Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kapten Alexei Adrik


__ADS_3

Di dalam tangki besar tersebut, ada sebuah bagian tubuh Aragami berwarna putih mulus melayang di tengah tangki.


"Venus memiliki tubuh putih yang menyerupai manusia. Dari bentuknya, kemungkinan ini adalah ekor Venus!"


"Dengan kata lain, Venus menyerang cabang Rusia demi mendapatkan kembali ekornya!"


"Seharusnya aku menyadari hal ini saat kejadian itu!" 


Ryan pun kembali teringat momen ketika ia menanam ranjau darat. Saat itu, salah satu ranjau yang ada di tasnya telah disuntik oleh hormon Aragami.


"Venus memiliki kemampuan untuk memproduksi Hormon yang dapat menarik Aragami dari sekujur tubuhnya."


"Maka dari itu, bagian tubuh Venus seperti ekor juga memiliki kemampuan untuk memproduksi hormon."


"Jadi, semua kejadian ini adalah ulah dari ekor Venus ini!" gumam Ryan sambil terus menatap ekor putih yang berukuran lumayan besar.


"Kenapa kamu berkata seperti itu? Menurutku 'itu' tidak salah apa-apa dalam hal ini." 


Tiba-tiba, suara seorang pria paruh baya terdengar dari sudut laboratorium.


Akan tetapi, Ryan sama sekali tidak terkejut dengan suara tersebut. "Kamu sudah sejak tadi ada di sini kan? Jangan bersembunyi lagi."


"Aku tidak bersembunyi. Aku memang sejak awal sudah berada di sini sambil menunggu kedatangan sang penyusup."


Seorang pria berseragam militer secara perlahan muncul dari bayangan di sebelah tangki besar. Ia berjalan ke depan tangki dan menatap Ryan secara langsung.


"Hanya saja, aku tidak menyangka bahwa kamu lah yang akan datang kemari. Dalam ekspektasiku, Unit Pertama lah yang datang kemari."


Kapten Alexei kemudian tertawa kecil. "Seharusnya kamu sudah mati dalam misi menanam ranjau itu. Sepertinya, Alisa telah menyelamatkanmu. Sayang sekali, ck ... ck ... ck ..."


"Ya, bisa dibilang seperti itu, Kapten Alexei Adrik!"


Mendengar ini, Kapten Alexei tertawa. "Hahahaha … sepertinya kamu telah membaca dokumen terkait proyek ini, makanya kamu bisa tahu nama lengkapku."


Tangan Kapten Alexei lalu menunjuk ke arah tangki berisi ekor tersebut, seakan ingin memamerkannya pada Ryan. "Bagaimana menurutmu? Indah bukan?"


"Sudah 10 tahun kami meneliti 'itu'. Kami sudah melakukan berbagai eksperimen agar karakteristik Venus tetap berjalan dan tidak menghilang."

__ADS_1


"Dan ternyata, kami tidak perlu melakukan apa-apa. Karena walau terpisah dari tubuh utamanya, 'itu' masih tetap dapat memproduksi hormon khusus. Maka dari itu, ia terlihat sangat indah …"


Nada suara Kapten Alexei penuh dengan kebanggaan.


"Kami menyebut 'itu' dengan kode Alpha. Namun, aku lebih suka menyebutnya dengan nama lain, Amor."


Ryan lalu mengomentari pemberian nama oleh Kapten Alexei. "Jelas-jelas 'itu' adalah bagian tubuh dari Venus, tapi kamu malah memberinya nama lain. Bahkan memberinya nama Amor, yang merupakan anak laki-laki dari Venus. Bukankah ini terlalu berlebihan?" 


"Sepertinya, kamu hanyalah orang aneh yang memiliki fetish dengan bagian tubuh Aragami."


Kalimat Ryan ini membuat Kapten Alexei geram. Bagi Kapten Alexei, Amor bukan hanya sekedar objek penelitian. Ia menganggap Amor adalah hidupnya dan juga kekasihnya. Ia telah jatuh cinta dengan ekor putih mulus yang terlihat suci itu.


"Kamu tidak akan pernah memahaminya!" tegas Kapten Alexei sambil menahan-nahan emosinya. Ia kemudian mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Ryan.


Melihat aksi Kapten Alexei, Ryan sama sekali tidak panik. "Kamu benar-benar ilmuwan gila dan mesum."


"Walau memiliki pangkat resmi dalam militer, tapi di pikiranmu hanya ada Amor. Bahkan, sepertinya selama 10 tahun ini, kamu belum menikah."


"Padahal masih banyak wanita cantik di dunia ini. Contohnya saja Hibari dan Alisa. Tapi kamu, malah memilih ekor Aragami, menjijikkan!"


"Amor sudah bukan lagi bagian dari Venus. Dia adalah entitas mandiri, yang dapat terus hidup tanpa adanya Inti (Core)! Maka dari itu, Amor adalah makhluk paling indah!" Mata Kapten Alexei terlihat seperti mengidolakan Amor.


Ryan sebenarnya tahu, tujuan cabang Rusia meneliti Amor adalah untuk mendapatkan hormon khusus Aragami. Cuma kebetulan saja, pemimpin tim penelitian ini memiliki fetish yang aneh.


"Bagaimana ini bisa disebut makhluk yang berbeda? Amor tidak memiliki perasaan dan keinginan, hal seperti itu bukanlah makhluk hidup! Amor hanya bagian tubuh dari Venus!" 


"Tunggu dulu, bagian dari Venus?!" Mata Ryan terbelak setelah ia mendapat inspirasi.


'Jadi begitu … kalau Amor adalah bagian dari Venus, itu artinya Amor juga memiliki kemampuan yang sama dengan Venus, yaitu mengontrol Aragami!' gumam Ryan dalam hati.


"Sepertinya, aku tahu kenapa Kapten berusaha menyingkirkan kami."


Misi penanaman ranjau gagal. Misi perang melawan Venus juga gagal. Namun, cabang Rusia tetap tenang dan tidak panik.


Karena selama cabang Rusia masih memiliki Amor, maka mereka dapat mengubah pasukan Aragami yang datang menyerang menjadi tentara pribadi yang sepenuhnya loyal pada cabang Rusia.


Maka dari itu, cabang Rusia menganggap orang-orang dari cabang Timur Jauh lebih berbahaya dibanding pasukan Aragami. 

__ADS_1


Mereka berani mengorbankan banyak tentara biasa karena mereka tidak lebih berharga dari pasukan Aragami yang nanti akan mereka kendalikan.


"Sepertinya kamu telah paham kehebatan dan keindahan dari Amor …" Kapten Alexei tersenyum melihat ekspresi Ryan.


Ryan lalu kembali berbicara. "Seluruh Helikopter yang ditumpangi bala bantuan dari cabang Timur Jauh mendadak mendapat serangan Aragami saat mendekati cabang Rusia. Ini bukan kebetulan kan? Kalian menggunakan Amor untuk mengendalikan Aragami-Aragami di bawah Deusphage dan menyerang kami." 


"Hahaha, aku tidak menyangka bahkan kamu juga sudah menduga bahwa kami lah dalang di balik penyerangan unit kalian …"


"Tapi, sehebat apapun Amor, sang anak nggak akan mungkin bisa memanipulasi Ibunya. Apalagi, Venus sendiri nggak mampu untuk memanipulasi Deusphage."  


Ryan merentangkan tangannya dan menatap mata Kapten Alexei dengan dingin, seakan ia mencemoohnya. "Jadi, jika kamu ingin memanipulasi Aragami agar manusia kembali puncak rantai makanan di muka Bumi, maka semua itu hanya mimpi di siang bolong!"


Selama Aragami Deusphage masih ada di muka Bumi, krisis manusia tidak akan hilang.


Lagi pula, jika semua Aragami Deusphage mulai melakukan penyerangan besar-besaran, manusia pasti akan punah.


Karena Amor tidak memiliki kekuatan untuk memanipulasi Aragami Deusphage, proyek ini menjadi tidak realistis


Semua hal inilah yang ingin disampaikan Ryan pada Kapten Alexei.


Namun, Kapten Alexei kembali tertawa. Tak lama kemudian, ekspresinya berubah menjadi agak gelap.


"Memang, mungkin berdasarkan ucapanmu tadi, kemampuan Amor tidak akan sanggup untuk mengendalikan Deusphage."


"Akan tetapi, selama Amor dapat mengendalikan aragami yang tak terhitung jumlahnya, kita dapat menggunakan Aragami sebagai Tentara, dan melawan Aragami Deusphage." 


"Percayalah, dihadapkan dengan serangan dari pasukan Aragami yang tak ada habisnya, Aragami Deusphage pasti jatuh!"


"Hmmm, jadi begitu … jadi kamu berencana untuk memanipulasi pasukan Aragami yang ada di luar untuk melawan Venus." Ryan sadar bahwa rencana ini sangat gila.


"Namun, Venus juga memiliki Kemampuan yang sama. Hanya dengan sepotong ekor  yang patah itu, apakah menurutmu Amor dapat berhasil mengendalikan Aragami yang telah dikuasai Venus?"


"Ini bukan urusanmu! Ini adalah tanggung jawabku sebagai ketua tim untuk mempertimbangkan semua kemungkinan." balas Kapten Alexei.


"Sekarang, tugasmu di sini hanya lah mati …"


Tanpa ada keraguan, Kapten Alexei langsung menarik pelatuknya.

__ADS_1


__ADS_2