Reincarnation Room

Reincarnation Room
Mine Riko


__ADS_3

“Aku tidak akan pernah kembali …” Kinji menggelengkan kepalanya.


"Lagipula, tahun ini, aku akan segera pindah ke SMA umum dan tidak akan pernah menjadi Butei lagi."


"Apakah kamu yakin?" 


Kinji hanya diam tak menjawab pertanyaan Ryan. Namun, sebagai orang yang telah bersamanya selama satu tahun terakhir, Ryan paham betapa seriusnya Kinji.


Ryan mengangguk atas keseriusan Kinji dan tidak lagi mengatakan apa-apa.


Sejujurnya, Ryan sangat menyesalkan keputusan Kinji. Di kelas Assault, hanya Kinji yang bisa bermain melawan Ryan secara seimbang. Lebih tepatnya, Kinji yang telah masuk mode Hysteria Savant Syndrom.


Namun, setengah tahun yang lalu, Kinji tiba-tiba pindah dari kelas Assault ke kelas Inquesta. 


Setelah itu, Kinji menyatakan bahwa di tahun keduanya ia bersekolah, ia akan pindah dari SMA Butei dan menjalani kehidupan normal. Kinji sudah tidak memiliki alasan untuk menjadi seorang Butei.


Alasan Kinji menjadi Butei karena ia sangat mengidolakan kakaknya yang juga seorang Butei. 


Akan tetapi, tahun lalu, Kakak Kinji terbunuh dalam sebuah insiden.


Saat itu, Kakak Kinji menerima Komisi Pribadi untuk menyelamatkan penumpang dari sebuah kapal yang akan tenggelam.


Kakak Kinji berhasil menyelamatkan semua penumpang kapal tersebut. Namun naas, Kakak Kinji tidak berhasil kabur tepat waktu dan akhirnya mati tenggelam bersama dengan kapal tersebut.


Hal ini jelas membuat Kinji sangat terpukul. Akibatnya, Kinji memutuskan mundur dari Assault dan pindah ke Inquesta untuk mempersiapkan perpindahannya dari SMA Butei ke SMA umum tahun berikutnya.


Inilah mengapa Ryan mencoba bertanya kembali pada Kinji mengenai keputusannya.


"Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, jadi aku nggak akan mencegahmu melakukan hal itu."


"Hanya saja, setelah kamu pergi, aku telah kehilangan teman latih tandingku. Tidak ada lagi murid kelas Assault yang dapat menandingiku selain kamu." ucap Ryan dengan sedikit sedih.


Tiba-tiba, di telinga Ryan, terdengar suara yang sangat ceria. “Hei-hei-hei, bukankah masih ada satu lagi Butei peringkat S di kelas Assault?” 


Bersamaan dengan suara itu, muncul sosok mungil dari samping meja Ryan.


Melihat sosok ini, Kinji benar-benar ketakutan. Sementara Ryan terlihat biasa saja


Pendatang baru ini membuat telinga kelinci dengan meletakkan kedua tangannya di atas kepalanya. “Halo semuanya~ Mine Riko sang istri idaman seluruh pria di dunia telah hadir.”



Riko mengatakan semua itu tanpa adanya rasa malu dan penuh semangat. Malahan, ia terlihat sangat imut.

__ADS_1


Gadis bernama Mine Riko itu memiliki rambut lurus dan panjang bergaya twintails dengan pita merah di kedua sisinya.


Untuk menonjolkan keimutannya, Riko dengan sengaja memodifikasi seragam sekolahnya dengan memberi renda dan lipatan pada pinggiran seragamnya sehingga memiliki gaya lolita.


Meski ukuran tubuhnya sedikit mungil, namun ukuran dadanya cukup besar dan sangat pas di tangan ketika menggenggamnya. 


Gadis inilah yang menggunakan Honey Trap saat tes masuk kelas Assault pada Kinji dan Ryan. Karena ia telah kalah dua kali, maka Ranbyou tidak meluluskannya. Akhirnya, dengan terpaksa Riko masuk ke kelas Inquesta.


Melihat gadis imut ini, Kinji langsung berdiri dari kursinya. Ia telah bersiap-siap untuk kabur jika Riko sampai mendekatinya. Dengan kata lain, di hati Kinji, Riko sangat atraktif dan dapat membuatnya masuk ke dalam Mode Hysteria Savant Syndrom.


"Hei, reaksi Ki-kun benar-benar menyakiti hatiku! Apakah aku sejelek dan semenakutkan itu?” Riko meringis dan terlihat tidak senang.


Namun, tak lama kemudian, Riko menatap Kinji lagi dengan mata berbinar, seolah-olah dia telah menemukan sesuatu yang menyenangkan. Ia pun tersenyum seakan sedang menantikan sesuatu.


“Seperti rumor yang telah beredar, Ki-kun sangat membenci perempuan. Tapi memang wajar sih, kalau tidak begitu, tidak mungkin kamu menyukai sesama jenis.”


“Sudah ku bilang aku ini normal!” teriak Kinji membela diri.


“Benarkah?” Riko melangkah mendekati Kinji.


"A-aku  ... a-aku tiba-tiba teringat bahwa aku ada urusan mendadak pagi ini. Aku akan segera kembali saat aku telah menyelesaikannya.” Tanpa ragu, Kinji langsung lari keluar dari kelas.


“Sudah aku duga, hanya Ri-Ri yang dapat memahami kecantikanku.” 


Hal ini tentu membuat Ryan jadi bergairah. Bagaimana tidak, dirinya selama setahun ini tidak pernah melakukan hubungan badan sama sekali. 


Biasanya, setelah menyelesaikan misi, Ryan akan kembali ke dunia asalnya dan melakukan hubungan badan dengan Rea. Namun kali ini, ia tidak bisa melakukannya. Bahkan ia sudah satu tahun berada di dunia ini.


Ryan sempat berpikiran untuk melakukannya dengan Shirayuki. Tapi begitu melihat kepolosannya, ia tidak tega untuk memaksanya. Padahal, Shirayuki sendiri sebenarnya sudah sangat menginginkannya, hanya saja Ryan tidak menyadarinya. Sifat Shirayuki yang aneh membuatnya sulit menebak jalan pikirannya.


Sekarang, Ryan hanya bisa menahan semua itu dan berpura-pura bersikap biasa. Ia lalu menatap Riko dengan senyum hangatnya dan berkata, "Kamu masih sama seperti dulu, Riko. Tetap cantik, ceria, imut, dan juga menggoda."


Ryan pun kembali teringat bagaimana Riko saat masih kelas 1. Di hari pertama sekolah, Ketika satu persatu murid kelas 1-A mulai memperkenalkan diri secara singkat, Riko malah memperkenalkan diri dengan ceria dan sedikit panjang.


“Hai semuanya … namaku Mine Riko. Semua orang dapat memanggilku Riko.” 


“Riko berulang tahun pada tanggal 31 Maret. Hal favorit Riko adalah bercosplay dan bermain game. Riko juga berasal dari kelas Inquesta. Jika kalian menyukaiku, maka Riko akan dengan senang hati berteman dengan kalian.”


Ini adalah pengenalan diri Riko di kelas. Dengan gaya dan pembawaannya yang imut, Riko pun menjelma menjadi idola kelas.


Pada waktu itu, hubungan Ryan dan Riko tidaklah seakrab sekarang. Ryan pernah mencoba menggoda Riko, namun Riko malah menggoda balik Ryan. 


Menaklukan seorang buaya wanita memang benar-benar sulit. Semua rayuan dan gombalannya selalu dikembalikan lagi padanya. Ryan pun akhirnya menyerah.

__ADS_1


Hingga suatu saat, tepat pada tanggal 31 Maret, Ryan yang baru saja menyelesaikan Komisi Pribadi, mendapat bonus sebuah kue tart sebagai ucapan terima kasih.


Dengan ukuran kue tart yang sebesar itu, Ryan bingung bagaimana caranya untuk menghabiskannya. Shirayuki dan Kinji juga sedang menjalankan Komisi Pribadi, jadi ia tidak bisa makan bersama mereka.


Ketika Ryan sedang berpikir, secara kebetulan Ryan bertemu dengan Riko. Ryan lalu teringat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Riko. Ia pun memutuskan untuk memberikannya pada Riko.


Saat Ryan memberikan kue tart tersebut pada Riko, mendadak Riko menangis.


“Riko, kenapa kamu menangis?” 


“Hiks hiks … tidak apa-apa kok Ryan. aku hanya senang, ternyata masih ada orang yang mengingat hari ulang tahunku, hiks hiks …”


Sejak hari itu, Riko semakin dekat dengan Ryan. Bahkan, ketika Ryan sedang menjalani pelatihan kelas Assault, Riko datang ke tempat Ryan berlatih untuk menontonnya. Riko juga secara terang-terangan mengelap keringat Ryan, dan juga ikut membantu Ryan mengisi peluru saat sedang berlatih menembak.


Hal ini tentu membuat iri murid laki-laki lainnya. Mereka kemudian bergabung dan mengepung Ryan untuk memberinya pelajaran. Dan hasilnya, Ryan mengalahkan mereka dengan brutal. Mereka bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya selama seminggu.


Sejak saat itu, tidak ada yang berani lagi menantang Ryan. 


Ranbyou pun sempat memarahi Ryan, namun itu hanyalah formalitas. Karena Ranbyou sendiri secara pribadi sangat terhibur dengan aksi Ryan.


Semua kejadian ini pun, akhirnya sampai ke telinga Shirayuki. Ia yang saat itu telah menjadi pacar Ryan, langsung naik pitam dan melabrak Riko. 


Riko yang ketakutan dengan sikap Shirayuki ini pun akhirnya mundur. Namun, ketika Shirayuki tidak ada, Riko selalu mengunjungi Ryan secara sembunyi-sembunyi. 


Riko juga tidak akan malu mendekati Ryan saat berada di kelas umum. Tapi, di luar itu, Riko tidak akan berani mendekati Ryan.


Maka dari itu, ketika Riko kembali satu kelas lagi dengan Ryan, ia langsung berusaha menggoda Ryan.


“Tapi setidaknya, tolong jangan panggil aku Ri-Ri.”


Ucapan Ryan ini langsung membuat Riko tertawa.


“Ini adalah panggilan sayang Riko untuk Ryan. Apakah kamu tega menolak Riko yang sangat amat mencintaimu?”


“Ughh …” Kepala Ryan cukup pusing dengan semua ini. 


Ryan ingin sekali bisa membalas rayuan Riko. Akan tetapi, rayuan Riko semakin hari semakin berada di level yang berbeda dengan Ryan. Maka dari itu, Ryan sudah agak malas untuk menanggapinya.


"Oke, kembali ke topik sebelumnya." Riko melepaskan pelukannya dan menepuk telapak tangannya.


"Bukankah masih ada satu lagi Butei Peringkat S di kelas Assault?"


Mendengar ini, Ryan menggaruk pipinya dan menjawab, "Maksudmu Kanzaki-san?"

__ADS_1



__ADS_2