Reincarnation Room

Reincarnation Room
Berlatih Dengan Tohno Shiki


__ADS_3

Ketika sepasang mata biru tersebut menatap Ryan, ia merasakan tekanan yang sangat kuat. 


Tubuh Ryan mendadak dingin dan gemetaran. Seakan Dewa kematian sedang bernafas di telinganya. Bagi orang biasa, hal ini benar-benar seperti mimpi buruk.


"Tenang Ryan, tenang … aku harus membiasakan diri …" Setelah mengambil nafas panjang, kini Ryan sudah tenang.


Menghadapi lawan yang memiliki Mystic Eye of Death Perception, membuat Ryan paham bagaimana perasaan orang lain ketika ia mengaktifkan Mystic Eye-nya.


"Ayo kita mulai, Tohno Shiki …" ucap Ryan sambil memegang erat Moon Blade.


Slash


Suara tebasan terdengar jelas. Darah pun muncrat ke udara. 


Mata Ryan terbelak melihat tangan kanannya sudah tergeletak di tanah. Pisau di tangan Tohno Shiki sudah berlumuran darah. "Ini nggak mungkin! Hanya dalam satu detik, aku …"


Tanpa dapat bereaksi, pisau di tangan langsung Shiki menusuk jantung Ryan dengan mudah.


Jleb


Seketika itu, gang gelap tempat tewasnya Ryan ini kembali menjadi ruang putih. Tohno Shiki juga menghilang.


Ryan berdiri tertunduk di tengah ruangan sambil memegang Moon Blade. Ia tampak terkejut dengan hasil simulasi ini. "Bahkan 2 detik pun, aku sama sekali nggak bisa bertahan. Sejauh inikah jarak kemampuanku dengan Tohno Shiki?"


Ryan telah mengatur nilai atribut Tohno Shiki sama dengan nilai atribut Ryan. Dengan kata lain, kekuatan fisik Tohno Shiki dalam simulasi ini sama dengan kekuatan fisik yang dimiliki Ryan. Apalagi, Ryan dan Shiki sama-sama memiliki Mystic Eye of Death Perception. Namun tetap saja, Ryan mati hanya dalam 2 detik.


"Apakah ini karena teknik?" Ryan kembali mengingat profil Tohno Shiki dari anime Tsukihime.


Tohno Shiki, memiliki nama asli Nanaya Shiki. Ia adalah keturunan keluarga Nanaya, salah satu dari empat keluarga besar pembasmi iblis di dunia Type-MOON.


Sebagai keluarga pembasmi Iblis, keluarga Nanaya terkenal dengan teknik membunuhnya. Teknik milik keluarga pembasmi iblis selalu dibuat untuk melatih manusia biasa menggunakan tubuhnya hingga melebihi batasannya.


Memanfaatkan lingkungan sekitar untuk melakukan berbagai gerakan dengan metode gerak yang menyimpang dari akal sehat. Kecepatan puncak melebihi manusia, yang dapat tiba-tiba berakselerasi dari kondisi diam, berbelok tiba-tiba dengan kecepatan sangat tinggi. Lalu memanfaatkan ruang untuk menangkap dan mengamati objek di sekitarnya, itulah Teknik Membunuh Nanaya.


Teknik Membunuh Nanaya, dipadukan dengan Mystic Eye of Death Perception, membuat Tohno Shiki dapat membunuh banyak Vampir dan juga manusia.


"Seingatku, bukankah Tohno Shiki hanya mempelajari teknik paling dasar dari Teknik Membunuh Nanaya?" Ryan terdiam sejenak. "Anjir! Baru teknik dasar saja sudah membuatku tewas dalam 2 detik! Bagaimana jika ia sudah menguasai semua tekniknya? Nggak sampai 1 detik pun aku pasti mati!"

__ADS_1


"Haah~ baiklah, aku akan mencoba mempelajari teknik milik Tohno Shiki." Ryan kemudian mengoperasikan kembali panel sistem rumah pelatihan. Ryan kembali mengatur Tohno Shiki sebagai lawannya.


"Mulai!"


Ryan kembali menggunakan setting gang yang gelap sebagai lokasi simulasi. Di tempat yang sama seperti tadi, Tohno Shiki berdiri dengan pisau di tangannya.


Ryan berkonsentrasi penuh untuk memperhatikan semua gerak-gerik Tohno Shiki yang masih berdiri diam di depannya. Tujuan Ryan kali ini adalah mempelajari dasar Teknik Membunuh Nanaya.


Dalam situasi ini, Ryan menyadari bahwa Tohno Shiki dapat tiba-tiba berlari dengan kecepatan maksimal dari kondisi diam. Ini adalah salah satu teknik dasar Membunuh Nanaya.


Dalam Teknik Membunuh Nanaya, ada 2 jenis gerakan, yaitu gerakan tangan dan gerakan kaki. Gerakan yang menggunakan tangan disebut Flashing Sheath (Sensa), sedangkan gerakan yang menggunakan kaki disebut Flashing Dash (Sensō).


Pada awalnya, gerakan Shiki terlihat biasa dan tidak menarik. Namun tiba-tiba, gerakan Shiki berubah menjadi seperti laba-laba. Pada suatu waktu, ia menempel di tanah, lalu ia melompat ke dinding, dan terkadang ia juga melangkah maju ke depan dengan cepat. Semua gerakan yang dilakukan Shiki sangat fleksibel. Ia benar-benar dapat memanfaatkan kondisi ruang yang ada.


Clang Clang


Ryan berhasil menangkis dua serang Tohno Shiki dengan kondisi konsentrasi penuh. Akan tetapi, gerakan tangan Shiki mulai berubah menjadi sedikit aneh. Kecepatan tangannya pun bertambah lebih cepat dari sebelumnya. Ryan pun tidak dapat lagi menahan serangan Tohno Shiki.


Slash


Leher Ryan langsung terputus. Tak ayal, darah menyembur keluar bagaikan air mancur dari lehernya.


"Setidaknya, kali ini aku dapat bertahan beberapa detik lebih lama." Setelah mencerna apa yang ia pelajari tadi, Ryan  memulai kembali simulasinya.


~***~


Pada hari kedua, Ryan masih berada di rumah pelatihan. Ia mencurahkan seluruh tenaganya untuk berlatih. Selain makan, minum, dan tidur, ia sama sekali tidak berhenti berlatih.


Setiap kali Ryan memulai simulasi, ia selalu memperhatikan semua gerakan Tohno Shiki dan menganalisanya.


“Gerakan ini cukup sulit. Tapi kalau Tohno shiki saja bisa melakukannya, maka aku juga seharusnya bisa. Apalagi saat ini atribut kita berdua sama.”


Ryan berkali-kali mati terbunuh oleh Shiki. Namun ia tetap tidak menyerah untuk mempelajari Teknik Membunuh Nanaya.


“Begitu ya … jadi ritme ku harus lebih fleksibel..”


__ADS_1


“Kali ini, aku nggak boleh hanya mengikuti insting dan reflek. Aku harus bisa mengendalikan tubuhku dengan baik dan efisien!”



“Seharusnya gerakanku seperti ini ... oke, aku coba lagi …”



“Nah, ini dia!”



Ryan benar-benar tenggelam dalam keseriusannya. Tapi, usaha benar-benar tidak mengkhianati hasilnya. Perlahan, Ryan mulai terbiasa dengan gaya bertarung Tohno shiki. Gerakan dan juga aksi akrobatik Ryan mulai terasah.


Pada hari ketiga, Ryan akhirnya berhasil membunuh Tohno shiki. 


“Akhirnya … akhirnya aku berhasil mempelajari teknik dasar Membunuh Nanaya! Aku juga berhasil membunuh Tohno Shiki.” ucap Ryan sambil berbaring di tengah ruang putih.


Setelah beristirahat selama kurang lebih 1 jam, Ryan memulai kembali latihannya. Namun, kali ini Ryan mengganti lawan latihannya.


Di depan Ryan, kini berdiri seorang wanita berjaket merah dengan rambut sebahu. Wanita itu juga memiliki mata biru seperti Ryan dan Tohno Shiki.


“Kali ini, kamu akan menjadi lawan berlatihku, Ryougi Shiki. Mohon kerja samanya!” senyum Ryan. Dan tentu saja, Ryougi Shiki sama sekali tidak merespon ucapan Ryan, karena dia hanyalah proyeksi yang dihasilkan sistem rumah pelatihan.


Berbeda dengan Tohno Shiki, yang hanya mempelajari teknik dasar membunuh, Ryougi Shiki telah menerima pelatihan berbagai jenis bela diri sejak kecil.


Saat melakukan simulasi, Ryan dapat bertahan beberapa detik ketika Ryougi Shiki menggunakan pisaunya. Namun ketika Ryougi Shiki mengganti senjatanya menjadi sebilah pedang, tidak ada satu detik pun Ryan langsung tewas.


Ryan terus menerus melakukan simulasi melawan Ryougi shiki, tapi ia sama sekali tidak pernah bisa menang. Sampai akhirnya, masa sewa rumah pelatihan pun habis. Habisnya masa sewa, juga menandakan habisnya waktu istirahatnya sebagai Reincarnator. Mau tidak mau, Ryan harus segera menerima misi baru. Kalau tidak, maka tubuh Ryan akan dimusnahkan.


“Anjir, sampai akhir pun aku masih tidak bisa mengalahkan Ryougi Shiki!” Dengan sedikit menggerutu, Ryan keluar dari rumah pelatihan. Begitu Ryan keluar, pintu rumah pelatihan yang baru ia gunakan berubah kembali menjadi abu-abu.


“Oke, aku nggak boleh depresi terus. Lagi pula, semua itu hanya latihan. Lain kali, aku pasti bisa membunuhnya!” teriak Ryan. Tak ayal, para Reincarnator yang kebetulan ada di sana melihat semua ke arah Ryan dengan tatapan aneh.


“Ugh …” Melihat tatapan banyak orang, Ryan langsung menyingkir dari tempat itu.


“Baiklah, sekarang saatnya menerima misi baru …” gumam Ryan dengan senyum menyeringai. Ia penasaran dengan dunia yang akan ia kunjungi kali ini. Langkah Ryan pun terus bergerak menuju Pilar Langit.

__ADS_1




__ADS_2