
"..."
Suasana di antara Ryan Dan Ayato terasa sangat hening, seolah-olah semua sorakan penonton di sekitarnya tidak pernah ada.
Melihat ekspresi tenang Ryan dalam mengucapkannya, Ayato sepertinya menyadari kegigihan seperti apa yang ada di dalam hati Ryan. Hal ini membuat ekspresi Ayato menjadi semakin serius.
Merasakan suasana seperti itu, Saya berbisik, "Ayato …"
Meskipun suara Saya terdengar datar dan tidak memiliki emosi, tapi sebagai teman masa kecil, Ayato dapat merasakan keseriusan yang dibawa dalam suaranya. Bisikan itu adalah peringatan dari Saya bahwa lawan kali ini benar-benar kuat.
Paham dengan maksud Saya, Ayato juga mengangguk dan berbisik, "Ini mungkin lawan yang lebih sulit daripada Toudou-san dan Julis. Kita harus berhati-hati."
"Oke …" respon Saya.
"Sebagai tim yang mengalahkan Shippu Jinrai dan Glühen Rose, tunjukkan kekuatan penuh kalian padaku." tawa Cecily Wong dengan mata berapi-api.
Mendengar ini, ekspresi Ayato dan Saya semakin tegang. Keduanya tidak meragukan kekuatan Cecily Wong. Apalagi, Video Cecily Wong pada pertandingan Final Phoenix Festa sebelumnya masih beredar luas.
Saat itu, Cecily Wong baru saja mempelajari Seisenjutsu, jadi kekuatannya pada waktu itu jauh di bawah kekuatannya sekarang. Walau begitu, ia dan Zhao Hufeng mampu mendapat gelar Runner-Up. Bisa dibayangkan betapa kuatnya Cecily Wong sekarang.
"Jadi, mari kita lihat, seberapa hebat kemampuan kalian." Setelah mengucapkannya, Cecily Wong mundur ke belakang Ryan.
Ryan lalu menatap Ayato dalam-dalam sambil mengambil tubuh Orga Lux putih yang ada di pinggangnya.
Shiiiiii
Cahaya putih menyilaukan muncul dari Urm Manadyte berwarna putih murni, menghasilkan konvergensi Mana yang sangat cepat dan membentuk pedang energi.
Bilah pedang cahaya terlihat sangat suci. Kilauannya yang indah menerangi arena.
Pemandangan menakjubkan ini pun langsung memunculkan reaksi Komentator.
"Oooh! Ryan telah mengeluarkan Orga Lux miliknya sejak awal!"
"Akhirnya kita dapat melihat Orga Lux Ryan lagi. Sepertinya Ryan tidak bisa menyembunyikan taringnya lagi di babak final ini!"
Bukan rahasia lagi bahwa Ryan memiliki Orga Lux. Hanya saja, setelah pertandingan dengan tim Ardi dan Rimsy, Ryan tidak pernah lagi menggunakan Orga Lux.
Selain itu, tidak banyak informasi tentang Seraph di Komite Operasi Festa, sehingga Orga Lux ini seperti menjadi misteri bagi media.
Dan sekarang, Orga Lux misterius seperti itu telah muncul kembali di arena. Hal ini secara alami menarik perhatian penonton dan membuat mereka semakin bersemangat.
Ayato dan Saya juga telah mempelajari sedikit informasi mengenai Orga Lux Ryan. Bagaimanapun juga, Orga Lux ini pernah berada di Akademi Seidoukan untuk diteliti. Maka wajar saja jika Claudia, sang Ketua OSIS, akan memberikan informasi tersebut pada Ayato dan Saya.
"Apakah itu Seraph?" Ayato bertanya sambil menatap Orga Lux di tangan Ryan. Setelah menarik napas dalam-dalam, ia juga mengambil tubuh Orga Lux berwarna hitam murni dari pinggangnya.
__ADS_1
Shiiiiiii
Di bawah getaran udara, Urm Manadyte merah pada tubuh Orga Lux Ayato bersinar, menyebabkan Mana berkumpul pada ujung Orga Lux dan membentuk bilah pedang yang sangat besar. Bilah pedang energi itu memiliki warna hitam keunguan.
Memegang pedang seperti itu, Ayato mengarahkan ujung pedangnya ke tubuh Ryan.
"Oooh! Amagiri juga menggunakan Ser-Veresta!”
"Pertarungan di antara dua Orga Lux, benar-benar cocok sebagai pertandingan terakhir."
Di bawah suara keras Komentator, sorak-sorai pecah kembali di antara penonton.
Tak lama kemudian, suara mekanis dari lencana sekolah berbunyi. Ini adalah suara yang mengumumkan bahwa pertandingan dimulai.
Di atas arena, empat lencana sekolah bersinar bersamaan.
Seketika itu, Ayato langsung bergerak.
Boom
Dalam suara rintihan yang keras, Ayato meluncur ke arah Ryan dengan kecepatan yang mencengangkan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.
Semua proses ini memakan waktu kurang dari satu detik.
Detik berikutnya, Ayato berteriak sembari mengayunkan Ser-Veresta ke tubuh Ryan.
Weeeng
Bilah pedang Ser-Veresta berdengung dengan suara yang tajam. Itu adalah suara getaran bilah pedang energi.
Kemampuan Ser-Veresta sebagai Orga Lux adalah menghancurkan segala sesuatu yang disentuhnya. Hal ini disebabkan bilah pedang energi Ser-Veresta terbuat dari kondensasi Mana dengan suhu yang sangat tinggi.
Jadi, dalam setiap serangannya, Ser-Veresta membawa suhu panas yang sangat tinggi. Inilah alasan mengapa di babak semifinal. Kirin berusaha semaksimal mungkin agar Katana miliknya tidak mengenai langsung bilah pedang energi Ser-Veresta.
Di hadapan Ser-Veresta, tidak ada senjata yang dapat memblokir serangannya. Memegang senjata seperti itu, ditambah dengan serangan berkecepatan tinggi, membuat Ayato menjadi lawan yang menakutkan.
Hanya Orga Lux yang dapat mengimbangi Orga Lux lainnya. Maka dari itu, satu-satunya cara untuk memblokir serangan Ser-Veresta hanyalah dengan Orga Lux.
Sriiiing
Pedang putih suci dan pedang hitam keunguan saling bertumbukan dan bergesekan satu sama lainnya, menimbulkan gelombang panas disertai percikan api yang ganas di bawah suara tabrakan tajam.
“Sudah aku duga ini tidak akan mudah.” gumam Ayato dengan wajah yang tegang.
Kemampuan Khusus yang dimiliki Ser-Veresta tidak akan berfungsi ketika melawan Orga Lux. Maka dari itu, pertarungan Ayato kali ini tidak akan semudah biasanya.
__ADS_1
Sembari terus beradu pedang, Ryan tersenyum menyeringai pada Ayato. “Mari kita akhiri basa-basinya.”
“Apalagi, kamu nggak memiliki banyak waktu kan?”
Mendengar ucapan ini, wajah Ayato menegang. Ia lalu tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja aku mengerti …”
Meski begitu, Ayato tetap tidak berhenti beradu pedang dengan Ryan.
Weeng Weeng
Dalam setiap ayunannya, udara di sekitar terus bergetar. Percikan demi percikan api yang panas memenuhi ruang di antara Ryan dan Ayato.
Shiiiiiii
Saat suara pedang energi yang saling bertabrakan terus bergema di udara, sekumpulan Mana yang cukup besar diam-diam berkumpul di salah satu sudut arena.
Di belakang Ayato, tubuh Saya tampak dipenuhi kilauan partikel cahaya bintang.
Kilauan Prana itu semuanya menyatu ke dalam sebuah Lux berbentuk meriam yang tidak tahu kapan itu muncul.
Prana-Prana tersebut lalu beresonansi dengan tiga Manadyte yang tertanam dalam Lux. Hal ini membuat Mana yang ada di atmosfer berkumpul di moncong meriam.
Type 39 Lux Laser Cannon Wolfdora, itulah nama Lux buatan Saya ini. Dengan menggabungkan paksa tiga Manadyte di dalamnya, membuat daya hancur Lux ini sangat kuat.
Dengan menggunakan senjata yang seperti ini, tanpa ragu Saya menarik pelatuknya. Seketika itu, energi laser yang terbuat dari Mana ditembakkan dengan keras hingga merobek udara.
Swoosh
Dalam suara angin yang kencang, sebuah cahaya laser disertai putaran angin di sekelilingnya melaju dengan cepat.
Seakan tahu bahwa Saya akan melakukan tembakan, tanpa melihat ke belakang, Ayato langsung bergerak ke samping membiarkan angin yang berputar di sekitar cahaya laser menggesek sedikit tubuhnya. Alhasil, cahaya laser itu pun dengan mulus terbang menuju tubuh Ryan
Tepat ketika cahaya laser tersebut akan menghantam tubuh Ryan, suara rapalan mantra Cecily Wong terdengar sangat jelas.
"Inazuma, rakka shi, sonzai suru subete no mono o shōmetsu sa semasu! Kōgeki!"
Diiringi dengan suara rapalan mantra seperti itu, secarik kertas jimat tiba-tiba muncul di depan Ryan, seakan jimat tersebut telah ada sejak awal di depan Ryan.
Kilatan cahaya listrik mulai terpancar dengan indah dari kertas jimat yang ada di depan Ryan.
Detik itu juga, cahaya laser berkekuatan tinggi langsung bertabrakan dengan jimat Cecily Wong.
BOOM
__ADS_1