
JEDER
Tanpa diduga, awan mendung kembali menyelimuti langit Rusia. Akhirnya, petir pun mulai menggelegar, memancarkan sinar yang menyilaukan dan menerangi langit dari waktu ke waktu.
Tepat di bawah lapisan awan gelap, sebuah helikopter militer memutar baling-balingnya dan terbang perlahan menuju ke arah cabang Rusia.
Di dalam helikopter, Alisa memandangi langit malam yang terus bergemuruh sejak tadi. "Bukankah terbang di tengah cuaca ekstrim seperti sangat berbahaya?"
Ryan yang sedang melihat-lihat data dalam tabletnya, menjawab pertanyaan Alisa dengan santai. "Keberuntungan kita seharusnya tidak terlalu buruk. Lihat saja, sampai sekarang Helikopter ini sama sekali belum tersambar petir."
"Ugh … bisakah kamu lebih khawatir lagi?" protes Alisa.
"Tentu saja aku khawatir. Ada kesalahan sedikit saja, kita nggak akan bisa kembali ke cabang Rusia. Hanya saja, memikirkan semua itu sekarang tidak ada gunanya." ucap Ryan sambil terus menggeser-geser panel layar tabletnya.
Tiba-tiba, ekspresi Ryan berubah menjadi serius. Ia kemudian melihat ke luar jendela. "Alisa, lihatlah ke luar!"
Mendengar ini, Alisa melihat ke arah pandangan Ryan tertuju. Seketika itu juga, ekspresi Alisa juga berubah menjadi serius.
"Groaar"
Drap Drap Drap
JEDER
Suara auman bercampur derapan langkah kaki dan juga petir, menyeruak di udara.
Pasukan Aragami yang tak terhitung jumlah, berjalan bergerombol dengan rapi di atas tanah bagaikan semut yang keluar dari sarangnya.
Di sana, ada berbagai macam Aragami, seperti Ogretail, Kongou, Chi-You, dan juga Vajra.
Berbagai Aragami tersebut bergerak ke arah yang sama, yaitu cabang Rusia.
"Ini ..." Alisa terkejut dengan pemandangan ini.
Meski Alisa sudah mengetahui mengenai hal ini dalam konferensi, namun melihatnya secara langsung membuatnya sadar bahwa keadaan saat ini sangatlah gawat.
Setelah Alisa mengakui kelemahannya, kini ia sadar bahwa dengan kemampuannya yang sekarang, menghadapi pasukan Aragami sebesar ini sama saja bunuh diri.
Alisa memang bisa mengalahkan Aragami bertipe Kecil seperti Ogretail dengan mudah. Akan tetapi untuk Aragami bertipe Medium dan Besar, Alisa hanya bisa sedikit melukai mereka.
Ryan tiba-tiba berkomentar dengan nada sedikit kesal. "Dalam menghadapi pasukan sebesar ini, cabang Rusia tidak ragu-ragu untuk menjebak bala bantuan yang dikirim Fenrir cabang Timur Jauh."
"Mereka bahkan rela mengorbankan Tentara, God Eater, dan juga misi penting mereka, hanya untuk menjaga rahasia yang mereka sembunyikan!"
"Aku harap rahasia tersebut benar-benar layak untuk dirahasiakan!"
Mendengar ucapan Ryan, sebagai God Eater yang berafiliasi dengan cabang Rusia, Alisa benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Karena apa yang dikatakan Ryan memang benar adanya.
Kalau Alisa yang dulu, ia pasti tidak akan memperdulikan ini semua. Karena yang ada di pikirannya hanyalah balas dendam. Maka dari itu, selama ini Alisa hanya menuruti perintah dari atasan tanpa peduli alasannya.
__ADS_1
Tapi kali ini, untuk pertama kalinya, Alisa berpikir mengenai motif atasannya. "Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan? Sampai mereka berbuat begitu jauh seperti ini ..."
Saat Alisa sedang berpikir, tiba-tiba suara Ryan terdengar. "Kita sudah sampai …"
Suara ini membangunkan Alisa dari lamunannya. Ia kemudian melihat ke luar jendela.
Tak jauh dari pasukan Aragami, gedung-gedung tinggi dan berbagai fasilitas militer yang dikelilingi dinding pertahanan terlihat di depan matanya.
Namun, bukannya senang, Alisa malah terkejut. "Pasukan Aragami yang datang menyerang sudah sedekat ini?"
"Berdasarkan kecepatannya, pasukan Aragami ini akan tiba di depan dinding cabang Rusia dalam beberapa jam!"
"Tapi, kenapa cabang Rusia tidak mengirim pasukannya untuk menghalau Aragami yang datang? Bukankah rencana pertahanan juga sudah disusun dalam konferensi?" ucap Alisa dengan nada penuh keraguan.
"Ini memang benar-benar aneh. Cabang Rusia tampak begitu tenang." Ryan melihat keadaan di sekitar tembok, namun tidak tampak satupun God Eater yang bertugas untuk menghalau pasukan Aragami.
"Dan sepertinya, waktu yang aku miliki juga nggak banyak. Aku harus mengungkap rahasia mereka sebelum pasukan Aragami tersebut menyerang cabang Rusia!" gumam Ryan sambil menekan panel layar sentuh di tangannya.
Seketika itu juga, kecepatan Helikopter yang mereka tumpangi meningkat dengan tajam. Dengan cepat, Helikopter tersebut terbang ke arah cabang Rusia.
Setelah beberapa menit terbang, Helikopter yang Ryan dan Alisa tumpangi hampir sampai di pangkalan militer.
Sebelum Helikopter mendarat di pangkalan militer, Ryan berniat untuk melompat terlebih dahulu.
Saat Ryan akan melompat, Alisa memegang pergelangan tangan Ryan. "Bergegaslah pergi ke gedung utama Fenrir dan jangan berhenti!"
"Aku bisa saja membunuh mereka semua, tapi itu hanya akan memberi waktu bagi cabang Rusia untuk menyembunyikan, bahkan mungkin memusnahkan semua bukti-bukti terkait rahasia itu."
"Maka dari itu, kali ini aku juga akan melakukan penyelinapan ke dalam gedung utama, sama seperti sebelumnya." jelas Ryan.
Alisa memandang Ryan dengan serius. "Setiap Helikopter milik Rusia telah dipasangi GPS, yang artinya mereka tahu kedatangan kita."
"Kita sekarang telah memperlambat laju Helikopter ini untuk memudahkanmu melompat. Tentu saja hal ini akan membuat mereka curiga."
"Aku tahu itu. Tapi, lebih baik dicurigai dan tetap menyelinap daripada menerobos masuk dari depan secara terang-terangan." balas Ryan.
Mendengar ucapan Ryan, Alisa sedikit menundukkan kepala. Beberapa saat kemudian, ia kembali menatap Ryan seakan ia telah memutuskan sesuatu.
"Aku akan masuk bersama mu. Dengan statusku, aku bisa dengan bebas keluar dna masuk ke gedung utama. Sementara itu, kamu bersembunyi lah, lalu ikuti aku secara diam-diam."
"Haa?" Ryan agak terkejut dengan proposal Alisa. Dengan kata lain, Alisa bersedia mengkover Ryan.
"Kamu mau membongkar rahasia mereka?" Ryan menatap Alisa dengan ekspresi penuh pertanyaan.
"Kenapa kamu mau melakukannya? Sebagai orang dari cabang Rusia, kamu tidak punya alasan untuk membantuku kan?"
"Karena aku ingin menyelamatkan cabang Rusia." jawab Alisa dengan serius.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan memutuskan sendiri, apakah kamu itu musuh, atau teman. Dan kali ini, aku memutuskan bahwa tujuanmu sama sekali tidak membahayakan cabang Rusia. Maka dari itu, aku akan membantumu."
__ADS_1
"Alasan kenapa aku menjadi God Eater adalah karena dulu aku terlalu lemah untuk menyelamatkan apapun." Ekspresi Alisa terlihat suram, tapi ia tidak menghindari tatapan Ryan.
"Jadi, kali ini, aku ingin mengandalkan kekuatanku sendiri untuk menyelamatkan semua orang." Setelah mengatakannya, Alisa melepas genggaman tangannya.
Ryan menatap lurus ke wajah menawan Alisa dan akhirnya menghela nafas panjang. Ia pun memutuskan untuk mengikuti rencana Alisa.
Setelah itu, Ryan mempercepat kembali laju helikopter dan langsung terbang ke pangkalan militer cabang Rusia.
Saat Helikopter yang mereka tumpangi mendarat, mendadak sekelompok tentara bersenjata lengkap dengan cepat mengepung Helikopter.
Alisa keluar dari Helikopter dengan wajah dinginnya.
Setelah melihat Alisa, Wakil Kapten yang memimpin pasukan tersebut menghela nafas lega. "Alisa Illinichina Amiella!"
Wakil Kapten berkata kepada Alisa dengan ekspresi yang sangat serius. "Kenapa kamu baru kembali sekarang?"
Mendengar hal ini, wajah Alisa tidak menunjukkan ekspresi apapun, ia tetap terlihat dingin dan cuek seperti biasanya.
"Apakah para petinggi sudah tahu bahwa aku telah kembali?"
"Ya." Wakil Kapten mengangguk, ekspresinya masih serius. "Kapten sangat marah karena kamu telah melanggar perintahnya. Saya harap kamu bersedia untuk menerima hukuman."
"Omong-omong, apakah orang-orang yang pergi bersamaku dalam misi sebelumnya telah melemparkan semua kesalahannya padaku?" tanya Alisa tanpa melihat ke arah Wakil Kapten.
"Nanti aku akan menjelaskannya sendiri secara langsung pada Kapten."
Setelah itu, Alisa tidak lagi memperdulikan segerombolan tentara yang telah mengepungnya dan langsung berjalan menuju gedung utama.
Melihat hal ini, Wakil Kapten hanya bisa pasrah melihatnya pergi.
~***~
"Haah~"
Di samping gedung utama, wajah dingin Alisa mulai runtuh. Ia kemudian dengan lembut menghela nafas panjang dan melihat sekelilingnya.
Di saat yang sama, sosok hitam tiba-tiba keluar dari sebuah sudut yang gelap. Sosok tersebut menghampiri Alisa sambil tersenyum.
"Kamu benar-benar anak emas cabang Rusia. Seperti yang diharapkan dari Tipe Baru (New-Type). Kalau pun kamu melanggar perintah atasan, dengan posisimu, kamu bisa tetap lolos dari hukuman dengan mudah."
Alisa sedikit terkejut dengan kehadiran Ryan. "Apa kamu sudah siap?"
"Aku sudah siap." Angguk Ryan. "Jadi, apa rencanamu?"
"Aku pernah mendengar bahwa ada sebuah ruangan di gedung utama, yang didedikasikan untuk menempatkan sebuah super komputer. Semua informasi di dalam cabang Rusia dikelola dan disimpan di sana."
"Kalau kamu pergi ke sana, mungkin kamu dapat menemukan informasi mengenai rahasia yang menyebabkan Venus mengamuk." jawab Alisa dengan nada rendah
"Oke, kemana kita harus pergi?"
__ADS_1