Reincarnation Room

Reincarnation Room
Insta-Kill


__ADS_3

Chi-You adalah salah satu Aragami bertipe Medium yang terkenal atas pertahanannya. Maka dari itu, ia diberi nama berdasarkan nama seorang kepala Suku dalam mitologi China.


Dalam mitologinya, dikatakan bahwa Kepala Suku Sembilan Li (Jiu Li) memliki kepala yang terbuat dari perunggu dan kebal terhadap senjata tajam.


Selain pertahanan yang seperti baja, Chi-You juga dapat menggunakan teknik pukulan dalam setiap serangannya.


Bahkan, Aragami ini dapat mengumpulkan energi panas dan mengeluarkan serangan api.


Karena hal inilah, Chi-You dianggap sebagai Aragami Medium paling berbahaya. Banyak God Eater yang telah menjadi korban dari Chi-You.


"Alisa, cover aku dari para Ogretail. Aku akan menghadapi Chi-You sendirian." ucap Ryan sambil tersenyum.


Ekspresi Alisa berubah ketika mendengarnya. "Apa kamu yakin? Kamu baru saja siuman siang ini, seharusnya tubuhmu masih belum pulih sepenuhnya."


"Tenang saja, walau tubuhku belum pulih sepenuhnya, aku masih sanggup untuk melawan Aragami di bawah Deusphage."


"Lagi pula, selain luka pada perutku, aku tidak mengalami luka serius lainnya." jelas Ryan.


Dengan nilai VIT Ryan yang hampir mencapai 20 poin, proses pemulihan tubuhnya berjalan dengan cepat. 


Dengan kata lain, secara fisik Ryan sudah benar-benar pulih. Tapi secara jiwa, ia masih belum pulih. Sampai sekarang pun, Ryan masih terus mengantuk akibat jiwanya yang belum pulih.


Meski Ryan telah memberi Alisa penjelasan, tapi ia masih tampak tidak percaya. 


Melihat Alisa yang seperti ini, Ryan hanya bisa menggaruk-garuk pipinya sambil tersenyum.


'Sepertinya hari ini aku benar-benar telah membuka pintu hati Alisa yang telah lama tertutup rapat. Alisa yang biasanya nggak mungkin akan mengkhawatirkanku sampai seperti ini.' pikir Ryan.


“Percayalah, bagiku, Chi-You adalah tipe musuh yang paling mudah untuk dihadapi. Di dunia ini, nggak ada yang nggak bisa ku bunuh, termasuk Aragami ini. Pertahanan terkuatnya sama sekali nggak berguna di depanku."


Mendengar ucapan Ryan, Alisa teringat apa yang dikatakan pernah dikatakannya. "Nggak ada yang nggak bisa ku bunuh."


Perkataan ini telah Ryan buktikan sebelumnya. Ia telah membunuh banyak Aragami, bahkan memukul mundur Dyaus Pita (Heavenly Father). Jadi, Alisa tidak punya alasan lagi untuk meragukan Ryan.


Dengan wajah penuh afeksi, Alisa berkata pada Ryan dengan lembut, "Hati-hati …"


"En …" angguk Ryan. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Chi-You.


"Oke, mari kita bersenang-senang." Bersamaan dengan senyum menyeringai bak psikopat, mata Ryan berubah menjadi biru. Ryan kemudian keluar dari persembunyiannya bersama Alisa.


Tindakan ini membuat perhatian semua Aragami yang ada di ruang terbuka reruntuhan itu menoleh ke arah Ryan dan Alisa. Mereka pun mulai mengaum-aum dengan buas.


"Grooar …"


"Grooar …"


Tiba-tiba, bagaikan kelelawar yang menyatu dalam kegelapan, Ryan langsung melaju dan berakselerasi hingga batas maksimum dalam sekejap.  


Swoosh


Dengan suara membelah langit, sosok Ryan menghilang sepenuhnya. 


Padahal, ia baru saja keluar dari persembunyiannya bersama Alisa. Akan tetapi, saat Alisa baru melangkah keluar, sosok Ryan telah menghilang.


Semua ini bukan karena Ryan dapat bergerak lebih cepat dari Alisa, namun karena Ryan telah menguasai dasar Kemampuan (Skill) Flashing Dash (Sensō).


Sosok Ryan kini seperti bayangan kabur yang bergerak meliuk-liuk tanpa mengenal gravitasi. Ia dengan mudah melewati sekelompok Ogretail dan langsung pergi menuju tempat Chi-You berdiri.

__ADS_1


Melihat kedatangan Ryan, Chi-You langsung memasang kuda-kuda. Ia lalu menarik salah satu sayapnya dan mengepalkan kedua tangannya. Kini ia berpose seperti seorang ahli bela diri.


Wuush


Pukulan berat yang Chi-You layangkan membuat angin bertiup ke kedua sisinya.


Namun, bagi Ryan, serangan Chi-You sangat mudah untuk dibaca. Dalam satu kedipan mata, sosok Ryan tiba-tiba berhenti, seakan ia tidak pernah bergerak.


Pukulan Chi-You pun mengenai tempat kosong.


Boom


Dengan suara yang memekakkan telinga, tanah tempat pukulan tersebut jatuh hancur. Tanah disekitarnya menjadi sedikit terguncang. Kerikil dan debu bertebaran kemana-mana.


Namun, pukulan ini terjadi tidak jauh dari lokasi Ryan berhenti. Ia sama sekali tidak terkena efek serangan Chi-You.


Jika saja Ryan tidak mendadak berhenti, maka Ryan akan terkena pukulan telak Chi-You. Kalaupun ia berhasil menghindarinya, tetap saja Ryan akan terkena hempasan gelombang kejut dari serangan Chi-You.


Sayangnya, dengan Kemampuan (Skill) Flashing Dash (Sensō), Ryan dapat sepenuhnya mengabaikan Inersia dan dengan mudah menghindari pukulan Chi-You.


Tanpa menunggu lama, Ryan kembali berakselerasi dari kondisi diam hingga mencapai batas kecepatannya.


Slash


Tebasan bagai kilat dingin putih kebiruan dilepaskan Ryan dengan cepat ke arah Chi-You.


Cahaya pisau yang terang itu melintas di tengah kegelapan malam. Chi-You yang terkejut dengan serangan cepat Ryan, tidak memiliki waktu untuk menangkisnya. Dengan mudah, pisau Ryan memotong tubuh Chi-You.


Croot


Darah Chi-You menyembur ke udara setelah belati Ryan berhasil memotong garis kematian. Dan garis kematian tersebut adalah garis kematian dari Inti (Core) Chi-You.


Suara renyah terdengar keras dari dalam tubuh Chi-You. Itu adalah suara pecahnya Inti (Core) Aragami.


Seketika itu, tubuh Chi-You menjadi kaku dan tak lagi bergerak.


Bagaikan hantu, Ryan tiba-tiba muncul di belakang tubuh Chi-You. Kakinya secara perlahan menapak di atas tanah.


Melihat semua ini, auman para Ogretail berhenti. Alisa yang baru bersiap untuk menyerang juga menghentikan langkahnya. 


Reruntuhan itu pun menjadi hening, seakan waktu telah berhenti. Mereka semua terkejut dengan aksi Ryan.


Bagaimana tidak, Ryan membunuh Chi-You hanya dalam waktu tidak sampai 3 detik. Semua itu dihitung sejak Ryan menggunakan Flashing Dash (Sensō) saat ia baru keluar dari persembunyiannya hingga kematian Chi-You.


Setelah beberapa saat, tubuh Chi-You yang telah kaku akhirnya roboh.


Ryan kemudian memperhatikan Alisa yang masih tertegun memproses semua kejadian ini. "Maaf, aku nggak tahu kalau Chi-You selemah ini. Jadi sepertinya, aku nggak perlu bantuanmu."


"Kamu duduk saja di atas batu itu. Nggak sampai 10 menit kok, waktu untuk membunuh mereka semua." ucap Ryan dengan entengnya.


Tanpa menunggu respon Alisa, tubuh Ryan kembali menghilang dalam sekejap. Yang tersisa dari tempatnya berdiri hanyalah hembusan angin.


Dengan cepat, Ryan menebas satu persatu garis kematian pada Inti (Core) milik Ogretail. Hujan darah pun tak terelakkan lagi.


Croot Croot


Darah yang keluar dari tubuh Ogretail muncrat ke udara bagaikan bunga mawar yang mekar.

__ADS_1


Ryan benar-benar berubah menjadi Dewa Kematian yang membantai semua musuhnya. Ia hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 detik untuk membunuh 1 Ogretail.


Hingga akhirnya, Ryan berhasil melenyapkan semua Ogretail yang ada di sana dalam waktu kurang dari 10 detik.


"Ayo …" Ryan kemudian berjalan menuju Helikopter yang masih terparkir di dekat mayat Chi-You.


Dengan santainya, Ryan berjalan di antara mayat-mayat Ogretail seakan ia sedang berjalan di taman.


Saat Ryan sudah berada di dalam Helikopter, ia mengeluarkan tablet yang diberikan Lindow padanya dari dalam cincin Black Space.


Ryan menyambungkan tablet tersebut dengan terminal yang ada pada Helikopter menggunakan kabel USB.


Segera setelah menyentuh panel layar tablet, satu per satu program terbuka secara otomatis. Layar terminal pada Helikopter pun mulai menyala.


"Bagaimana, apakah Helikopter ini bisa digunakan?" tanya Alisa yang baru saja masuk Helikopter.


"Sebentar, aku sedang mencobanya." Ryan melihat berbagai program yang terus berjalan pada panel layar tabletnya.


"Untung saja Lindow memberiku tablet ini. Kalau nggak, walau ada Helikopter di depan kita sekarang, kita tidak akan bisa menggunakannya."


Lagipula, Ryan bukanlah tentara asli. Jadi tentu saja ia tidak dapat menerbangkan Helikopter.


Begitu juga dengan Alisa. Walau Alisa secara resmi adalah seorang tentara, tapi sebagai God Eater, ia hanya menerima pelatihan untuk bertarung dengan Aragami. Mala dari itu Alisa juga tidak dapat mengemudikan Helikopter


Untung saja, Lindow sudah memprediksi semua ini. Maka dari itu ia memberikan tablet miliknya pada Ryan.


Sekarang adalah tahun 2070, dimana peradaban sudah sangat maju. Jadi, tentu saja sistem autopilot juga sudah menjadi hal biasa di era ini.


Dengan menggunakan sistem autopilot, Ryan bisa mengendarai Helikopter tanpa perlu mengemudikannya.


Setelah setengah jam, tiba-tiba panel layar tablet di tangan Ryan mengeluarkan notifikasi bahwa proses telah selesai.


"Oke, sistem pada terminal ini telah berhasil dibobol. Kita bisa pergi menggunakan Helikopter ini." 


Mendengar ucapan Ryan, Alisa hanya bisa tersenyum. "Jadi, kita akan kembali ke cabang Rusia sekarang?"


"Rencananya sih begitu. Jujur saja aku ingin sekali memburu Dyaus Pita (Heavenly Father) brengsek itu. Tapi sayang, waktu yang kita miliki terbatas."


"Suatu saat, aku akan kembali dan membunuhnya!"


Ryan lalu melihat ke arah Alisa yang duduk di kursi co-pilot. "Kalau kamu bagaimana? Apa nggak masalah, kamu membiarkan musuh bebuyutanmu itu kabur?"


Alisa terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa saat, Alisa kembali mengangkat kepalanya. Ia tampak telah membulatkan tekadnya.


"Aku memerlukan waktu yang banyak untuk membuatku lebih kuat. Setelah aku benar-benar menjadi kuat, aku akan memberinya pelajaran!"


Ryan tersenyum mendengar ucapan Alisa. Ia dapat melihat bahwa Alisa telah benar-benar berubah. 


Alisa dapat menerima dirinya yang lemah, dan memilih untuk menghadapinya.


Alisa juga sudah tidak histeris lagi ketika mendengar nama Dyaus Pita (Heavenly Father). Ini perkembangan yang signifikan.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang." Ryan kemudian menekan tombol pada panel layar tablet. 


"Alihkan ke mode autopilot, tujuannya adalah cabang Rusia." Setelah mengucapkannya, terminal pada Helikopter merespon ucapan Ryan.

__ADS_1


Seketika itu juga, baling-baling Helikopter tersebut mulai berputar. Perlahan, Helikopter yang mereka tumpangi mulai naik dan terbang ke langit.


__ADS_2