Reincarnation Room

Reincarnation Room
Persiapan Phoenix Festa (II)


__ADS_3

Julis Alexia van Riessfeld, dia adalah gadis yang sama terkenalnya dengan Sylvia. Alasannya adalah karena gadis itu ada seorang Putri Kerajaan Lieseltania, sebuah kerajaan yang terletak di Eropa.


Keikutsertaannya dalam Phoenix memang tidak mengejutkan. Hanya saja, yang menjadi pasangan Julis kali ini adalah Kirin. Ini benar-benar berbeda dengan apa yang ada di Anime-nya.


'Mungkinkah ini Butterfly Effect yang disebabkan olehku?' 


Saat hati Ryan memunculkan pikiran seperti itu, kata-kata Zhao Hufeng menegaskan apa yang dipikirkannya.


"Karena duel Adik Seperguruan dengan Shippu Jinrai yang berakhir dengan kekalahannya, hal ini menyebabkan gagalnya rencana Toudou Kouichirou untuk menjadi seorang Eksekutif. Akibatnya, Toudou Kouichirou membuang Toudou Kirin."


"Menurut informasi yang kami dapatkan, secara kebetulan Julis Alexia van Riessfeld mengetahui situasi Toudou Kirin dan mengajaknya ikut dalam Phoenix Festa." jelas Zhao Hufeng.


"Secara kebetulan?" Ryan merenung sejenak. "Ini pasti ada hubungannya dengan Claudia."


Ryan menduga Claudia sengaja mengatur hal ini agar Kirin kembali bersemangat pasca paman kandungnya, Toudou Kouichirou membuangnya.


Claudia tidak akan mungkin membiarkan sang peringkat pertama Seidokan jatuh dalam jurang keputusasaan berlarut-larut. Maka dari itu dia sengaja membocorkan situasi Kirin pada Julis, yang akhirnya membuat mereka berpartner.


"Tidak peduli apapun itu, yang pasti kalian harus berhati-hati dengan pasangan Ini." Zhao Hufenhg berkata dengan serius, "Toudou Kirin dan Julis Alexia van Riessfeld bukanlah lawan yang mudah."


Mendengar ini, yang lain belum sempat, Cecily Wong tertawa. "Hahaha …"


"Ini adalah kesempatan yang bagus!" Cecily Wong mengepalkan tangannya dan berkata, "Sejak dulu aku memang ingin melawan Strega kuat seperti Glühen Rose."


Cecily Wong adalah seorang Daoshi, yang memiliki kekuatan setara dengan Strega menggunakan Seisenjutsu. 


Maka wajar saja Cecily Wong ingin melawan Strega untuk membuktikan kekuatan Seisenjutsu.


"Haah~ seandainya aku ikut, aku juga ingin bisa melawan Shippu Jinrai, dan menguji seberapa kuat teknik pedang Toudouryuu yang dipuji oleh Guru." keluh Zhao Hufeng.


Melihat kedua muridnya itu, Fan Xinglou hanya tertawa.    


Hal yang sangat berbeda ditunjukkan oleh Li bersaudara. Mereka tidak seperti Zhao Hufeng dan Cecily Wong yang menjadi sangat bersemangat ketika bertemu lawan tangguh.


Bagi Li bersaudara, melawan musuh yang kuat itu sangat merepotkan. Mereka lebih suka melawan yang lebih lemah, itulah cara terbaik untuk menang bagi mereka berdua.


Sementara itu, Ryan kembali membuka informasi mengenai tim lain dari Seidokan.


Dalam foto yang muncul, tampak seorang pria berseragam SMA Akademi Seidoukan.


Di samping Ryan, Cecily penasaran melihat foto orang yang dilihat Ryan. "Siapa orang ini?"


Kata-kata Cecily ini membuat semua mata tertuju pada layar hologram yang ada di depan Ryan.


Melihat foto pria tersebut, orang-orang yang ada di ruang audiensi serentak curiga. 


"Apa yang terjadi?” Bahkan Fan Xinglou juga penasaran. "Apakah kamu mengenalnya?"


"Nggak bisa dikatakan aku mengenalnya sih." Ryan tersenyum sambil memandang foto pria itu. "Tapi satu hal yang pasti, dia adalah lawan yang kuat."


"Lawan yang kuat?" Mereka semua terkejut mendengarnya.


Zhao Hufeng bahkan langsung membuka informasi dan berkata dengan nada penuh kebingungan, "Pria ini tampaknya adalah murid kelas satu SMA Akademi Seidoukan. Dia tidak memiliki peringkat dan juga tidak memiliki catatan duel."

__ADS_1


Mendengar ini, Li bersaudara tidak bisa menahan tawa. "Pffft …"


"Tidak memiliki peringkat?" Li Shenyun berkata dengan ironi besar, "Lawan seperti ini kami bilang kuat?”


Li Shenhua, dengan nada yang hampir sama, berkata sambil terkekeh, "Murid yang bahkan belum pernah berduel, kamu bilang dia kuat?"


Tiba-tiba, kedua saudara kandung itu tertawa terbahak-bahak. "Hahahahaha …"


Hal ini membuat Zhao Hufeng mengerutkan keningnya.


Ryan hanya melirik Li bersaudara dengan sikap acuh tak acuh. "Aku juga belum memiliki peringkat. Sejak masuk Jie Long, aku belum pernah melakukan duel resmi."


"Jadi, Kakak Senior Li, apakah kalian yakin bisa mengalahkanku jika kita berduel?"


Tawa Li bersaudara seketika itu langsung berhenti.


"Hohou?" Fan Xinglou berkata dengan penuh ketertarikan,  "Dengan kata lain, orang ini sangat kuat?"


"Setidaknya dia lebih kuat dari Kirin." jawab Ryan.


"Seidoukan memiliki orang yang seperti itu?” Fan Xinglou segera menoleh, menatap Zhao Hufeng, dengan rasa ingin tahu bertanya, “Hufeng, siapa nama anak ini?"


Namun, yang menjawab bukanlah Zhao Hufeng, melainkan Ryan. "Amagiri Ayato, itulah namanya."



~***~


Setelah pertemuan di ruang audiensi berakhir, Ryan kembali ke kamarnya. Sambil berbaring di tempat tidur, Ryan membuka ponselnya dan membaca informasi peserta Phoenix Festa lebih mendetail.


Ini adalah latihan yang diberikan Fan Xinglou agar Ryan dapat memanipulasi Prana dengan baik. Setelah tiga bulan, Kini Ryan dapat melakukan semua ini hanya dengan insting.


“Kak Cecily pasti malas untuk membaca dan mengingat-ingat informasi calon lawan kita. Jadi setidaknya, akulah harus mengingat semua informasi ini.” gumam Ryan.


Saat memikirkan calon lawan yang akan mereka hadapi, Ryan kembali teringat dengan pria yang menjadi tokoh utama dunia ini,


“Amagiri Ayato …” Memikirkan pria ini, Ryan sekali lagi membuka informasinya.


Sayangnya, karena keberadaan dan juga aksi Ryan di dunia ini, menyebabkan terjadinya Butterfly Effect yang membuat nama Amagiri Ayato menjadi murid yang tidak terkenal, bahkan informasinya juga tidak banyak.


Hanya Ryan yang tahu, kekuatan Ayato dibandingkan dengan Kirin, pasti jauh lebih kuat. Apalagi jika Ayato melepaskan segelnya.


Amagiri Ayato adalah pewaris teknik Amagiri Shinmeiryuu, sebuah teknik pedang kuno yang telah diwariskan selama ratusan tahun.


Dalam anime-nya, Ayato sukses mengalahkan Kirin saat ia belum memiliki peringkat. Namun, karena Ryan lebih dulu mengalahkan Kirin sebelum Ayato, akibatnya Julis berpartner dengan Kirin. Padahal, dalam cerita aslinya, Ayato lah yang menjadi partner Julis.


Oleh karena itu, tidak banyak orang yang mengetahui kekuatan asli Ayato.


“Walau begitu, setidaknya orang-orang akan menyadari bahwa Ayato adalah pengguna Orga Lux.”


Saat Ryan menggeser informasi Ayato, terdapat sebuah gambar Orga Lux berbentuk gagang pedang hitam dengan Urm Manadyte berwarna merah.


Berbeda dengan Seraph yang merupakan jenis pedang satu tangan, Orga Lux milik Ayato merupakan jenis pedang dua tangan yang ukurannya cukup besar.

__ADS_1


Jelas, dari bentuknya saja, Orga Lux ini lebih fokus pada kekuatan, daripada Seraph yang berfokus pada kelincahan.


"Apakah ini Ser-Veresta?" ”


Ser-Veresta, Orga Lux yang digunakan Ayato adalah salah satu dari empat pedang sihir warna.


Yang disebut empat pedang sihir warna, mengacu pada Orga Lux yang telah dikembangkan sejak lama. Mereka memiliki ciri yang sama, yaitu semuanya memiliki sifat yang sangat menyebalkan dan juga sombong.


Ser-Veresta memiliki Kemampuan untuk membakar semua benda. Bilah pedang Ser-Veresta dipadatkan dengan panas yang sangat tinggi, sehingga apapun bendanya, selain Orga Lux, sekali menyentuhnya akan langsung terbakar.


Orga Lux ini sudah tidak digunakan selama lebih dari 10 tahun.


Dan Ayato berhasil memenangkan hati Orga Lux ini dan mendapat pengakuannya.


Ditambah dengan teknik pedang Amagiri Shinmeiryuu, bisa dibayangkan betapa kuatnya orang ini.


"Jika aku nggak mendapatkan Seraph, mungkin aku nggak akan mampu menghadapi Ser-Veresta.”


Tanpa menggunakan Mystic Eye of Death Perception, Ryan sama sekali tidak memiliki cara untuk mengalahkannya.


“Aku cukup beruntung bisa mendapatkan Orga Lux sebelum Phoenix Festa dimulai. Mungkinkah Dewa Reincarnation telah mengaturnya?”


Ryan tersenyum sambil terus membaca informasi mengenai Ayato, hingga akhirnya, muncul notifikasi panggilan video call.


Telolet Telolet Tolelet


Begitu Ryan melihat nomor yang menghubunginya, Ryan terkejut. "Sylvie?"


Tanpa sadar, Ryan langsung menerima panggilan video call Sylvie. Dalam sekejap, wajah Sylvie muncul di layar ponselnya.


"Lama tidak jumpa, Ryan-san."


Suara merdu yang dipadukan dengan senyum manis dan wajah menawannya itu, membuat Sylvia tampak sempurna.


Namun, melihat Sylvia tidak lagi menggunakan penyamarannya di layar ponsel, membuat Ryan mengerutkan dahinya.


Kini, rambut Sylvie tidak lagi berwarna kastanye, melainkan ungu. Dia benar-benar menampakkan dirinya yang sebenarnya di depan Ryan.


Di hadapan Sylvia yang seperti itu, jantung Ryan berdetak dengan kencang.


Deg Deg Deg Deg


Ryan benar-benar terpesona melihat wujud asli Sylvia. Karena tidak bisa berpikir jernih, Ryan tanpa sadar bertanya, "Mengapa kamu tidak menyamar?"


"Menyamar?" Sylvia memiringkan kepalanya. "Aku kan sedang di asrama, buat apa aku menyamar?" ”


"Hmm, benar juga … bodohnya aku." Ryan menggaruk hidungnya dan sedikit tersenyum malu.


'Anjir! Begitu lihat yang asli, aku jadi salah tingkah begini! Apa yang terjadi sebenarnya padaku?' batin Ryan.


Melihat kondisi Ryan yang salah tingkah tersebut, Sylvia tersenyum nakal dan berkata dengan nada bercanda, "Mungkinkah kamu terpesona olehku?"


Mendengar godaan Sylvia, Ryan kembali mengatur sikapnya dan berkata, "Maaf telah menunjukkan sisi bodohku. Aku hanya baru menyadari, bahwa wanita yang memberiku ciuman penuh gairah waktu itu ternyata sangatlah cantik."

__ADS_1


Senyum Sylvia tiba-tiba berubah menjadi tidak wajar.


__ADS_2