
Riko sudah lama tahu bahwa Aria telah berusaha melacak dirinya. Aria melakukan semua itu demi menghapus tuduhan palsu yang menjerat Ibu kandungnya.
Riko juga dengan sengaja menggunakan gelombang radio konvensional untuk memanipulasi Remote Control dan juga bom. Tujuannya adalah agar Aria dapat menangkap gelombang radio itu, dan berusaha menarik perhatiannya.
Dengan menggunakan gelombang radio itu, dari balik layar, Riko mempersiapkan panggung pertemuan antara Ryan dan Aria dalam insiden bus.
Maka dari itu, sehari sebelum insiden bus, Riko pernah berkata kepada Ryan, "Ri-Ri dan Aria akan bertemu cepat atau lambat."
Ini bukan sekedar pembicaraan kasual Riko. Tapi ini adalah peringatan dari Riko pada Ryan tentang hal yang akan terjadi keesokan harinya.
Demi menemukan partner untuk Aria, Riko telah memperhatikan Ryan sejak lama. Namun tak disangka-sangka, ia malah jatuh cinta dengannya.
Walau begitu, Riko tetap menjalankan rencananya dan membuang jauh-jauh perasaannya demi mengalahkan Aria.
"Sejujurnya, memberikan Ri-Ri kepada Aria benar-benar terlalu mewah. Ri-Ri adalah sosok yang sempurna. Dia tidak membutuhkan partner."
"Tetapi, jika kamu tidak memiliki partner, maka Riko akan menang dengan mudah. Bukankah itu sangat membosankan?"
Riko terus memancing emosi Aria dengan sengaja. Dan sayangnya, Aria adalah orang yang mudah terpancing.
“Kamu … kamu berani berkata seperti itu, dasar keluarga pencuri!”
Aria mengertakkan giginya dan berkata dengan keras, “Ibuku telah didakwa atas kejahatan yang tidak ia perbuat dan menerima hukuman 864 tahun penjara! Aku akan menangkapmu dan membuatmu bersaksi atas ketidak bersalahan ibuku!"
"Itu semua bergantung padamu, Aria … bisakah kamu menangkapku?" Riko tersenyum menyeringai.
Seketika itu, emosi Aria benar-benar meledak dan langsung menekan pelatuknya.
Dor Dor
Di bawah suara tembakan yang menggelegar ini, moncong kedua pistol Colt di tangan Aria berkilau bagaikan kembang api dan memuntahkan peluru secara beruntun ke arah Riko.
Namun, Riko tampaknya telah memprediksi apa yang akan Aria lakukan. Sebelum Aria melepaskan tembakan, ia melompat ke depan terlebih dahulu.
Akibatnya, Riko dapat menghindari peluru yang melaju ke arahnya. Tanpa ada jeda, Riko balas menembak Aria menggunakan kedua pistol Walther miliknya.
Dor Dor Dor Dor Dor
__ADS_1
Peluru-peluru tersebut melintasi ruang dan terbang ke arah Aria dengan cepat.
Dengan intuisinya, Aria menggunakan bentuk tubuh mungilnya untuk segera berguling dari tempatnya berdiri. Alhasil, semua peluru yang telah ditembakkan akhirnya jatuh pada lantai geladak, dan menghasilkan percikan api.
Baik Aria dan Riko telah menyadari satu hal. Yaitu, serangan jarak jauh tidak akan mempan pada mereka berdua. Itu hanya akan membuang-buang amunisi.
Baik itu Aria ataupun Riko, memiliki kemampuan dan insting dalam menghindari peluru. Karena itu, mereka berdua pun memikirkan hal yang sama.
“Sepertinya pertarungan jarak jauh tidak akan mempan.”
“Jadi, mari bertarung dalam jarak dekat.”
Di saat yang sama, kedua gadis muda dengan tinggi badang yang mungil itu sama-sama berlari dengan kecepatan tinggi bagaikan Cheetah.
Senjata yang digunakan masih pistol. Akan tetapi, teknik yang digunakan tidak lagi hanya teknik menembak.
Saat jarak di antara aria sudah benar-benar dekat, kedua gadis muda itu segera saling membidik tubuh mereka dan tanpa ragu-ragu menarik pelatuk.
Dor Dor Dor Dor Dor
Suara tembakan yang keras kembali lagi terdengar. Pada saat ini, Aria dan Riko telah memulai pertarungan jarak dekat menggunakan pistol.
Gun-Kata sendiri adalah sebuah teknik pertarungan jarak dekat yang dilakukan dengan premis bahwa lawan menggunakan pelindung tubuh seperti rompi anti peluru. Akan tetapi, walau mengenakan rompi anti peluru, dampak peluru tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.
Oleh karena itu, jika lawan mengenakan pelindung tubuh seperti rompi anti peluru, Butei sering menggunakan teknik Gun-Kata ini. Tujuannya adalah Butei dapat peluru sebagai senjata serang untuk memukul bagian tubuh lawan dalam jarak yang sangat dekat dan menaklukkannya.
Berdasarkan kekuatan pertahanan seragam anti peluru milik SMA Butei, asalkan bagian tubuh yang dilindungi terkena hantaman peluru, rasa sakit yang rasakan akan setara dengan pukulan tongkat besi.
Maka dari itu, Aria dan Riko memilih untuk menggunakan pertarungan pistol jarak dekat setelah menilai bahwa saling tembak biasa tidak akan dapat membuat lawan kalah.
Saat moncong pistol Aria berjajar dengan tubuh Riko, Riko memukul badan senjata Aria menggunakan punggung telapak tangannya dengan keras. Hal ini menyebabkan moncong pistolnya miring ke samping, dan mengakibatkan peluru yang ditembakkan melesat ke kejauhan tanpa mengenai target.
Aria pun menggunakan teknik yang sama dengan Riko. Saat moncong pistol Riko berjajar dengan tubuh Aria, Aria juga memukul pistol yang membidiknya dengan pistol di tangannya, menyebabkan mekarnya percikan api pada moncong pistol Riko di sisinya, dan membuat peluru yang dimuntahkan tidak mengenai Aria sama sekali.
Semua gerakan pertarungan ini berjalan begitu cepat, hinga menimbulkan ilusi bahwa kedua gadis muda tersebut sedang bertarung menggunakan belati. Mereka berdua terus bergerak ke kiri dan ke kanan sambil menghunuskan pelurunya.
Teknik Gun-Kata mereka benar-benar mempesona, bagaikan pertunjukan seni bela diri.
__ADS_1
Hanya saja, kondisi seimbang ini tidak bertahan lama Bagaimanapun juga, jumlah peluru Aria dan Riko terbatas.
Pistol Colt 1992 model Government milik Aria memiliki kapasitas 7 butir peluru. Karena Aria menggunakan 2 pistol, maka Aria maksimal hanya memiliki 14 butir peluru.
Sedangkan pistol Walther P99 milik Riko, 7 kapasitas peluru sebanyak 16 butir peluru. Sama seperti Aria, Riko juga menggunakan dua senjatanya. Jadi total pel;uru yang ia miliki adalah 32 butir peluru.
Dengan kata lain, Aria memiliki jumlah peluru yang lebih sedikit dibanding Riko.
Akhirnya, dalam pertarungan ini, peluru Aria lah yang habis duluan
Klek
Dengan suara pelatuk kosong, peluru Aria benar-benar telah habis
"Hahahahahaha …” Melihat hal ini, Riko tertawa terbahak-bahak seperti seorang maniak. Ia lalu bergegas melayangkan pukulannya menggunakan badan pistol.
Akan tetapi, tiba-tiba saja, sebuah kilatan cahaya muncul di geladak.
Dor
Sebuah peluru meluncur dengan sangat cepat dan hampir menggores badan pistol milik Riko hanya hanya berjarak 5 centimeter saja dari wajah Aria.
Kejadian ini membuat Riko menghentikan pukulannya. Senyuman di wajah Riko pun berangsur-angsur menghilang. Perlahan, Riko menoleh ke samping.
Di sana, Riko melihat Ryan sedang berdiri tegak di tengah hembusan angin laut. Tidak terlihat adanya pistol di tangannya. Ryan tampak hanya memperhatikan Riko dengan tenang. Namun, ketenangan ini malah membuat Riko menjadi sangat waspada.
Karena Riko tahu, bahwa orang yang ada di depannya, adalah orang yang sangat mengerikan
Tanpa terlihatnya adanya senjata, orang tidak akan tahu kapan dan ke arah mana Ryan akan menembak.
Inilah teknik Invisible Bullet dari Weapon Wizard yang sangat terkenal.
Sesaat kemudian, Ryan melangkah maju mendekati Aria dan Riko.
"Aria, menyingkirlah."
"Sudah waktunya untukku maju."
“Aku tidak akan membiarkannya menyakitimu lebih dari ini. Apalagi ... dia telah menyebutmu sebagai produk cacat!”
__ADS_1