
"Apa?"
Di salah satu kamar Seireiden, Bel Peol menoleh dan menatap Fecor, sembari berkata dengan suara yang keras.
"Manusia itu benar-benar melarikan diri?"
"Ya." Fecor membungkuk dengan hormat dan berkata, "Belum lama ini, manusia itu telah menghancurkan rantai yang mengikatnya dan langsung melarikan diri."
"Tidak mungkin!" Bel Peol mengerutkan dahinya, dan berkata, "Rantai yang mengikat manusia itu adalah Treasure Tool (Hogu) yang dapat menyegel kekuatan Flame Haze. Bahkan Crimson Lord saja akan kesulitan untuk lepas dari rantai tersebut!"
Belum sempat Fecor membalas perkataan Bel Peol, Sydonay angkat bicara terlebih dahulu.
"Tidak ada yang mustahil." Sydonay menyentuh dahinya dan berkata, "Bahkan tandukku yang keras saja bisa dia potong dengan mudah, apalagi rantai imitasi yang meniru Tartaros milikmu."
"Tandukku yang telah dipotong oleh manusia itu sampai sekarang belum pulih."
"Meski begitu, bagaimana cara dia memotongnya?" Alis Bel Peol berkerut lebih dalam dan berkata, "Aku sudah menggeledah seluruh tubuhnya, dan aku tidak menemukan satupun senjata di sana. Mungkinkah dia dapat memotongnya dengan tangan kosong?"
"Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, ini sangat aneh." Sydonay sebaliknya berkata, "Pria itu adalah seorang pengguna belati yang ahli. Bahkan belati miliknya adalah Treasure Tool (Hogu) yang kuat. Di sinilah letak keanehannya."
"Jika dia memiliki senjata sekuat itu, kenapa dia tidak membawanya saat ditawan? Kalau aku memiliki Treasure Tool kuat, secara logika aku akan selalu membawanya bersamaku."
Bel Peol terdiam mendengar deduksi Sydonay. Sebagai Kepala Staff, Bel Peol selalu bertindak dengan hati-hati di lapangan. Namun kali ini, ia sedikit kecolongan.
"Manusia itu memiliki terlalu banyak misteri. Bahkan jika dia melakukan beberapa hal diluar nalar lagi, aku tidak akan terkejut lagi." Sydonay mendengus dingin dan berkata, "Oleh karena itu, makhluk berbahaya seperti ini tidak boleh dibiarkan hidup."
Bel Peol mengangguk setuju dengan pendapat Sydonay. Ia kemudian menoleh ke arah Fecor dan bertanya, "Bagaimana keadaan manusia itu sekarang?"
"Dia masih belum meninggalkan Seireiden. Aku sudah mengirim banyak Wanderers dan juga Ribesal untuk menghadangnya."
Mendengar ini, Sydonay menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kalau cuma ini, itu tidak cukup."
__ADS_1
Fecor terdiam mendengarnya.
Bel Peol kembali setuju dengan ucapan Sydonay, dan dengan tenang menganalisa keadaan.
"Meskipun saat itu Jenderal tidak menggunakan kekuatan penuhnya, dan juga tidak menggunakan Treasure Tool (Hogu), tapi manusia itu dapat bertarung secara seimbang. Bahkan diduga dia masih memiliki kartu As tersembunyi."
"Aku tidak yakin Ribesal bisa menghadapi manusia itu."
Sebagai organisasi Crimson Denizen terbesar, Bel Peol tahu betul kekuatan seperti apa yang dimiliki Bal Masqué saat ini.
Ini adalah organisasi besar yang dapat mengimbangi semua Flame Haze.
Namun sayang, sejak menghilangnya Pemimpin Agung Bal Masqué, sebagian besar anggota Bal Masqué memilih menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk menjalankan misi mereka sendiri, atau menjadi tentara bayaran seperti yang Sydonay sebelumnya lakukan. Hal ini membuat anggota yang tinggal di Seireiden tidak begitu banyak.
Dalam hal ini, Fecor telah menginstruksikan sebagian besar Wanderers yang ada di Seireiden untuk menghadang Ryan.
Namun, dengan kemampuan Ryan, Bel Peol tidak yakin para Wanderers tersebut dapat mengalahkan Ryan.
“Dia?” Fecor berusaha memahami siapa yang dimaksud oleh Bel Peol. Tak butuh lama, Fecor sadar dan langsung mengangguk. “Ya, dia saat ini ada di Seireiden.”
Setelah mendengar ini, wajah Bel Peol akhirnya menunjukkan senyum glamor. "Kalau begitu, suruh dia maju."
Fecor sedikit ragu dengan perintah Bel Peol. “Apakah dia perlu bergerak hanya untuk menghadapi manusia itu?”
“Kamu masih mengatakan hal semacam ini?” Sydonay menyeringai dan berkata langsung, “Sudah aku jelaskan sebelumnya kan, bahwa manusia itu sangat berbahaya. Jika kamu tidak dapat membunuhnya sekarang, maka dia akan menjadi malapetaka bagi kita. Maka dari itu, kita harus menggunakan kekuatan penuh untuk menyingkirkannya!”
“Jadi, membiarkan dia maju tidak diragukan lagi adalah yang paling tepat. Meskipun dia tidak pernah memberi belas kasihan pada musuhnya, tapi selama dia bisa mengalahkan manusia itu, tidak menjadi masalah buatku.” sahut Bel Peol.
Sembari menutup matanya, Bel Peol kembali berkata, “Tentu saja aku juga akan ikut maju. Dan aku juga akan menggunakan Treasure Tool (Hogu) milikku.”
“Apa?! Bel Peol-sama juga ikut menyerang?” Fecor terkejut dan berkata,, “Bel Peol-sama berencana menggunakan Treasure Tool (Hogu) itu?”
__ADS_1
“Bukan hanya Bel Peol. Aku juga akan ikut dengannya. Kali ini, aku akan menggunakan Treasure Tool (Hogu) sejak awal. Aku tidak akan main-main lagi seperti sebelumnya.”
“Bahkan Jenderal berencana untuk menggunakan Treasure Tool (Hogu) itu?" Fecor benar-benar terkejut.
Tak lama kemudian, Hecate yang sejak tadi meringkuk di tempat tidur akhirnya berbicara. “Aku juga ikut dengan kalian.”
Suara Hecate ini mengejutkan ketiga orang yang ada di ruangan tersebut.
Seketika itu, Sydonay bereaksi dengan keras. “TIDAK!”
Sydonay berkata kepada Hecate dengan sangat serius. “Kamu tidak boleh ikut! Kamu tidak boleh mendekati pria itu! Dia terlalu berbahaya!”
Kekhawatiran Sydonay sangatlah wajar. Karena beberapa saat yang lalu, Hecate menjadi seperti orang gila karena Ryan.
Akan tetapi, dengan keras kepala, Hecate tetap memaksa. “Aku harus pergi.”
Hecate lalu berdiri dari tempat tidurnya. Wajah muda Hecate yang sangat menawan itu tampak masih tidak memiliki emosi. Walau begitu, mata Hecate berfluktuasi. Itu adalah emosi penuh determinasi yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. “Aku harus pergi untuk mendapatkan jawaban langsung darinya.”
“Dan juga, aku adalah salah satu dari Trinity. Sudah menjadi tugasku untuk mengambil Reiji Maigo dari tangan manusia itu.” Hecate tanpa emosi berkata, "Tentu saja, aku juga akan membawa Treasure Tool (Hogu) milikku."
Kali ini, Sydonay tidak bisa lagi menyanggah perkataan Hecate.
Sementara Fecor, ia hanya terdiam tidak tahu harus berkata apa. Namun, sesaat kemudian, Fecor akhirnya sadar. Bahwa untuk menghadapi seorang manusia, tiga Crimson Lord terkuat di Bal Masqué, Trinity, akan bersama-sama menghadapinya dengan membawa Masqué Treasure Tool (Hogu) yang dibuat secara khusus oleh Pemimpin Agung.
Fecor akhirnya mulai paham betapa seriusnya Bal Masqué menghadapi seorang manusia.
"Trinity keluar dengan tiga Treasure Tool (Hogu), ini benar-benar kesempatan langka. Aku yakin, tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat bersaing dengan mereka.” gumam Fecor.
Lagipula, hanya ada tiga Crimson Lord yang bisa mengalahkan Trinity.
Dari ketiganya, satu adalah perwujudan dari hukum, satu terpenjara pada Rift Between Worlds, dan yang terakhir telah menjalin kontrak dengan Flame Haze, sehingga dia tidak bisa muncul dengan kekuatan penuhnya.
__ADS_1
Jadi, di dunia ini, tidak ada yang bisa menandingi Trinity kecuali ketiganya.