Reincarnation Room

Reincarnation Room
Lokasi Mantra Tak Terbatas


__ADS_3

Shiiiii


Di bawah manipulasi Margery, Mantra Tidak Terbatas yang bersinar dari kedua jarinya, langsung meluas dengan sangat cepat, melintasi ruang secara langsung dan menyebar ke seluruh penjuru kota Misaki.


Detik berikutnya, Ryan dan Shana merasakan fluktuasi yang sama seperti saat Margery datang pertama kali di kota Misaki.


Jika sebelumnya Margery menggunakan Mantra Tak Terbatas ini untuk mencari Lamies, sekarang ia menggunakannya untuk mencari Mantra Tak Terbatas tersembunyi yang telah dipasang di kota ini.


Di belakang Margery, Shana dan Ryan hanya diam sembari memandang Crystal Altar yang ada di depan Margery.


Dalam Crystal Altar terlihat gelombang fluktuasi yang sangat cepat melintasi seluruh kota misaki seperti gelombang sonar. Itu adalah Mantra Tak Terbatas yang lepaskan Margery.


Di bawah kendal Ahli Mantra Tak Terbatas, setiap sudut kota Misaki tidak luput dari Mantra pencarian ini. Perlahan, seluruh penduduk kota Misaki tampak di dalam peta hologram tersebut.


Margery kemudian mengganti metode pencariannya dan lebih berfokus pada Power of Existence. Seketika itu, gambar para penduduk kota Misaki menghilang, dan digantikan oleh titik-titik api kecil yang bertebaran di seluruh penjuru kota,


Melihat hal ini, Shana sedikit tertegun. “Itu semua Torch?”


Ya, semua titik api kecil yang tampil pada Crystal Altar adalah Torch. Semua Torch tersebut dibuat oleh Friagne untuk mengaktifkan Mantra Tak Terbatas Terlarang, City Devourer.


“Ternyata ada begitu banyak sekali Torch di sini …" Suara Alastor terdengar tidak menyenangkan dan berkata, "Berapa banyak manusia yang telah ditelan Hunter?"


Torch yang saat ini masih belum padam memiliki jumlah yang sangat besar. Walau Ryan selama beberapa hari terus berburu Torch, namun jumlahnya tidak sampai 1% dari total Torch di kota Misaki.


Kota Misaki sendiri memiliki jutaan penduduk, dan Torch yang dibuat oleh Friagne berjumlah 10% dari total penduduk tersebut. Bisa dibayangkan berapa banyak orang tak bersalah yang tewas di tangan Friagne.


Tentu saja, tidak satupun dari ketiga orang di ruangan tersebut yang sedih dengan situasi ini.


Tujuan dari Flame Haze adalah untuk menjaga keseimbangan dunia. Hidup dan matinya manusia bukanlah urusan Flame Haze. Mereka hanya akan melindungi sebagian besar manusia agar tidak menimbulkan distorsi yang lebih besar lagi. Selain itu mereka tidak akan memperdulikannya.


Oleh karena itu, baik Shana maupun Margery tidak menunjukkan banyak emosi tentang fakta ini. Mereka hanya sedikit terkejut dengan jumlah Torch, tidak lebih dari itu.


Sementara Ryan, tidak perlu dikatakan lagi. Ia tidak akan memperdulikan orang-orang di sekitarnya, kecuali orang tersebut adalah teman atau orang yang dicintainya.


Jadi, fakta di mana ada ratusan ribu manusia yang telah mati ditelan Friagne, sama sekali tidak mengganggunya. Apalagi, berbagai jenis kematian telah terekam di dalam jiwanya oleh Mystic Eye of Death Perception. Maka dari itu, kematian adalah hal yang biasa bagi Ryan.


Dalam keadaan seperti itu, ketiganya hanya diam menunggu hasil pencarian Margery.


30 menit kemudian, tiba-tiba muncul pergerakan di dalam Crystal Altar.


Shiiii


Ryan, Shana, dan Margery dapat melihat sebuah cahaya redup perlahan mekar dari tempat yang terkena Mantra Tak Terbatas Margery.


"Lihat di sana!" Shana langsung menunjuk ke arah cahaya redup tersebut.


Tanpa pemberitahuan Shana pun, Ryan telah mengarahkan pandangannya ke tempat tersebut.


Akan tetapi, begitu Ryan melihat lokasi Mantra Tak Terbatas Margery bereaksi, Ryan membelalakkan matanya. “Tidak mungkin!”


Bisikan kecil ini menyebar dari mulut Ryan, lalu kemudian masuk ke telinga Shana dan Margery.


“Apa yang terjadi?" Tanya Margery dengan suara penuh keraguan.


“Mustahil!” Shana yang juga menyadari lokasi tersebut mulai menunjukkan keterkejutannya.


Ketiganya dapat melihat, Mantra Tak Terbatas yang telah dicari-cari ternyata dipasang di depan sebuah bangunan Apartemen.


Tidak ada keraguan lagi, bahwa itu adalah Mantra Tidak Terbatas yang telah di pasang Lamies atas permintaan Bal Masqué.


Namun, Ryan dan Shana begitu terpana, bukan karena menemukan hubungan Mantra Tak Terbatas, melainkan karena lokasi Mantra Tak Terbatas itu dipasang.


Lokasi Mantra Tak Terbatas itu berada tepat di depan gedung Apartemen  tempat Ryan dan Shana tinggal selama ini.


“Jadi begitu …” Alastor berkata dengan senyum masam, "Jika dipikir lagi, ini semua tidak mengherankan sama sekali. Karena Mantra Tak Terbatas ini dibuat khusus untuk Ryan, maka wajar saja jika Mantra Tak Terbatas ini dipasang dalam ruang lingkup yang sering dikunjungi Ryan.”


Apartemen tempat Ryan tinggal setiap hari secara alami adalah area yang paling efektif untuk memastikan Mantra Tak Terbatas dapat menangkap posisi Ryan dengan tepat dan memberikan pengaruh secara langsung padanya.


“Namun, jika dia telah memasang Mantra Tak Terbatas di tempat tinggal kita secara diam-diam, Lamies memerlukan umpan yang dapat memancing kita keluar dan mengalihkan perhatian kita darinya.”

__ADS_1


Saat Shana mengucapkan ini, ia akhirnya sadar bagaimana cara Lamies melakukannya.


Selain pandai menyembunyikan aura hingga membuatnya sulit terdeteksi, Lamies juga mengalihkan perhatian Ryan dan Shana menggunakan keberadaan Margery.


"Dengan kata lain, semua ini adalah jebakan?" Margery sepertinya juga memahami situasi ini. Ia lalu mengerutkan dahinya dan berkata terus terang, “Jadi, mengapa mereka sampai repot-repot membuat jebakan seperti ini untuk berurusan dengan seorang manusia?”


Jelas, Margery tidak tahu kalau Reiji Maigo ada di tangan Ryan. Akan tetapi, Ryan dan Shana sama sekali tidak ingin memberitahunya.


Setelah Ryan termenung selama beberapa saat, Ryan segera membuat keputusan. “Untuk sementara ini, ayo kita kembali ke Apartemen dan melihat Mantra Tak Terbatas yang dipasang Lamies secara langsung.”


Mengatakan ini, Ryan menoleh dan menatap Margery. "Kamu juga bisa pergi bersama kami untuk mencari tahu efek Mantra Tak Terbatas yang telah dipasang di sana."


Mendengar hal itu, Margery langsung menolak. “Sudah aku bilang sebelumnya, bahwa aku hanya akan membantu menemukan Mantra Tak Terbatas itu. Aku tidak peduli dengan hal lainnya!”


Meninggalkan perkataan ini, Margery berbalik dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Kini, hanya ada Ryan dan Shana di ruang redup tersebut. Mereka saling memandang dengan ekspresi tak berdaya.


Tak lama setelahnya, Ryan membuka mulutnya. “Ayo kita kembali dan melihatnya.”


Shana langsung mengangguk atas ajakan Ryan ini.


Beberapa menit kemudian, Ryan dan Shana telah tiba di halaman depan gedung Apartemen yang mereka tinggali.


Seketika itu juga, Shana langsung mengangkat tangannya dan berkata dengan lantang, “Fuuzetsu!”


Dinding api teratai merah mulai mengelilingi area di sekitar gedung Apartemen dan menutupi ruang di dalamnya, membuat dunia di dalam dinding berubah menjadi dunia berwarna merah cerah.


Setelah Fuuzetsu diluncurkan, Ryan dan Shana masing-masing bergegas menuju ujung kiri dan kanan layar Crystal Altar yang telah mereka bawa.


"Alastor." Shana menundukkan kepalanya dan melihat liontin di depannya. ia bertanya, "Apakah itu benar di sini?"


“Mmmm … “  Alastor berpikir sejenak dan langsung menjawab dengan jawaban yang pasti, “Berdasarkan lokasi pada tampilan Crystal Altar, tempatnya memang ada di sini.”


"Tapi aku tidak merasakan apa-apa." Shana menatap tanah kosong di depannya dan berkata, "Akan aku coba untuk menyuntikkan Power of Existence."


"Hentikan! Itu terlalu beresiko!" Alastor menjawab, "Sebelum kita tahu efek Mantra Tak Terbatas ini, lebih baik jangan terlalu gegabah. Bisa saja hal yang kamu lakukan itu akan memicu aktifnya Mantra Tak Terbatas ini."


"Aku pikir nggak ada salahnya untuk mencobanya." Ryan menatap Shana dan berkata, "Lamies berkata bahwa setelah Mantra Tak Terbatas aktif, Mantra ini akan menyedot Power of Existence dari tubuhku sebagai sumber energinya."


"Jadi, aku berpikir jika itu adalah Power of Existence dari tubuh Shana, maka seharusnya efek Mantra Tak Terbatas ini tidak akan berjalan."


"Dengan kata lain, Mantra Tak Terbatas ini akan aktif menggunakan Power of Existence milikku, tapi efek dari Mantra ini tidak akan berjalan karena kondisinya belum terpenuhi?" tanya Shana sembari bernafas sedikit lega.


"Benar …" Ryan berkata tanpa ragu, "Maka dari itu, aku ingin kamu menyuntikkan sedikit Power of Existence ke dalam Mantra Tak Terbatas ini dan membiarkannya muncul."


Mendengar ini, Shana melihat liontin yang ia kenakan.


Setelah terdiam beberapa saat, Alastor akhirnya menjawab. "Mari kita coba."


Shana mengangguk.


Tak lama kemudian, Shana berjongkok dan meletakkan kedua telapak tangannya yang mungil di tanah.


Shana kemudian menarik napas dalam-dalam, dan perlahan menyuntikkan Power of Existence ke dalamnya.


Shiiii


Tidak lama kemudian, tanah di bawah Shana tiba-tiba bersinar.


"Shana!" teriak Ryan.


"Baik." Shana segera menginterupsi Power of Existence yang ia suntikkan dan langsung mundur ke sisi Ryan untuk menjaga jarak.


Detik berikutnya, dari permukaan tanah, muncul lingkaran sihir seperti cincin yang berputar. Itulah wujud Mantra Tak Terbatas yang dipasang Lamies.


Cahaya redup terus terpancar dari Mantra Tak Terbatas tersebut. Walau begitu, tidak ada tanda-tanda efek Mantra ini akan aktif. Yang artinya, semua dugaan Ryan sampai sejauh ini benar.


Ryan mencoba mengamati Mantra Tidak Terbatas yang ada di depannya. Akan tetapi, Ryan akhirnya menyerah setelah 10 menit mencoba memahaminya.

__ADS_1


Sejujurnya, Ryan mulai memahami pola  deretan simbol yang tercetak dalam lingkaran sihir tersebut. Akan tetapi, Ryan tidak memahami arti dari symbol-symbol tersebut.


'Sepertinya fitur penerjemah otomatis dari Reincarnation Room nggak bekerja pada simbol-simbol aneh seperti ini.' gumam Ryan dalam hati.


Ryan kemudian menoleh ke arah Shana dan bertanya, "Bagaimana denganmu, apakah kamu menemukan sesuatu?"     


"Aku tidak ahli dalam Mantra Tak Terbatas." Shana menggelengkan kepalanya dan bertanya lagi kepada Alastor, "Alastor, apakah kamu dapat memahaminya?"


"Aku belum pernah melihat Mantra Tak Terbatas seperti ini." jawab Alastor sembari terus mempelajari Mantra Tak Terbatas tersebut.


Setelah beberapa saat, suara tak berdaya terdengar dari liontin Shama. "Meski aku tidak tahu Mantra Tak Terbatas seperti apa yang dibuat oleh Spiral Organ, tapi karena ini adalah permintaan Bal Masqué, Mantra tersebut pasti bukan Mantra Tak Terbatas biasa."


Dengan kata lain, baik Ryan, Shana, maupun Alastor, ketiga sama-sama tidak memahami Mantra Tak Terbatas yang ada di depan mereka.


Ryan kembali mencoba memahami kembali Mantra Tak Terbatas tersebut sembari mengerutkan dahinya.


Berbeda dengan Ryan yang telah tenggelam dalam pikirannya sendiri, Shana malah berpikir dengan sangat sederhana.


"Terlepas dari efek apa yang dimiliki Mantra Tak Terbatas ini, selama aku bisa menghancurkannya, maka rencana Bal Masqué pasti dapat kita gagalkan!"


"Ya, itu benar." Alastor sependapat dengan Shana. "Selama ada Nietono no Shana, menghancurkan Mantra Tak Terbatas bukanlah hal yang sulit."


"Kalau begitu, ayo kita hancurkan segera!" Shana membuat keputusan cepat.


Dengan cepat, Shana menarik Nietono no Shana dari dalam jubah Yogasa dan perlahan berjalan ke depan Mantra Tak Terbatas yang sedang memancarkan cahaya. Ia lalu mengangkat Odachi-nya dan langsung menghujamkannya ke tanah.


Melihat Shana hendak menusukkan Nietono no Shana ke dalam  tanah dan menghancurkan Mantra Tak Terbatas di bawahnya, Ryan merasa ada yang tidak beres.


Tiba-tiba saja, Ryan teringat kembali dengan kata-kata Lamies.


“Mantra Tak Terbatas yang aku pasang ini memiliki kondisi tertentu untuk dapat aktif. Selama kondisi terpenuhi, Mantra Tak Terbatas ini akan menarik Power of Existence dari tubuhmu sebagai sumber energi aktivasinya, apa kamu paham?”


Mengingat perkataan tersebut, berbagai pertanyaan muncul di benak Ryan.


'Kondisi tertentu?'


"Tapi apa kondisi tersebut?'


Memikirkan hal ini, Ryan merasa semakin ada yang salah. Ia lalu berteriak kepada Shana, "Shana! Tunggu!"


"Eh?" respon Shana penuh kebingungan.


Namun sayang, saat ini Nietono no Shana telah menusuk keras tanah di bawahnya dan menembus Mantra Tak Terbatas.


Kratak Kratak


Pyar


Seluruh lingkaran Mantra Tak Terbatas yang muncul di tanah langsung hancur seperti pecahan kaca.


Shiiiiiiii


Pecahan Mantra Tak Terbatas itu satu demi satu memancarkan cahaya yang amat terang.   


"Apa?"


"Shana, hati-hati!"


Shana dan Alastor berseru secara bersamaan. Kejadian ini membuat Shana mau tidak mau memejamkan matanya.


Ryan yang juga ikut menutup matanya, akhirnya mengerti. Syarat aktifnya Mantra Tak Terbatas yang dipasang Lamies adalah menghancurkan.


Wuuush


Tiba-tiba saja, pecahan Mantra Tak Terbatas ini berubah menjadi Mantra Tak Terbatas berukuran kecil. Pecahan-pecahan tersenut langsung terbang ke arah Ryan dan mengelilinginya.


"!!!"


Merasakan adanya perubahan pada udara di sekitarnya, Ryan ingin segera menyelinap pergi.

__ADS_1


Sayangnya, semua itu sudah terlambat.


Dalam sekejap, pecahan-pecahan Mantra Tak Terbatas itu menghilang bersama dengan Ryan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


__ADS_2