Reincarnation Room

Reincarnation Room
Tubuh Abadi?


__ADS_3

Croot


Dengan cepat, peluru yang ditembakkan Ryan menembus mulut Vlad yang sedang meraung. Darah pun memercik dan membasahi lantai geladak.


Namun, Ryan tidak berhenti di situ.


Dor Dor Dor Dor Dor


Di bawah suara tembakan beruntun, beberapa kali kilatan cahaya muncul di depan Ryan. Peluru-peluru yang dimuntahkan pistol tak terlihat tersebut melintasi langit malam dan jatuh ke tubuh Vlad.


Croot Croot Croot Croot Croot


Peluru-peluru tersebut sukses menembus tubuh Vlad. Darah pun berceceran memenuhi tubuh Vlad. 


Akan tetapi, tiba-tiba saja, muncul asap merah dari semua luka yang diderita Vlad. Tidak butuh waktu lama, semua luka di tubuh Vlad sembuh.


“Ini!” Melihat pemandangan ini dengan matanya sendiri, Aria yang sedang berjuang untuk bangkit berdiri dari lantai geladak sangat terkejut


"Tidak! Vlad memiliki tubuh abadi. Kamu tidak akan bisa membunuhnya!" teriak Riko yang masih terkapar dengan seluruh kekuatannya.


Seperti yang dikatakan Riko, Vlad adalah Vampir legendaris yang telah berevolusi melalui penyatuan banyak gen. Dan salah satu Kemampuan Khusus dasar dari Vampir adalah regenerasi, dimana Vlad dapat menyembuhkan lukanya dengan cepat.


"Ryan, kamu harus menggunakan senjata khusus untuk mengalahkannya!" ucap Aria.


"Seperti bawang putih, sinar matahari, dan senjata perak. Itu semua adalah kelemahan Vampir!"


Mendengar kata-kata Aria, Vlad tertawa sinis. “Kelemahan? Aku sudah tidak memilikinya lagi di dalam tubuh ini!”


Berbeda dengan cara bicara Sayonaki yang sopan dan kharismatik, cara bicara Vlad menggunakan nada rendah yang menakutkan.


"Setelah berabad-abad Sayonaki mengumpulkan banyak darah dengan gen superior, akhirnya aku memiliki ratusan jenis Kemampuan Khusus dari berbagai orang terkenal yang ada dalam sejarah. Jadi sekarang aku sudah tidak memiliki kelemahan lagi!”


“Ya, bisa dibilang, sekarang aku memiliki tubuh abadi yang sebenarnya!”


"Rooooaaaaar!"


Bersamaan dengan raungannya, Vlad menghentakkan kakinya ke atas lantai geladak.


Boom


Hentakan telapak kaki Vlad yang kuat membuat lantai geladak disekitarnya rapuh dan hancur. 


Dengan kekuatan sebesar ini, tubuh Vlad langsung meluncur dengan cepat. Saat jarak Vlad dan Ryan menipis, ia kemudian mengangkat tangannya yang kekar dan dengan keras mengayunkannya ke arah Ryan.


Siiiiuuuuu


Pukulan Vlad membuat angin yang berhembus berubah menjadi pusaran. Bagaikan palu yang berat, pukulan ini terbang ke tempat di mana Ryan berdiri.

__ADS_1


“Awas!” seru Aria.


Bahkan Riko sampai memejamkan mata karena tidak sanggup melihat Ryan menerima pukulan dari Vlad.


Menghadapi pukulan yang semakin mendekat, Ryan tersenyum menyeringai. 


Pupil matanya mendadak berubah menjadi warna biru es, memantulkan cahaya dingin yang indah, sekaligus menakutkan.


Saat ini, dunia dari sudut pandang Ryan telah berubah. Dunia tampak dipenuhi garis-garis menyerupai grafiti yang menyebar di seluruh ruang dimensi.


Sebuah belati dengan simbol bulan sabit pada pegangannya tiba-tiba muncul di tangan Ryan.


Dengan Mystic Eyes of Death Perception yang berwarna biru es, Ryan menatap manusia serigala yang sedang melemparkan tinju kuatnya.


"Tubuh Abadi?"


“Jangan bercanda! Nggak ada yang nggak bisa kubunuh di dunia ini.”


“Dan itu termasuk kamu, Vlad!”


“Akan ku buat kamu menerima ganjaran atas perbuatanmu pada Riko dan Aria!”


Menggunakan kekuatan matanya, Ryan dapat sangat jelas melihat garis-garis kematian pada sekujur tubuh Vlad.


Entah itu bahu, paha, leher, jantung, dan juga kepala semuanya memiliki garis kematian.


Bagi Ryan, Vampir sama sekali tidak memiliki tubuh yang abadi.


Dalam sekejap, tubuh Ryan mendadak menghilang dari tempatnya berdiri. Namun, Ryan bukan lah menghilang, tapi ia bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga sulit untuk dilihat.


Dalam kondisi kecepatan tinggi ini, Ryan mulai mengayunkan belati tajam di tangannya berkali-kali. Ayunan ini sangat cepat, sehingga setiap tebasan yang dilakukan Ryan terlihat menyerupai kilatan cahaya putih kebiruan yang tak terhitung jumlahnya.


Kilatan-kilatan cahaya menyilaukan ini melintas ke tubuh Vlad dan menebas setiap garis kematian yang telah Ryan targetkan.


Di saat tebasan yang tak terhitung jumlahnya ini mengenai tubuh Vlad, Ryan berbisik, "Flashing Seath: Illusionary Prison Monk (Sensa: Gensō Goku Sō)"


Croot Croot Croot Croot Croot


Darah yang tak terhitung jumlahnya menyembur ke atas langit malam.


“ROOOOAAAAR!”


Teriakan kesakitan Vlad bergema di geladak. Vlad merasakan kesakitan seolah-olah ada banyak pisau yang telah memotong tubuh Vlad, hingga mengeluarkan darah yang banyak.


Begitu kilatan-kilatan cahaya pisau itu menghilang, sekujur tubuh Vlad dipenuhi oleh darah dan juga luka tebasan. Permukaan kulitnya pun hancur dan terlihat sangat mengerikan.


Tubuh Ryan bagaikan hantu, mendadak muncul di belakang Vlad. Di saat yang sama, tubuh Vlad perlahan roboh di belakang Ryan.

__ADS_1


Melihat semua ini, Aria dan Riko hanya bisa terdiam tidak bisa berkata-kata.


Setelah beberapa saat, Aria mulai membuka mulutnya duluan, “Ini …”


“Apakah Vlad benar-benar telah dikalahkan?” gumam Riko.


Seakan tidak menyadari keterkejutan Aria dan Riko, Ryan menoleh dan menatap Vlad yang telah roboh.


Di sana, tubuh Vlad mulai menyusut. Gigi taringnya telah menghilang, dan rambut yang menutupi sekujur tubuhnya juga telah rontok. Hingga akhirnya, dia kembali ke wujud manusia, meninggalkan tubuh manusia yang bernama Sayonaki dalam genangan darah.


"Kamu seharusnya senang bahwa aku sekarang adalah seorang Butei." Ryan melirik Sayonaki yang tergeletak di genangan darah.


"Kalau tidak, aku tidak hanya akan membunuh wujud Vampirmu, tapi aku juga akan benar-benar membunuhmu!”


Dengan Mystic Eye of Death Perception, Ryan telah membunuh Vlad, dan menyisakan Sayonaki untuk tetap hidup.


Meski Sayonaki dan Vlad memiliki wujud yang berbeda, akan tetapi mereka adalah orang yang sama. Tapi, dengan kekuatan matanya, Ryan dapat membunuh wujud Vampirnya saja tanpa membunuh wujud manusianya.


Ryan melakukan hal ini sama seperti ketika ia membunuh virus kabane pada seorang wanita hamil di dunia Kabaneri The Iron Fortress. Jadi, kali ini pun, Ryan hanya menargetkan garis kematian Vampir, bukan tubuhnya secara individu.


Secara teori, Mystic Eyes of Death Perception dapat membunuh segalanya. Akan tetapi, penggunanya harus terlebih dahulu memahami konsep "Kematian" dari objek yang ingin dibunuh.


Selama pengguna Mystic Eyes of Death Perception bisa memahami konsep "Kematian" dari objek target, maka apapun dapat dibunuhnya. Bahkan jika itu Dewa dan juga dunia, semua sama.


Dengan kata lain, Mystic Eyes of Death Perception mampu membunuh objek, terutama saat pengguna Mystic Eyes dapat memahami kematian objek tersebut.


Intinya, jika penggunanya dapat memahaminya, maka semuanya bisa dibunuh. Jika penggunanya tidak memahaminya, maka penggunanya tidak akan bisa membunuhnya.


Tentu saja, Ryan belum pernah melihat Dewa, jadi ia masih belum memahami konsep kematian seorang Dewa. Akan tetapi, jika hanya Vampir, maka hal itu sangat mudah.


Oleh karena itu, Ryan hanya membunuh Vlad dan membiarkan Sayonaki tetap hidup.


Dengan cara ini, Ryan tidak menentang Kode Etik Butei dan gelar yang dikenakan tidak akan dihapus oleh sistem. 


Bahkan, berkat kejadian ini, Misi keempat di mana Ryan harus menangkap pelaku kejahatan non-manusia dapat diselesaikan dengan sukses.


"Mulai sekarang, nggak ada lagi Vampir di dunia ini. Dan kamu, nggak akan bisa berubah menjadi Vampir lagi."


"Kamu akan hidup dengan cangkang manusiamu, selamanya."


Setelah mengucapkan semua itu, Ryan langsung menendang bola kembar milik Sayonaki dengan keras.


Kratak


Suara benda pecah pun samar-samar terdengar nyaring. 


Sayonaki yang masih tidak sadarkan diri, tentu saja tidak menyadari bahwa kemampuannya untuk menghasilkan keturunan telah hilang.

__ADS_1


Aksi Ryan ini tentu dilihat oleh Riko dan Aria. Mereka berdua sama-sama memiliki perasaan yang kompleks dengan semua ini.


__ADS_2