
"Ryan!" Saat Ryan sedang melihat kereta berwarna merah itu, terdengar suara merdu yang memanggilnya.
Ryan kemudian menoleh ke arah suara itu. Dari kerumunan, muncul seorang wanita cantik yang tersenyum padanya. "Syukurlah kamu kembali … aku sangat mengkhawatirkanmu!"
"Terima kasih telah mengkhawatirkanku, tuan putriku yang cantik." ucap Ryan.
Dengan tatapan sinis, Kurusu menyindir Ryan. "Bukankah kamu sudah pergi? Kenapa kamu kembali?"
"Aku yakin kamu pasti kesepian kalau aku benar-benar pergi, Kurusu … apalagi, kamu belum pernah menang dariku sampai sekarang, hehehehe …"
Mendengar ucapan Ryan, ekspresi kurusu menjadi seperti orang yang mengalami konstipasi. Ryan pun menghiraukannya dan kembali berbicara pada Ayame. "Ayame, apakah Hayajiro itu milik Hunter?"
"Iya Ryan, Hayajiro itu milik Hunter. Kebetulan saja semalam mereka juga berhenti." ucap Ayame.
"Ah, itu mereka …" tunjuk Ayame ke arah hutan.
Dari dalam hutan, sekelompok samurai berpakaian perang lengkap berjalan dengan teratur. Melihat mereka, para warga pun bersorak-sorak.
"Liberator telah kembali!"
"Selamat datang kembali!"
"Terima kasih atas kerja kerasnya!"
Hunter adalah sebuah organisasi independen yang bertujuan untuk membasmi Kabane. Mereka telah banyak membebaskan beberapa wilayah dari kekuasaan kabane. Maka dari itu, mereka juga sering dipanggil sebagai Liberator, yang artinya sang pembebas.
Di antara para Hunter yang kembali, padangan Ryan hanya terpusat pada 2 orang. Yang pertama adalah Mumei, dan yang kedua adalah seorang pria dengan pakaian perang berwarna gelap berpadu dengan jubah merah pendek. "Amatori Biba …"
Kedatangan Amatori Biba mengundang sorak warga lebih keras.
"Biba-sama!"
"Selamat datang kembali Biba-sama."
'Hmpp! Dasar penipu! Di mata orang-orang kamu memang pahlawan yang memimpin pembasmian Kabane. Apalagi kamu adalah anak tertua dari penguasa Shogun. Tapi semua itu palsu! Kamu hanya ingin balas dendam pada Ayahmu yang telah mengkhianatimu!' pikir Ryan sambil mengepalkan tangannya.
"Aku benar-benar nggak menyangka akan bertemu dengannya secepat ini …"
__ADS_1
Di saat yang sama, Mumei melihat keberadaan Ryan di antara kerumunan warga. Mumei pun langsung cemberut dan mengernyit dahinya. "Hump!'
Biba yang ada di samping Mumei, menyadari tingkahnya. Ia kemudian melihat kemana arah pandang Mumei. 'Siapa orang itu?'
Saat para Hunter tiba di lapangan, sorakan warg pun berhenti. Ayame keluar dari kerumunan dan menyambut Biba. "Terima kasih, Biba-sama. Tidak hanya bersedia melindungi kami, bahkan kalian berinisiatif langsung memburu kabane di sekitar sini."
Mendengar ucapan Ayame, Biba tersenyum kecil. "Karena kita kebetulan bertemu di sini, maka sudah tugas kami melindungi kalian. Terlebih lagi, tujuanku mendirikan organisasi Hunter adalah untuk membasmi Kabane. Jadi Ayame-sama tidak perlu berterima kasih padaku …"
Setelah itu, Biba menengok ke arah Ryan berdiri. "Hai, sepertinya aku tidak melihatmu semalam?"
"Hai juga … aku hanyalah orang asing yang kebetulan menumpang di Koutetsujou. Jadi, seorang anak dari jenderal besar seperti mu tidak perlu memperdulikan orang rendahan sepertiku." ucap Ryan dengan senyum palsunya.
"Jangan percaya ucapannya Kak! Dia bukanlah orang asing biasa." teriak Mumei. Ia kemudian membocorkan kemampuan Ryan kepada Kakaknya. "Walau dia sangat menyebalkan, namun kekuatannya tidak dapat diremehkan. Bahkan dia dapat membunuh kabane dengan mudah menggunakan pisau biasa!"
"Dengan pisau biasa!?" Biba langsung tertarik dengan kemampuan Ryan. Kemudian ia mengulurkan tangannya pada Ryan. "Namaku Amatori Biba. Sepertinya kita berdua perlu bicara banyak setelah ini."
Ryan kemudian menjabat tangan Biba. "Aku Ryan. Salam kenal …" Mereka berdua pun saling menjabat tangan dengan erat selama beberapa satu menit penuh. Walau dari luar perkenalan mereka tampak akrab, namun mata mereka saling memandang seakan ingin membaca isi hati mereka.
Melihat keseriusan Ryan dan Biba, Mumei pun menginterupsi mereka. "Kakak, kita sudah membasmi kabane di sekitar sini. Sudah saatnya kita berangkat."
Setelah berpikir sejenak, Biba mengangguk atas ucapan Mumei. Ia kemudian kembali melihat ke arah Ayame. "Ayame-sama, aku dengar Nona ingin pergi ke Kongoukaku?"
Mata Biba sedikit bergejolak. "Kalau begitu, izinkan kami untuk mengawal Nona sampai ke Kongoukaku."
"A-apakah ini tidak apa-apa?"
"Kebetulan tujuan kami selanjutnya adalah Kongoukaku. Jadi kita sejalan." senyum Biba. "Oh ya, Ryan … apakah kamu juga ikut?"
"Jika Ayame dan Mumei menuju ke Kongoukaku, tentu saja aku ikut …" jawab Ryan dengan senyuman. Namun jauh di lubuk hatinya, ia berencana menghabisinya. 'Aku nggak akan membiarkanmu memanfaatkan Ayame untuk menyusup ke Kongoukaku! Aku juga harus membebaskan Mumei dari orang sepertimu sebelum aku kembali!'
Setelah menyambungkan gerbong Koutetsujou dengan Kokujou milik Biba, mereka pun memulai perjalanan menuju Kongoukaku.
Tuuut Tuuut
Di dalam sebuah gerbong Koutetsujou, Ayame, Kurusu, dan Ryan sedang berkumpul bertiga. Para samurai dan pelayan telah Ayame perintahkan untuk keluar sebentar.
"Ayame … berhatilah-hatilah dengan Amatori Biba! Jangan terlalu percaya padanya." bisik Ryan.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Kurusu menatap mata Ryan dengan penuh pertanyaan.
Berbeda dengan reaksi Kurusu, Ayame sepertinya satu pemikiran dengan Ryan. "Apakah kamu juga berpikir bahwa ada sesuatu yang salah pada Biba-sama?"
"Jadi Ayame juga menyadari keanehan Biba?"
"Aku tidak menemukan hal yang aneh pada dirinya. Namun, aku selalu merasa bahwa Biba adalah orang yang sangat berbahaya."
'Aku nggak nyangka kalau Ayame sangat sensitif.' pikir Ryan.
"Karena Ayame sudah merasa seperti itu, maka aku akan menjelaskan beberapa masalah pada diri Biba. Mungkin hal yang aku bicarakan ini bukanlah rahasia bagi sebagian orang. Jadi tolong dengarkan baik-baik."
"Amatori Biba sudah bukan lagi anak Jenderal besar Shogun. Ayahnya sendirilah yang memutus hubungan ini."
"Apa!?" Ayame dan Kurusu sangat terkejut dengan informasi ini.
"Dulu, pada saat kabane baru saja muncul di tanah ini, banyak pihak yang belum takut pada kabane saat itu. Akhirnya, mereka mendesak Jenderal besar untuk melakukan penyerangan. Karena bagi mereka, pertahanan terbaik adalah dengan menyerangnya terlebih dahulu."
"Jenderal besar yang awalnya ingin bertindak konservatif, akhirnya tidak tahan dengan banyaknya protes dan memanggil Biba. Ia memerintahkan Biba yang saat itu masih berusia 12 tahun memimpin 400.000 pasukan untuk berperang melawan kabane."
"Lalu, pada saat Biba memimpin pasukannya melawan kabane, sang Jenderal besar mendadak menghentikan suplai makanan mereka."
"Sejak awal, Jenderal besar tidak berharap Biba untuk menang. Akhirnya, 400.000 pasukan yang dipimpin Biba terisolasi dan kelaparan. Mereka pun kalah telak karenanya."
"Jenderal besar Shogun kemudian menggunakan kabar kekalahan Biba sebagai propaganda bahwa Kabane itu sangat kuat dan tidak terkalahkan. Sejak saat itu, Shogun mulai memerintahkan pembangunan dinding besi di setiap wilayah untuk berlindung dari serangan kabane."
"Namun Biba sangat beruntung. ia berhasil selamat dan kembali ke hadapan Ayahnya. Tetapi, sang Jenderal besar malah menghukum Biba karena kegagalannya. Ia bahkan memutuskan hubungan Ayah-Anak dengan Biba dan mengusirnya dari Kongoukaku. Biba juga tidak diperbolehkan lagi untuk masuk selangkah pun ke Kongoukaku."
"Setelah itu, Biba mulai merekrut orang-orang kuat dan mendirikan organisasi independen, Hunter. Seperti yang kalian tahu, tugas Hunter adalah membasmi Kabane. Maka dari itu, mereka dengan cepat menjadi pahlawan di mata masyarakat."
"Tapi, untuk bisa melawan kabane yang kuat, Biba melakukan berbagai penelitian menggunakan virus kabane. Bahkan, ia tega membuat anak buahnya sebagai bahan eksperimen dengan menyuntikan virus kabane ke tubuh anak buahnya. Inilah cikal bakal dari kabaneri."
"Ini gila!" gerutu Kurusu. Ayame pun terkejut mendengar semua cerita Ryan.
"Aku sangat yakin Biba masih dendam dengan Ayahnya. Maka dari itu, aku nggak yakin Biba tiba-tiba muncul disini karena suatu kebetulan. Aku curiga dia …" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba pintu gerbong terbuka.
"Ryan, kamu di sini ternyata. Aku dari tadi terus mencarimu." Dari balik pintu, Mumei muncul dengan wajahnya yang masih cemberut.
__ADS_1
"Mumei, ada apa?"
"Ikut aku, Kakak ingin bertemu denganmu …"