Reincarnation Room

Reincarnation Room
Wu Xiaofei


__ADS_3

Ketika keduanya berjalan keluar dari markas Komite Operasional Festa, Sylvia tiba-tiba berkata pada Ryan.


"Maafkan aku Ryan. Aku sangat berterimakasih atas hal yang telah kamu lakukan untukku hari ini. Tapi sayangnya aku harus kembali terlebih dahulu."


"Suasana hatiku sedang berantakan sekarang. Jadi aku butuh waktu untuk sendiri dan merenung di asrama."


"Jika ada kabar terbaru dari Madiath, tolong segera beritahu aku." Setelah mengatakannya, Sylvia langsung pergi meninggalkan Ryan sendirian.


Ryan sendiri paham dengan apa yang terjadi pada Sylvia. Siapapun pasti akan senang dan juga sedih, jika mendapat kabar bahwa orang yang disayanginya telah ditemukan, tapi nasibnya masih belum jelas. Hal inilah yang menjadi sumber pergolakan hati Sylvia.


Maka dari itu, Ryan ingin memberi Sylvia waktu untuk sendiri. Tapi, jika dilihat dari kepribadian Sylvia, Ryan yakin bahwa dia akan pulih dengan cepat.


Dengan pikiran seperti itu, Ryan memutuskan untuk segera kembali ke Jie Long.


Setibanya di Kuil Naga Kuning, Ryan bertemu dengan Cecily Wong dan Zhao Hufeng. 


“Selamat Siang, Kakak Senior …” ucapnya sambil membungkuk pada Cecily Wong dan Zhao Hufeng.


Seperti kata pepatah, lain ladang lain belalang. Menghabiskan waktu hampir setengah tahun di Jie Long, membuat Ryan terbiasa dalam melakukan salam penghormatan seperti ini.


“Oh, Adik Seperguruan.” Zhao Hufeng membalas salam Ryan dengan mengepalkan kedua tangannya di depan dadanya.


“Kamu sudah kembali?” Cecily Wong dengan terampil meraih leher Ryan dan menempelkan kedua gunung kembarnya ke lengan Ryan. “Bagaimana? Apakah kamu sudah memberitahu Ketua Komite apa yang menjadi keinginanmu?”


Setelah beberapa kali menghabiskan malam bersama, Ryan dan Cecily Wong menjadi semakin dekat. Namun, tidak ada perasaan cinta diantara mereka. Bisa dibilang, hubungan mereka sekarang setara dengan Teman Tapi Mesra (TTM) atau Friend With Benefit (FWB).


Sebagai partner Ryan, Cecily Wong secara alami mengetahui apa keinginan Ryan. Meskipun Cecily Wong tidak tahu mengapa Ryan menginginkan Urm Manadyte, tapi ia tidak ingin menanyakannya. Ia menghargai privasi Ryan. Fan Xinglou sendiri juga tidak tertarik dengan hal tersebut.


Tanpa mencoba menyembunyikan apapun, Ryan berkata, "Sudah kak. Sekarang, aku tinggal menunggu kabar dari mereka."


“Benarkah?” Cecily mengangguk dan melepaskan Ryan.


"Aku tidak menyangka, ternyata Adik Seperguruan memiliki keinginan yang ingin dikabulkan …" Zhao Hufeng tampak memahaminya.


Di Jie Long, sebagian besar murid yang berpartisipasi dalam Festa adalah untuk mencari tantangan dan bertarung dengan lawan yang kuat. Sangat jarang murid yang berpartisipasi dalam Festa demi terkabulnya keinginan pribadi mereka.


Maka dari itu, Zhao Hufeng tidak mengira bahwa Ryan termasuk tipe yang terakhir.


Tak mau memikirkannya lagi, Zhao Hufeng mengganti topik pembicaraan. "Omong-omong, kami berdua akan pergi menemui Guru."


Ryan memberikan pandangan singkat dan bertanya, "Menemui Guru?”


"Benar." Cecily berkata, "Kakak Pertama baru saja keluar dari latihan tertutupnya, jadi kami ingin menyapanya."


"Kakak Pertama?" Ryan sedikit terkejut.


'Ini artinya, Wu Xiaofei akhirnya muncul? Dalam Anime-nya sendiri, aku belum pernah melihat wujudnya sama sekali.' pikir Ryan.


"Kakak Pertama selalu berlatih di kedalaman Kuil Naga Kuning dan sulit untuk melihatnya di waktu biasa.” Zhao Hufeng berkata dengan sangat serius, "Kali ini, Kakak Pertama akan pergi menemui Guru. Jadi kita harus segera bergegas menyapanya."


Mendengar ini, Ryan agak tertarik dan berkata, "Kalau begitu, aku juga akan ikut dengan kalian."


Cecily Wong dan Zhao Hufeng mengangguk tidak mempermasalahkannya. 


Setelah itu, mereka bertiga berjalan beriringan dan masuk ke sebuah ruangan. Ruangan ini mirip seperti ruang pertemuan. Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja bundar dengan 10 kursi yang mengelilinginya.

__ADS_1


Fan Xinglou sedang duduk di salah satu kursi dan melihat ke arah pintu masuk. Sambil tersenyum, ia berkata, "Oh, rupanya kalian juga datang. Ayo masuk dan segera duduk."


Namun, Ryan, Cecily Wong, dan Zhao Hufeng tidak melakukannya. Sebab, di depan mereka, ada seorang Pria bertubuh tinggi yang mengenakan seragam Jie Long.


Pria itu memiliki mata tajam dan tubuh yang terlihat kurus. Walau begitu, ia memiliki aura yang cukup kuat.


Pria dengan penampilan seperti itu berdiri dengan tenang di sisi Fan Xinglou. Prana yang terus berputar di tubuhnya membuat suasana di sekitarnya sedikit penuh tekanan. 


Jelas, ini adalah Teknik Pernapasan yang telah diajarkan oleh Fan Xinglou pada semua muridnya. Akan tetapi. Pria itu menggunakan Teknik Pernapasan ini secara alami, seakan ia bernafas secara normal.


Melihat pria itu, Ryan bergumam, "Jadi dia, murid pertama Banyuu Tenra generasi ini yang bernama Wu Xiaofei?"


Wu Xiaofei adalah murid nomor satu Banyu Tenra yang memiliki nama alias Hagun Seikun. Ia menempati peringkat kedua dalam Page One Jie Long.


Tiga tahun yang lalu, Fan Xinglou masuk ke Jie Long membawa serta Wu Xiaofei.  Pada saat itu, keterampilan Wu Xiaofei sudah sangat kuat. Hal ini terjadi karena sejak kecil, Wu Xiaofei telah belajar di bawah bimbingan Banyuu Tenra generasi kedua, sebelum akhirnya Fan Xinglou memutuskan untuk bereinkarnasi ke tubuhnya saat ini. 


Maka dari itu, wajar saja jika Teknik Bela Diri serta Seisenjutsu milik Wu Xiaofei jauh di atas Zhao Hufeng dan Cecily Wong.


Selama ini, Wu Xiaofei selalu berlatih di bagian terdalam Kuil Naga Kuning, sehingga dirinya jarang terlihat di luar. Hanya Fan Xinglou saja yang masih sering bertemu dengan Wu Xiaofei.


"Kakak Senior Pertama." Cecily Wong dan Zhao Hufeng secara bersamaan maju dan mengepalkan tangannya di depan Wu Xiaofei. 


Melihat penghormatan yang diberikan Cecily Wong dan Zhao Hufeng, Wu Xiaofei hanya mengangguk dengan perlahan. Ini adalah  respon yang cukup dingin dan ekstrim.


Sikap Wu Xiaofei ini seakan ia tidak memiliki perasaan. Ia melihat ke arah Cecily Wong dan Zhao Hufeng dengan pandangan yang jernih, namun menakutkan,


Dalam sepersekian detik, Ryan bahkan merasa bahwa orang ini seperti tidak memiliki jiwa. Perasaan ini menyebabkan Ryan sedikit mengernyitkan dahinya dan bergumam, “Boneka …”


Benar, apa yang dirasakan Ryan saat ini sama seperti sedang berhadapan dengan boneka tanpa jiwa. Tidak memiliki emosi, dan hanya memiliki satu tujuan, yaitu menjadi kuat.


Hal ini membuat Cecily Wong terkejut. “Adik Seperguruan?”


Berbeda dengan reaksi Cecily Wong, reaksi Zhao Hufeng sedikit ekstrim. "Apa kamu bilang?! Coba ulangi lagi?!” 


Zhao Hufeng merasa sangat marah karena Kakak Senior yang ia idolakan disebut seperti itu. “Kamu benar-benar tidak sopan! Dia adalah Kakak Pertama, tolong jaga ucapanmu!”


Melihat semua ini, Fan Xinglou malah tertawa. “Hahahaha …”


“Boneka?” Fan Xinglou berkata tanpa menatap mata Wu Xiaofei, "Sangat jarang ada orang yang dapat melihat esensi anak ini secara sekilas. Tidak ada yang salah dengan itu.”


“Guru?” Cecily Wong dan Zhao Hufeng merasa bingung dengan ucapan Fan Xinglou. Karena secara umum, sangat jarang ada seorang Guru yang menjelekkan muridnya sendiri.


Sebaliknya, Wu Xiaofei hanya berdiri diam di tempatnya, seakan ia tidak mendengar ucapan Ryan dan Fan Xinglou sama sekali. Ekspresinya tampak datar, bahkan matanya pun tidak bergejolak.


“Biarkan Wanita Tua ini memperkenalkannya padamu, Xiaofei." Fan Xinglou menunjuk ke arah Ryan, dan berkata, “Ini adalah Adik Seperguruanmu yang paling muda. Dia baru menjadi menjadi muridku kurang dari enam bulan. Akan tetapi, dalam hal kekuatan, dia tidak lebih lemah dari Hufeng dan Cecily. Jika Dia menggunakan semua kekuatannya, aku tidak yakin kamu bisa mengalahkannya.”


Mendengar provokasi ini, Wu Xiaofei akhirnya membuat sedikit reaksi. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Ryan.


Hanya saja, ekspresi wajah sebelumnya yang tenang, kini berubah menjadi sedikit menakutkan. Walau begitu,  Wu Xiaofei hanya diam tidak menjawab dan terus melihat ke arah Ryan. 


“Xiaofei, bukankah kini giliranmu untuk memperkenalkan diri?” ucap Fan Xinglou. Ia kemudian melihat ke arah Ryan dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu. 


Setelah beberapa saat, Fan Xinglou tiba-tiba berkata, “Ini adalah kesempatan yang jarang terjadi. Maka dari itu, Wanita Tua ini berencana memeriksa hasil latihan Xiaofei hari ini. Ayo ikuti aku.”


“Memeriksa hasil latihan?” Mendengar hal ini, Ryan, Cecily Wong, dan juga Zhao Hufeng sadar apa yang dimaksud oleh Guru mereka.

__ADS_1


Ini adalah cara Fan Xinglou meminta Wu Xiaofei untuk menemaninya berlatih, Apalagi, Wu Xiaofei adalah satu-satunya orang bisa sedikit melakukan perlawanan saat bertarung dengan Fan Xinglou. Tentu saja dengan catatan Fan Xinglou tidak menggunakan seluruh kekuatannya.


Hanya saja, Fan Xinglou dan Wu Xiaofei belum melakukan pernah melakukan latih tanding di hadapan orang-orang, dan mereka tidak pernah mengizinkan murid lainnya untuk menonton.


Oleh karena itu, tidak ada yang tahu seberapa jauh Fang Xinglou dan Wu Xiaofei telah berlatih.


Dan hari ini, secara mengejutkan, Fan Xinglou tiba-tiba mengizinkan murid-muridnya menonton pertandingan mereka secara langsung. Ini adalah hal yang luar biasa.


Bagi Fan Xinglou, berkelahi adalah satu-satunya hal di dunia yang dapat membuatnya tidak bosan dan waras. Selama ada lawan, Fan Xinglou akan merasa senang, tidak peduli seberapa lemah lawannya.


Tentu saja, semakin kuat lawannya, Fan Xinglou akan semakin senang.


Karena Wu Xiaofei dipuji sebagai satu-satunya murid yang bisa bertarung melawan Fan Xinglou, itu artinya Wu Xiaofei memiliki kekuatan yang cukup kuat.


Mengingat kepribadian Fan Xinglou, Ryan tenggelam dalam pikirannya. “Kalau nggak salah …”


Setelah beberapa saat berpikir, Ryan ingin memastikan tujuan Fan Xinglou dengan mata kepalanya sendiri. 


“Hmm … untuk sementara ini, aku akan diam dan menonton pertandingan ini terlebih dahulu, Lagipula, ini adalah kesempatan yang sangat langka,” gumam Ryan.


~***~


Kuil Naga Kuning, Ruang Aula Genbu.


Di ruang latihan dengan banyak pilar batu ini, Fan Xinglou dan Wu Xiaofei berdiri saling berhadapan.


Sementara itu, Ryan, Cecily Wong, dan Zhao Hufeng menonton dari samping dengan tatapan serius sembari menunggu dimulainya latih tanding ini.


Fan Xinglou kemudian berbicara dengan Wu Xiaofei yang ada di seberangnya, “Xiaofei, coba serang aku duluan.”


Mendengar ini, Wu Xiaofei menatap mata Fan Xinglou. Ia lalu mengepalkan tangannya, dan memasang kuda-kuda menyerang.


Saat ini, Prana di sekitar tubuh Wu Xiaofei mulai meluap. Tapi anehnya, aliran Prana tersebut tidak menyebar dan menghilang di udara. Melainkan tampak seperti menyatu dengan alam, membuat penampilan Wu Xiaofei terlihat mengesankan.


Melihat Wu Xiaofei yang seperti itu, membuat Ryan bergumam, "Wu Xiaofei benar-benar bukan orang yang sederhana."


Di saat yang sama, Wu Xiaofei mulai bergerak.


Bagaikan binatang buas yang tiba-tiba mengamuk, Wu Xiaofei langsung menghentakkan kakinya ke tanah dan meluncur ke arah Fan Xinglou.


Begitu ia tiba di depan Fan Xinglou, Wu Xiaofei langsung melepaskan pukulan tajam ke wajah Fan Xinglou.


Pukulan ini tidaklah cepat ataupun juga lambat.


Oleh karena itu, Fan Xinglou dengan lembut mengangkat satu tangannya dan menahan pukulan Wu Xiaofei menggunakan telapak tangannya.


Detik berikutnya, sesuatu yang luar biasa terjadi.


Boom


Suara mencekik seperti ledakan mendadak terdengar dari pukulan Wu Xiaofei yang mengenai telapak tangan Fan Xinglou. 


Ledakan ini memicu gelombang kejut yang kuat dan menghembuskan udara ke area sekitar.


Pukulan yang pada awalnya terlihat sangat biasa dan tidak menarik, ternyata menyimpan kekuatan serang yang dahsyat.

__ADS_1


__ADS_2