Reincarnation Room

Reincarnation Room
Hidan


__ADS_3

Merasakan kecurigaan Ryan, Sherlock tersenyum. "Hebat sekali, sepertinya kamu telah menyadari adanya keganjilan dari Kemampuan Khusus ini."


Tak lama kemudian, Sherlock memberi penjelasan. "Ada dua masalah pada kemampuan Khusus Teleportasi ini."


"Pertama, Kemampuan Khusus ini memang benar Teleportasi. Akan tetapi, aku hanya bisa menggunakannya satu kali dalam sehari."


"Jika aku bisa melakukannya tanpa batas, maka aku tidak akan perlu repot-repot menghindari seranganmu."


"Kedua, Kemampuan Khusus ini bukan milikku ataupun anggota IU. Aku mendapatkannya dari sesuatu yang lain."


Mendengar hal ini, Ryan semakin bingung dengan sikap Sherlock. 'Kenapa dia memberitahu kelemahan dari Kemampuan Khususnya? Bukankah ini malah tidak menguntungkannya?'


Seakan bisa membaca pikiran Ryan, Sherlock kembali membuka mulutnya. "Aku memberikanmu penjelasan tentang Teleportasi karena aku ingin memperlihatkanmu sesuatu."


Sherlock kemudian mengulurkan tangan ke arah Ryan. Di atas telapak tangannya, ada sebuah peluru berwarna merah, seakan-akan ada api di dalamnya.


"Aku menyebut peluru ini Hidan. Peluru ini terbuat dari logam langka yang dapat memberi pemiliknya Kemampuan Khusus yang sangat kuat. Nama logam itu disebut Hihiirokane.”


Ryan pernah mendengar nama logam ini. Karena di dunia ini, keberadaan logam ini dikenal sebagai sebuah mitos. Tapi tak disangka, keberadaan logam ini benar-benar ada.


Apalagi, logam ini dapat memberi pemiliknya Kemampuan Khusus yang kuat.


"Sejujurnya, dibandingkan dengan Kemampuan Khusus yang diberikan oleh Hihiirokane, Kemampuan Khusus yang dimiliki oleh manusia itu seperti permainan anak-anak. Bedanya bagaikan bom nuklir dan peluru."


"Seperti Hidan yang ada di tanganku, jika aku bisa mengendalikan Kemampuan Khusus yang diberikannya, maka bukanlah hal yang sulit untuk menguasai dunia."


"Aku bisa hidup saat ini pun karena Hihiirokane dapat membuatku terus awet muda."


"Jadi begitu, kamu dapat tetap hidup selama 150 tahun tanpa menua sedikitpun, itu semua karena Hihiirokane." gumam Ryan.


Awalnya, Ryan mengira Sherlock dapat hidup panjang karena telah menyalin gen milik Vlad, yang merupakan spesies berumur panjang, ke dalam tubuhnya sendiri. Tapi ternyata itu salah.    


Sherlock menganggukkan kepalanya atas gumaman Ryan. "Sayangnya, menggunakan kekuatan Hihiirokane untuk memperpanjang umur ternyata memiliki batas. Menurut prediksiku, dalam waktu dekat, aku akan mati."


"Walau begitu, masih banyak misteri dari Hihiirokane yang belum terpecahkan. Maka dari itu, Yang Mulia Ratu menugaskanku untuk meneliti logam ini. Aku menyebut proyek penelitian ini dengan nama 'Study of The Scarlet'."


"Sungguh sangat disesalkan, menjelang akhir hidupku, aku masih belum bisa menyelesaikan penelitian ini."


Ryan akhirnya paham, apa yang menjadi tujuan Sherlock.


Walau di permukaan, Sherlock adalah anggota faksi Daio, namun Sherlock memiliki tujuan yang berbeda dengan Daio.


Tujuan Sherlock sebenarnya sangat jelas. Yaitu untuk menjadikan Aria penggantinya.


Namun, pengganti di sini bukan pengganti sebagai pemimpin IU.


Menyadari hal ini, Ryan berkata pada Sherlock. "Apakah kamu ingin Aria mewarisi misimu untuk menyelesaikan penelitian Hihiirokane?"


"Tepat sekali." Sherlock tersenyum pada Ryan.


"Aku ingin Hidan menjadi milik Aria, membuatnya mewarisi keinginanku, dan melanjutkan 'Study of The Scarlet'."


"Jadi, mulai hari ini, Aria tidak lagi menjadi 'Quadra Aria', akan tetapi 'Aria the Scarlet Ammo'."


Setelah itu, Sherlock mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pintu masuk. "Menurut prediksiku, Aria seharusnya sudah hampir tiba."


Baru saja Sherlock mengucapkannya, Ryan dapat merasakan pergerakan cepat dari arah pintu.


Swoosh

__ADS_1


Dari arah pintu, Aria terbang dengan sangat cepat dan berhenti di tengah ruangan sembari melayang di udara.


Di bagian belakang Aria, terdapat sebuah jetpack dengan baling-baling dan roket pendorong. Inilah alat yang dibawa Aria di dalam tas pinggulnya.


Saat Aria memandang ke bawah, mata Aria langsung membulat. “Kakek … Buyut …”


Melihat Sherlock menghadapi Ryan, Aria benar-benar tercengang di udara.


Ini adalah pertama kalinya Ryan melihat Aria seperti ini.


Aria benar-benar seperti orang yang telah kehilangan jiwanya. Wajahnya dipenuhi keterkejutan dan juga pucat.


"Kakek buyut adalah pemimpin IU?" Suara Aria terdengar sangat bergetar.


Bagaimana tidak, orang yang Aria kagumi, ternyata adalah pemimpin organisasi kriminal yang telah memfitnah dan memenjarakan Ibu kandungnya. Bagaimana Aria bisa menerimanya?


Sebagai tanggapan, Sherlock tersenyum dan menatap mata Aria dengan penuh kelembutan. “Akhirnya kita bertemu, Aria … aku telah menunggu datangnya hari ini.“


Aria turun perlahan dari udara seolah seluruh tubuhnya kehilangan kekuatan. Di saat yang sama, Shirayuki juga menyerbu masuk dari luar.


"Ri-kun." Shirayuki sekilas memandang Aria dengan tatapan rumit. Ia kemudian menatap Ryan dan tampak seperti akan menangis. 


“Maaf, aku tidak tahu bahwa Aria memiliki jetpack. Aria mencairkan es di pintu dengan api dari jetpack dan langsung melarikan diri keluar.”


“Tenang Shirayuki, jangan panik. Kamu sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik kok. Yang terpenting sekarang, cepat bawa Aria keluar dari sini.” ucap Ryan dengan lembut.


Akan tetapi, ucapan Ryan langsung ditolak mentah-mentah oleh Sherlock. “Kamu tidak boleh melakukannya,” 


Sherlock menggelengkan kepalanya dan berkata, “Hidupku hampir berakhir, dan aku tidak akan memiliki kesempatan lain lagi selain hari ini! Kamu tidak akan bisa menghalangiku!”


Di saat yang sama, dari tubuh Ryan dan Shirayuki, muncul asap putih yang cukup panas. Asap tersebut ternyata adalah cairan tubuh Ryan dan Shirayuki yang menguap.


“Ugh!” Ryan dan Shirayuki sama-sama mengerang kesakitan.


Tak lama kemudian, Ryan tidak lagi dapat menopang tubuhnya. Ia pun akhirnya jatuh ke tanah.


Shirayuki akhirnya menyusul Ryan jatuh ke tanah disertai asap putih yang terus keluar dari seluruh tubuhnya.


Dengan tubuh lemahnya, Ryan sangat kesulitan mengangkat kepalanya. Ia lalu berkata dengan suara serak, "Sherlock … kamu …"


"Jangan khawatir, Ryan-kun … aku tidak akan mengambil nyawamu."


"Tapi, itu hanya untuk saat ini. Jadi, aku harap kamu bisa diam dan menonton semua ini dari sana." Sherlock mengalihkan pandangannya ke arah Aria, dan perlahan menggenggam Hidan di tangannya.


“Persyaratan untuk mewarisi Hidan sangat kompleks. Selain membutuhkan orang yang memiliki harga diri tinggi dan karakter kekanak-kanakan, orang tersebut juga harus menghabiskan waktu bersama Hidan setidaknya tiga tahun.”


"Dan Aria telah memenuhi persyaratan pertama itu. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa yang paling cocok untuk mewarisi Hidan adalah Aria."


“Lalu, persyaratan kedua adalah yang paling sulit. Karena kekuatan Hidan yang luar biasa, banyak pihak yang menginginkannya. Dalam kondisi seperti itu, membiarkan Aria membawanya selama tiga tahun sampai Hihiirokane terbangun, itu terlalu sulit.”


"Oleh karena itu, sampai Hidan terbangun dalam diri Aria, aku harus bisa melindungi Aria. Tapi, di saat yang sama, aku harus menjadi pembawa Hidan selama tiga tahun."


"Hidan yang aku miliki hanya ada satu, tapi aku harus membawa Hidan selama tiga tahun, dan Aria juga harus membawa Hidan selama tiga tahun. Ini sangat kontradiktif bukan?"


“Akan tetapi, Hidan dapat menyelesaikan kontradiksi ini.” 


Setelah mengatakan semua itu, tubuh Sherlock kembali mengeluarkan cahaya merah.


Shiiiiing

__ADS_1


Di saat yang sama, tubuh Aria yang mengalami mind break, mulai muncul cahaya merah yang sama dengan Sherlock.


Kondisi ini akhirnya membuat Aria tersadar. “Ini?! Apa yang terjadi?”


Ryan juga sama terkejutnya. ‘Cahaya merah tua itu … bukankah itu cahaya Hidan?’


‘Tapi, bagaimana mungkin? Seharusnya Sherlock belum mewariskan Hidan pada Aria, tapi kenapa Aria bisa memiliki Hidan?’


Berbeda dengan Ryan yang sangat terkejut, Shirayuki tampak tidak terkejut dengan semua mini. “Jadi begitu, Aria adalah pewaris Hidan.”


Dari sini, sudah jelas bahwa Shirayuki sudah mengetahui eksistensi Hidan sejak awal.


Dalam hal ini, Sherlock hanya sekilas melirik Shirayuki dengan tatapan yang dalam, lalu ia melihat ke arah Aria. 


Dengan nada lembut, Sherlock berkata, "Jangan khawatir, Aria … ini hanyalah sebuah resonansi yang muncul saat aku memicu kekuatan Hidan."


"Karena Hidan milikku dan milikmu adalah satu Hidan yang sama, maka secara alami Hidan mengalami resonansi dan melepaskan kekuatan yang sama."


"Tapi, itu saja tidak cukup."


Sherlock mengulurkan jari ke arah Aria.


Shiiiing


Sinar merah dari tubuh Sherlock tiba-tiba berkumpul dan menyatu di jarinya.


Wiiiing


Karena resonansi Hidan, cahaya merah pada tubuh Aria secara otomatis juga berkumpul di ujung jarinya.


Melihat fenomena ini, Sherlock memberi perintah, "Aria, arahkan jari itu ke arahku."


Aria bergidik, dan tanpa sadar mengangkat tangannya, lalu mengarahkan jari dengan cahaya merah di ujungnya itu ke arah Sherlock.


Blitz Blitz Blitz


Kini, cahaya merah di ujung jari Sherlock dan Aria secara bersamaan mulai bergetar.


Beberapa detik kemudian, seakan paling menarik satu sama lain, kedua cahaya merah itu langsung meluncur ke depan.


Bagaikan meteor, kedua cahaya merah menyilaukan itu meluncur dengan cepat dan sinb bertabrakan dengan keras.


Namun, benturan kedua cahaya itu tidak menghasilkan suara ataupun ledakan. Malahan, kedua cahaya tersebut bercampur seperti air dan perlahan mulai menyatu.


Kedua cahaya merah terebut akhirnya berubah menjadi sebuah cermin dengan diameter sepanjang 2 meter.


Cermin tersebut melayang di antara Sherlock dan Aria.


Cermin tersebut mendadak memunculkan sebuah gambar seorang gadis muda. Usia gadis itu mungkin sekitar 13-14 tahun, jadi perawakannya terlihat relatif mungil.


Gadis itu memiliki rambut berwarna kuning muda seperti emas, dan mata biru seperti permata. Ia terlihat mengenakan gaun halter musim panas.


Rambutnya yang panjang, diikat dengan bentuk twintail, membuat gadis tersebut terlihat imut.


Melihat gadis muda yang tersenyum dengan manis itu, semua orang yang ada di sana terdiam.


"Ba-bagaimana … bagaimana mungkin?" Aria berseru dengan lantang, "Itu … bukankah itu aku?"


Meski warna rambut dan warna mata benar-benar berbeda, tapi tidak diragukan lagi, gadis itu adalah Aria.

__ADS_1


"Benar, ini adalah kamu tiga tahun yang lalu." Sherlock menatap cermin beraura merah dan mulai memperlihatkan sedikit kegembiraan dalam suaranya. 


"Hidan memiliki kekuatan untuk melintasi ruang dan waktu. Dengan kata lain, cermin ini adalah terowongan ruang dan waktu."


__ADS_2