Reincarnation Room

Reincarnation Room
Melawan Fused Colony


__ADS_3

Slash


Dengan satu tebasan, Ryan memotong penghubung antar gerbong dengan mudah. Perlahan, gerakan Kokujou mulai melambat dan semakin menjauh dari Koutetsujou.


Melihat Koutetsujou menjauh, Fused Colony berteriak keras. “GRAAAAA”


Bagaikan inkarnasi iblis, makhluk tersebut mengamuk dan menghancurkan gerbong demi gerbong Kokujou. Ia kemudian dengan membabi buta mengejar Koutetsujou yang semakin menjauh.


“Huh?” Ikoma, Ayame, dan Kurusu terkejut dengan kecepatan Fused Colony. Makhluk tersebut ternyata bisa mengejar Koutetsujou.


Dengan kecepatannya, lama kelamaan, jarak antara Koutetsujou dan Fused Colony semakin dekat.


"Jika begini terus, monster itu akan mengejar kita dalam waktu 5 menit." ucap Ryan. Ia kemudian menghadap Ayame. "Ayame, bisakah aku meminta tolong satu hal lagi? Tolong rekrut Mumei menjadi bagian dari Koutetsujou. Dengan kekuatannya, ia bisa menjadi kekuatan utama dalam melawan kabane."


"Mumei memang sedikit egois dan berpikiran simpel, tapi ia bukanlah orang yang jahat. Aku berharap kamu mau menerimanya."


Mendengar ucapan Ryan, Ikoma curiga Ryan akan melakukan hal gila.  "Apa yang akan kamu lakukan? Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?"


"Seperti yang aku bilang tadi, aku mau menyelesaikan urusanku dengan makhluk besar itu."


"Apa!?" Ayame, Ikoma, dan Kurusu berteriak secara bersamaan.


"Tenang saja, aku nggak akan semudah itu mati." Saat Ryan akan melompat, mendadak terdengar suara lemah dari Mumei.


"Kenapa? Kenapa kamu mau membantuku sampai sejauh ini?" Mumei sama sekali tidak paham dengan apa yang dilakukan Ryan. Ia dan Ryan baru kenal beberapa hari. Tapi Ryan selalu membantunya.


Mendengar pertanyaan Mumei, Ryan berbalik ke arah Mumei yang masih digendong oleh Ayame. Ia kemudian memegang tangannya dengan lembut. "Sebenarnya alasannya cukup simpel kok."


Dengan senyuman secerah matahari, Ryan berkata dengan sangat jelas. "Itu karena aku menyukaimu, Mumei"


"Eh?" Mumei, Ayame, Ikoma, dan Kurusu membeku sesaat setelah mendengar pernyataan cinta Ryan.


"Jadi, hiduplah dengan tenang Mumei. Dan Tunggulah aku. Walau mungkin aku memerlukan waktu yang lama, tapi aku berjanji akan menjemputmu. Saat itu tiba, kita bisa hidup damai bersama selamanya."


Deg Deg Deg


Hati Mumei berdebar dengan kencang. Mumei juga merasakan kehangatan dari  ucapan Ryan. Kehangatan yang sama seperti ketika ia masih bersama dengan Ibunya. Kehangatan yang sama sekali ia tidak rasakan dari Biba. "A-ku …" 


Tanpa menunggu jawab Mumei, Ryan melihat ke lainnya. "Ayame, Ikoma, Kurusu … bertahan hiduplah, jangan sampai mati …" Ryan kemudian langsung melompat turun dari kereta.

__ADS_1


"Ryan!" Teriak Ayame, Kurusu, dan Ikoma. Suara mereka pun semakin lama semakin mengecil. Jarak Koutetsujou dan Ryan semakin menjauh.


"GRAAAA"


Fused Colony berteriak sangat keras. Ia terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju lokasi Ryan berdiri.


"Sekarang, hanya tinggal aku dan kamu, Biba ..." Perlahan, Ryan mengangkat pedang kurusu dengan kedua tangannya.


"Kamu dengan teganya menusuk Mumeiku yang imut hingga ia sekarat! Terimalah hukuman mati dariku, Biba!"


Walau Ryan sudah mengatakan hal yang sangat keren, namun kenyataan berkata lain.


Monster tersebut mengangkat tangan besarnya dan menghantam rel yang ada di depannya.


BOOM


"GRAAAA"


Bersamaan dengan suara teriakan Fuse Colony, ledakan yang diakibatkan hantaman keras itu menciptakan gelombang angin yang menyebar dengan cepat. Tanah pun berguncang bak gempa bumi.


Akibatnya, Ryan terhempas beberapa meter oleh gelombang angin tersebut. "Uhuk uhuk …" Tak ayal, Ryan terbatuk-batuk sampai mengeluarkan darah.


Luka di dadanya pun mulai terbuka kembali. Darah tampak kembali membasahi bajunya. Bercampur dengan luka pada perutnya, kini Ryan mengalami rasa sakit yang teramat sangat.


"Anjir! Bisakah kamu memberiku waktu untuk minum sebentar!" kesal Ryan. "Padahal di anime-anime, musuh selalu menyerang protagonis setelah sang protagonis menyelesaikan urusannya. Tapi kenapa di sini aturan itu nggak berlaku!"


Dengan cepat, Ryan menghindar dengan jarak yang tipis. Namun, gelombang angin dari pukulannya tetap menerbangkan Ryan seperti layangan putus. Ryan pun terhempas hingga terguling-guling di atas tanah. 


"Ughh!" Sambil terus menahan rasa sakit di tubuhnya, Rian berdiri menggunakan pedang sebagai tumpuannya. 


Ryan terus memandang tubuh Fused Colony dengan Mystic Eye of Death Perception. Kepala Ryan mendadak sakit setelah melihat begitu banyaknya garis kematian pada tubuh makhluk tersebut. Karena Fused Colony adalah gabungan dari ribuan kabane, otomatis apa yang Ryan lihat saat ini merupakan garis kematian dari ribuan kabane.


"Selama aku belum membunuh Biba yang tersembunyi di dalam Fused Colony, aku nggak akan bisa membunuh makhluk ini. Sekarang, satu-satunya cara hanyalah maju menerobosnya!"


Swooosh


Ryan menghentakkan kakinya ke tanah, dan meluncur maju bagaikan peluru. Tak tinggal diam Fused Colony melancarkan kembali serangannya. Belajar dari serangan sebelumnya, kali ini Ryan berhasil menghindarinya. Akhirnya, tangan Fused Colony menghantam tebing yang ada di sebelah Ryan. 


Mendadak, satu persatu tubuh kabane jatuh dari tangan Fused Colony. Hingga akhirnya, tangan kanan Fused Colony benar-benar rontok.

__ADS_1


Sebuah kilatan cahaya kebiruan tampak bergerak cepat. Bagaikan ular, ia terus memotong tubuh para kabane. Dengan suara yang memecah kegelapan malam, ia secara kasar terus menyerang tangan kanan Fused Colony yang ada di depannya.


Slash Slash Slash


Bagaikan air hujan, darah dari kabane-kabane itu menyembur keluar membasahi tubuhnya. Ryan kini bagaikan seorang Iblis, dengan tubuhnya yang merah terkena banyaknya darah kabane.


Dengan cepat, Ryan terus berlari dan melompati tubuh-tubuh kabane yang ia potong dari Fused Colony. Saat ia berlari menuju area dada Fused Colony, mendadak, tangan kiri makhluk besar itu menghantam dadanya sendiri. Sontak, Ryan pun langsung melompat untuk menghindari hantaman tersebut.


BOOM


Getaran dari hantaman itu membuat tubuh Fused Colony itu roboh ke belakang. Kabane-kabane yang menutup dadanya juga mulai rontok akibat ulahnya sendiri.


"GRAAAA"


Ryan yang masih melompat di udara melihat kejadian ini. Senyum menyeringai pun keluar. "Walau tubuhmu besar, sekali kabane tetaplah kabane. Mereka semua benar-benar bodoh!"


Tak mau melepaskan kesempatan ini, Ryan membiarkan tubuhnya jatuh ke dalam dada Fused Colony yang telah berlubang.


Dari dalam dada makhluk raksasa tersebut, Ryan dapat melihat cahaya biru terpancar dari tubuh seorang pria yang kini telah menempel dengan banyak kabane. Tombak besi terlihat menjalar seperti akar pohon.


"Inilah kesempatanku!" Ryan melihat garis kematian pada tubuh Biba. Ia kemudian mengangkat pedangnya dan menebas dada Biba. 


Namun, belum sampai pedangnya menyentuh jantung biru Biba, sebuah pedang panjang tiba-tiba datang menyerang Ryan. Reflek, Ryan langsung menangkis sabetan pedang tersebut.


Clang


Ryan kemudian mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak dari penyerang misterius itu. Saat Ryan melihat sosok yang menyerangnya, ia sangat terkejut. "Ini nggak mungkin! Bukankah kamu sudah menjadi inti dari Fused Colony, Biba!"


"Tunggu dulu, inti?" Ryan akhirnya sadar atas blunder yang ia perbuat. Dalam anime, orang yang bisa menjadi kabaneri kebanyakan adalah wanita. Begitu juga dengan Fused Colony. Hanya wanita saja yang berhasil berubah menjadi Fused Colony.


"Sepertinya kamu sudah menduganya sekarang, Ryan-kun …" Tawa sarkasme terlihat dari wajahnya.


"Orang yang menyuntik dirinya dengan darah hitam memang bukanlah aku, tapi seorang wanita yang menyamar sebagi diriku."


Di saat yang sama, jantung biru miliki Biba palsu mulai memancarkan cahaya biru yang sangat terang. Mendadak, dari tubuh Biba palsu, keluar tombak besi yang langsung menusuk tubuh Ryan.


Jleb Jleb Jleb 


Satu persatu, tombak besi tersebut menembus tubuh Ryan. "ARGH!" Ryan tak sanggup lagi menahan rasa sakit yang mengalir ke sarafnya. 

__ADS_1


Seluruh tubuhnya kini telah tertusuk tombak besi tersebut kecuali tangan kanannya.


"Aku lah pemenangnya, Ryan-kun …" ucap Biba sambil melihat tubuh Ryan yang dipenuhi dengan tombak besi.


__ADS_2