
Di belakang Ryan, berjalan seorang pria bertubuh jangkung dan kurus dengan rambut panjang berwarna perak.
Pria berhidung mancung tersebut mengenakan setelan jas dan dasi yang membuatnya terlihat seperti seorang bangsawan.
Namun, pria tampan yang hanya berumur sekitar 20 tahunan ini adalah seorang guru di SMA Butei.
Karena Ryan sudah sering bertemu dengannya, ia hanya tersenyum pada pria tersebut.
"Selamat pagi, Sayonaki-sensei." ucap Shirayuki sambil membungkukkan badannya pada guru bernama Sayonaki tersebut.
“Hotogi-san, selamat pagi juga.” Sayonaki membalas sapaan Shirayuki. Ia lalu kembali memandang ke arah Ryan. “Hubungan Ryan-san dan Hotogi-san benar-benar sangat akrab. Hal ini membuatku benar-benar iri.”
“Benarkah?” Wajah Shirayuki sedikit memerah.
"Yah, bagaimanapun juga, kita sudah berpacaran selama hampir setahun." Ryan berkata sambil tertawa: "Bukankah hal ini sangat normal?"
"Masuk akal." Sayonaki mengangguk, ekspresinya masih terlihat sangat ramah.
“Namun, Hotogi-san adalah Ketua OSIS SMA Butei. Dia adalah wanita yang baik dan elegan. Untuk menjadi pria yang layak bagi Hotogi-san, kamu membutuhkan banyak kerja keras, Ryan-san.”
“Jika tidak, maka kamu akan merusak reputasi Hotogi-san. Dan kamu akan terkenal sebagai seorang pria pecundang yang hanya bergantung pada wanita hebat seperti Hotogi-san.”
Meskipun kalimat ini diucapkan dengan cara yang lembut dan sopan, tapi kata-kata yang diucapkannya sangat menusuk telinga.
Hal ini membuat Ryan mengerutkan dahinya.
Sayonaki adalah seorang guru muda yang lulus dari universitas luar negeri dengan nilai yang bagus. Ia bahkan hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk lulus. Kini, orang sehebat ini menjadi guru biologi dan rekayasa genetika di kelas Ambulance SMA Butei.
Selain itu, Sayonaki terkenal dengan sikapnya yang sopan. Ditambah dengan wajahnya yang tampan, Sayonaki menjelma menjadi idola para murid perempuan di SMA Butei.
Karena sikapnya yang baik, tidak ada yang membenci Sayonaki, terkecuali Ryan,
Entah mengapa, beberapa bulan yang lalu, sikap Sayonaki padanya mendadak berubah.
Sayonaki yang jarang berkomunikasi dengan Ryan, tiba-tiba sering merendahkan Ryan dalam setiap kesempatan.
__ADS_1
Ryan sendiri tidak tahu alasan dibalik sikap Sayonaki ini. Untuk mencari tahu alasannya, Ryan pernah meminta tolong temannya untuk melakukan penyelidikan, namun hasilnya nihil.
Ryan pun akhirnya mulai tidak memperdulikan semua ucapan Sayonaki. Ia sudah sedikit kebal dengan semua perbuatannya.
Oleh karena itu, Ryan hanya membalas ucapan Sayonaki dengan sikap acuh. "Terima kasih atas peringatannya, Sensei … aku akan bekerja keras untuk mencapai hal tersebut."
"Aku yakin kamu pasti bisa." Sayonaki sekali lagi menunjukkan senyum sempurna. "Kalau begitu aku akan pergi dulu, sampai jumpa lagi di kelas."
Setelah itu, Sayonaki berjalan melewati Ryan dan perlahan pergi menjauh.
Shirayuki yang sudah sangat khawatir bertanya, "Ri-kun, apakah kamu baik-baik saja?"
Sebagai pacar Ryan, tentu saja Shirayuki tahu mengenai apa yang terjadi di antara Ryan dan Sayonaki.
"Sayonaki-sensei selalu ramah dengan murid-murid lainnya. Tapi kenapa ia begitu keras pada Ri-kun?!" ucap Shirayuki dengan suara rendah.
"Sampai sekarang pun, aku juga penasaran tentang hal itu. Mungkinkah Sayonaki-sensei juga menaruh hati padamu?" canda Ryan.
"Itu tidak mungkin, masih banyak kok murid yang lebih cantik dariku. Apalagi, di hatiku cuma ada kamu, Ri-kun."
Mendadak, suasana di antara keduanya menjadi sangat romantis. Bahkan aura merah muda tampak seakan mengelilingi Ryan dan Shirayuki.
Tapi, kemesraan itu tidak bertahan lama. Waktu upacara pembukaan tahun ajaran baru akan segera dimulai. Jadi, Ryan dan Shirayuki harus segera bergegas menuju gedung olahraga.
Upacara pembukaan tahun ajaran baru sangatlah membosankan. Upacara ini hanya berisi sambutan Kepala Sekolah dan juga Ketua OSIS SMA Butei.
Untungnya, durasi sambutan mereka tidaklah lama, jadi upacara ini dapat selesai kurang dari satu jam.
Setelah upacara ini selesai, Ryan dan Shirayuki pergi bersama menuju papan pengumuman untuk melihat pembagian kelas umum.
Sayangnya, Ryan dan Shirayuki tidak mendapat kelas yang sama. Oleh karena itu, mereka berdua terpaksa berpisah di tengah jalan dan pergi ke kelas mereka masing-masing.
Tahun ini, Ryan mendapatkan kelas 2-A. Karena sudah familiar dengan sekolah ini, dengan mudah Ryan menemukan ruang kelasnya. Ia kemudian membuka pintu kelas dan segera masuk.
Upacara pembukaan baru saja usai, jadi tidak banyak orang yang sudah berada di kelas.
Beberapa orang di kelas tampak sudah saling mengenal sejak kelas 1 SMA. Mereka saling berpasangan dan berkumpul sambil mengobrol dengan asyik.
__ADS_1
Saat Ryan melihat sekeliling kelas, ia melihat seseorang yang sangat familiar. Tak ayal, Ryan mengangkat alisnya begitu melihatnya,
Pada saat yang sama, Kinji juga melihat Ryan yang berdiri di depan pintu kelas. Ia pun memutar matanya sambil berkata dengan nada tidak berdaya, “Apakah aku sekelas lagi denganmu?”
Ryan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak mendengarnya. “Hahahahaha … aku nggak menyangka kita bakal sekelas lagi. Mungkin kita memang telah dikutuk untuk selalu bersama.”
“Orang yang terkena kutukan ini pasti aku! Jika kamu yang terkena kutukan, pasti pacarmu akan menyucikanmu. Ahh, senangnya punya pacar seperti Hotogi-san.” ucap Kinji sambil menghela nafas.
Di SMA Butei, Shirayuki terkenal sebagai murid teladan. Ia juga terkenal akan kecantikannya serta karakternya yang lembut, baik, dan juga sopan.
Oleh karena itu, Shirayuki tidak hanya menjabat sebagai ketua OSIS SMA Butei tahun ini, tetapi juga menjabat sebagai ketua ekstrakurikuler berkebun, klub bola voli wanita, serta ekstrakurikuler seni dan kerajinan.
Selama libur semester dan juga saat menjalankan Komisi Pribadi, Shirayuki sering datang ke asrama Ryan untuk membersihkannya. Beberapa kali juga ia datang ke kamar asrama Ryan untuk membuat makan malam. Keahlian Shirayuki dalam memasak cukup tinggi. Ryan pun sangat menyukai masakannya.
Akan tetapi, tidak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan Shirayuki. Walau ia tampak sempurna, namun ia menyembunyikan sifat yang cukup menakutkan.
Salah satu contohnya adalah seringnya Shirayuki masuk ke dalam dunianya sendiri dan berkhayal sambil tertawa seperti seorang maniak mesum.
Tidak hanya itu. Suatu waktu, Ryan pernah mengambil Komisi Pribadi secara mendadak selama beberapa hari hingga ia tidak dapat masuk sekolah. Saat itu, Ryan tidak memberitahukan hal ini pada Shirayuki.
Alhasil, di hari yang sama, Ryan menerima lebih dari seratus SMS dari Shirayuki. Bahkan Shirayuki sampai memposting misi khusus pada Inquesta dan Lezzad untuk mencari informasi mengenai keberadaan Ryan.
Hasil informasi ini dikirimkan melalui paket khusus pada Shirayuki. Dan kebetulan, Ryan lah yang membantu Shirayuki untuk menerima paket tersebut sepulang dari menjalankan misi.
Karena penasaran, Ryan membuka isi paket tersebut dan melihat banyak foto tentang dirinya. Bahkan ada foto ketika Ryan sedang mandi.
Sejak saat itu, Ryan bersumpah untuk tidak pernah lupa memberitahu Shirayuki ketika dia akan pergi menjalankan misi.
Jika saja Kinji tahu bagaimana sisi lain Shirayuki, ia pasti tidak akan berkata seperti itu, Bahkan mungkin Kinji akan merinding ketakutan.
Memikirkan semua ini, Ryan menggelengkan kepalanya dan segera melupakan pengalaman mengerikannya itu. Tak lama kemudian, Ryan duduk di depan kursi Kinji.
Tanpa menoleh ke belakang, Ryan mengucapkan sesuatu sambil membuka ranselnya.
"Apakah kamu yakin tidak akan kembali ke kelas Assault?"
Setelah Ryan mengatakannya, suasana di antara Kinji dan Ryan menjadi berat.
__ADS_1