Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kekurangan Wu Xiaofei


__ADS_3

"Uugh …" Wu Xiaofei mengerang kesakitan.


Meskipun Wu Xiaofei telah mengubah Prana-nya menjadi kekuatan pertahanan, tapi hantaman keras ini hampir meruntuhkan semua pertahanan Wu Xiaofei.


Selain itu, cengkraman ketat Ryan di leher Wu Xiaofei juga telah diperkuat dengan Prana. Akibatnya, Wu Xiaofei hampir tidak bisa bernafas.


Ryan menatap Wu Xiaofei yang telah terkapar di tanah sambil tetap mencekiknya. Tampak raut wajah depresi dari Wu Xiaofei.


Melihat hal ini, Ryan tersenyum dan berbisik. "Kamu telah kalah, Kakak Senior Pertama."


Setelah itu, Ryan melepaskan cengkeramannya, sehingga udara akhirnya bisa masuk ke trakea Wu Xiaofei.


Walau sudah pulih, Wu Xiaofei masih tetap terlentang di atas tanah. Ia memandang langit-langit dengan wajah penuh kebingungan.


'Aku kalah …'


'Aku benar-benar kalah telak.'


'Ini sangat memalukan.' gumam Wu Xiaofei dengan penuh penyesalan. Ia lalu kembali teringat dengan kata-kata Fan Xinglou sebelum latih tanding ini.


"Xiaofei, penampilanmu cukup bagus. Aku berharap banyak padamu ke depannya."


Namun, bukannya memenuhi harapan Gurunya, Wu Xiaofei malah gagal. Terlebih lagi, ia kalah hanya dalam satu serangan.


“Kenapa?” Untuk pertama kalinya, dalam suara Wu Xiaofei terdapat sentuhan emosi.


Dalam pengamatan Wu Xiaofei, Ryan tidak memiliki kekuatan yang besar. Dia cuma lebih unggul dalam hal kecepatan. Apalagi, Ryan belum menggunakan kemampuan khususnya.


Namun, kenyataannya Ryan mengalahkan Wu Xiaofei dengan mudah. Situasi ini membuat Wu Xiaofei benar-benar bingung dan frustasi.


"Kakak Senior Pertama dikalahkan begitu saja?"


“Ba-bagaimana … bagaimana mungkin?”


Tidak jauh dari situ, suara Cecily Wong dan Zhao Hufeng terdengar dengan nada tidak percaya..

__ADS_1


Berbeda dengan kedua muridnya itu, Fan Xinglou malah menunjukkan senyum manisnya sambil menatap Wu Xiaofei yang masih berbaring di tanah dengan wajah bingung. Ia lalu tertawa dan berkata dengan sangat riang,  “Aku tidak menyangka Anda kamu akan menunjukkan ekspresi semacam ini, Xiaofei."


“Guru.” Mendengar suara Fan Xinglou, kebingungan di mata Wu Xiaofei memudar. Ia kemudian bangkit dan berlutut dengan satu kaki ke arah Fan Xinglou. “Maafkan aku Guru, telah membuat Guru kecewa.”


Perkataan Wu Xiaofei ini membuat senyuman di wajah Fan Xinglou menghilang.


“Apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu salah?” Fan Xinglou berkata, “Wanita Tua ini tidak pernah berharap kamu akan menang. Tapi aku berharap kamu dapat menggunakan latih tanding ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekuranganmu.”


“Eh?” Wu Xiaofei tidak dapat memahami ucapan Fan Xinglou.


Melihat Wu Xiaofei seperti itu, Fan Xinglou menghela nafas sedikit, dan kemudian tubuhnya memancarkan aura yang sangat menakutkan.


“Kamu memang muridku yang paling tua dan paling aku banggakan. Kamu memiliki bakat alami sebagai praktisi bela diri dan juga Seisenjutsu. Tapi sayang, Wanita Tua ini tidak dapat menemukan kesenangan saat bertarung denganmu.”


Aura Fan Xinglou yang menakutkan, ditambah dengan kata-kata dinginnya, membuat napas Wu Xiaofei berhenti. Bahkan Cecily Wong dan Zhao Hufeng juga ikut terdampak.


Tapi, semua ucapan itu adalah sebuah kebenaran yang tercurah dari hati Fan Xinglou.


Dari keempat murid Fan Xinglou di Ruang Aula Genbu ini, hanya Ryan yang memahami maksud Fan Xinglou.


“Tapi ...” Ryan kemudian memberikan evaluasinya terhadap Wu Xiaofei tanpa ampun.


“Semua gerakan dan trik milik Kakak benar-benar mirip dengan Guru. Bahkan sampai ke tahap 99% mirip!”


“Hal ini menyebabkan pertarunganku denganmu serasa membaca buku teori bela diri. Mungkin di mata orang lain, Kakak terlihat sangat kuat. Tapi, menurut pendapatku, bertarung denganmu adalah hal yang paling membosankan.”


Wu Xiaofei hanya bisa terdiam. Pada kenyataannya, Wu Xiaofei sendiri tidak memiliki keinginan untuk melangkah lebih jauh. Ia hanya ingin mengejar Fan Xinglou.


Akibatnya, bahkan jika Wu Xiaofei lebih kuat, dia tidak akan dapat melebihi Fan Xinglou. Ia hanya akan menjadi Boneka dan bayangan dari Fan Xinglou.


“Sebenarnya, Kakak Senior Pertama lebih kuat dariku dalam kekuatan murni. Tapi, aku sangat familiar dengan gerakan Guru. Sementara itu, Kakak benar-benar meniru semua gerakan itu tanpa adanya variasi, wajar saja jika Kakak nggak akan bisa memukulku." 


“Dan gerakan yang Kakak gunakan merupakan gerakan buatan Guru sendiri, bukan gerakan milik Kakak Senior Pertama. Bahkan jika Kakak meniru sepenuhnya, Kakak nggak akan bisa menggunakannya lebih baik daripada Guru.” jelas Ryan.


Semua yang dikatakan Ryan adalah Fakta. Sebagai praktisi bela diri, dalam mempelajari Teknik Bela Diri, tidak serta merta menirunya 100%. Sekalipun gerakan dan lintasan serang sama, tapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing orang. 

__ADS_1


Intinya, jangan pernah menelan mentah-mentah apa yang telah diajarkan, melainkan pelajari dan modifikasi.


Memproduksi ulang gerakan secara lengkap memang terdengar kuat, tapi ini juga bisa menjadi kelemahan terbesar dikemudian hari.


Setelah Ryan menyampaikan penilaiannya, kini giliran Fan Xinglou yang memberikan penilaian pada Wu Xiaofei.


"Seperti yang Wanita Tua ini pernah katakan, jika yang disebut murid adalah orang yang mewarisi seluruh keterampilan Gurunya, maka Xiaofei benar-benar yang terbaik dalam hal ini."


"Tapi, jika yang disebut murid adalah orang yang akan melampaui Gurunya, maka Xiaofei adalah murid yang paling tidak kompeten."


Meniru tanpa memahami esensinya, maka itu tidak akan ada hasilnya. Maka dari itu, Fan Xinglou sangat jarang memberikan pengajaran secara langsung. Karena ia ingin murid-muridnya berlatih untuk memahami, bukan hanya menirukan saja. 


Dengan memahami esensi sebuah Teknik Bela Diri, maka orang tersebut akan mudah memodifikasinya sesuai dengan gayanya sendiri.


"Harus aku tegaskan sekali lagi, bahwa aku mengajarimu bela diri adalah untuk memenuhi harapan Wanita Tua ini. Tapi jika kamu tidak bisa memanfaatkan bakat yang kamu miliki, apa gunanya aku mengajarimu?"


Fan Xinglou menggelengkan kepalanya dan berkata kepada Wu Xiaofei, "Aku tahu kamu sangat berterima kasih padaku karena telah menolongmu. Tapi ingatlah, kamu adalah kamu, dan aku adalah aku. Jangan menjadi seperti boneka yang hanya bisa meniru dan mengikutiku saja. Aku tidak mau memiliki murid seperti itu."


“...” Wu Xiaofei menundukkan kepalanya dan tidak bisa berkata-kata lagi..


Melihat Wu Xiaofei seperti itu, mata Fan Xinglou melembut. "Aku harap kamu bisa merenungkan semua ini. Sebelum kamu menyadari semuanya, kamu harus menghentikan latihanmu."


"Baik." jawab Wu Xiaofei


Fan Xinglou tersenyum puas dengan semua hal ini. 


Ada dua hal yang membuat Fan Xinglou puas hari ini. Yang pertama adalah momen menyadarkan murid pertamanya, dan yang kedua adalah penampilan Ryan.


"Aku benar-benar tidak salah dalam memilihmu menjadi muridku, bocah. Kamu telah melebihi ekspektasiku." Fan Xinglou berkata pada Ryan, "Selanjutnya, kamu akan menggantikan Xiaofei menjadi partner latih tanding Wanita Tua ini."


Cecily Wong dan Zhao Hufeng tiba-tiba menatap Ryan dengan tatapan penuh rasa iri.


Ryan pun hanya tertawa dan tersenyum.


'Aku nggak nyangka akan menjadi partner latihan Fan Xinglou. Aku jadi penasaran sejauh apa perkembanganmu dibanding saat awal aku bertemu dengannya.'

__ADS_1


'Aku jadi tidak sabar untuk melawannya.' batin Ryan.


__ADS_2