Reincarnation Room

Reincarnation Room
Vlad


__ADS_3

"Arghh!" Riko meringis kesakitan dan kembali jatuh terhempas.


Aria sangat terkejut dengan semua ini. Refleks, ia mengangkat pistol Colt di tangannya, dan berbalik membelakangi Riko.


Ryan sejak tadi berdiri di samping Riko, menyipitkan matanya dan melihat ke depan.


Dari arah pintu belakang kabin, sosok yang menembak Riko perlahan muncul.


Melihat sosok tersebut, mata Ryan dan Aria terbelalak.


"Sayonaki-sensei?" ucap Aria seakan tidak percaya.


Sayonaki memberi salam sambil tersenyum elegan. "Selamat malam semuanya."


Di tangan orang yang tersenyum elegan itu, terlihat sebuah pistol yang dilengkapi peredam.


Suasana di sekitar tubuh Sayonaki saat ini juga benar-benar terasa berbeda.


Jika biasanya Sayonaki terlihat sopan dan hangat seperti seorang bangsawan, tapi kali ini Sayonaki terasa seperti binatang buas.


Tentu saja, jika hanya demikian, maka posisi Sayonaki tidak cukup untuk dinilai sebagai musuh.


Lagi pula, musuh kali ini adalah Riko. Sayonaki menembaki Riko. Jadi apa yang dilakukan Sayonaki bisa diartikan sebagai upaya untuk menangkap Butei Killer.


Namun, beberapa saat kemudian, dari dalam bayangan Sayonaki, munculnya beberapa binatang buas. Dan binatang buas itu adalah serigala dengan rambut putih keperakan.


"Serigala Perak Kaukasus!" seru Aria terkejut.


Di saat yang sama, mata Sayonaki berubah menjadi dingin.


"Jadi begitu." Ryan berbicara sendiri sambil berbisik. "Kamu lah orang yang mengirim beberapa ekor serigala untuk membunuhku, Sayonaki-sensei …"


"Auuuuuuuu …" Salah satu serigala mengeluarkan lolongan bernada tinggi sambil mengangkat kepalanya ke atas.


Setelahnya, satu demi satu serigala di belakang Sayonaki mulai melolong seakan menyambut kedatangan sang penguasa malam


Sayonaki berjalan ke depan bersama sekelompok serigala perak. Sambil berjalan, ia melihat ke arah Aria, lalu mengalihkan pandangannya ke tubuh Ryan. Sayonaki sama sekali mengabaikan Riko yang masih terbaring di tanah.


Saat ini, senyum elegan di wajah Sayonaki perlahan berubah menjadi senyum penuh ejekan yang terlihat jahat.


"Sungguh menyebalkan …"

__ADS_1


Ucapan Sayonaki yang begitu tiba-tiba ini mengejutkan Aria.


Ryan pun hanya diam dan terus menatap Sayonaki yang telah berhenti berjalan.


"Sebenarnya, aku tidak pernah sebenci ini pada seseorang."


"Tapi, entah mengapa, setiap aku melihatmu, aku merasa bahwa keberadaanmu adalah sesuatu yang tidak seharusnya ada. Hal ini menyebabkan aku sangat membencimu."


"Jujur saja, aku masih bingung dengan perasaanku ini." ucap Sayonaki dengan ekspresi tidak berdaya dan sarkasme.


"Sensei, apa yang sensei bicarakan?" Aria lalu maju menuju Sayonaki. Namun, Ryan mencegah langkah Aria.


Ryan kemudian bertanya langsung pada Sayonaki. "Siapa kamu sebenarnya?"


"Aku?” Sayonaki mengangkat bahunya dengan nada bercanda dan menunjuk ke arah Riko yang masih berbaring di atas lantai geladak.


"Jika aku harus mengatakannya, maka aku adalah Tuan dan juga pemilik dari sampah itu.."


"Kamu!" Riko dengan susah payah mengangkat kepalanya dan melotot ke arah Sayonaki.


Melihat Riko seperti ini, Ryan menyadari bahwa di mata Riko ada rasa takut yang berbalut kemarahan ketika Sayonaki menyebutnya sampah.


Namun, hal ini malah membuat Sayonaki tersenyum manis. "Sejujurnya, kamu benar-benar telah membuatku kecewa, Nona IV."


“Maka dari itu, aku bersedia datang langsung menaiki kapan ini untuk menonton aksimu. Tapi, begitu melihat hasilnya, aku benar-benar kecewa. Sepertinya aku harus mengembalikanmu ke dalam kandang lagi seperti dulu.”


“Ka-kandang … kandang …” Tubuh Riko mulai gemetaran, suaranya pun juga ikut bergetar begitu mendengar ucapan Sayonaki.


“Apakah kamu telah melupakannya?” Sayonaki berpura-pura menjadi orang yang mendapat pencerahan, dan kemudian tertawa. "Hahahaha … baik, tidak masalah."


"Bagaimanapun juga, aku tidak pernah berharap lebih padamu."


"Dan karena kamu telah melupakannya, maka aku akan membuatmu mengingatnya lagi, hal yang dulu telah membuatmu putus asa."


"Tapi sebelum itu, kamu harus patuh dan tetap diam di sana sampai aku menyelesaikan bocah yang tidak menyenangkan ini. Setelah itu, aku akan mengirim Holmes ke kandang bersama dirimu."


Dari nada suara Sayonaki, ia tampak memperlakukan Riko sebagai hewan peliharaan, yang harus patuh pada perintah tuannya.


"Kelebihan dari masing-masing manusia ditentukan oleh gen mereka, Manusia tanpa gen yang baik, mereka akan cepat mencapai batasnya, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha.” ucap Sayonaki sambil melihat ke arah Riko.


 "Lupin IV, kamu tidak mewarisi kelebihan nenek moyangmu. Dari sudut pandang genetika, kamu adalah sampah yang tidak berguna.”

__ADS_1


“Walau begitu, kamu adalah spesies dengan garis keturunan yang baik. Jadi, setidaknya aku akan mengurungmu di kandang dan menggunakanmu untuk menghasilkan varietas keturunan yang superior.”


Mendengar kalimat panjang Sayonaki ini, Riko terus memegangi tubuhnya sambil terus gemetaran seakan sedang terkena hawa yang sangat dingin.


"Tidak … tidak! Aku tidak mau Vlad mengurungku lagi!" teriak Riko dengan tatapan kosong seakan ia telah mengalami trauma yang sangat berat.


Melihat hal ini, emosi pada diri Ryan terus terakumulasi. Bagaimana pun juga, Riko adalah salah satu orang yang Ryan cintai. Mendapat penghinaan seperti itu, sama seperti menghina dirinya sendiri.


Sementara itu, reaksi yang berbeda ditunjukkan oleh Aria.


"Vlad?" Mata Aria langsung melebar begitu mendengar nama itu. Ia kemudian mengarahkan kedua pistolnya ke arah Sayonaki.


"Jadi, sejak awal kamu adalah Vlad?!"


Sambil menahan emosinya, Ryan bertanya pada Aria. "Apakah kamu mengenalnya?"


"Tentu saja aku tahu! Vlad adalah nama salah satu petinggi IU, organisasi yang telah memfitnah Ibuku!"


"Dan dia adalah orang nomor dua di IU, Vlad of The Endless Sin!" jawab Aria tanpa ragu.


Akan tetapi, Sayonaki menampik ucapan Aria. "Sayang sekali, saat ini aku bukanlah Vlad."


"Saat ini?" Aria merasa bingung.


"Kalau begitu, biarkan aku memberimu pelajaran singkat." Sayonaki tersenyum menyeringai.


"Sebenarnya, di dunia ini, ada sejenis makhluk yang bisa memodifikasi gennya sendiri dengan menghisap darah untuk terus berevolusi. Makhluk semacam itu dikenal sebagai Vampir."


"Hanya saja, tanpa darah yang berkualitas baik, membuat banyak Vampir mati."


"Hanya ada satu Vampir, yang berhasil bertahan hidup karena beruntung menghisap darah manusia berkualitas tinggi dan menjadi individu yang kuat."


"Untuk membuat Vampir tersebut terus berevolusi, dia harus menggunakan darah manusia berkualitas tinggi yang akhirnya menyebabkan gennya terus bermutasi."


“Akhirnya, Vampir tersebut bersembunyi dalam cangkang manusia dan tertidur. Namun, Vampir ini akan bangun ketika ia merasakan rangsangan yang hebat sehingga otak menghasilkan neurotransmitter.”


"Dan aku lah, cangkang manusia itu."


Setelah Sayonaki selesai memberikan pelajaran singkatnya, beberapa serigala kaukasus yang ada di belakang Sayonaki mulai bergerak mengelilingi Ryan dan Aria. Mereka berdua pun terkepung di tengah kawanan serigala ini.


“Ini gawat!” Aria mau tidak mau mundur selangkah. Ia juga bingung untuk membidik target di tengah kawanan serigala itu.

__ADS_1


Sementara itu, Riko sepertinya benar-benar telah kehilangan semangat bertarungnya. Ia terus memegang bahunya dan gemetar ketakutan.


__ADS_2