
"..."
Pada saat ini, udara di seluruh ruangan milik Madiath menjadi sangat dingin.
Seketika itu, ekspresi Madiath berubah. Ia masih membawa senyuman lembut di wajahnya. Akan tetapi, aura yang keluar dari tubuhnya benar-benar menakutkan.
Di bawah tekanan seperti ini, terlepas dari Ryan, ekspresi Sylvia menjadi lebih tegang dan kencang.
Untungnya, sebelum datang kemari, Ryan telah memberikan informasi mengenai identitas Laminamors pada Sylvia dan memintanya untuk mempersiapkan mentalnya. Jika tidak, Sylvia pasti tidak akan setenang ini.
Madiath yang duduk di depan Ryan, memandang Ryan sambil berpura-pura bingung. "Ryan-san, apa maksudmu?"
Melihat akting Madiath ini, Ryan hanya tersenyum dan berkata, "Seperti yang aku katakan tadi, Laminamors. Tidak ada gunanya menyembunyikannya lagi."
"Kamu boleh menganggap ini sebagai ancaman dariku, karena aku memang tahu identitas aslimu."
Pada hari di mana ia berkonfrontasi dengan Laminamors untuk pertama kali, alasan mengapa Ryan tidak bisa mengingat ingatan yang berhubungan dengan identitas asli Laminamors adalah karena gangguan mental Valda-Vaoth.
Setelah kepergian Laminamors dan Valda-Vaoth, barulah Ryan terbebas dari gangguan mental tersebut.
Walau Ryan telah terbebas dari gangguan mental, tapi Ryan tidak bisa mengingat suara dan penampilan Laminamors. Jadi, secara logika, Ryan tidak akan bisa menebak identitas asli Laminamors.
Akan tetapi, sejak awal, Ryan telah mengetahui identitas asli Laminamors dari sumber Anime-nya.
Oleh karena itu, meskipun Ryan tidak dapat mengingat penampilan dan suara Laminamors, Ryan tetap dapat mengetahui identitas asli orang ini.
"Lagipula, untuk menebak identitas asli Laminamors, bukanlah hal yang sulit. Karena pada saat itu, aku telah memotong tangannya."
Mengatakan hal ini, Ryan mengalihkan pandangannya dan melihat tangan kanan Madiath. "Dan sepertinya, kamu berusaha menyembunyikan poin penting ini."
Di samping Ryan, pandangan Sylvia juga tertuju pada sarung tangan Madiath yang hanya digunakan di tangan kanannya.
Mendengar kecurigaan Ryan, Madiath hanya mengangkat bahu dan berkata dengan sabar, "Itu tidak mungkin. Sebagai Ketua Komite Operasional Festa, jika aku kehilangan satu tangan tanpa alasan, maka orang-orang pasti akan meragukan kapabilitas Integrated Enterprise Foundation. Lagipula, Konsorsium memiliki teknologi untuk memulihkannya."
"Jadi, hal tersebut tidak bisa menjadi bukti bahwa aku adalah orang yang kamu maksud itu."
"Pulih?" Ryan berkedip dan tersenyum menyeringai. "Apakah tangan itu benar-benar pulih?"
Bisa dibilang, memulihkan tangan yang telah dipotong menggunakan Mystic Eye of Death Perception sangatlah mustahil. Karena pada saat itu, dengan menggunakan kekuatan Mystic Eye of Death Perception, Ryan melihat garis kematian di tangan Laminamors dan memotongnya.
Dengan kata lain, tangan Laminamors telah mati. Tidak peduli metode apa yang digunakan, sesuatu yang telah dipotong garis kematiannya tidak akan dapat dipulihkan, dan itu termasuk telapak tangan Laminamors.
“Aku yakin kamu pasti telah memotong lenganmu dan menggantinya dengan lengan prostetik setelah kamu mengetahui bahwa pergelangan tanganmu sama sekali tidak bisa disembuhkan, bahkan lukamu juga tidak bisa menutup sama sekali.”
Pernyataan Ryan ini sedikit membuat Sylvia terkejut. "Jadi, tangannya tidak pulih, tapi diganti lengan boneka?"
Madiath terus tersenyum dan tidak berbicara sepatah katapun. Seakan ia tidak memiliki alasan untuk menyanggah pernyataan Ryan.
Setelah beberapa saat terdiam, Madiath melepas sarung tangan yang menyelimuti telapak tangan kanannya.
Di balik sarung tangan itu, terpampang sebuah telapak tangan biasa, seperti telapak tangan manusia normal lainnya.
__ADS_1
Akan tetapi, tiba-tiba saja, Madiath mengeluarkan Prana yang sangat kuat dan mengumpulkannya di lengan kanannya. Saat ia mengepalkan tangannya dengan keras, kulit yang menutupi seluruh lengan kanannya pecah. Dari balik balutan kulit palsu tersebut, terlihat kilauan logam perak.
Dari penampilan lengan kanan Madiath, sudah dapat dipastikan bahwa ia adalah Laminamors.
“Seperti yang kamu katakan, tanganku sama sekali tidak bisa pulih dengan cara apa pun. Bahkan lukanya sama sekali tidak bisa sembuh. Akhirnya, aku terpaksa memotong seluruh lengan kananku dan menggantinya dengan tangan prostetik.”
“Lagipula, aku juga sudah siap jika kamu telah mengetahui identitas asliku. Hanya saja, aku tidak menyangka kamu akan mengancamku saat kunjungan resmi seperti ini.”
Madiath hanya bisa menghela nafas dan memberikan penilaiannya. “Harus kukatakan, kamu sangat pintar, Ryan-san."
Seorang Ketua komite Operasional Festa sebenarnya adalah anggota organisasi bawah tanah dan masih aktif dalam melakukan aktivitas ilegal. Begitu informasi seperti ini terungkap, maka Integrated Enterprise Foundation tidak akan bisa mengabaikannya.
Lagi pula, Komite Operasional Festa adalah organisasi yang berada langsung di bawah kekuasaan Integrated Enterprise Foundation. Ketuanya memiliki jabatan yang setara dengan Manager dalam induk Integrated Enterprise Foundation
Jika orang seperti itu adalah seorang penjahat, maka ini akan menjadi skandal terbesar di dunia dan jelas akan menjatuhkan nama baik Integrated Enterprise Foundation. Tentu saja hal ini akan menimbulkan kerugian yang cukup besar, dan mereka tidak akan ragu untuk menyingkirkan Madiath.
Oleh karena itu, Madiath tidak boleh membiarkan orang lain mengetahui identitasnya.
Kalau saja Ryan mengancamnya di luar kunjungan resmi ini, Madiath pasti akan langsung melenyapkan Ryan. Namun, kenyataan berkata lain.
“Jika aku menghajar seorang juara Festa di sini, Integrated Enterprise Foundation pasti akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan itu sangat tidak menguntungkanku.”
Madiath kali ini sangat mengagumi kecerdasan Ryan. "Bahkan jika kamu keluar dari tempat ini, aku tetap tidak bisa membunuhmu. Karena sebelum keinginanmu terkabul, Integrated Enterprise Foundation dan juga seluruh orang di dunia akan selalu memperhatikanmu. Maka dari itu, aku tidak bisa sembarangan bergerak."
Intinya, Madiath tidak akan bisa membunuh Ryan karena Ryan adalah juara Festa. Inilah yang Ryan incar sejak awal.
"Dan di sisi lain, kamu memilih untuk berkonfrontasi denganku di sini. Apakah kamu ingin melakukan negosiasi denganku?" Madiath lalu mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Aku mengerti, aku tidak ingin melawanmu, Ryan-san."
Benar, Madiath sesungguhnya tidak ingin melawan Ryan. Masih banyak misteri yang menyelimuti Ryan, jadi ia harus berhati-hati dalam menanganinya.
Ucapan ini, membuat tangan Sylvia sedikit bergetar, matanya pun dipenuhi dengan berbagai emosi.
Namun, ucapan Madiath berikutnya, membuat emosi Sylvia naik. "Tapi, aku tidak dapat menjamin kesadaran asli gurumu bisa kembali setelah Valda-Vaoth keluar."
Mendengar ini, Sylvia tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya. "Apa maksudmu?!"
Sylvia berkata dengan nada tinggi, "Mungkinkah Ursula tidak akan bisa bangun lagi?!"
"Tenang, Sylvia." Ryan meraih tangan Sylvia dan menatapnya, "Coba dengarkan dulu.”
Suara Ryan membuat Sylvia tersadar. Ia kemudian menoleh dan melihat tatapan penuh kekhawatiran di mata Ryan. Perlahan, emosi Sylvia mulai mereda.
Setelah sedikit tenang, Sylvia menarik napas dalam-dalam dan kembali duduk di sofa. Walau begitu, Sylvia tetap menatap tegas Madiath di depannya.
"Maaf, Ketua …" Ryan berusaha menjadi penengah. "Bisakah kamu menjelaskannya secara detail?"
Madiath mengangguk dan kembali melanjutkan penjelasannya. "Sangat mudah untuk secara paksa mengambil alih tubuh orang lain. Yaitu dengan menekan pikiran dan kesadaran pemilik tubuh."
"Dalam kasus ini, Valda-Vaoth telah lama menempati tubuh Ursula. Akibatnya, kesadaran asli Ursula telah lama dalam keadaan tidur. Bahkan jika Valda-Vaoth keluar dari tubuhnya, masih belum pasti apakah kesadaran asli Ursula akan pulih atau tidak."
"Benarkah?" Ryan berkata, "Tapi karena Valda-Vaoth memiliki Kemampuan untuk membuat orang tidur, dia pasti memiliki Kemampuan untuk membangunkan."
__ADS_1
"Bagaimanapun juga, kedua Kemampuan itu termasuk dalam Kemampuan Memanipulasi Mental. Jadi, secara logika seharusnya Valda-Vaoth bisa membangunkan Ursula."
"Itu benar." Madiath merentangkan tangannya dan berkata, "Tapi Valda-Vaoth telah menempat tubuh Ursula selama lima tahun."
"Di bawah represi pikiran yang konstan seperti itu, kesadaran Ursula seharusnya telah melemah. Oleh karena itu, walau Valda-Vaoth melepaskan kendalinya atas tubuh Ursula, hal itu tidak menjamin Ursula akan sadar kembali."
Dengan kata lain, Ursula bisa langsung bangun setelah Valda-Vaoth meninggalkan tubuhnya, atau bisa juga ia akan dalam keadaan koma sampai waktu yang tidak dapat diprediksi.
"Meski begitu, apakah kamu mau menerimanya?"
Madiath berkata, "Sejujurnya, aku tidak tahu bahwa Ursula sebenarnya memiliki hubungan dekat dengan Yang Mulia Diva. Kalau tidak, Valda-Vaoth pasti tidak akan menggunakan tubuh itu."
Sylvia mengangguk atas pertanyaan Madiath.
Melihat Sylvia mau menerima kondisi Ursula, Madiath mengalihkan pandangannya ke arah Ryan dan tersenyum padanya. "Aku telah menyampaikan niat baikku. Dan sekarang, niat baik apa yang bisa kamu berikan dalam negosiasi ini?"
Ryan tersenyum palsu pada Madiath dan berkata, "Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku hanya ingin mendapatkan kembali tubuh Guru dari temanku ini. Jadi, selama Ursula kembali, aku berjanji tidak akan mencampuri urusanmu. Selain itu, aku juga tidak akan mengungkap identitasmu dan keberadaan organisasi di belakangmu pada orang lain."
Janji ini terdengar seperti janji kosong belaka. Dalam kondisi normal, Madiath pasti tidak akan mempercayainya. Namun, lawan negosiasi kali ini adalah Ryan.
"Aku adalah murid Banyuu Tenra. Dan Guru sepertinya memiliki perjanjian non-agresi denganmu. Jadi, sebagai muridnya, tentu kamu mempercayaiku kan?" ucap Ryan.
"Tentu saja." Madiath tertawa dan berkata, "Aku berharap bahwa Ryan-san tidak menyimpan dendam karena tindakanku terakhir kali yang ingin membunuhmu."
Mendengar ini, Ryan melihat ke tangan Madiath dan menyindirnya. "Aku rasa kamu memiliki lebih banyak alasan untuk menyimpan dendam daripada diriku."
Bagaimanapun juga, Ryan telah membuat Madiath menjadi cacat permanen yang tidak akan bisa disembuhkan. Jadi, sudah jelas, siapa yang menderita kerugian paling banyak di sini.
Setelah beberapa saat berbincang, Ryan dan Sylvia memutuskan untuk undur diri.
Melihat Ryan dan Sylvia pergi, Madiath tersenyum. Perlahan, senyuman ini menghilang dan tergantikan dengan ekspresi wajah serius.
"Apakah kamu benar-benar ingin berkompromi dengan manusia itu?"
Dari belakang Madiath, sosok Valda-Vaoth tiba-tiba muncul.
Madiath terus menatap pemandangan kota Asterisk sambil berkata pada Valda-Vaoth, "Ryan memiliki terlalu banyak misteri. Kita juga tidak tahu bagaimana dia bisa mendapatkan informasi itu. Terlebih lagi, dia adalah murid Banyuu Tenra."
"Dan dia juga sangat cerdas, melakukan negosiasi setelah menjadi pemenang Festa. Ini benar-benar tidak terpikirkan olehku."
"Apakah kamu dapat mempercayai perjanjian lisan dengan manusia?" tanya Valda-Vaoth tanpa emosi.
"Aku hanya memilih untuk mempercayai penilaianku saat ini." Madiath berkata dengan penuh arti, "Setidaknya, dia tidak memiliki alasan untuk mengganggu kita, sama seperti Gurunya."
"Jika ini keputusanmu, maka aku akan mengikutinya." jawab Valda-Vaoth.
Setelah terdiam beberapa saat, Valda-Vaoth kembali bertanya, "Kapan kita akan mengembalikan tubuh ini kepada mereka?"
Tanpa ragu Madiath berkata, "Secepatnya."
"Aku akan membantumu menemukan tubuh yang cocok. Jadi, segera putuskan hubunganmu dengan tubuh itu, agar Ryan tidak memiliki alasan untuk terlibat lagi dengan urusan kita." tambahnya.
__ADS_1
"Mengerti." Setelah Valda-Vaoth mengucapkannya, ia lalu berbalik dan menghilang.
Kini, hanya Madiath yang tersisa di ruangan tersebut. Sambil melihat pemandangan kota, ia bergumam, "Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?"