Reincarnation Room

Reincarnation Room
Berlatih Dengan Cecily (II)


__ADS_3

Satu jam kemudian, Ryan dan Cecily Wong berbaring di lantai ruang latihan sambil saling berpelukan.


"Bagaimana Kak, apakah Kakak puas?" 


"Aku tak menyangka ini benar-benar nikmat. Kalau begini caranya, aku bakal ketagihan." ujar Cecily dengan wajah puas.


"Tenang saja kak, kapan pun Kakak mau, Kakak bisa datang ke kamarku. Atau aku juga bisa ke kamar Kakak."


Setelah berbincang selama setengah jam, kini stamina mereka telah pulih sepenuhnya. 


Mereka berdua pun segera mengenakan seragam Jie Long dan mempersiapkan diri untuk latih tanding.


Tak lama kemudian, Ryan dan Cecily Wong mulai berjalan saling menjauh. Masing-masing dari mereka lalu berhenti, berdiri di kedua sisi ruang latihan.


"Kalau begitu, biarkan aku yang mulai dulu!"


Setelah mengatakannya, tangan Cecily Wong mulai bergerak. Di tangannya, muncul banyak jimat yang kemudian ia lemparkan ke atas.


Jimat-jimat tersebut langsung meluncur terbang secara acak ke udara mengabaikan hukum fisika 


Dengan cepat, tangan Cecily Wong mulai membuat beberapa segel sihir sambil merapalkan mantra.


"Inazuma, rakka shi, sonzai suru subete no mono o shōmetsu sa semasu! Kōgeki!"


Begitu Cecily Wong selesai merapalkan mantranya, jimat-jimat yang sedang berterbangan di udara tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat kuat.


Dalam sekejap, semua jimat tersebut berubah menjadi kilatan petir. Bagaikan guntur yang turun dari langit, cahaya menyilaukan petir itu menutupi langit dan bumi.


JEDEER JEDEER


Suara gemuruh petir menggelegar di seluruh ruang latihan. 


Tiap kali kilatan petir menghantam tanah dan meledakkannya, suara gemuruh petir ini akan kembali terdengar memekakkan telinga.


Dalam waktu singkat, seluruh ruang latihan kini dipenuhi dengan kilatan petir yang terus-menerus berjatuhan menghantam tanah, membuat batu dan debu berhamburan ke segala arah.


Ryan sangat terkejut dengan kuatnya Seisenjutsu milik Cecily Wong. "Anjir, baru serangan pertama saja sudah sekuat ini! Apakah dia menyimpan dendam atas perbuatanku tadi?!"


Ruang latihan yang Ryan dan Cecily Wong gunakan memiliki luas setara dengan ukuran lapangan sepak bola. Bisa dibayangkan betapa luas dan kuatnya serangan Cecily Wong.


Kilatan demi Kilatan Petir yang tak terhitung jumlahnya, jatuh menyambar tanah, membongkar bumi, dan membuat pemandangan di depan Ryan seperti sebuah akhir dunia.


Bahkan, kekuatan ini jauh lebih mengerikan dari pada petir yang dikeluarkan oleh Dyaus Pita (Heavenly Father).


Meskipun Cecily Wong adalah seorang Daoshi, namun ia adalah tipe petarung yang selalu mengandalkan serangan keras dan merusak. Bisa dibilang, Cecily Wong adalah seorang Damage Dealer.


Pada saat Cecily Wong mengikuti Phoenix Festa bersama Zhao Hufeng tiga tahun yang lalu, Cecily Wong masih belum mahir dalam menggunakan Seisenjutsu. Sehingga, ia lebih banyak menggunakan Taijutsu. Dan saat itu, gaya bertarung Cecily Wong begitu keras dan frontal.

__ADS_1


Ditambah dengan keberadaan Zhao Hufeng yang merupakan petarung tipe kecepatan, tim mereka benar-benar saling melengkapi.


Sekarang, walau ia telah meninggalkan Taijutsu dan berfokus pada Seisenjutusu, Cecily Wong masih tetap bertarung mengandalkan kekuatan selayaknya Damage Dealer.


Justru karena itu, kekuatan Seisenjutsu dari Sistem Petir bisa digunakan dengan baik di tangannya. Apalagi, Seisenjutsu dari Sistem Petir sudah dikenal memiliki daya serang yang kuat.


'Sayang sekali … walau serangan ini sangat kuat, tapi akurasinya sedikit kurang.' gumam Ryan sambil terus bergerak dalam hujan petir ini.


Saking cepatnya gerakan Ryan, sosok Ryan menjelma bagaikan hantu. Kadang ia muncul, dan kadang dengan cepat menghilang.


Dari arah samping, Cecily yang masih melakukan segel tangan mendadak merasakan adanya bayangan yang melesat bagaikan peluru. 


"Ternyata apa yang dikatakan Guru itu benar. Aku tidak akan bisa mendeteksi keberadaan Ryan sebelum ia bergerak!" Cecily tersenyum bahagia.


Ketika Ryan dengan kecepatan tinggi semakin mendekat, Cecily Wong langsung menghentakkan satu kakinya ke tanah.


Blitz


Jejak suara listrik terdengar dari kaki Cecily Wong. Tidak, lebih tepatnya, suara tersebut berasal dari jimat miliknya.


Entah sejak kapan ia memasangnya, di tanah yang ada di sekitar Cecily Wong, terdapat jimat yang telah di susun mengelilinginya dan membentuk Array Diagram delapan sudut.


"Aktif!"


Atas perintah Cecily Wong, jimat yang telah dipasang di sekelilingnya langsung mengeluarkan kilatan petir kuat. Kilatan-kilatan petir ini naik membentuk sebuah sangkar petir yang melindungi Cecily Wong di dalamnya.


Jika bukan karena Teknik Membunuh Nanaya, maka Ryan pasti tidak akan bisa menghentikan lajunya dan akan terbakar hidup-hidup oleh sangkar petir.


"Meledak!" ucap Cecily Wong dengan lantang sambil mengubah segel tangannya.


Boom


Seketika itu, sangkar petir yang mengelilingi tubuh Cecily Wong berubah menjadi kilatan badai yang menyapu segala sesuatu disekelilingnya.


Di mana gelombang petir lewat, tanah langsung terkikis keluar dan menghancurkan segalanya.


"Ini benar-benar luar biasa. Seperti yang diharapkan dari murid kedua Guru." 


Melihat amukan gelombang petir yang semakin mendekat, Ryan menarik napas dalam-dalam, dan tubuhnya tiba-tiba memancarkan partikel-partikel cahaya seperti bintang.


Ryan lalu memusatkan Prana pada telapak kakinya dan dalam sekejap, sosok Ryan menghilang.


Boom


Gelombang petir dengan cepat menyapu tempat Ryan berdiri sebelumnya, menghancurkan tanah dan meninggalkan jejak hangus hitam.


Sementara itu, Ryan terus bergerak bagai meteor mengelilingi Cecily sembari mencari kesempatan menyerang dan juga menghindari kilatan petir yang masih menyambar.

__ADS_1


"Sangat cepat! Dia benar-benar sangat cepat!" Cecily begitu terkejut melihatnya.


"Dia bahkan lebih cepat dari Hufeng!"


Tapi, yang lebih mencengangkan Cecily Wong adalah bagaimana Ryan bergerak. 


Ryan terus berlari dengan kecepatan tinggi, namun ia dapat mengubah arah, berhenti, dan bahkan berjongkok untuk menghindari petir. Dan semua itu dilakukan tanpa mempedulikan Kelembaman. 


Cecily Wong pun harus mengakui bahwa ia tidak bisa melakukan hal yang sama seperti itu.


Tiba-tiba, Ryan kembali mengubah arah larinya ke arah Cecily Wong, seakan ingin melakukan serangan balik.


Melihat ini, Cecily Wong sadar bahwa ia tidak akan sempat mengaktifkan jimat Seisenjutsu untuk melindungi dirinya.


"Kalau begitu …" Cecily mengubah segel tangannya.


Segel tangan itu adalah bentuk teknik Seisenjutsu tanpa menggunakan media jimat.


Tanpa menggunakan talisman, Cecily Wong harus menggunakan Prana yang lebih besar. Maka dari itu, efek yang ditimbulkan tidak sedahsyat ketika ia menggunakan jimat.


Tapi, keuntungan tidak menggunakan jimat adalah waktu respon yang lebih cepat ketimbang menggunakan jimat. Karena jimat memerlukan waktu lebih untuk mengaktifkannya.


Dan dengan cara seperti ini, Cecily Wong dapat merespon serangan Ryan.


Semburan cahaya listrik yang tak terhitung jumlahnya menyeruak dari tubuh Cecily.


Melihat semu ini, Ryan tidak memiliki rasa takut sedikit pun.


Prana, yang berkumpul di bawah kaki Ryan, tiba-tiba bangkit dan bersinar. Ia lalu mengubah Prana menjadi kekuatan serang.


"Flashing Dash: Flying Moon (Sensō: Soratobu Tsuki)!"


Seperti cahaya bulan yang turun dari langit malam, Ryan melancarkan sebuah tendangan terbang.


Dalam sekejap, tendangan Ryan ini bertabrakan langsung dengan kilatan listrik yang melindungi tubuh Cecily Wong.


BOOM


Di saat yang sama, semua orang di Kuil Naga Kuning mendengar suara ledakan. Bahkan tanah pun sampai sedikit bergetar dan mengejutkan banyak orang 


Sementara Fan Xinglou, ia duduk di ruang audiensi sembari menyaksikan layar transparan yang melayang di udara. Di wajahnya, tampak ia tersenyum bahagia.


~***~


Beberapa saat kemudian, Ryan dan Cecily Wong terbaring di tanah di ruang latihan dengan nafas yang tersengal-sengal. "Haah … haah …"


Tepat di tengah keduanya, terdapat lubang berdiameter lebih dari 50 meter di sana, seakan-akan sebuah meteor telah jatuh ke bumi.

__ADS_1


__ADS_2