Reincarnation Room

Reincarnation Room
Perjalanan Ke IU


__ADS_3

Kapal selam kecil yang Ryan dan Aria tumpangi melaju dengan cepat bagaikan torpedo di dalam air.


Di kapal selam, sumber cahaya yang ada dalam kapal selam itu hanya berasal dari sinyal cahaya kabin dan juga meja instrumen. Maka dari itu, kondisi di dalam kabin sangat remang-remang.


Dalam kondisi tersebut, Ryan duduk di kursi penumpang sambil melihat pemandangan luar dengan teleskop elektronik. Sementara Aria, hanya mengawasi laju kapal selam melalui radar.


Dari sini, Ryan akhirnya mengerti mengapa Aria memiliki kepercayaan diri untuk mengemudikan kapal selam berbekal ilmu yang ia baca dari buku panduan. 


Karena pada dasarnya, kapal selam ini memiliki fitur autopilot, di mana pengemudi kapal selam hanya perlu mengatur titik tujuan ataupun target, dan secara otomatis, kapal selam akan mengikuti titik tujuan ataupun target tersebut.


"Pada titik yang ada dalam peta radar, kapal selam IU sepertinya masih belum berada pada perairan laut dalam."


"Kemungkinan hal ini terjadi karena mereka baru saja menjemput Durandal yang telah menculik Hotogi-san."


"Berdasarkan jarak dan kecepatan kita, kemungkinan kita membutuhkan waktu sepuluh jam untuk menyusul mereka."


"Jika kamu menganggur, lebih baik kamu tidur saja untuk mempersiapkan fisikmu." ucap Aria sambil melihat ke arah Ryan dengan penuh perhatian.


Ryan juga menunjukkan perhatiannya. "Oke, aku akan tidur selama lima jam dan kemudian aku menggantikanmu. Kamu juga harus beristirahat agar tubuhmu tetap fit saat penyerangan." 


"Oke." Aria merasa senang mendapat perhatian dari Ryan. Ia pun senyam-senyum sendiri setelah Ryan mulai memejamkan matanya di kursi.


Tiga jam kemudian, Ryan terbangun karena perutnya mulai keroncongan. Ryan kemudian memakan beberapa makanan dan minuman bergizi sederhana yang biasa digunakan dalam militer.


Aria pun ikut menemani Ryan makan. Setelah itu, Ryan memutuskan untuk menggantikan Aria dalam mengawasi navigasi dan menyuruh Aria untuk tidur.


Setelah bertukar tempat duduk, Aria segera memejamkan matanya. Seketika itu, suasana menjadi sangat hening. Yang terdengar hanya suara nafas Aria dan ini membuatnya terlihat sangat manis 


Taak


Tiba-tiba, suara benda jatuh terdengar dari belakang kursi yang Aria gunakan. Ryan menoleh ke arah suara tersebut dan melihat sebuah buku saku tergeletak di lantai.


"Buku panduan Butei?" Ryan langsung mengenalinya.


Buku Panduan Butei adalah buku catatan portabel yang biasanya digunakan untuk mencatat beberapa hasil investigasi Butei.


Selain sebagai buku catatan, Buku Panduan Butei juga menyimpan beberapa peralatan penting bagi Butei. Seperti, alat yang dapat digunakan untuk membuka kunci, perban untuk perawatan darurat saat terluka, analgesik dan obat pacu jantung beserta jarum suntiknya, dan lain sebagainya. Semua itu dapat disimpan di dalam sampul buku tersebut.


Maka dari itu, setiap Butei sering membawanya kemana-mana setiap menjalankan Komisi Pribadi.


Ryan mengambil buku milik Aria tersebut. Saat mengambilnya, sebuah foto terjatuh dari sela-sela buku tersebut.


Pada foto tersebut, terdapat gambar seorang pria tampan dengan jas dan topi ala detektif dengan pipa rokok kayu (cangklong) di mulutnya.


Foto tersebut terlihat masih hitam putih dan telah menguning, menandakan foto ini sudah diambil cukup lama.


'Siapa pria di foto ini? Kenapa aku merasa familiar?' gumam Ryan sambil memegang foto pria berwajah tampan itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Ryan akhirnya mengingatnya. "Sherlock Holmes!"


Wajah Sherlock Holmes sangat terkenal, bahkan fotonya terpampang dalam buku pelajaran Butei.


"Aku nggak menyangka anak ini benar-benar membawa foto kakek buyutnya." Ryan tersenyum halus sambil membelai rambut Aria yang sedang tidur.


Sebagai keturunan Holmes, Aria sangat mengagumi Kakek Buyutnya. Makanya Aria bercita-cita untuk dapat melampaui reputasi Kakek Buyutnya.


Aria membawa foto tersebut sebagai jimat keberuntungan dan juga penyemangat hidup.


"Orang sehebat apapun, pasti akan menua dan menemui ajalnya."


Begitulah Ryan memandang kehidupan. Sejak jiwanya mengalami kerusakan akibat efek samping Mystic Eye of Death Perception, ia selalu memandang manusia sebagai makhluk yang rapuh.


Yang membuatnya bisa terus mempertahankan sisi kemanusiaannya hanyalah perasaan cinta kepada para wanita. Jika mereka tidak ada, Ryan pasti sudah lama menjadi iblis pembantai haus darah.


Saat Ryan sedang merenung, tiba-tiba saja mengigau. "Kakek Buyut …"


Mendengar igauan Aria, Ryan berusaha menahan tawanya. 


"Bahkan kamu sampai memimpikan orang yang kamu kagumi … kamu benar-benar imut, Aria."


Beberapa saat kemudian, mata Aria mengeluarkan air mata dan berbisik, "Aku telah menemukan partnerku sendiri, bahkan aku juga berpacaran dengannya."


"Aku bukan lagi produk cacat, Kakek Buyut."


Mendengar ucapan Aria sambil tidur ini, membuat senyuman Ryan menghilang. Melihat Aria seperti ini, keinginan kuat untuk melindunginya mendadak mencuat dari dalam lubuk hatinya.


"Setelah kita meringkus IU, aku yakin Ibumu akan dibebaskan." bisik Ryan sambil membelai rambut Aria 


Ryan lalu mengembalikan foto itu ke dalam buku dan dengan lembut menjejalkannya lagi ke dalam pelukan Aria.


Mendadak, radar Kapal selam yang mereka tumpangi berbunyi.


Tiiiit Tiiiit Tiiiit Tiiiit


Suara alarm yang tak terduga ini membuat Ryan menoleh dan juga langsung membangunkan Aria yang sedang tidur.


"Sepertinya kita sudah sampai di tujuan." ucap Ryan sambil melihat situasi dari teleskop elektronik.


Di kedalaman laut, di mana cahaya matahari tidak dapat menembusnya, ada sebuah sosok raksasa yang mengapung di depan kapal selam kecil yang Ryan dan Aria tumpangi.


Sosok itu adalah kapal selam bertenaga nuklir dengan ukuran yang sangat besar.


Panjang total kapal selam bertenaga nuklir diperkirakan mencapai beberapa ratus meter lebih.


Bahkan jika dibandingkan dengan ikan paus, ukuran kapal selam tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari ikan paus.

__ADS_1


Melalui teleskop elektronik yang di tampilkan di depan layar besar, Ryan dan Aria dapat dengan jelas melihat permukaan kapal selam nuklir besar tersebut. Di sana, tercetak tulisan IU-400.


Bisa dibilang, nama IU sendiri diambil dari nama kapal selam yang menjadi markas mereka ini.


Di hadapan kapal selam IU ini, kapal selam milik Ryan dan Aria benar-benar kecil bagaikan semut.


Meski mereka berdua sudah tahu informasi mengenai kapal selam IU dari Riko, namun sekedar membaca informasi dan melihatnya langsung, efeknya sangat berbeda. Ryan dan Aria hanya bisa terdiam melihat megahnya kapal selam tersebut.


Beberapa saat kemudian, Aria menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri. "itu kapal selam model Vostok kan?"


Vostok adalah kapal selam bertenaga nuklir terbesar hasil kerjasama antara Jepang dan Jerman.


"I" adalah kode yang digunakan Jepang untuk menjadi kapal selam.


Sedangkan "U" adalah kode yang pernah digunakan Jerman sebagai kapal selam.


“Oke, Aria.” Ryan tanpa sadar merendahkan suaranya dan berkata kepada Aria, “Ayo kita segera menyusup ke IU.”


Setelah mendengar ini, Aria langsung merespon, menepuk pipinya sebelum bertanya, "Bagaimana caranya kita bisa masuk?"


"Menurut informasi yang Riko berikan, di bagian ujung kapal selam ini, ada sebuah tangki air yang biasa digunakan untuk masuknya kapal selam milik anggota IU yang berada di luar."


"Jadi, kita bisa masuk dari sana." jelas Ryan.


"Akan tetapi, jika kita ingin masuk ke tangki air itu, maka kita harus membuka pintu tangki airnya.” Aria dengan cepat berkata, “Bagaimana cara kita membuka tangki air tersebut?”


"Selain digunakan untuk masuknya anggota IU, tangki air akan dibuka setiap enam jam sekali untuk penggantian air. Kita bisa menyelinap masuk saat itu." 


Ryan tersenyum dan berkata kepada Aria, “Untuk itu, kita harus menunggu beberapa saat lagi sampai pintu palka tangki air tersebut terbuka.”


Aria mengangguk dan bersabar menunggu sampai pintu palka terbuka.


Selama menunggu, Ryan dan Aria saling berbincang dengan seru. Hingga akhirnya, tak terasa waktu sudah berjalan selama satu jam.


Tiba-tiba saja, bagian bawah ujung depan kapal selam nuklir besar itu perlahan terbuka dan berputar menjadi pusaran air.


Tanpa menunggu lama, kapal selam kecil itu yang dikendarai Aria dan Ryan langsung bergerak masuk ke dalam kapal selam mengikuti mengikuti pusaran.


Satu menit kemudian, pintu palka tersebut kembali tertutup dan membuat laut kembali tenang.


~***~


Byuur


Di bawah suara gelombang air, kapal selam kecil muncul ke permukaan dari bawah air.


Beberapa saat kemudian, palka di bagian atas kapal selam kecil terbuka. Dari sana, Ryan dan Aria segera keluar, menginjakkan kaki mereka ke dalam kapal selam IU-400.

__ADS_1


"Oke, penyusupan berhasil. Mari kita masuk." ucap Ryan dengan nada serius.


__ADS_2