
Suara penuh kegembiraan bergema perlahan dari mulut Friagne.
"Itu benar-benar Reiji Maigo!"
Reiji Maigo adalah salah satu Treasure Tool paling berharga di dunia ini. Orang yang memiliki Reiji Maigo dapat memulihkan Power of Existence setiap tengah malam.
Crimson Denizen membutuhkan Power of Existence untuk bisa hidup dan menggunakan kekuatannya di dunia manusia. Dengan efek Reiji Maigo, Denizen tersebut tidak akan khawatir kehabisan Power of Existence.
Dengan kata lain, Reiji Maigo adalah sumber energi tak terbatas bagi Crimson Denizen. Walau ada limitasi dimana Power of Existence hanya akan pulih tiap tengah malam, itu tidak menjadi masalah.
Melihat Ryan yang dapat bergerak bebas mengandalkan intervensi faktor waktu dari Reiji Maigo, tubuh Friagne bergetar. Ia kemudian berbisik pada dirinya sendiri. "Aku harus mendapatkannya!"
Rasa ingin memiliki yang sangat kuat muncul dari dalam benak Friagne.
"Beri aku Reiji Maigo!"
Begitu suara teriakan Friagne jatuh, ia langsung bersiap untuk terbang ke arah Ryan.
Namun, saat Friagne akan meluncur, tiba-tiba saja Shana muncul menghadangnya. “Tidak akan aku biarkan!”
Odachi dengan api yang menyala-nyala di tangan Shana, bergerak bagai bulan sabit merah menuju leher Friagne.
"Jangan ganggu aku! Flame Haze!"
Friagne, yang sangat tenang sebelumnya, tampak benar-benar di luar kendali. Ia kemudian melempar satu set kartu remi dari tangannya ke arah Shana.
Swiiish
Satu set kartu remi itu kemudian berpencar menjadi 52 kartu dan menembak dengan keras ke arah Shana.
“Minggir!” teriak Shana sambil melambaikan Odachi di tangannya. Dengan cepat, Shana menebas puluhan kartu yang menyerangnya. Namun, begitu Shana menebas kartu-kartu tersebut, kartu yang tertebas beserta kartu lainnya langsung meledak.
Boom
Api berbentuk teratai merah meledak di udara dan berubah menjadi gelombang api yang menyebar hingga puluhan meter, menyebabkan suhu di udara mendadak naik.
Memanfaat hal ini, Friagne bergegas terbang ke arah Ryan dengan kecepatan tinggi.
“Gawat! Ini tidak bagus!” ekspresi Shana berubah ketika ia jatuh ke dalam trik Friagne. Keadaan ini membuat Shana tidak dapat menghentikan pergerakan Friagne.
Namun, Shana tidak tahu, bahwa Ryan sama sekali tidak membutuhkan perlindungannya.
__ADS_1
Melihat Friagne yang lepas kendali dan meluncur ke arahnya, Ryan menunjukkan tatapan mata seakan melihat sesuatu yang menjijikkan.
“Apa kamu bodoh? Sikapmu yang seperti ini, benar-benar tidak mencerminkan kebijaksanaan seorang Crimson Lord yang mendapat julukan Hunter.” ucap Ryan sambil tersenyum penuh hinaan.
Walau Ryan berkata seperti itu, tapi Ryan tahu mengapa Friagne begitu menginginkan Reiji Maigo.
Pasalnya, Friagne memiliki rencana besar yang membutuhkan banyak kekuatan Power of Existence. Dengan adanya Reiji Maigo, maka rencana tersebut akan lebih mudah untuk dijalankan.
Jadi, meski disebut sebagai Hunter, sangat wajar jika Friagne agak lepas kendali kali ini.
Bahkan jika Friagne terkenal akan ketenangan dan kecerdikannya dalam memburu para Flame Haze, ia tidak akan bisa menahan godaan untuk merebut Reiji Maigo dari tangan Ryan.
Ryan dengan sengaja memperlihatkan Reiji Maigo karena ia tahu tentang apa yang diinginkan Friagne.
“Kalau kamu memang bisa merebut Reiji Maigo dariku, maka cobalah!”
Setelah berkata seperti itu, bukannya mundur, Ryan malah maju.
Boom
Seolah-olah sedang menapakkan kakinya di tanah, Ryan menendang angin di bawah kakinya dan meluncur dengan kecepatan yang mencengangkan untuk menyambut Friagne.
"Flashing Sheath: Illusionary Prison Monk (Sensa: Maboroshi no Rōgoku Sōryo)!”
Sosok Ryan yang meluncur lurus ke depan tiba-tiba berubah menjadi seperti hantu. Seakan-akan tubuhnya hanya sebuah ilusi fatamorgana.
Dalam sekejap, tubuh Ryan yang seperti ilusi itu telah tiba di depan Friagne.
Tanpa menghentikan lajunya, Ryan melepaskan kilatan cahaya belati yang tak terhitung jumlahnya dan menghujani tubuh Friagne. Saking banyaknya, Kilatan cahaya ini sampai benar-benar menutupi tubuh Crimson Lord itu.
Slash Slash Slash Slash
Seketika itu, seluruh tubuh Friagne terpotong-potong oleh kilatan cahaya pedang.
“Aarggh!” Friagne berteriak kesakitan. Tak lama kemudian, tubuhnya terbelah menjadi bagian-bagian yang sangat kecil.
Wuuush
Api putih pucat tiba-tiba berkobar dari semua potongan tubuh Friagne, hingga akhirnya, potongan-potongan tubuh tersebut menjadi abu dan menghilang dari dunia ini.
Melihat pemandangan seperti ini, suasana menjadi hening sejenak. Sampai beberapa saat kemudian, Flame-Haired Burning-Eyed Hunter membuka mulutnya terlebih dahulu. “Mati?”
__ADS_1
Gadis berambut api itu lalu perlahan mendarat dengan ekspresi tidak percaya.
Akan tetapi, Alastor berkata, “Tidak! Dia telah melarikan diri!”
Ryan pun juga memiliki pemikiran yang sama dengan Alastor. “Aku juga merasa seperti itu.”
Ryan kemudian turun ke bawah sambil terus berpikir. Sesaat kemudian, ia paham dengan apa yang terjadi. “Jadi begitu, yang aku bunuh bukanlah Friagne asli, melainkan boneka pengganti yang dibuat dengan Mantra Tak Terbatas.”
Dugaan Ryan ini, segera terkonfirmasi pada detik berikutnya.
“Manusia …”
Friagne tiba-tiba muncul melayang di tempat yang lebih jauh dari lokasi Ryan dan Shana. Ia terlihat sedang berusaha menekan keserakahannya, sehingga ekspresi yang diperlihatkan tampak sedikit jahat. Tangannya pun juga terlihat mengepal dengan keras.
Dengan suara yang agak tertekan, Friagne melanjutkan kembali ucapannya. “Kali ini, aku benar-benar impulsif. Lain kali, hal ini tidak akan terjadi lagi. Dan saat itu tiba, kamu tidak akan lolos dariku!”
“Akan aku pastikan, Reiji Maigo menjadi milikku!”
Setelah berkata seperti itu, sosok Friagne tiba-tiba berubah menjadi api putih dan menghilang dari tempatnya melayang.
Tampaknya, rencana Ryan kali ini untuk memancing dan menghabisi Friagne gagal. “Aku nggak nyangka dia berhasil menahan keinginannya untuk memiliki Reiji Maigo. Seperti yang diharapkan dari Hunter. Dia benar-benar penuh dengan trik.”
"Tapi, jika kita bertemu lagi, akan aku pastikan aku membunuhmu!" senyum Ryan.
"Lagipula, aku tahu di mana kelemahannya. Aku akan mendorong dia perlahan-lahan, dan membunuhnya, hehehehe …"
Tak lama kemudian, Fuuzetsu yang mengurung Ryan dan Shana terbuka. Langit yang tadinya berwarna merah telah kembali menjadi biru cerah. Ikan dan burung-burung yang ada di sekitar sungai Misaki kembali bergerak seperti sedia kala.
Berbeda dengan Treasure Tool (Hogu) seperti Reiji Maigo, Mantra Tak Terbatas membutuhkan Power of Existence agar bisa menggunakannya.
Karena Crimson Lord yang telah membuat Fuuzetsu ini pergi, maka secara alami Fuuzetsu akan terbuka dan menghilang.
"Mantra Tak Terbatas benar-benar luar biasa! Bahkan hal seperti Fuuzetsu bisa dilakukan."
Ini adalah kekaguman tulus Ryan terhadap Mantra Tak Terbatas.
Kekuatan untuk menghentikan waktu dalam area tertentu seperti Fuuzetsu akan sangat berguna bagi Ryan dalam pertarungan satu lawan banyak.
Tentu saja tidak semua orang dapat terpengaruh efek Fuuzetsu. Walau begitu, Mantra Tak Terbatas tidak hanya memiliki Fuuzetsu. Ada banyak jenis Mantra Tak Terbatas lainnya yang sangat berguna dalam pertarungan.
"Sayang sekali, Profesiku bukan Flame Haze, jadi aku nggak bisa menggunakan Mantra Tak terbatas." gumam Ryan sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1