Reincarnation Room

Reincarnation Room
Gelar Baru Dan Main Kejar-Kejaran


__ADS_3

Kuil Naga Kuning, Ruang Aula Genbu.


Sama seperti sebelumnya, di tengah ruang latihan ini, Ryan dan Wu Xiaofei berdiri saling berhadapan dengan jarak yang cukup jauh.


Melihat kedua muridnya berdiri di tengah ruangan, wajah lembut Fan Xinglou tidak lagi menunjukkan ekspresi bosan, melainkan penuh dengan tawa.


Sementara Cecily Wong dan Zhao Hufeng, mereka hanya terdiam dan tenggelam dalam pemikirannya masing-masing. Mereka tidak habis pikir, mengapa Ryan tiba-tiba mengusulkan latih tanding.


Di saat yang sama, Ryan melihat Wu Xiaofei yang berdiri di hadapannya. Ia secara mendadak mengajukan pertanyaan tanpa alasan apapun.


"Kakak Senior Pertama, sebelum memulai latih tanding kita, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" 


Wu Xiaofei sedikit terkejut dengan hal ini. Namun, ia tidak mau banyak berpikir dan hanya mengangguk atas permintaan Ryan.


"Apa tujuan Kakak mempelajari Ilmu Bela Diri?"


Mendengar pertanyaan Ryan, Cecily Wong dan Zhao Hufeng mau tidak mau saling memandang dengan cemas. Mereka sama sekali tidak paham mengapa Ryan mengajukan pertanyaan seperti itu.


Mendapat pertanyaan seperti itu, Wu Xiaofei terdiam. Setelah beberapa saat, ia menjawab, "Aku ingin menjadi lebih kuat."


"Ooh~" Ekspresi Ryan sama sekali tidak berubah, seakan ia sudah menduga jawaban ini. 


Ryan lalu bertanya kembali pada Wu Xiaofei, "Apa tujuanmu ingin menjadi lebih kuat?"


"Untuk memenuhi harapan Guru." Wu Xiaofei menjawab tanpa ragu, "Guru membutuhkanku untuk menjadi lebih kuat, jadi aku harus menjadi lebih kuat dan mewujudkan harapan Guru.”


Meski tidak menujukkan banyak emosi dalam ucapannya, namun kesetiaan dan bakti dalam ucapannya tersebut benar-benar nyata.


Seperti yang dikatakan Fan Xinglou, Wu Xiaofei sangat setia pada Fan Xinglou, bahkan ia tidak akan pernah menentang kata-kata Fan Xinglou.


Jadi bisa dikatakan, bahwa tujuan hidup Wu Xiaofei hanyalah memenuhi harapan Guru yang telah membesarkanya sejak kecil dan mengajarinya banyak hal.


Saat berumur enam tahun, Wu Xiaofei ditemukan oleh Banyuu Tenra generasi kedua di sebuah kota terbengkalai di dekat sungai Qingyi dalam kondisi hampir mati. 


Sejak saat itu, Banyuu Tenra merawat dan mengajarinya Ilmu Bela Diri. Untuk berterima kasih pada orang yang memungutnya, Wu Xiaofei benar-benar mendedikasikan dirinya untuk memenuhi harapan Gurunya.


Namun, ambisi dan kesetiaan yang berlebihan ini justru membuat Wu Xiaofei tanpa sadar melakukan kesalahan besar.


"Oke, aku sekarang mengerti tujuan hidup Kakak Senior Pertama." Ryan kemudian berkata terus terang. "Jujur saja, Kakak Senior Pertama tidak akan bisa menang melawanku."


Perkataan Ryan yang sangat sombong ini membuat Cecily Wong dan Zhao Hufeng terkejut sekaligus marah.


Wu Xiaofei sedikit mengangkat matanya dan menatap Ryan. Setelah diam selama beberapa saat, ia berkata, "Tidak mengherankan. Guru pernah berkata, Jika kamu menggunakan kekuatan penuhmu, aku tidak akan menang."


"Nggak kok." Ryan segera membantah dan berkata, "Aku nggak akan menggunakan kekuatan penuhku. Tanpa melakukannya pun, kamu tetap tidak akan bisa menang melawanku."


Melihat senyum Ryan yang seolah sedang merendahkannya, dahi Wu Xiaofei berkerut.


Ding


[Reincarnator dengan nomor serial 124.888 telah berhasil membuat banyak karakter dari berbagai dunia marah. Sistem memberi anda Gelar, -Pesatir Handal-]


'Huh?' Ryan terkejut ketika mendapat notifikasi sistem secara tiba-tiba. Terlebih lagi, notifikasi kali ini bukan pemberitahuan pemberian Misi, melainkan pemberitahuan pemberian gelar. 


Ryan kemudian segera melihat efek dari gelar baru ini.


______________________________________________________________________


Pesatir Handal


Keterangan :

__ADS_1


STR : +20


VIT : +20


AGI : +20


INT : +10


Dapat meningkatkan kemampuan mencaci maki dan mengolok target sehingga membuat target lebih cepat naik darah (STR dan AGI target +2%) atau mind break.


______________________________________________________________________


Ryan cukup tercengang melihat efek dari gelar Pesatir Handal. 'Anjir, apa-apaan ini?! Aku merasa sistem Reincarnation Room sedang mengolokku, ugh …' 


'Tapi, jika dilihat dari efek penambah atribut, ini masih lebih baik dari Gelar Butei (Peringkat S). Hanya saja, kerugiannya adalah kekuatan lawanku juga meningkat.' 


'Untungnya, peningkatan kekuatan lawan sama sekali nggak signifikan.'


Dengan berbagai pertimbangan, Ryan lalu mengganti Gelarnya menjadi Pesatir Handal.


______________________________________________________________________


Nama : Ryan Herlambang


Ras : Manusia


Profesi : Genestella


Gelar : Pesatir Handal


Tingkat Authority : 5


STR : 64 (+47)


AGI : 102 (+47)


INT : 56 (+37)


______________________________________________________________________


Setelah selesai mengganti Gelar, tanpa membuang waktu lagi, Ryan berkata pada Wu Xiaofei, "Ayo kita mulai!"


Wu Xiaofei mengangguk. Seketika itu, tubuh Wu Xiaofei menegang. Aura yang kuat juga keluar dari tubuhnya.


Swoosh


Tiba-tiba saja, sosok Wu Xiaofei berubah menjadi angin. Dan dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, ia meluncur menuju tempat Ryan berdiri. Ia bermaksud untuk memukul mulut Ryan yang tajam itu dengan keras


Kali ini, kecepatan yang ditunjukkan Wu Xiaofei sedikit lebih cepat dibanding saat ia berlatih dengan Fan Xinglou. Bisa dibilang, efek dari Gelar Pesatir Handal mulai bekerja.


Melihat Wu Xiaofei bergegas ke arah dirinya seperti angin puyuh, mata Ryan sedikit berkilat. Detik berikutnya, Ryan secara mendadak melangkah ke kiri.


Boom


Tepat ketika tubuh Ryan menghindar, Wu Xiaofei telah tiba di depannya. Dengan pukulan yang diselimuti Prana, tinju bercahaya bintang itu hanya melewati sisi bahu Ryan dengan suara membelah langit.


Wu Xiaofei sama sekali tidak terkejut dengan hal ini. Ia kemudian langsung mengambil langkah cepat dan sekali lagi berubah menjadi angin puyuh untuk mengejar Ryan yang telah menjauh.


Menghadapi Wu Xiaofei yang mengikutinya, Ryan menoleh ke belakang sambil tersenyum menyeringai. Ia lalu mempercepat langkah kakinya, yang tentu jauh lebih cepat dari Wu Xiaofei. 


Sikap Ryan ini benar-benar membuat Wu Xiaofei yang biasanya selalu tenang menjadi bergejolak.

__ADS_1


Dari tubuh Wu Xiaofei, mulai muncul Prana yang sangat kaya. Bagaikan kilauan debu bintang berwarna biru, Prana di sekitar tubuhnya mulai berputar dengan kecepatan tinggi seperti angin tornado. Seketika itu, kecepatan Wu Xiaofei melonjak.


Swooosh


Bersamaan dengan suara deru angin, sosok Wu Xiaofei menjadi bayangan kabur dan meluncur langsung ke arah Ryan sambil melayangkan pukulan keras.


Namun, belum sempat tinju Wu Xiaofei sampai, Ryan mendadak bergerak menikung tajam. Ini adalah gerakan yang tidak dapat diprediksi. Bagaimanapun juga, orang yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak mungkin bisa berbelok tajam 90% tanpa berhenti.


Alhasil, Ryan sukses menghindari hantaman Wu Xiaofei.


Boom


Hantaman kuat di ruang kosong, memicu suara ledakan yang mengerikan.


Untuk kedua kalinya, Ryan berhasil menghindari serangan Wu Xiaofei.


Walau serangan dan momentumnya sangat kuat, tapi kalau tidak mengenai target, maka serangan ini akan menjadi sia-sia.


Cecily Wong maupun Zhao Hufeng cukup tercengang melihat serangan menakutkan Wi Xiaofeng. Tapi, keduanya sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas pukulan Wu Xiaofeng. Yang mereka lihat hanyalah sebuah bayangan kabur.


Serangan Wu Xiaofeng yang meningkat drastis tidak membuat Ryan takut.


Serangan demi serangan diluncurkan oleh Wu Xiaofeng. Namun Ryan dengan tenang bergerak menghindarinya. Ryan hanya melakukan gerakan sederhana seperti maju, mundur, menghindar ke kiri, dan menghindar ke kanan.


Tapi, walau sederhana, semua gerakan itu dilakukan dengan sangat cepat dan presisi, seakan-akan Ryan dapat memprediksi arah serangan Wu Xiaofeng.    


Akibatnya, serangan Wu Xiaofei sama sekali tidak ada yang mengenai Ryan. Bahkan baju Ryan pun tak dapat disentuhnya.


Melihat aksi kejar-kejaran bak kucing dan tikus ini, Cecily Wong dan Zhao Hufeng sama-sama melebarkan mata mereka.


"Bagaimana mungkin?" Cecily Wong berani berkata dengan nada tidak percaya. "Kakak Pertama tidak bisa menyentuh Adik Seperguruan?"


“Tidak, bukan hanya itu.” Sebagai pemimpin Faksi Kayu, Zhao Hufeng tentu sadar dengan apa yang dilakukan Ryan sejak tadi. 


Dengan nada yang sama seperti Cecily Wong, Zhao Hufeng melanjutkan ucapannya, "Semua serangan Kakak Senior Pertama telah diprediksi Adik Seperguruan. Maka dari itu, serangan Kakak Senior Pertama tidak ada yang kena."


Faktanya, Ryan memang telah memprediksi semua gerakan Wu Xiaofei, sehingga ia dapat dengan mudah mengatasi serangan yang datang padanya.


Dalam hal ini, Ryan seperti dedaunan jatuh yang ditiup angin semilir, bergerak kesana-kemari dengan sangat fleksibel dan terus menghindari serangan bercahaya biru yang datang padanya.


Sambil terus menghindar dengan santai dan tanpa ada beban, Ryan tiba-tiba membuka mulutnya.


"Apakah Kakak tahu, bahwa Guru pernah membuatku melawan Immortal Tool sebagai bagian dari menu latihan harian?"


Pertanyaan di tengah pertarungan ini tentu membuat konsentrasi Wu Xiaofei hilang sesaat, sehingga serangan lanjutan Wu Xiaofei menjadi sedikit tertunda.


"Meskipun Immortal Tool tidak memiliki kecerdasan, tapi benda itu dibuat sendiri oleh Guru. Jadi, semua gerakan dari Immortal Tool, adalah gerakan-gerakan Teknik Bela Diri yang dimiliki oleh Guru."


"Oleh karena itu, aku sangat familiar dengan semua gerakan Guru." Ryan berkata seakan sedang berbicara dengan dirinya sendiri.


Sambil secara fleksibel menghindari serangan Wu Xiaofei, Ryan berkata, "Dan apakah Kakak Senior Pertama tahu?"


"Gerakan Kakak hampir sama persis dengan gerakan yang telah diprogram oleh Guru dalam Immortal Tool."


Setelah mengatakannya, sosok Ryan tiba-tiba berhenti menghindar. Ia kemudian melaju melintasi celah serangan Wu Xiaofei dan dengan cepat mencengkram lehernya.


"Flashing Seath: One Wind (Sensa: Ippū)."


Ryan lalu mengangkat tubuh Wu Xiaofei dan memutarnya. Dengan cepat, Ryan membantingnya ke bawah.


Boom

__ADS_1


Tanpa bisa mengelak, tubuh Wu Xiaofei akhirnya dibanting ke tanah dengan sangat keras.


__ADS_2