cahaya dingin dari bilahnya.
Di gang gelap itu, suasana menakutkan menyeruak. Seekor burung gagak pun terdampak oleh suasana ini dan terbang menjauh.
Beberapa detik kemudian, Ryan dan Shiki bergerak secara bersamaan.
Saat dulu pertama kali Ryan berlatih, Tohno Shiki langsung membunuhnya hanya dalam satu detik
Namun, kali ini, hasil pertarungan di antara keduanya berbeda.
__ADS_1
Tap
Dengan suara hentakan, kaki Ryan dan Shiki menginjak tanah dengan keras pada saat yang bersamaan. Sosok mereka berdua pun tiba-tiba menghilang.
Clang
Seperti suara besi yang bertabrakan satu sama lainnya, Ryan dan Shiki muncul secara bersamaan di tengah gang. Tabrakan antara Moon Blade dan pisau milik Shiki memicu keluarnya percikan api yang kuat.
Tak lama kemudian, Ryan dan Shiki kembali menghilang.
Swoosh
Dengan hembusan angin sepoi-sepoi, sosok Shiki bergerak bagaikan seekor laba-laba. Kaki dan tangannya ditekan dengan kuat ke dinding gang. Lalu ia menjelma menjadi bayangan yang melompat dari dinding ke dinding.
Tap Tap
Ryan berlari menempel pada dinding gang dan terus melaju seolah tidak ada beban.
Dua pemilik Mystic Eyes of Death Perception, yang juga menguasai dasar Teknik Membunuh Nanaya, bergerak bagaikan hantu. Gerakan cepat mereka tidak akan bisa dilihat oleh orang biasa.
Pada saat yang sama, belati Moon Blade dan pisau tajam Shiki bergerak melintasi ruang dan tanpa ampun saling beradu.
Clang Clang Clang Clang
Gang yang sangat sempit itu sepertinya sama sekali tidak menghalangi gerakan Ryan dan Shiki. Sebaliknya, ruang sesempit itu malah menjadi tempat terbaik bagi keduanya untuk saling beradu Teknik Membunuh Nanaya sehingga membuat pertempuran semakin lebih intens.
Flashing Dash (Sensō) dalam Teknik Membunuh Nanaya menitikberatkan pemanfaatan ruang dan lingkungan di sekitarnya dalam setiap gerakannya. Hal ini membuat penggunanya dapat bergerak bebas di lingkungan apapun.
Walau Ryan dan Tohno shiki hanya menguasai dasar-dasarnya saja, namun hal itu sudah cukup untuk membuat gerakan yang mengerikan seperti ini. Ini menunjukkan bahwa Teknik Membunuh Nanaya memang luar biasa.
Setelah memahami Flashing Sheath (Sensa) dan Flashing Dash (Sensō), Ryan benar-benar berdiri di atas garis start yang sama dengan Tohno Shiki.
Sekarang, dengan pengaturan yang Ryan telah buat dalam simulasi ini, ia membuat kondisi fisik dan nilai Atribut Tohno Shiki sama dengan miliknya. Keduanya sama-sama memiliki Mystic Eyes of Death Perception dan juga teknik bertarung yang sama. Bisa dibilang, kali ini Ryan ingin menantang orang yang memiliki kemampuan setara.
Hanya saja, pertarungan seimbang ini tidak berlangsung lama. Karena Ryan telah memahami dasar Teknik Membunuh Nanaya, ia mulai dapat memprediksi langkah selanjutnya yang akan diambil Tohno Shiki.
“Di sana!”
Dengan gerakan yang sangat cepat, Ryan meluncur terbang bagaikan kelelawar melewati gang dan mendarat di sebuah sudut tembok. Hampir pada saat yang sama, sosok Tohno Shiki muncul di hadapan Ryan.
Di saat yang sama, belati di tangan Ryan berubah menjadi cahaya bulan putih kebiruan yang sangat dingin, seakan mempermalukan pisau milik Tohno shiki.
__ADS_1
Slash
Suara tebasan merobek udara terdengar cukup keras.
Belati dengan kilau indah itu langsung menembus leher Tohno Shiki. Hal ini menyebabkan leher Tohno Shiki mengeluarkan banyak darah. Lambat laun, tubuhnya menjadi kaku dan jatuh ke tanah.
Seketika itu juga, pemandangan di sekeliling Rian mulai berkilauan dan berubah, dari yang awalnya sebuah gang gelap, menjadi ruangan tertutup dengan warna serba putih.
Ryan berdiri terdiam di tengah ruangan seolah-olah dia belum pernah bergerak sebelumnya. Ia seakan sedang menyerap pengalaman yang baru ia lalui dan mengingatnya baik-baik.
Setelah beberapa menit, akhirnya Ryan tersadar dari kondisinya itu. Ia lalu menonaktifkan Mystic Eye of Death Perception. "Akhirnya, aku bisa menang tanpa faktor keberuntungan lagi. kali ini aku benar-benar menang karena teknik! Dengan begini, Tohno Shiki bukan lagi tandinganku …”
"Sekarang, perbedaan antara aku dan Tohno Shiki hanyalah perbedaan dari sifat Mystic Eyes of Death Perception."
"Mystic Eyes of Death Perception milikku lebih mirip dengan Mystic Eyes of Death Perception milik Ryougi Shiki."
"Mata milik Tohno Shiki berspesialisasi pada manusia, jadi sifatnya sangat berbeda dari mata milikku."
Dalam hal ini, Tohno Shiki dapat melihat garis kematian, dan dengan menusuk garis kematian, ia dapat langsung membunuh sesuatu. Namun, Tohno Shiki tidak dapat membunuh benda mati.
Misalnya, Ryan pernah membunuh virus di dunia Kabaneri ataupun membunuh petir di dunia God Eater. Tapi, Tohno Shiki tidak akan bisa melakukannya.
“Maka dari itu, jika aku ingin mempelajari penggunaan Mystic Eyes of Death Perception, aku harus mempelajarinya secara langsung dari Ryougi Shiki.”
“Tapi itu akan aku lakukan nanti. Sekarang, aku harus mempelajari tingkat selanjutnya dari Teknik Membunuh Nanaya.”
Memikirkan hal ini, Ryan membuka kembali panel sistem Rumah Pelatihan. Ia kemudian mulai melakukan pengaturan tempat latihan dan juga menyiapkan lawan latihannya.
“Parameter nilai atribut dan kondisi fisiknya masih sama, yang perlu aku pelajari hanya teknik.”
Dengan kondisi seperti itu, Ryan dengan cepat mensimulasikan lawannya.
Suasana ruangan putih tadi mendadak berubah menjadi sebuah gang yang gelap dan remang-remang.
Di ujung gang, berdiri seorang pria dengan seragam sekolah berwarna biru dan pisau tajam di tangannya.
Sosok pria yang muncul di hadapan Ryan memiliki penampilan yang persis sama dengan Tohno Shiki.
Namun, jika dilihat lebih dekat, tidak seperti Tohno Shiki, mata pria itu tidak menggunakan kacamata. Ekspresi yang ditunjukkan pria itu juga tidak seperti Tohno Shiki yang terlihat polos. Pria itu menunjukkan ekspresi senyum penuh pemberontakan dan juga kekerasan.
Selain itu, dari tubuh pria itu, menyeruak tekanan yang membuat orang biasa tidak dapat bernafas. Itu adalah aura membunuh yang sangat pekat, lebih pekat dari aura yang Ryan miliki.
__ADS_1