Reincarnation Room

Reincarnation Room
Pertandingan Pertama


__ADS_3

"Ooooh!"


Suara sorak-sorai penonton meledak memenuhi Sirius Dome. Lampu sorot dari berbagai sudut menari dan akhirnya menyatu menyorot kedua pintu masuk.


Kontestan dari kedua belah pihak keluar dari pintu masuk pada saat yang sama. Tubuh mereka tersorot cahaya lampu, dan muncul di layar hologram raksasa di atas.


Ryan dan Cecily Wong berjalan perlahan dari pintu masuk Arena yang ada di sebelah Kiri.


Pada saat yang sama, komentator siaran langsung mulai memperkenalkan peserta pertandingan ini.


"Hadirin sekalian, pertama-tama mari kita lihat pasangan kontestan dari sisi kiri. Mereka adalah kontestan Institut Ketujuh Jie Long, Ryan dan Cecily Wong!"


"Sebagai Alumnus Jie Long, dulu aku sering mendengar nama Cecily Wong. Bahkan setelah lulus pun, aku masih sering mendengarnya."


"Ya, itu hal wajar. Bagaimanapun juga, Cecily Wong adalah peringkat keempat Institut Ketujuh Jie Long. Selain itu, dia adalah murid kedua Banyuu Tenra, dan berhasil menjadi Runner-Up Phoenix Festa sebelumnya bersama Zhao Hufeng. Dia adalah salah satu kandidat kuat pemenang Phoenix Festa!"


"Di internet, banyak orang membicarakannya. Mereka berpikir bahwa jika Cecily Wong terus bekerja sama dengan Zhao Hufeng, maka Kejuaraan Phoenix Festa akan jatuh ke tangan mereka."


"Tapi, kali ini partner Cecily Wong adalah Ryan. Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Ini memang aneh. Lagipula, Zhao Hufeng baru satu kali mengikuti Phoenix Festa. Menurut peraturan, dia masih bisa dua kali lagi untuk mengikuti Phoenix Festa. Selain itu, usia Zhao Hufeng juga masih dalam lingkup peraturan Festa."


"Hal ini sungguh berlawanan dengan Ryan. Dia masih belum memiliki peringkat. Dia juga tidak pernah sekalipun berduel di Institut Ketujuh Jie Long. Dan juga, dia baru masuk sekolah tahun ini."


"Namun, menurut kabar yang beredar, Ryan juga merupakan murid Banyuu Tenra. Jadi, meski tanpa peringkat dan rekor duel, dia tetap tidak bisa diremehkan!"


"Bisa dibilang, dia adalah kontestan penuh misteri. Dia bisa menjadi topik panas yang menarik!"


Berkat obrolan para komentator ini, identitas Ryan pun berubah menjadi salah satu kontestan misterius, yang membuat antusiasme penonton semakin meningkat.


Mendengar ini, Ryan dan Cecily Wong yang sedang berjalan berdampingan, saling memandang dan tidak bisa menahan tawa.


"Kak Cecily …" Ryan berkata dengan wajah setengah berpikir, "Sepertinya orang-orang nggak mengharapkanku. Mereka semua berkata jika Kakak dan Kakak Senior Zhao bergabung lagi, maka kalian akan meraih juara Phoenix Festa musim ini."


"Jangan meremehkan dirimu sendiri. Orang lain tentu tidak tahu, bahwa kamu telah berlatih keras selama dua bulan ini." Cecily berkata dengan wajah malasnya, "Kamu tidak lebih buruk dari Hufeng, hanya saja kamu tidak pernah serius."


Pada saat yang sama, Ryan dan Cecily telah memasuki arena.


Dari arah yang berlawanan, dua orang peserta mengenakan seragam berwarna gelap dengan dominasi abu-abu hitam, perlahan juga masuk ke dalam arena.


Seragam itu, memberi tahu semua orang, bahwa kedua peserta itu adalah salah satu sekolah terburuk di antara enam sekolah, Institut Hitam Rewolf.


Pakaian berwarna hitam ini menegaskan karakteristik sekolahnya yang sangat keras. Hukum rimba berlaku di sekolah tersebut.


Kedua murid Rewolf dengan tampang menyeramkan itu memandang Cecily dengan serius. Mereka sama sekali tidak menganggap Ryan ada.


Jelas, kedua murid Rewolf ini hanya menganggap Cecily sebagai musuh yang tangguh, dan sepenuhnya mengabaikan Ryan.


Tak lama kemudian, lambang keempat orang yang ada di arena tersebut secara bersamaan bercahaya.


Ini adalah fungsi duel otomatis, sebuah fungsi yang hanya bisa digunakan saat Festa saja. Dengan adanya fungsi ini, para peserta tidak perlu lagi melalui proses deklarasi dan persetujuan duel seperti biasanya.


Setelah itu, suara mekanis dari lencana sekolah berbunyi.


"Permainan dimulai."


Begitu kata-kata ini terdengar, kedua peserta dari Rewold langsung mengeluarkan suara keras. "Haaaaah!"


Di saat yang sama, keduanya mengaktifkan Lux tipe Kapak dan Lux tipe pedang. Dengan cepat, mereka melaju ke arah Ryan dan Cecily Wong.


Kecepatan mereka, di mata Ryan hanya setara dengan kecepatan biasa Reincarnator dengan Tingkat Authority 5.


Oleh karena itu, Ryan dan Cecily Wong saling memandang dan segera menentukan strategi yang akan mereka gunakan.


Karena mereka sudah berlatih bersama selama dua bulan, baik latihan pagi di ruang latihan maupun latihan malam di kamar Cecily Wong, kini Ryan dan Cecily Wong dapat memahami satu sama lain hanya dengan pandangan mata.

__ADS_1


Setelah paham dengan strategi yang diambil, Ryan hanya berdiri diam di tempat tidak bergerak.


Sementara Cecily Wong, ia mengeluarkan selembar jimat dan melemparnya tinggi ke udara.


Blitz Blitz Blitz


Detik berikutnya, suara sengatan listrik mulai terdengar. Ini adalah suara percikan listrik yang keluar dari jimat di atas.


Tiba-tiba saja, muncul kilatan petir dari jimat. Kilatan ini begitu menyilaukan.


Bagaikan badai, kilatan-kilatan petir ini ini menyerbu seperti anak panah yang jatuh dari langit dan langsung menghantam dengan keras di depan kedua murid Rewolf.


Boom


Ledakan dahsyat tercipta di dalam arena. Tubuh kedua murid Rewold tersebut diselimuti arus petir yang kuat. 


"Argh!" Kedua murid Rewolf itu mengerang kesakitan. Asap hitam pun mulai keluar dari kulit hangus mereka. Setelah berteriak beberapa saat, mereka berdua akhirnya roboh tidak sadarkan diri.


Melihat hal ini, para penonton menjadi hening. Mereka tak menyangka hasil pertandingan pertama akan menjadi seperti ini.


"Permainan selesai. Pemenangnya, Ryan Herlambang x Cecily Wong."


Setelah suara mekanis itu bergema di seluruh Sirius Dome, penonton langsung bersorak keras


"Oooooooh!"


Ryan dan Cecily melambaikan tangannya ke penonton. Para penonton pun memberikan mereka tepuk tangan meriah.


Pertandingan pertama babak penyisihan Phoenix Festa, dimenangkan oleh Ryan dan Cecily tanpa mengalami cedera sedikitpun. Bahkan bisa dibilang pertandingan ini benar-benar insta-kill.


Di depan lorong menuju ruang tunggu kontestan, ada ruangan yang sedikit lebih luas. Ruangan tersebut adalah ruang konferensi pers, yang biasa digunakan oleh Wartawan sebagai ruang tunggu sembari menunggu para pemenang pertandingan lewat.


Jadi, ketika Ryan dan Cecily keluar dari lorong, sejumlah besar reporter langsung mengerumuni mereka.


Kilatan cahaya kamera dari arah depan segera menyelimuti Ryan dan Cecily. Suara para Wartawan mulai memenuhi tempat itu.


"Kontestan Wong, bisakah kamu menjawab pertanyaanku?"


"Kontestan Wong!"


"Kontestan Cecily Wong!"


Satu persatu suara Wartawan silih berganti terdengar. Hal ini membuat suasana menjadi gaduh. 


Cecily Wong hanya bisa menggaruk rambutnya dan dengan agak tidak sabar berkata, "Maaf, aku agak lelah. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan langsung bertanya pada Adik Seperguruan saya ini."


"Eh?!" Ryan yang bermaksud untuk kabur dari kerumunan langsung terkejut dengan ucapan Cecily Wong.


Sayangnya, Cecily Wong telah berhasil mengalihkan perhatian para Wartawan, sehingga semua mata mereka tertuju pada Ryan.


"Kontestan Ryan, saya dengar anda adalah murid Banyu Tenra. Dan kali ini, Anda berpasangan dengan Kontestan Cecily Wong. Apakah hal ini terjadi karena Gurumu telah mengakui kekuatanmu?"


"Jika demikian, dapatkah kami berpikir bahwa kekuatanmu berada di atas Zhao Hufeng?"     


"Saya dengar Anda belum pernah berduel sejak memasuki Jie Long, kenapa?"


"Apakah ini strategi Jie Long untuk menyembunyikan informasi kontestan yang kuat?"


Satu persatu pertanyaan masuk ke telinga Ryan, membuat dahi Ryan sedikit berkerut dan juga merasa agak tak berdaya.


Meskipun pemenang pertandingan memiliki hak untuk mengatakan 'no-comment' sebagai alasan untuk menolak, tapi hal itu akan membuat Wartawan menulis sesuatu seenaknya sendiri dan membuat nama sang pemenang jelek di mata publik.


Jika berita yang ditulis benar, maka Ryan tidak mempermasalahkannya. Apalagi, Ryan sama sekali tidak peduli dengan ketenaran.


Namun, jika berita yang ditulis salah dan Wartawan dengan sengaja menggorengnya agar sekolah lain memusuhi Ryan, maka hal yang gawat akan terjadi.

__ADS_1


Bisa saja, pada pertandingan berikutnya, panitia akan dengan senaga membuat Jie Long menghadapi lawan yang sangat kuat. Tentu saja Ryan ingin menghindari itu, untuk menyembunyikan kekuatannya lebih lama lagi.


Oleh karena itu, Ryan hanya bisa pasrah menjawab satu per satu pertanyaan Wartawan.


"Aku berpasangan dengan Kakak Senior Wong karena perintah Guru."


"Kekuatanku dan Kakak Senior Zhao tidak jauh berbeda. Guru hanya ingin memberiku kesempatan untuk menambah pengalaman."


"Untuk masalah duel, aku tidak melakukannya karena aku terlalu berkonsentrasi pada latihan. Bagaimanapun juga, aku baru saja masuk ke Jie Long. Masih banyak hal yang harus aku pelajari."


Walau Ryan menjawab pertanyaan mereka, tapi Ryan tidak mengungkap informasi penting. Apalagi Ryan ingin segera menyelesaikan wawancara ini, karena ia melihat Cecily Wong sudah tak bisa lagi menahan kantuknya.


Hingga akhirnya, salah satu Wartawan mengangkat tangannya dan bertanya, "Sejak Kontestan Ryan masuk Jie Long, katanya anda selalu berlatih setiap hari, bahkan duel pun tidak sempat. Apakah anda tidak pernah beristirahat dan bersantai sedikit?"


"Aku nggak memiliki waktu untuk bisa bersantai." Ryan mengkondisikan tanggapannya. "Walau begitu, aku pernah pergi ke konser Sylvia sebelumnya."


Mendengar pengakuan Ryan, suasana menjadi semakin panas.


"Sylvia? Mungkinkah itu Sylvia Lyyneheym?"


"Mungkinkah Kontestan Ryan adalah penggemar Sigrdrifa?"


"Mungkinkah Kontestan Ryan mengikuti Phoenix Festa karena ingin menarik perhatian Yang Mulia Diva?"


 "Kontestan Ryan, tolong jawab pertanyaan kami!"


Antusiasme para jurnalis tiba-tiba menjadi lebih besar dari sebelumnya.


Ryan yang baru pertama kali dalam hidupnya menerima wawancara, cukup terkejut dengan reaksi para Wartawan.


Para Wartawan ini benar-benar tajam. Karena mereka tidak mendapat berita menarik dari mulut Ryan, mereka langsung beralih pada berita gosip. 


Saat Ryan berpikir bagaimana ia harus menjawabnya, Ryan tiba-tiba teringat bagaimana sikap Sylvia yang selalu menggodanya. Sudut mulutnya tak bisa menahan lekukan lagi.


Ryan kemudian menjawab, "Aku adalah teman baik Sylvie, jadi wajar saja kalau aku menonton konser temanku."


Jawaban Ryan ini, menyebabkan badai yang cukup besar.


~***~


Kini, di setiap sudut kota Asterisk, terdapat layar hologram raksasa yang menyiarkan langsung sebuah wawancara.


Itu bukanlah wawancara yang dilakukan bersama Ryan, melainkan wawancara dengan Sylvia.


Pada upacara pembukaan Phoenix Festa, semua Ketua OSIS dari enam sekolah diwajibkan untuk menghadiri acara tersebut. Dan ini termasuk Silylvia.


Karena itu, setelah Ryan selesai di wawancarai, para Wartawan tersebut langsung menyerbu Sylvia.


Bagaimanapun juga, Sylvia adalah Diva terkenal di dunia. Maka dari itu, keberadaannya di acara pembukaan menjadi sorotan para Wartawan.


Namun, karena hari ini diketahui bahwa Sylvia memiliki hubunham dengan Ryan, maka wawancara kali ini secara alami lebih memgacu pada hubungannya dengan Ryan.


Mendapati pertanyaan dari para Wartawan, Sylvia menanggapi semuanya dengan senyum sempurna.


"Ryan benar-benar temanku, dan hubungan kami cukup dekat."


Dengan pernyataan ini, populartitas Ryan langsung meroket.


Jelas, sebelum pertandingan, Ryan bukanlah murid yang terkenal. Tapi, karena pernyataan Sylvia ini, popularitas Ryan naik, dan menjadi berita utama di berbagai media.


Banyak orang mulai menebak-nebak hubungan antara Ryan dan Sylvia. Mereka benar-benar melupakan masalah kekuatan Ryan. Tentu saja hal ini sangat membantu Ryan untuk menyembunyikan informasi mengenai kemampuan asli miliknya.


Tapi, pernyataan Sylvia ini membuat salah satu penggemar beratnya di Jie Long datang melabrak Ryan.


"Adik Seperguruan, apa yang tejadi?!"

__ADS_1


Di Lounge khusus peserta Sirius Dome, Zhao Hufeng memaksa masuk ruangan dan menghampiri Ryan dengan penuh amarah.


"Sejak kapan kamu mengenal Sylvia-san? Mengapa aku tidak tahu?!" ucap Zhao Hufeng sambil mencengkram leher Ryan dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Hal ini menyebabkan Ryan memutar matanya.


__ADS_2