Reincarnation Room

Reincarnation Room
Ramalan Shirayuki


__ADS_3

Sadar akan kurangnya informasi, Ryan memutuskan untuk tidak pasif dan bertanya pada Shirayuki.


"Hotogi-san, kamu seorang miko kan? Lalu kenapa kamu ingin menjadi Butei?"


Kali ini, yang menjawab bukanlah Shirayuki, melainkan Kinji.


"Miko dari Kuil Hotogi sangat berbeda dengan Miko dari kuil lainnya." 


Kinji lalu memandang Shirayuki dan merendahkan suaranya. "Miko dari Kuil Hotogi adalah Miko Bersenjata. Mereka memiliki Kemampuan Khusus yang disebut dengan Hotogi Heavenly Art (Hotogi Ten-Gei)."


"Kemampuan Khusus?" Ryan terkejut dan melihat ke arah Shirayuki. "Wah, aku jadi penasaran dengan Kemampuan Khusus yang dimiliki gadis semanis dirimu. Aku yakin itu adalah Kemampuan yang sangat kuat."


Shirayuki kembali tersipu malu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kemampuan Khususku tidak sekuat itu kok."


"Aku masih terus melatih Kemampuan Khususku ini. Maka dari itu, aku masuk SMA Butei untuk meningkatkan kekuatanku."


Dalam SMA Butei, terdapat sebuah divisi khusus yang melatih manusia super dalam mengasah dan meningkatkan Kemampuan Khusus mereka.


Divisi ini bernama Supernatural Selective Research (SSR), atau biasa disebut sebagai S-Ken.


Divisi ini tidak terbatas dalam melatih Kemampuan Khusus saja, namun juga Sihir, mantera, dan hal berbau supranatural lainnya.


Berbeda dengan Butei biasa, para murid S-Ken disebut sebagai Choutei, yang artinya Butei Berkemampuan Khusus. Mereka juga memiliki peringkat berdasarkan tingkat kekuatannya, sama seperti Butei biasa.


Karena Shirayuki dapat menggunakan Kemampuan Khusus, ia pun mendaftar ke dalam divisi S-Ken.


“Hotogi-san, bisakah aku melihat Kemampuan Khususmu?” Ryan berkata setengah penasaran kepada Shirayuki.


“Memperlihatkan Kemampuan Khususku?” Shirayuki tampak ragu untuk melakukannya.


"Aku rasa kamu tidak perlu mengetahuinya, Ryan. Dunia mereka sama sekali berbeda dengan kita. Jika kamu terlalu jauh masuk ke dalamnya, maka hidupmu tidak akan bisa kembali normal." ucap Kinji.


Ryan memutar matanya mendengar ucapan Kinji. "Aku sudah masuk sekolah ini. Apakah kamu berharap bahwa hidupku akan normal selama sekolah di sini?" 


Kinji terdiam atas respon Ryan.


Ryan lalu kembali melihat ke arah Shirayuki. "Bagaimana Hotogi-san? Kalau kamu keberatan, aku nggak akan memaksamu."


"Lagi pula, aku nggak mau kamu membenciku karena masalah ini. Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat lagi, Shirayuki …" Ryan yang mendadak memanggil namanya secara langsung membuat Shirayuki salah tingkah.

__ADS_1


"Shi-Shi-Shirayuki …" gumam Shirayuki. 'Dia memanggil namaku! Ini pertama kalinya ada anak laki-laki yang memanggil namaku selain Ayahku!'


Di Jepang, orang-orang biasa memanggil temannya dengan nama keluarga. Hanya orang terdekat saja yang memanggil menggunakan nama lahir, seperti keluarga, sahabat, dan juga pacar.


"Ba-ba-baiklah, aku akan menunjukkan Kemampuanku dalam meramal!" ucap Shirayuki dengan ekspresi malu dan juga senang.


"Meramal? Kamu bisa meramal?" Ryan semakin penasaran.


"Hotogi Heavenly Art (Hotogi Ten-Gei) dari Kuil Hotogi tidak cocok untuk digunakan di tempat umum yang ramai seperti sekarang. Tapi, kalau Kemampuan Khusus meramal, aku bisa menunjukkannya di sini." jelas Shirayuki.


Tiba-tiba, Shirayuki duduk di atas tanah dengan cara tradisional Jepang yang disebut seiza.


"Huh?" Melihat hal ini, Kinji menjadi panik. Bagaimana tidak, seorang gadis cantik mendadak duduk dengan gaya seiza di depan gerbang sekolah tanpa alas apapun. Hal ini jelas menarik perhatian banyak orang.


Banyak murid SMA Butei yang terkejut dan juga penasaran dengan apa yang dilakukan Shirayuki.


Di saat kepanikan melanda Kinji, Shirayuki malah sama sekali tidak peduli dengan situasi ini. Ekspresi malu-malu yang ditunjukkan tadi pun menghilang, digantikan dengan ekspresi yang sangat serius.


Shirayuki lalu berkata pada Ryan yang berdiri di depannya, "Silahkan duduk."


Ryan mengangguk dan langsung duduk di depan Shirayuki.


"Sepertinya mereka murid baru, aku tidak pernah melihat wajah mereka berdua."


"Gadis itu cukup manis."


"Anak laki-laki itu juga tampan."


"Mereka berdua terlihat serasi, apakah mereka sedang berpacaran? Di depan gerbang sekolah?"


"Itu mustahil. Siapa orang gila yang melakukan hal seperti itu."


"Yuk kita lihat apa yang sebenarnya mereka lakukan."


Para murid SMA Butei di sekitar Ryan dan Shirayuki mulai saling berbisik dan berkumpul mengelilingi mereka berdua.


Tak mau malu, Kinji menyelinap secara diam-diam dari kerumunan dan langsung pergi dari area sekolah.


Ryan dan Shirayuki sadar bahwa Kinji telah pergi. Tapi mereka tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Shirayuki lalu mengeluarkan setumpuk kartu yang mirip dengan kartu tarot. "Ini adalah kartu ramalan yang biasa para miko dari Kuil Hotogi gunakan untuk melatih Kemampuan Khusus kami, yaitu kemampuan untuk meramal."


Shirayuki tampaknya benar-benar berubah menjadi seorang miko profesional. 


Bagaikan seorang gadis suci, tubuh Shirayuki memancarkan aura yang sakral. Ia juga terlihat lebih anggun dan bermartabat.


Tangan Shirayuki lalu meletakkan kartu-kartu tersebut pada sebuah susunan formasi berbentuk bintang.


"Jadi, apa yang ingin kamu ketahui dari ramalan ini?"


Ryan menundukkan kepalanya dan melihat susunan kartu yang diletakkan di atas tanah. "Terserah kamu saja, Shirayuki. Aku hanya ingin kamu memberiku ramalan yang sangat menggambarkan diriku."


Mendengar permintaan Ryan, tanpa ada komentar apa-apa, Shirayuki perlahan menutup matanya. Ia kemudian dengan lembut membelai kartu yang ada di depannya.


Lalu, saat Shirayuki berhenti, tiga buah kartu sudah muncul di tangannya.


Ryan terkejut dengan hal ini. 'Kapan Shirayuki menarik tiga kartu tersebut? Aku bahkan tidak dapat melihatnya sama sekali!'


Tiga buah kartu tersebut lalu di letakkan di depan Ryan secara berjajar. Setelah meletakkannya, Shirayuki membuka matanya dan menatap Ryan dengan serius.


"Ketiga kartu ini mewakili masa lalu, sekarang, dan masa depanmu."


Setelah mengatakannya, Shirayuki perlahan  mulai membuka tiga kartu di depannya.


Hal ini membuat Ryan, dan juga murid-murid yang menonton semua ini menjadi penasaran. 


Tak lama kemudian, kartu pertama mulai terbuka. Pada kartu ini, terdapat sebuah Pohon besar penuh rantai di antara rimbunnya pepohonan di hutan.


Pada kartu kedua, terdapat gambar sebuah kapal kecil yang terombang-ambing oleh derasnya arus sungai dan terus melaju tanpa kenal menyerah.


Lalu pada kartu yang terakhir, terdapat gambar sebuah gua gelap yang terbentuk dari bebatuan.


Melihat ketiga kartu itu, reaksi murid-murid SMA Butei lainnya bingung dengan maksud dari gambar pada ketiga kartu tersebut. Akan tetapi, raut wajah Shirayuki terlihat sangat serius.


"Shirayuki, ada apa? Apakah mungkin masa lalu, sekarang, dan juga masa depanku terlihat aneh?" ucap Ryan yang merasa aneh dengan raut wajah yang diperlihatkan Shirayuki.


"Tidak, bukan itu masalahnya." Shirayuki menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sedikit enggan, "Hanya saja, hasil ramalan ini malah terlihat sangat istimewa."


"Istimewa?" Ryan semakin penasaran dengan hasil ramalannya. "Maksudnya bagaimana? Bisa jelaskan padaku?"

__ADS_1


"Kalau begitu, izinkan aku untuk menjelaskan apa arti dari ketiga kartu ini." Jari Shirayuki menunjuk ke kartu pertama dan berkata, "Ini adalah kartu tentang masa lalumu."


__ADS_2