Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kemampuan Baru


__ADS_3

Mana sendiri memiliki sifat fleksibel, sehingga Mana dapat diubah menjadi berbagai fenomena, sesuai dengan orang yang memanipulasinya.


Tapi, fenomena yang dihasilkan oleh tiap Strega ataupun Dante berbeda-beda. Dan untuk bisa memanipulasi Mana, mereka harus bisa terhubung dengan Mana.


Contohnya saja Sylvia, dia bisa memanipulasi Mana menjadi kemampuan apapun kecuali penyembuhan dengan media nyanyian. Jadi, menyanyi adalah cara Sylvia untuk terhubung dengan Mana.


Daoshi juga memiliki konsep yang sama. Daoshi harus terhubung dengan Mana menggunakan Seisenjutsu agar bisa menciptakan Fenomena berdasarkan sistem Seisenjutsu yang digunakan.


Jadi, ketika Li bersaudara mengeluarkan Jimatnya, mereka menyalurkan Prana ke dalam Jimat untuk mengaktifkan Seisenjutsu. Itu adalah cara mereka terhubung dengan Mana.


Namun, di saat Li bersudara mengaktifkan Seisenjutsunya, Ryan menghilang dari hadapan Li bersaudara.


"Aku tidak keberatan jika kalian ingin menyerang secara bersamaan." Suara Ryan tiba-tiba keluar dari belakang Li bersaudara.


"Hanya saja, Kakak Senior harus bisa membidik dengan baik terlebih dahulu, barulah kalian bisa melancarkan serangan bersamaan." ucap Ryan sembari menepuk Li Shenyun dan Li Shenhua dengan kedua tangannya.


Li bersaudara sangat terkejut dan langsung berbalik dengan kasar untuk melihat ke belakang.


Akan tetapi, di belakang mereka berdua ternyata kosong.     


Dan untuk kedua kalinya, Ryan kembali menepuk punggung Li bersaudara. "Hai Kakak Senior, aku di sini …"


Raut wajah Li Shenyun dan Li Shenhua secara bersamaan langsung berubah drastis.


Buugh


Di bawah suara bantingan yang tajam, Li Shenyun dan Li Shenhua melakukan lompatan ke kanan dan ke kiri sambil memukul ruang kosong.


Orang-orang di dalam ruangan melihat hal ini seakan Li bersaudara sudah gila karena terus memukul ruang kosong di sekitar mereka.


Entah sejak kapan, Ryan mendadak kembali muncul di samping Zhao Hufeng. Ia melihat ke arah Li bersaudara sambil tersenyum menyeringai.


"Kakak Senior, apa yang sedang kalian lakukan?" Ryan berkata dengan polos, "Mungkinkah Kakak Senior dari Faksi Air sedang melakukan ritual tertentu sebelum bertarung?"


Mendengar ucapan Ryan ini, Li bersaudara akhirnya sadar bahwa Ryan telah mempermainkan mereka dan segera menghentikan pukulan bak orang gila itu.


"Kamu!" Li bersaudara sangat marah dengan semua ini.


Namun, di saat yang sama, rasa takut mulai timbul di hati mereka. 


Hal ini dikarenakan dari awal hingga akhir, tak satupun dari Li bersaudara yang tahu di mana dan apa yang dilakukan Ryan.


Cecily Wong pun terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sambil menyipitkan mata, Cecily Wong bergumam, "Gerakan yang sangat cepat, bahkan aku tidak dapat melihatnya!"


Yang dilakukan Ryan barusan cukup sederhana. Ryan hanya bergerak dengan kecepatan yang luar biasa untuk melakukan semua itu. 

__ADS_1


Akan tetapi, jika hanya mengandalkan kecepatan saja, maka Li bersaudara yang merupakan murid Fang Xinglou pasti masih dapat bereaksi saat Ryan melancarkan aksinya.


"Anak ini memang sangat unggul dalam hal kecepatan." Fan Xinglou berkata dengan nada bahagia.


"Namun, jika hanya mengandalkan kecepatan semata, maka gerakannya hanya lebih unggul sedikit dari Hufeng."


"Tapi, jika kecepatan geraknya dipadukan dengan kekuatan supranatural, maka hal yang wajar jika si kembar bisa dipermainkan sampai seperti ini, sungguh sangat bagus."


"Anak ini hanya butuh berlatih selama lebih dari satu bulan untuk bisa mencapai level ini. Dia benar-benar layak mendapat predikat jenius dalam membunuh."


Perkembangan Ryan bulan ini memang cukup jelas.


Di bawah pelatihan Fan Xinglou, Ryan bukan lagi Reincarnator yang belajar Teknik Membunuh secara otodidak. Ia sekarang memiliki Teknik Membunuh yang lebih sistematis dan sempurna.


Terlebih lagi, bulan ini Ryan tidak hanya mendapat Teknik baru, tapi juga mendapat Kemampuan Aktif baru.


Setelah selama satu bulan berlatih Teknik Membunuh yang ada dalam gulungan milik Fan Xinglou, Ryan akhirnya berhasil mendapat Kemampuan Aktif Pembunuh.


Mengingat semua yang telah dilaluinya selama satu bulan ini, Ryan kembali melihat Halaman Kemampuan yang berisi seluruh daftar Kemampuan miliknya.


______________________________________________________________________


Kemampuan Spesial :


- Mystic Eye of Death Perception


- Pembantai (Lv.1)


- Pembunuh (Lv.1)


Keterangan :


Saat memasuki mode Stealth :


*Kecepatan gerak +20%, 


*Sepenuhnya menyembunyikan aura dan hawa keberadaan,


*Gerakan menjadi tidak terlihat,


*Persepsi meningkat sampai batas tertentu.


Level kemampuan ini dapat ditingkatkan.


Kemampuan Aktif ;

__ADS_1


- Stigma (Lv.1)


- Flashing Dash (Sensō) (Lv.1)


- Flashing Sheath (Sensa) (Lv.1)


______________________________________________________________________


Kemampuan Pasif Pembunuh inilah yang menyebabkan Ryan dapat menghilang sepenuhnya dalam sekejap saat ia memasuki kondisi Stealth. Lalu Ryan menggunakan kecepatan yang luar biasa untuk pergi ke belakang Li bersaudara dan menggoda mereka.


Walau Pembunuh adalah Kemampuan Pasif, untuk menggunakannya Ryan harus masuk ke mode Stealth terlebih dahulu untuk memicu efek Kemampuan ini.   


Jika Ryan mengucapkan sepatah katapun, maka efek Kemampuan ini akan langsung hilang.


Oleh karena itu, Li bersaudara baru menyadari keberadaan Ryan saat ia berbicara. Setelah Ryan diam, Li bersaudara kembali tidak menemukan jejaknya.


Mungkin di ruangan ini, hanya Fan Xinglou yang dapat melihat Ryan saat menggunakan Kemampuan Aktif Pembunuh.


Maka dari itu, Zhao Hufeng yang pernah latih tanding melawan Ryan saja terkejut, karena ia sendiri tidak dapat melihat gerakan Ryan sama sekali.


Raut wajah Li Bersaudara menjadi sangat jelek.


"Ini masalah besar."


"Benar, ini tidak sesederhana yang terlihat."


Keduanya tampak sangat emosional. Dalam sekejap, beberapa jimat mendadak muncul di kedua telapak tangan, mengisi jari-jari Li Shenyun dan Li Shenhua.


Ryan hanya tersenyum melihat semua ini. Ia kemudian berkata, "Oh, baiklah … biarkan aku mencoba kekuatan kedua Kakak Senior."


Setelah mengatakannya, di tangan Ryan juga dalam sekejap muncul sebuah belati tajam. Ia lalu menggenggam erat belati tersebut dan memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang.


Saat kedua belah pihak sedang berancang-ancang untuk menyerang, Fan Xinglou akhirnya bergerak untuk menghentikannya.


"Sudah cukup! Jangan bermain-main lagi." Wajah lembut dan imut Fan Xinglou tersenyum berbahaya saat mengatakannya.


“Wanita tua ini sudah lama tidak bermain-main. Jika kalian terus bermain seperti ini, maka jangan salahkan wanita tua ini untuk ikut bermain dengan kalian.” 


Ucapan Fan Xinglou ini membuat satu persatu murid yang hadir terguncang. Tidak ada yang akan berpikir bahwa Fan Xinglou sedang bercanda.


Jika Ryan dan Li bersaudara tetap bersikukuh bertarung, maka sudah dipastikan Fan Xinglou akan langsung turun ke arena dan menghajar ketiganya.


“Shenyun, Shenhua.” Sebagai pemimpin Faksi Air, Cecily Wong juga ikut memperingatkan mereka berdua. "Tolong hentikan semua ini! Turuti perintah Guru!"


“Adik Seperguruan, tolong hentikan semua ini.” Zhao Hufeng dengan cepat berbicara pada Ryan, “Mari kita dengar dulu apa yang akan Guru katakan kepada kita.”

__ADS_1


Ryan mengangguk sedikit dan menyimpan kembali belati tajamnya. 


Li bersaudara juga mulai menyimpan jimat di tangannya sambil gemetaran. Mereka berdua merasa takut dengan ancaman Fan Xinglou.


__ADS_2